author-banner
Fatimahnur
Fatimahnur
Author

Novels by Fatimahnur

Obsesi, Cinta Dan Dendam

Obsesi, Cinta Dan Dendam

“Kalau kau tidak bisa aku miliki, maka siapapun tidak bisa memilikimu! Kalau aku kehilangan semuanya, maka aku akan mengambil semua milikmu!” — Ana Adamson. ***Ana Adamson, wanita berusia 28 tahun itu nekat menghabisi semua wanita yang menjadi teman kencan, atau bahkan kekasih dari Alexander Lemos. Bukan tanpa sebab ia melakukannya, pengkhianatan dari momen sakral di hari pernikahannya dengan pria tersebut membuat gaun pengantinnya bersimbah darah dan menjadi suatu tragedi mengerikan dalam hidupnya– juga menghabisi semua keluarga Ana. Pria itu (Alexander Lemos) sekaligus Klan Mafia-nya ternyata mengkhianati perdamaian dari keluarga Ana Adamson yang juga merupakan Klan Mafia besar. Ana kehilangan semuanya, bahkan ia hampir saja kehilangan nyawa, namun– ternyata ia masih diberi kesempatan hidup, ia di selamatkan oleh keluarga baik yang mengangkatnya sebagai anak, akan tetapi drama baru di mulai saat anak bungsu keluarga itu tidak menerimanya. Dan naasnya anak sulung keluarga itu yang juga bernama Alexander akhirnya jatuh hati pada Ana. Akan tetapi hati Ana sudah terpaut pada sosok (Alexander Lemos, ia sudah jatuh pada pesona pria itu. Cinta itu menjadi obsesi dan dendam, hingga Ana menjelma sebagai sosok monster yang menuntut balas. Hal pertama yang ia lakukan sungguh tidak ada yang menebaknya, di saat ia menghabisi semua wanita Alexander Lemos, dan perlahan ia membangun kelompok besar demi menghancurkan pria itu. Lantas, apakah yang terjadi nantinya? Apa cinta penuh pengkhianatan itu bisa menyatu, dan apa Alexander Lemos akan mengalah dengan perasaannya pada Ana, atau malah akan melawannya? Sementara seorang wanita yang merupakan kekasih tercintanya akhirnya tewas di tangan Ana!
Read
Chapter: 52, Jangan harap bisa menyentuhku!
Ana, ia bukanlah wanita lemah yam mereka kira. Sebuah sambungan telepon yang membuat ana yakin dengan dugaannya membuatnya tak bisa berpura-pura lagi. Terlebih orang yang ada di sekitarnya sudah memendam nafsu padanya saat melihat betapa moleknya tubuh Ana. Mata indahnya terbuka dengan cepat, orang di sekitar tubuhnya bahkan sangat terkejut melihatnya. "Hey, kau mau menyentuhku? Atau bahkan menikmati tubuh indahlu ini? Jangan harap bisa melakukannya dasar lelaki jelek!" Ana memuntir dua tangan di kanan dan kiri tubuhnya yang siap menjamahnya. Memutarkannya dan... Kraak! "Aaggh!" teriak orang yang tangannya dibuat patah oleh Ana. Setelah Ana mematahkan tangan orang, ia duduk dengan benar dan mulai menendang burung salah satu pria yang hendak mendekat ke arahnya. Laju mobil tak terkendali, pada saat yang sama akhirnya mobil itu masuk ke sebuah kawasan yang sudah tidak asing lagi bagi Ana. Di dalam mobil hitam yang melaju kencang, Ana duduk di kursi tengah tanpa di ikat, dan tanpa
Last Updated: 2026-10-08
Chapter: 51, Mencari Ana.
