Chapter: 119. Akhir sang Bayangan Suasana di dalam kamar Evan dan Alice membeku setelah pesan suara Grace berhenti berputar. Alice menatap ponsel di tangan Evan seolah benda itu adalah bom yang baru saja meledak. Namun, sebelum kecurigaan itu tumbuh menjadi perdebatan baru, suara deru mobil SUV yang memasuki halaman depan memecah keheningan.Cahaya lampu rotator polisi yang berwarna biru kemerahan memantul di jendela kamar, menyelinap di sela-sela gorden."Itu polisi," ujar Evan. Ia segera mematikan ponselnya dan menggenggam tangan Alice. "Ayo turun. Leo dan Markus sudah kembali."Di lantai bawah, Zavian sudah berdiri di pintu utama. Leo dan Markus melangkah masuk dengan napas yang masih sedikit memburu. Pakaian mereka tampak sedikit berantakan, tanda bahwa mereka baru saja menyelesaikan tugas berat."Lapor, Tuan Muda. Danu sudah kami serahkan ke sel isolasi pusat. Berita acara sudah ditandatangani," ujar Leo dengan sikap tegap."Bagus. Lalu bagaimana dengan pihak kepolisian?" tany
Dernière mise à jour: 2026-03-12
Chapter: 118. Wajah dari Masalalu Keheningan di kediaman Nathaniel terasa mencekam. Seluruh lampu taman dimatikan, digantikan oleh lampu sorot sensor gerak yang siap menangkap pergerakan sekecil apa pun. Di ruang tengah, Zavian, Evan, dan Alice menunggu dalam siaga tinggi.Tiba-tiba, suara alarm di gerbang samping berbunyi singkat. Layar monitor menunjukkan sesosok wanita berjalan dengan tenang di jalur utama menuju pintu depan. Dia sendirian. Dia tidak membawa senjata, tidak membawa pasukan."Dia gila. Dia benar-benar datang sendirian," desis Evan sambil menggenggam pistolnya erat."Jangan terkecoh, Evan. Itu taktiknya," sahut Zavian.Pintu besar jati itu diketuk pelan. Tiga kali ketukan yang sangat teratur. Zavian memberi isyarat kepada tim keamanan untuk tetap di posisi, sementara ia dan Evan mendekat ke pintu.Saat pintu dibuka, lampu teras menyala otomatis. Di sana berdiri seorang wanita yang membuat napas Zavian tercekat. Rambutnya digerai, mengenakan gaun putih yang tampak u
Dernière mise à jour: 2026-03-12
Chapter: 117. Grace Kabur dari Penjara Evan tidak ingin membiarkan drama ini berlarut-larut sementara pengkhianat masih berada di area rumahnya. Ia menoleh ke arah Rico yang berdiri di dekat pintu."Rico, panggil Leo dan Markus sekarang!" perintah Evan dengan nada dingin yang tidak bisa dibantah.Tak butuh waktu lama, dua pria bertubuh tegap dengan seragam pengawal hitam masuk ke dalam ruangan. Leo dan Markus adalah tim taktis kepercayaan Evan yang jarang ia keluarkan kecuali dalam keadaan darurat."Bawa Danu keluar dari gudang itu," perintah Evan sambil menunjuk ke arah luar. "Seret dia. Aku tidak peduli jika dia harus merangkak."Leo dan Markus mengangguk sigap. Mereka melangkah menuju gudang perkakas tempat Danu masih diikat. Tak lama kemudian, terdengar suara geraman dan benturan fisik. Danu mencoba melawan, namun tenaga Leo dan Markus jauh di atasnya. Mereka menyeret Danu melewati koridor rumah yang mewah, meninggalkan jejak tanah dan keringat di atas karpet mahal."Lepaskan aku! K
Dernière mise à jour: 2026-03-11
Chapter: 116. Pembersihan di Ujung FajarUdara di dalam ruang kerja Zavian terasa semakin tipis setelah Grace memutus panggilan telepon secara sepihak. Alice masih mematung, tubuhnya gemetar dalam dekapan Evan. Pengakuan Grace tentang pengorbanan Elino demi Grizelle telah menghancurkan benteng pertahanan terakhir di hati Alice.Evan tidak bisa membiarkan kekacauan ini berlanjut lebih lama. Ia melepaskan pelukannya perlahan, lalu menoleh ke arah Rico yang masih berdiri siaga di dekat pintu."Panggil Leo dan Markus sekarang!" perintah Evan. Suaranya dingin dan tajam, tanpa ada ruang untuk perdebatan."Baik, Tuan Muda," jawab Rico. Ia menekan tombol pada interkom di pergelangan tangannya.Hanya dalam waktu kurang dari dua menit, dua pria bertubuh tegap dengan setelan jas hitam taktis masuk ke dalam ruangan. Leo dan Markus adalah pengawal elit yang hanya dikerahkan untuk urusan paling mendesak."Bawa Danu ke ruang interogasi bawah tanah sekarang. Pastikan tidak ada satu pun alat komunikasi ya
