LOGINRahayu berusaha menerima pernikahan kedua yang dibuat suaminya, dia bahkan rela pergi saat suami yang dia cintai mengusirnya. Namun, tak lama kemudian tersiar kabar buruk menimpa suami dan madunya. Suaminya lumpuh, madunya pergi entah kemana. Keluarga suaminya datang menghiba agar dia kembali, bahkan meminta dia sukarela mengasuh anak dari madunya. Bagaimana keputusan berat ini diambil Rahayu, mengingat tentang perlakuan buruk keluarga suaminya? Pembalasan apa yang harus Rahayu lakukan untuk mereka yang sudah merebut kebahagiaannya?
View MoreMendengar nama Kaisar disebut, antusiasme Kenzi kembali membumbung tinggi. Kaisar adalah kakak laki-lakinya yang terpaut usia tiga tahun. Saat ini, Kaisar sedang merantau di ibu kota, bekerja keras sambil kuliah malam demi membantu perekonomian keluarga mereka dan membiayai sekolah Kenzi. Bagi Kenzi, Kaisar bukan cuma seorang kakak, tapi juga sosok pengganti ayah yang sangat dia segani."Oke, Mam! Dalam hitungan tiga menit, piring ini akan bersih mengkilap seolah baru keluar dari pabrik!" seru Kenzi, kembali ke mode bercandanya. Dia makan dengan lahap, membuat Rahayu yang melihatnya merasa sangat bersyukur. Di tengah segala keterbatasan ekonomi dan intimidasi dari keluarga mendiang suaminya, memiliki anak-anak yang saling menyayangi adalah kekayaan terbesar yang dia miliki.Tepat seperti ucapannya, dalam waktu singkat piring Kenzi sudah bersih tak bersisa. Setelah merapikan dapur, Kenzi dan Rahayu duduk bersama di atas tikar ruang tamu. Kenzi mengeluarkan ponsel pintarnya yang layarn
Maaf kalau kelakuan Kenzi di luar sudah bikin Mami malu dan dicaci maki orang. Maaf Kenzi belum bisa jadi anak yang membanggakan."Rahayu menatap wajah putranya yang basah oleh air mata. Dia menggelengkan kepala perlahan, lalu menarik Kenzi ke dalam pelukannya. Dia mendekap kepala anak bujangnya itu erat-erat ke dadanya."Tidak, Nak. Mami yang harusnya minta maaf," isak Rahayu, mengelus rambut Kenzi dengan penuh kasih sayang. "Mami terlalu sibuk kerja sampai tidak tahu beban yang kamu tanggung sendirian. Mami tidak pernah menganggapmu gagal, Kenzi. Kamu dan Kakakmu Kaisar harta Mami yang paling berharga."Di dalam pelukan hangat ibunya, Kenzi menangis tanpa suara. Namun dasar Kenzi, suasana haru itu mendadak dicairkannya sendiri. Dia melonggarkan pelukan, menatap Maminya sambil mengerucutkan bibir, lalu menghapus air mata Rahayu dengan ujung seragam sekolahnya yang agak kumal."Tapi Mam, soal laporan Kartika tadi... Kenzi mau klarifikasi," ucap Kenzi dengan wajah melas yang mendadak t
" Bagus, jam segini anak sekolah baru pulang. Didikan Rahayu memang bodoh!” kepulangan Kenzi menjadi kekhawatiran Rahayu sore ini. Dia pikir mertuanya tak akan datang ke rumahnya lagi. Namun, justru dia datang dengan anak perempuannya –Kartika yang selalu mencari-cari kesalahannya. "Pasti Ayu nih yang bikin Kenzi begini. Entah doktrin apa yang bikin anak baik baik jadi Badung dan brandal begini,” ucap Kartika menambah suasana panas. "Ken, masuk,” lirih Rahayu pada Kenzi yang tadi terlihat ingin murka dan mencaci keduanya yang terlihat senang menghakimi keluarga nya. Kenzi mengepalkan tangannya kuat-kuat di balik pintu. Buku-buku jarinya memutih. Remaja yang biasanya menjadi badut kelas dan hobi melempar guyonan garing itu kini kehilangan seluruh selera humornya. Napasnya memburu menahan gejolak amarah yang siap meledak. Ketika menyangkut ketenangan Maminya, Kenzi bisa berubah seketika menjadi sosok yang sedingin es dan segalak harimau lapar. "Ken, masuk ke kamar. Tolong den
Perpustakaan sekolah adalah tempat terakhir yang akan dikunjungi Kenzi dalam keadaan normal. Aroma buku tua dan aturan "Dilarang Berisik" adalah alergi terbesarnya. Namun siang ini, dia nekat melangkahkan kaki ke sana.Di pojok rak buku referensi, dia menemukan Sunny sedang berjinjit, mencoba mengambil sebuah buku tebal di rak paling atas. Hijabnya sedikit tersingkap di bagian bahu saat dia berusaha menggapai buku itu.Tanpa suara, Kenzi melangkah ke belakang Sunny. Dengan tinggi badannya yang mencapai 180 cm, dia dengan mudah mengambil buku tersebut."Buku Sejarah Kebudayaan Indonesia? Berat lho ini, seberat rindu aku ke kamu yang baru lima menit nggak ketemu," bisik Kenzi tepat di belakang telinga Sunny.Sunny tersentak kecil, hampir saja menabrak dada Kenzi. Dia berbalik dan mendapati Kenzi sedang tersenyum lebar sambil menyodorkan buku itu."Kenzi! Kamu... ngikutin aku?" tanya Sunny dengan nada tidak percaya, tapi suaranya tetap terjaga rendah."Bukan ngikutin, cuma memastikan kal
“Jagain mamimu, jangan keluyuran! Kalau nggak nurut, Ayah bawa kamu ke pesantren nanti!” Ucapan Arya membuat Kenzi terngiang dan tak berani lagi membantah. Sejak insiden kecelakaan itu, Kenzi jadi murung dan sedih. Dia tetap menjadi anak yang disalahkan di mata Arya, meski Rahayu sudah mencoba men
Kenzi tetap berdiri terpaku di ambang pintu ruangan. Tubuhnya menggigil, bukan karena dingin, melainkan karena takut. Tatapan ayahnya yang gelap dan dingin seperti bayangan yang menghantui langkahnya.Rahayu kembali memanggil, suaranya lembut, penuh kasih.“Kenzi, sini sayang… Mami kangen pelukan k
“Anak itu belum pulang?” tanya Arya yang heran dengan Kenzi, semakin hari semakin banyak kelakuan nakal yang membuatnya naik pitam.“Namanya anak anak, ya biasa, Mas. Kamu selalu memarahinya, dia jadi gak betah di rumah mungkin,” terang Rahayu. “Masih kecil saja suka ngeluyur, nggak bisa dikasih
“Rahayu!! Ambilkan Ibu makan!!” teriak Sekar dari dalam.“Iya, Bu, Ayu lagi masak, belum matang. Bentar ya?”Tarikan napas pelan Rahayu lakukan demi sabar yang harus ditata rapi. Bertahun-tahun menerima keadaan, pun setelah mertua lelakinya tak ada, hingga pada akhirnya dia ada di titik diam dan pa












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews