Inicio / Romansa / Pengantin Pengganti Yang Dibenci / 99. S*ks yang menyakitkan

Compartir

99. S*ks yang menyakitkan

Autor: Fiyaseni
last update Última actualización: 2026-03-02 10:01:43

Evan berdiri di balkon vila dengan napas yang masih menderu pelan. Tangannya mencengkeram ponsel begitu kuat hingga buku jarinya memutih. Di layar, pesan dari Rico tentang klaim kehamilan Selena masih terpampang jelas.

"Rico, dengar baik-baik," suara Evan rendah namun penuh penekanan. "Selidiki rumah sakit itu sekarang juga. Cari dokter yang menangani Selena, periksa rekam medisnya, dan cari tahu siapa yang membayarnya untuk mengeluarkan surat itu."

"Baik, Tuan Muda. Tapi, apaka

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Pengantin Pengganti Yang Dibenci   101. Berita Lain

    Dengan enggan, Alice merebahkan tubuhnya. Evan membantu membuka jubah mandi Alice dengan sangat perlahan. Begitu kain itu tersingkap, Evan memejamkan mata sejenak, menahan sesak di dadanya. Ada memar kebiruan di pangkal paha Alice, bekas cengkeraman tangannya yang terlalu kuat. Bagian intim Alice juga tampak kemerahan dan sedikit bengkak."Ya Tuhan. Apa yang sudah kulakukan padamu," bisik Evan."Kau melampiaskan dendammu pada orang yang salah," sahut Alice lirih.Evan mulai mengompres bagian yang memar dengan air hangat menggunakan handuk kecil. Gerakannya sangat lembut, seolah ia sedang menyentuh porselen yang paling rapuh di dunia."Ngh... pelan-pelan," rintih Alice saat handuk itu menyentuh kulitnya."Iya, maaf. Ini akan membantu mengurangi bengkaknya," ujar Evan. Ia mengoleskan salep pereda nyeri dengan ujung jarinya, sangat perlahan.Suasana kamar menjadi sunyi, hanya terdengar suara napas mereka berdua. Evan melakukan tugasnya dengan p

  • Pengantin Pengganti Yang Dibenci   100. Evan Melindungi Alice

    Di tempat kerjanya, Rico bergerak seperti bayangan. Ia tiba di Rumah Sakit Medika, tempat yang disebut-sebut Selena sebagai tempat pemeriksaan kehamilannya. Rico mengenakan setelan jas hitamnya yang rapi, memberikan kesan intimidasi yang halus saat ia melangkah masuk ke ruangan Direktur Rumah Sakit."Saya dari firma hukum Nathaniel," kata Rico sambil meletakkan kartu namanya di atas meja. "Kami ingin melakukan verifikasi atas rekam medis pasien bernama Selena Pramudya yang diperiksa pagi ini oleh Dr. Hermawan."Direktur rumah sakit itu tampak pucat. "Maaf, Tuan Rico, rekam medis adalah rahasia pasien. Kami tidak bisa memberikannya tanpa izin."Rico tersenyum dingin. Ia mengeluarkan sebuah tablet dan menunjukkan foto Dr. Hermawan yang sedang menerima amplop tebal dari seorang pria suruhan Edwin di sebuah kafe sejam yang lalu."Atau kami bisa membawa polisi ke sini untuk menyelidiki kasus penyuapan dan pemalsuan dokumen publik?" ancam Rico. "Pilihannya ada

  • Pengantin Pengganti Yang Dibenci   99. S*ks yang menyakitkan

    Evan berdiri di balkon vila dengan napas yang masih menderu pelan. Tangannya mencengkeram ponsel begitu kuat hingga buku jarinya memutih. Di layar, pesan dari Rico tentang klaim kehamilan Selena masih terpampang jelas."Rico, dengar baik-baik," suara Evan rendah namun penuh penekanan. "Selidiki rumah sakit itu sekarang juga. Cari dokter yang menangani Selena, periksa rekam medisnya, dan cari tahu siapa yang membayarnya untuk mengeluarkan surat itu.""Baik, Tuan Muda. Tapi, apakah Anda akan pulang hari ini? Pesawat bisa siap dalam satu jam," jawab Rico dari seberang telepon."Tidak," potong Evan cepat. Matanya menatap tajam ke arah laut lepas yang mulai diterangi cahaya fajar. "Aku tidak akan membiarkan wanita itu merusak liburanku bersama Alice. Lakukan tugasmu, kirimkan bukti itu padaku secepatnya. Jangan ganggu aku sampai kau punya bukti otentik bahwa itu bohong."Evan mematikan ponsel dan melemparnya ke kursi pantai. Ia mengusap wajahnya dengan kasar.