Dernière mise à jour: 2026-03-11
Chapter: 115. Bayangan Sang Kembaran Napas Danu tersengal, namun seringai di wajahnya justru semakin lebar. Di bawah sorot lampu senter yang tajam, matanya memancarkan kegilaan yang dingin. Zavian semakin mempererat cengkeramannya pada leher pengawal yang telah mengkhianatinya itu."Grace?" Zavian mendesis, suaranya bergetar karena amarah yang tertahan. "Grace masih di penjara. Bagaimana mungkin dia bisa menyuruhmu?"Danu tertawa serak, suara yang keluar dari tenggorokannya terdengar seperti gesekan logam. "Kau pikir jeruji besi bisa menghentikan seorang Nathaniel? Dia mungkin punya wajah yang sama dengan istrimu yang sudah mati, Grizelle. Tapi otaknya... otaknya jauh lebih licik dari siapa pun di rumah ini."Zavian menghempaskan tubuh Danu ke lantai gudang dengan kasar. Pelayan wanita yang tadi bersamanya sudah meringkuk di sudut, menangis ketakutan. Zavian tidak mempedulikannya; fokusnya hanya pada pengkhianat di depannya."Katakan padaku," perintah Zavian. "Apa yang dia janjikan padamu? D
Dernière mise à jour: 2026-03-10
Chapter: 114. Fitnah Zavian menatap nota bank di tangan Alice. Kertas kecil itu tampak sepele, namun di bawah lampu ruang tengah yang temaram, benda itu berubah menjadi senjata yang mematikan. Zavian bisa merasakan detak jantungnya sendiri yang berdegup kencang. Ia teringat pengakuan ibunya, Lavina, beberapa jam lalu. Uang itu memang ada, tapi tujuannya bukan seperti yang dituduhkan."Alice, letakkan kertas itu. Mari kita bicara dengan kepala dingin," ujar Zavian. Suaranya diusahakan tetap stabil, meski otaknya bekerja keras menyusun kata-kata yang tidak akan menyudutkan ibunya."Bagaimana aku bisa tenang, Pa?" Alice berdiri, tangannya yang memegang nota itu gemetar hebat. "Angka ini... ini bukan uang kecil. Kenapa Papa mengirimkan uang sebanyak ini kepada wanita yang sudah mengunci pintu kamar orang tuaku? Apa ini uang tutup mulut?!"Zavian menarik napas panjang. Ia berdiri perlahan, mencoba memperkecil jarak dengan Alice tanpa membuatnya merasa terintimidasi."Kau harus tah
Dernière mise à jour: 2026-03-10
Chapter: Akhir Sebuah Kisah "Sudahlah, Bibi. Semua perlakuan Bibi sudah aku maafkan sejak lama. Sampai kapanpun, Bibi, Paman Vikar dan Viitania adalah keluarga satu-satunya yang aku miliki. Aku memiliki keluarga baru yaitu suamiku dan mama mertua. Mereka sama sayangnya seperti kalian menyayangi aku."Ucapan lembut dan tulus dari Violet, membuat mereka semua tersenyum. Haru biru yang dirasakan di rumah itu membuat semuanya ikut merasakanya.Violet dan Vir memaafkan perlakuan Jesslyn yang selama ini dilakukannya. Begitu pula dengan Jesslyn yang benar-benar menyesal akan semua perbuatannya dulu hingga membuat dia seperti ini.Kalau saja waktu bisa terulang kembali, maka Jeslyn tidak akan pernah mau berbuat jahat kepada keponakannya tersebut, karena itu dampaknya sangat besar sehingga membuatnya seperti ini.*****Beberapa bulan telah berlalu. Sejak kejadian itu, semuanya sudah berjalan dengan baik keluargaJesslyn yang sudah baik pada Violet.Sebulan sekali, mereka s
Dernière mise à jour: 2025-11-06