Di rumah sakit.. Alex ditemukan tak sadarkan diri di ruangan rawat inap yang sebelumnya di huni Ana. Cairan darah berceceran di lantai, ibunya sampai histeris saat melihat kondisi Alex. Setelah ada pasien yang ikut menangani, setelah beberapa saat kemudian akhirnya ia sadar. Alex membuka matanya perlahan, saat ia melihat ke atas ia melihat semua anggota keluarganya kecuali Ana. "Aira mana?" tanya Alex. Siang itu ruang rawat inap Ana sebelumnya akhirnya tampak ramai. ."Di mana Ana?" Itu adalah kalimat pertama yang keluar dari bibir Alex. Suaranya serak.Aldo saling pandang dengan Aldi, ragu untuk menjawab. Aldi menelan ludah, lalu melangkah maju setengah langkah."Kak, kami melihatnya," ujar Aldi dengan suara pelan namun jelas. "Tadi saat kami ada di luar, kami melihat Aira dibawa beberapa orang. Ada sebuah mobil hitam. Beberapa orang turun. Mereka membawa Aira pergi."Aldo mengangguk cepat, membenarkan ucapan kembarannya. "Aira sempat melawan Kak. Kami mencoba mengejar, tapi mo
Last Updated: 2026-10-07
Chapter: 51, Mencari Ana.
Di rumah sakit.. Alex ditemukan tak sadarkan diri di ruangan rawat inap yang sebelumnya di huni Ana. Cairan darah berceceran di lantai, ibunya sampai histeris saat melihat kondisi Alex. Setelah ada pasien yang ikut menangani, setelah beberapa saat kemudian akhirnya ia sadar. Alex membuka matanya perlahan, saat ia melihat ke atas ia melihat semua anggota keluarganya kecuali Ana. "Aira mana?" tanya Alex. Siang itu ruang rawat inap Ana sebelumnya akhirnya tampak ramai. ."Di mana Ana?" Itu adalah kalimat pertama yang keluar dari bibir Alex. Suaranya serak.Aldo saling pandang dengan Aldi, ragu untuk menjawab. Aldi menelan ludah, lalu melangkah maju setengah langkah."Kak, kami melihatnya," ujar Aldi dengan suara pelan namun jelas. "Tadi saat kami ada di luar, kami melihat Aira dibawa beberapa orang. Ada sebuah mobil hitam. Beberapa orang turun. Mereka membawa Aira pergi."Aldo mengangguk cepat, membenarkan ucapan kembarannya. "Aira sempat melawan Kak. Kami mencoba mengejar, tapi mo
Last Updated: 2026-10-07
Chapter: 50, Sosok asli Jack!
Aldo terus mengikuti dokter yang sebelumnya mencoba membantu, tapi ia samasekali tidak menyapa lelaki itu. Beberapa dokter tampak langsung datang dan hendak membantu, "Kemana semua pihak keamanan yang ada di rumah sakit ini?! Kalian tidak lihat pasienku tadi dibawa pergi oleh pria misterius itu?!" Teriaknya dengan suara lantang. Seorang wanita bergegas datang menghampiri, Aldo. Aldo menatap bingung saat melihat sosok perawat yang sebelumnya menjaga adiknya itu. Kali ini ia tidak memakai pakaian perawat, melainkan memakai pakaian formal serba hitam. Yana, gadis itu tampak berbeda, bahkan jauh berbeda. Tatapannya semakin dingin dan tajam. "Saya datang karena panggilan anda, kebetulan tuan tidak ada di tempat karena harus mengurus beberapa hal yang tertunda karena nona tidak bisa kembali." ujar Yana. "Astaga, bahkan Tuan Baro juga tidak ada?!" wajah Dokter Hans makin panik saat mendengar ucapan Yana. "Tuan Varo pergi ke perbatasan menyelesaikan pekerjaan, saya akan menghub
Last Updated: 2026-10-06
Chapter: 49, Ana diculik!
