共有

51, Lelah.

作者: Fatimahnur
last update 公開日: 2026-09-16 19:27:31

Dia memelukku.

"Alicia," panggilnya pelan.

Aku tidak menjawab.

Tanpa berkata apa-apa lagi, ia menarikku ke dalam pelukannya. Pelukannya erat, hangat, dan dadanya naik turun dengan cepat. Aroma parfumnya yang biasanya menenangkan, malam ini terasa menyesakkan.

Hanya karena aku yang menyedihkan atau karena ia senang akhirnya apa yang ia inginkan tercapai?

Pikiranku kacau. Apakah pelukan ini adalah rasa kasihan? Apakah ia memelukku karena aku terlihat menyedihkan setelah mendengar vonis bahw
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   72,

    "Alicia, aku tak akan membiarkan mereka menyakiti kamu." Suara itu berat, dalam, dan begitu dekat di telingaku. Ferdo tidak menatapku saat mengatakannya. Matanya tetap lurus ke depan, menatap kaca mobil yang gelap, namun tangannya... tangannya menggenggam tanganku dengan sangat erat. Seerat itu hingga aku bisa merasakan dinginnya cincin di jarinya menusuk kulitku. Setelah bicara begitu, lelaki itu memerintahkan sopir agar mobil berjalan maju. Mobil hitam itu melaju. Perjalanan itu terasa sangat lama. Semakin lama kami berjalan, jalanan aspal mulus perlahan menghilang, berganti menjadi jalan tanah berbatu. Lampu-lampu kota mulai menghilang satu per satu. Pohon-pohon di sisi jalan semakin tinggi, semakin rapat, hingga cahaya bulan pun tidak bisa masuk. Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam akhirnya sampai ke sebuah tempat yang makin gelap. Ini bukan gelap biasa. Ini adalah gelap yang hidup. Gelap yang bernafas. Aku bisa mendengar suara-suara aneh dari luar. Bukan suara ja

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   71, Penjahat!

    'SRIITTT!' Suara mesin mobil yang mengerem mendadak begitu keras. Tubuhku terdorong ke depan. Selimut tebal itu melorot. Aku terkejut bukan main, dan pada saat yang sama Ferdo akhirnya terbangun, padahal ia baru saja tertidur lelap. Matanya terbuka dalam sepersekian detik. Tidak ada sisa kantuk. Langsung tajam, langsung waspada, langsung menjadi Ferdo yang ditakuti semua orang itu. "Ada apa di luar?" tanyanya dengan ekspresi wajah serius menatap ke depan. Tangannya sudah bergerak ke gagang pintu. Dari kaca depan yang sedikit berembun, aku bisa melihatnya. Di tengah jalan hutan yang gelap itu, berdiri lima orang dengan memakai topeng hitam. Topengnya terbuat dari kayu gelap dengan ukiran aneh, hanya terlihat mata mereka yang menyala merah. Mereka membawa rantai dan belati panjang. Di belakang mereka, pepohonan bergoyang keras meski tidak ada angin. Serigala-serigala bayangan Ferdo menggeram. Max berteriak dari luar, "Tuan! Penyergap! Mundur!" Ferdo langsung berdiri se

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   70, Kendala.

    "Tapi, apa kamu tidak lelah?" tanyaku pada Ferdo.Aku menatap wajahnya dari dekat. Lingkaran hitam di bawah matanya semakin jelas terlihat sekarang. Matanya yang biasanya tajam dan mengintimidasi semua orang, kini terlihat sayu dan lelah. Sejak kemarin malam ia tidak tidur sama sekali karena mengurus laporan dari wilayah perbatasan, dan pagi ini ia bahkan tidak sempat menyelesaikan tidurnya karena aku meninggalkannya.Lelaki itu tampak menatapku dan tersenyum lembut. Senyum yang selalu berhasil membuat jantungku berdebar tidak karuan, senyum yang hanya ia perlihatkan padaku seorang.Satu tangannya mengusap kepalaku dengan lembut. Gerakannya pelan, seperti sedang menenangkan seekor kucing kecil yang ketakutan. Jari-jarinya yang panjang menyisir rambutku yang masih berantakan karena baru bangun tidur."Jangan khawatir, aku tak menyetir mobil sendiri. Aku akan tidur di mobil," ujarnya. Suaranya pelan dan serak.Aku merasa lega sedikit. Setidaknya ia tidak akan memaksakan diri menyetir da

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   69, Dia Bangun.