Chapter: Berkunjung ke rumah Vikar"Perkembangan janinnya semakin baik, berat badannya juga sudah mulai naik dan ini suatu perkembangan yang sangat bagus. Detak jantungnya pun normal," ucapkan dokter Seraya menunjukan di layar monitor itu yang di lihat pula oleh Violet dan Vir.Setelah selesai pemeriksaan, membuat mereka pun perlahan menuju ke arah tempat duduk kembali. Violet langsung dibantu oleh Vir turun Dari ranjang itu secara perlahan."Hati-hati, Violet," ucap Vir yang dianggukan oleh Violet dengan senyuman tipis.Mereka pun segera duduk di bangku, tepat di depan sang dokter yang memberikan arahan kepada mereka serta vitamin seperti biasa untuk kandungan Violet.Setelah selesai, mereka segera keluar dari ruangan tersebut dan hari ini Violet sudah berjanji ingin ke rumah Pamannya atas permintaannya yang waktu itu telah selesai operasi. Di dalam mobil, mereka yang duduk berdampingan, membuat Violet memperhatikan sang suami."Aku baru tau, kalau ternyata dirimu sebai
Dernière mise à jour: 2025-11-05
Chapter: Violet bisa melihat kembali Pemberitaan di media tentang Violet yang bisa melihat itu tersebar luas di seluruh penjuru negeri ini. Jelas, hal itu diketahui oleh keluarga Jesslyn yang saat ini tengah duduk menonton siaran itu di televisi.Sontak, itu membuat Vikar sangat senang karena kini keponakannya bisa melihat kembali. Seharusnya dulu saat Violet mengalami kecelakaan dan dokter memintanya untuk mengoperasi dia bisa menyanggupinya. Tetapi semua itu terhalang oleh dana yang tidak dia miliki.Kini, mendengar berita bahwa keponakannya bisa melihat itu benar-benar membuat Dia merasakan kebahagiaan tersendiri."Baru-baru ini, kabar mengejutkan dari keluarga Vedrick group yang tak lain adalah istri dari Tuan muda Vir, yang diketahui mengalami sebuah kebutaan akhirnya berhasil dioperasi dan dapat melihat kembal. Di salah satu rumah sakit milik mereka. Saat ini, sang istri sudah dipulangkan ke rumah dan masih menggunakan kacamata hitam karena belum bisa melihat cahaya yang terla
Dernière mise à jour: 2025-11-05
Chapter: Pasca operasi Violet Vir benar-benar tidak sabar untuk menantikan hal seperti. 'Aku benar-benar senang. Akhirnya Violet akan bisa melihat kembali.' batinnya yang masih terus memperhatikan sang istri karena dokter dan beberapa suster sudah berada di ruangan itu sambil persiapkan alat apa saja yang digunakan untuk membuka perban tersebut.Qiana yang berdiri tak jauh dari sang anak juga memperhatikannya dengan wajah gembira, sambil sesekali dirinya melirik ke arah Vir yang Sepertinya dia sudah tidak sabar untuk menantikan hal ini.Dia menyentuh pundak sang anak yang membuat empunya menoleh ke arah dirinya. "Kamu tidak sabar kan melihat Violet bisa melihat kita," ucapnya langsung dianggukan oleh Vir dengan sangat antusias."Sama, Mama juga begitu. Tidak sabar untuk menantikan hal ini," lanjutnya berucap.Vir tersenyum manis begitu juga dengan Qiana. Pandangan mereka tertuju kembali ke arah Violet yang saat ini tengah duduk dan sang dokter dengan beberapa suster pun sa
Dernière mise à jour: 2025-11-04
Chapter: Perusahaan Bangkrut 'Ternyata rencanaku berhasil. Semua ini membuat mereka hancur.' batinnya.Vir langsung membalas pesan dari sang asisten Lalu setelah selesai ia menaruh penselnya ke saku jas dan masuk kembali ke ruangan sang istri yang saat itu masih mengobrol bersama Mamanya."Saat ini kandunganmu sudah memasuki 20 Minggu. Semakin lama semakin besar dan berkembang baik, Violet.""Iya, Ma. Dia aktif sekali di dalam sana dan aku merasa senang."Percakapan mereka, jelas didengar oleh Vir yang baru saja menutup pintu ruangan itu. Dirinya tersenyum memperhatikan dua wanita yang sangat dia sayangi. Perlahan, ia melanjutkan langkahnya dan menghentikan tepat di samping sang Mama.Qiana menoleh. "Vir, kamu temani Violet ya. Mama akan berbicara kepada beberapa pengawal untuk membawa Ayu ke sini, mengambil beberapa baju untuk Violet," ucapnya dianggukan oleh Vir.Setelah itu, Qiana keluar untuk menghubungi Ayu dan memberikan instruksi beberapa pengawalnya.