Orang-orang itu akhirnya mendekat ke arah Alex dan Ana. Ana tetap tenang saat melihat mereka semua, akan tetapi tidak dengan Alex. "Jangan mendekat! Dan jangan ganggu Aira!" Alex langsung melindungi Ana. Wush! Satu layangan tangan mulai melayang ke arah Alex. Ana hanya duduk diam, ia memutar otaknya dan berusaha menebak-nebak siapa yang mengirimkan mereka. Karena Alex ada di sana, ia berusaha untuk tetap tenang dan tidak melawan samasekali. Alex melawan mereka semua dengan sungguh-sungguh. Wajahnya tampak tegang, Bugh! Satu pukulan melayang me arahnya. Perutnya terkena hantaman keras, dan beberapa saat kemudian ia sudah tumbang. Ana memperhatikan mereka semua, tapi ia tetap diam! "Hentikan!" Ucapan Ana membuat mereka semua diam. Tapi setelahnya mereka mulai tersenyum remeh pada Ana. "Kau berani memerintah kami?!" tekan salah satu di antara mereka. Mereka mengambil senjata api, dan menodongkannya ke arah Ana. "Jangan lakukan itu!" teriak Alex. "Diam! Atau aku tembak
Last Updated: 2026-10-04
Chapter: 48, Tertangkap basah!
Mereka berdua langsung menoleh ke arah pintu, ekspresi wajah dokter itu tampak sangat tegang dan mungkin ia sedang menahan nafas saat melihat siapa yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu. "Apa yang kalian lakukan?!" Alex mendekat ke arah Ana. Ruangan rawat inap itu seharusnya sepi dan tenang pada jam kunjungan siang. Namun ketenangan itu terusik. "Ada dokter masuk, padahal suster sebelumnya berkata tempat ini sedang dibersihkan," ujar Alex dengan tatapan menyelidik. Alex berdiri tidak jauh dari pintu, kedua tangannya terlipat di dada. Matanya yang tajam tidak lepas mengawasi setiap gerakan di dalam ruangan. Tatapannya bukan tatapan khawatir seorang kerabat, melainkan tatapan seorang penyelidik yang sedang mengawasi targetnya. Ia memperhatikan jam di dinding, lalu kembali menatap dokter yang baru saja keluar dari balik tirai. Ana yang sedang duduk di ranjang pasien hanya tersenyum tipis. Senyumnya tenang, bahkan terlalu tenang untuk ukuran seseorang yang sedang dituduh. "Aku
Last Updated: 2026-10-03
Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha

Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha

"Di rumah yang dingin ini, aku hanyalah kau anggap barang yang kau beli, maka dari itu, aku akan menghancurkannya karena kamu pasti akan membuangnya!" – Alicia Keyla. Di jual secara paksa ke rumah bordil oleh ibu tirinya, Alicia akhirnya dilelang oleh pria tua yang berani membayarnya lebih mahal. Ia merasa terbebas dari kejamnya keluarganya, akan tetapi apa yang terjadi setelahnya ternyata lebih parah dari kematian, di saat ia dinikahi oleh monster yang menuntut keturunan, dan memaksanya terus melayaninya hingga ia merasa – mati jauh lebih baik. Hingga pada akhirnya, ia menyadari – pria itu, pria misterius itu adalah Alpha, yang dituntut memiliki keturunan. Setelah ia hamil, dan melahirkan, apa ia akan bebas?