    Aku bingung menjawab pertanyaan Max saat ia bertanya apa aku memiliki rasa pada Ferdo, bosnya sendiri sekaligus orang yang memberiku segalanya.Pertanyaan itu datang begitu tiba-tiba di tengah sarapan. Aku yang sedang memotong daging di piringku langsung berhenti. Garpu di tanganku terasa berat."Nona Alicia," kata Max pelan dengan suaranya yang selalu tenang dan sopan itu. "Bolehkah saya bertanya sesuatu yang agak pribadi?"Aku mengangguk pelan, masih menatap piringku."Apakah Nona memiliki rasa pada Tuan Ferdo?"Jantungku serasa berhenti berdetak sesaat. Apa maksudnya rasa? Rasa takut? Rasa hormat? Atau rasa yang lain yang bahkan aku sendiri tidak berani menyebut namanya.Aku bingung. Bagaimana aku harus menjawabnya?Ferdo adalah bosku sendiri, orang yang memberiku tempat tinggal saat aku tidak punya siapa-siapa. Orang yang memberiku makan, pakaian, pendidikan, bahkan memberiku nama belakangnya agar aku tidak lagi dipanggil anak haram tanpa keluarga. Ia adalah orang yang telah menga

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   68, Sarapan Pagi.

    POV Alicia. Ferdo tertidur pulas pagi itu. Setelah tangisnya yang panjang semalam, setelah ia memelukku dengan erat sambil mengatakan bahwa akulah satu-satunya miliknya seutuhnya, Ferdo akhirnya terlelap di sampingku. Ia tertidur dengan wajah yang masih basah oleh sisa air mata, namun napasnya terdengar teratur dan tenang untuk pertama kalinya setelah beberapa hari. Ia tampak kelelahan, aku tidak berani membangunkannya. Aku memandangi wajahnya yang tertidur dari jarak yang dekat. Lingkaran hitam di bawah matanya terlihat sangat jelas. Alisnya yang biasanya selalu berkerut tegang kini terlihat rileks. Bibirnya yang tegas sedikit terbuka, mengeluarkan napas yang berat. Lengan besarya masih melingkar di pinggangku, menjaga agar aku tetap berada di dalam pelukannya bahkan di dalam tidurnya. Aku tidak berani bergerak dengan keras. Aku tidak berani membangunkannya, karena aku tahu ia sangat membutuhkan istirahat. Selama beberapa malam terakhir, ia pasti menghabiskan waktunya untuk men

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   67, Bertekuk lutut.

    POV - Alicia. Aku memandang lelaki itu lama. Aku baru saja terbangun dari tidurku yang sangat nyenyak. Kepalaku masih terasa berat dan pusing karena terlalu banyak menangis. Mataku yang sembab terasa perih setiap kali aku mengedipkannya. Cahaya temaram dari lampu kamar membuat pandanganku sedikit buram. Di sampingku, Ferdo duduk dengan kepala yang menunduk. Punggungnya yang biasanya terlihat begitu tegak dan berwibawa, kini terlihat membungkuk dengan lemah. Bahunya bergetar. Awalnya aku sangat membencinya, aku merasa ia begitu kejam. ia banyak bicara hari ini. Bicara penuh penyesalan dan maaf ia lontarkan puluhan kali mungkin. Aku membencinya karena ia telah membuatku berada dalam posisi yang sangat menakutkan ini. Aku membencinya karena ia adalah seorang alpha, makhluk yang kekuatannya jauh di atas manusia biasa sepertiku. Aku membencinya karena tadi aku mendengar suara tembakan dan bentakannya yang menggelegar di aula paviliun, membentak semua pelayan dan mengancam akan

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status