  • Pengantin Pengganti Yang Dibenci   97. Gairah di Samudra

    Zavian meremas gagang telepon di ruang kerjanya hingga buku jarinya memutih. Matanya menatap tajam dokumen digital yang dikirimkan Rico melalui tablet di atas mejanya. Nama yang tertera di kolom wali cadangan itu tertulis dengan jelas: Selena Pramudya."Bagaimana bisa nama Selena ada di sana, Rico?!" bentak Zavian melalui sambungan telepon."Sepertinya Edwin sudah memalsukan tanda tangan Elino bertahun-tahun yang lalu, Tuan," suara Rico terdengar tegang. "Dia memindahkan hak perwalian cadangan kepada anaknya sendiri, Selena, sebagai rencana darurat jika keluarga inti mereka kehilangan akses langsung. Jika terjadi sesuatu pada Alice saat persalinan, Selena yang akan memegang kendali penuh atas dana abadi itu."Zavian mendengus kasar, ia melemparkan tabletnya ke atas meja sofa. "Edwin benar-benar ular. Dia sudah menyiapkan lubang sejak lama. Pantas saja dia tampak pasrah saat aku pulangkan, ternyata dia masih memegang kartu ini.""Apa kita perlu memanggil E

  • Pengantin Pengganti Yang Dibenci   97. Menuju Langit Biru

    Evan segera melipat surat dari Rico dan memasukkannya ke dalam saku celana dengan gerakan cepat. Ia tidak ingin raut wajahnya merusak ketenangan Alice yang baru saja pulih. Surat itu tentang gugatan perdata baru dari tim hukum Edwin yang mencoba menggugat keabsahan dana abadi Elino. Mereka masih berusaha mencakar sisa-sisa harta yang bukan hak mereka."Apa itu, Evan? Berita buruk lagi?" tanya Alice, matanya menatap cemas pada saku celana suaminya.Evan tersenyum lebar, berusaha terlihat sesantai mungkin. Ia merangkul bahu Alice dan mengecup pelipisnya. "Bukan apa-apa, sayang. Hanya laporan rutin dari Rico soal audit gudang. Tidak penting. Fokus saja pada koper-kopermu, oke?""Kau yakin? Wajahmu tadi sempat tegang," desak Alice ragu."Aku yakin. Seratus persen," jawab Evan mantap. "Besok kita berangkat ke Maldives. Aku ingin kau hanya memikirkan warna bikini yang akan kau pakai, bukan soal surat-surat kantor."Alice akhirnya tertawa kecil dan mengan

  • Pengantin Pengganti Yang Dibenci   96. Sisa-sisa Badai

    Pengakuan yang terlambat," sahut Zavian pelan namun mematikan. "Keserakan kalian bukan hanya mengancam Alice, tapi hampir menghancurkan kekaisaran yang aku bangun. Dan di dunia Nathaniel, pengkhianatan dari dalam adalah dosa yang tak terampuni."Zavian Nathaniel melangkah keluar dari bayang-bayang. Lampu koridor yang remang menerangi wajahnya yang kaku. Ia menatap Edwin dan Vinnie dengan pandangan yang lebih dingin daripada es. Tidak ada kemarahan yang meledak-ledak, hanya kehampaan yang membuat sepasang suami istri itu merasa nyawa mereka sudah berada di ujung tanduk."Kalian dilepaskan," ucap Zavian pendek.Edwin mendongak dengan mata membelalak. "Kau, kau membebaskan kami, Tuan Zavian?""Bukan karena aku memaafkan kalian," sahut Zavian sambil berbalik badan. "Tapi karena Alice tidak ingin tanganku kotor oleh darah keluarganya sendiri. Dan karena Selena sudah membayar harga yang cukup mahal malam ini."Zavian memberi kode kepada dua pengawal bert

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status