Read
Chapter: 72,
"Alicia, aku tak akan membiarkan mereka menyakiti kamu." Suara itu berat, dalam, dan begitu dekat di telingaku. Ferdo tidak menatapku saat mengatakannya. Matanya tetap lurus ke depan, menatap kaca mobil yang gelap, namun tangannya... tangannya menggenggam tanganku dengan sangat erat. Seerat itu hingga aku bisa merasakan dinginnya cincin di jarinya menusuk kulitku. Setelah bicara begitu, lelaki itu memerintahkan sopir agar mobil berjalan maju. Mobil hitam itu melaju. Perjalanan itu terasa sangat lama. Semakin lama kami berjalan, jalanan aspal mulus perlahan menghilang, berganti menjadi jalan tanah berbatu. Lampu-lampu kota mulai menghilang satu per satu. Pohon-pohon di sisi jalan semakin tinggi, semakin rapat, hingga cahaya bulan pun tidak bisa masuk. Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam akhirnya sampai ke sebuah tempat yang makin gelap. Ini bukan gelap biasa. Ini adalah gelap yang hidup. Gelap yang bernafas. Aku bisa mendengar suara-suara aneh dari luar. Bukan suara ja
Last Updated: 2026-10-04
Chapter: 71, Penjahat!
'SRIITTT!' Suara mesin mobil yang mengerem mendadak begitu keras. Tubuhku terdorong ke depan. Selimut tebal itu melorot. Aku terkejut bukan main, dan pada saat yang sama Ferdo akhirnya terbangun, padahal ia baru saja tertidur lelap. Matanya terbuka dalam sepersekian detik. Tidak ada sisa kantuk. Langsung tajam, langsung waspada, langsung menjadi Ferdo yang ditakuti semua orang itu. "Ada apa di luar?" tanyanya dengan ekspresi wajah serius menatap ke depan. Tangannya sudah bergerak ke gagang pintu. Dari kaca depan yang sedikit berembun, aku bisa melihatnya. Di tengah jalan hutan yang gelap itu, berdiri lima orang dengan memakai topeng hitam. Topengnya terbuat dari kayu gelap dengan ukiran aneh, hanya terlihat mata mereka yang menyala merah. Mereka membawa rantai dan belati panjang. Di belakang mereka, pepohonan bergoyang keras meski tidak ada angin. Serigala-serigala bayangan Ferdo menggeram. Max berteriak dari luar, "Tuan! Penyergap! Mundur!" Ferdo langsung berdiri se
Last Updated: 2026-10-02
Chapter: 70, Kendala.
"Tapi, apa kamu tidak lelah?" tanyaku pada Ferdo.Aku menatap wajahnya dari dekat. Lingkaran hitam di bawah matanya semakin jelas terlihat sekarang. Matanya yang biasanya tajam dan mengintimidasi semua orang, kini terlihat sayu dan lelah. Sejak kemarin malam ia tidak tidur sama sekali karena mengurus laporan dari wilayah perbatasan, dan pagi ini ia bahkan tidak sempat menyelesaikan tidurnya karena aku meninggalkannya.Lelaki itu tampak menatapku dan tersenyum lembut. Senyum yang selalu berhasil membuat jantungku berdebar tidak karuan, senyum yang hanya ia perlihatkan padaku seorang.Satu tangannya mengusap kepalaku dengan lembut. Gerakannya pelan, seperti sedang menenangkan seekor kucing kecil yang ketakutan. Jari-jarinya yang panjang menyisir rambutku yang masih berantakan karena baru bangun tidur."Jangan khawatir, aku tak menyetir mobil sendiri. Aku akan tidur di mobil," ujarnya. Suaranya pelan dan serak.Aku merasa lega sedikit. Setidaknya ia tidak akan memaksakan diri menyetir da
Last Updated: 2026-10-01
Chapter: 69, Dia Bangun.
Aku bingung menjawab pertanyaan Max saat ia bertanya apa aku memiliki rasa pada Ferdo, bosnya sendiri sekaligus orang yang memberiku segalanya.Pertanyaan itu datang begitu tiba-tiba di tengah sarapan. Aku yang sedang memotong daging di piringku langsung berhenti. Garpu di tanganku terasa berat."Nona Alicia," kata Max pelan dengan suaranya yang selalu tenang dan sopan itu. "Bolehkah saya bertanya sesuatu yang agak pribadi?"Aku mengangguk pelan, masih menatap piringku."Apakah Nona memiliki rasa pada Tuan Ferdo?"Jantungku serasa berhenti berdetak sesaat. Apa maksudnya rasa? Rasa takut? Rasa hormat? Atau rasa yang lain yang bahkan aku sendiri tidak berani menyebut namanya.Aku bingung. Bagaimana aku harus menjawabnya?Ferdo adalah bosku sendiri, orang yang memberiku tempat tinggal saat aku tidak punya siapa-siapa. Orang yang memberiku makan, pakaian, pendidikan, bahkan memberiku nama belakangnya agar aku tidak lagi dipanggil anak haram tanpa keluarga. Ia adalah orang yang telah menga
Last Updated: 2026-10-01
Chapter: 68, Sarapan Pagi.
POV Alicia. Ferdo tertidur pulas pagi itu. Setelah tangisnya yang panjang semalam, setelah ia memelukku dengan erat sambil mengatakan bahwa akulah satu-satunya miliknya seutuhnya, Ferdo akhirnya terlelap di sampingku. Ia tertidur dengan wajah yang masih basah oleh sisa air mata, namun napasnya terdengar teratur dan tenang untuk pertama kalinya setelah beberapa hari. Ia tampak kelelahan, aku tidak berani membangunkannya. Aku memandangi wajahnya yang tertidur dari jarak yang dekat. Lingkaran hitam di bawah matanya terlihat sangat jelas. Alisnya yang biasanya selalu berkerut tegang kini terlihat rileks. Bibirnya yang tegas sedikit terbuka, mengeluarkan napas yang berat. Lengan besarya masih melingkar di pinggangku, menjaga agar aku tetap berada di dalam pelukannya bahkan di dalam tidurnya. Aku tidak berani bergerak dengan keras. Aku tidak berani membangunkannya, karena aku tahu ia sangat membutuhkan istirahat. Selama beberapa malam terakhir, ia pasti menghabiskan waktunya untuk men
Last Updated: 2026-09-30
Chapter: 67, Bertekuk lutut.
POV - Alicia. Aku memandang lelaki itu lama. Aku baru saja terbangun dari tidurku yang sangat nyenyak. Kepalaku masih terasa berat dan pusing karena terlalu banyak menangis. Mataku yang sembab terasa perih setiap kali aku mengedipkannya. Cahaya temaram dari lampu kamar membuat pandanganku sedikit buram. Di sampingku, Ferdo duduk dengan kepala yang menunduk. Punggungnya yang biasanya terlihat begitu tegak dan berwibawa, kini terlihat membungkuk dengan lemah. Bahunya bergetar. Awalnya aku sangat membencinya, aku merasa ia begitu kejam. ia banyak bicara hari ini. Bicara penuh penyesalan dan maaf ia lontarkan puluhan kali mungkin. Aku membencinya karena ia telah membuatku berada dalam posisi yang sangat menakutkan ini. Aku membencinya karena ia adalah seorang alpha, makhluk yang kekuatannya jauh di atas manusia biasa sepertiku. Aku membencinya karena tadi aku mendengar suara tembakan dan bentakannya yang menggelegar di aula paviliun, membentak semua pelayan dan mengancam akan
Last Updated: 2026-09-30
You May Also Like
Sentuhan Panas Tuan Mafia
Sentuhan Panas Tuan Mafia
Mafia · Callista_ Ivan
53.1K views
Dua Kakak Tiriku Yang Posesif
Dua Kakak Tiriku Yang Posesif
Mafia · Za_dibah
19.7K views
Di Bawah Kuasa Tiga Majikan Tampan
Di Bawah Kuasa Tiga Majikan Tampan
Mafia · Leona Valeska
17.4K views
Menjadi Tawanan Tuan Mafia
Menjadi Tawanan Tuan Mafia
Mafia · Miss Wang
15.3K views
Obsesi Cinta Sang Mafia
Obsesi Cinta Sang Mafia
Mafia · Fit Tree Fitri
14.9K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status