Dernière mise à jour: 2025-11-04
Chapter: Violet di Operasi "Jesylin, katakan padaku jujur. Apa yang sebenarnya terjadi?" Pertanyaan dari sang suami mampu membuat Jeslyn, perlahan melirik kearahnya. Dengan kedua mata yang berkaca-kaca, ia berkata. "Ini semua salahku. Maafkan aku yang selama ini telah berbuat jahat pada Violet. Kalau saja waktu itu aku tidak melakukan hal tersebut, maka mungkin saat ini aku juga tidak akan mengalami seperti ini.""Maksudmu apa, Jesylin?""Ini adalah balasan yang pantas aku dapatkan, sayang," jawabnya lirih dengan beberapa tetes air mata yang mulai mengalir di kedua pipinya. Vikar masih belum mengerti maksud perkataan istrinya. Namun, dia langsung mengusap air mata tersebut dengan lembut. "Aku paham, Kenapa tuan muda Vir itu disematkan, makhluk dingin dan kejam. Tapi semua yang dilakukan itu untuk kebaikan keluarganya. Dan inilah yang aku dapatkan karena berani berbuat jahat kepada istrinya."Mendengar ucapan penjelasan Jeslyn, membuat Vikar paham, kalau ternyata istrinya yang seperti ini mengalami banyak lu
Dernière mise à jour: 2025-11-03
Chapter: Akhir Kisah"A-aku, titip anak kita." Jawab Xena dengan suara lirih dan juga pelan setelah itu yang langsung menutup muka Dua matanya secara perlahan.Sungguh. Perkataan itu benar-benar membuat Xavier langsung syok. Tiba-tiba saja istrinya mengatakan kalimat itu yang membuatnya semakin merasa takut dan juga cemas.Dengan cepat, dia mengecupi beberapa kali tangan serta kepala sang istri dan terus berusaha mencoba membangunkan istrinya tersebut."Xena ... Sayang ... Kamu dengar saya. Sayang ... Bangun sayang.""Xena ... Kamu tidak perlu bercanda. Sayang. Xena ...""Xena ... Jangan seperti ini, jangan membuatku khawatir."Berkali-kali, Xavier memanggil-manggil nama sang istri dan juga mengusap seluruh wajahnya, namun tetap saja wanita cantik itu tidak membuka kedua matanya bahkan tidak merespon dirinya sama sekali hingga hal itu pun benar-benar membuat Xavier menangis Ia pun langsung memanggil sang dokter."Dokter ... Dok! Dokter .... Tolong istri saya Dok." Teriam Xavier.Sang Dokter dan beberapa s
Dernière mise à jour: 2025-01-31
Chapter: Xena melahirkanTiba-tiba, saja. Salah satu polisi itu ada yang mendekatinya dan berdiri tepat di dekatnya.Sontak, ia pun langsung melihat kearah polisi itu."Pak Xavier, anda harus kami."Xavier langsung bangkit dari posisinya."Ada apa Pak? Apa terjadi sesuatu pada istri dan juga anakku?" Tanyanya yang cemas."Sebaiknya anda ikut kami sekarang dan akan mengetahui jika anda sudah berada di tempat yang akan kami tuju nanti."Xavier mengangguk. Mereka pun segera pergi dari tempat itu dan menaiki mobil kantor polisi selama di perjalanan pikiran Soviet pun tidak karuan ia selalu memikirkan keadaan istrinya dan takut terjadi sesuatu pada sang istri dan juga bayi yang dalam kandungannya.Tak butuh, waktu lama. Mereka pun telah sampai di rumah sakit Sentosa. Pikirannya teringat kembali akan papanya pada waktu itu yang berada di rumah sakit itu namun meninggal dunia.'Tidak, semoga tidak terjadi apa-apa dengan istriku dan juga bayi yang dikandungnya.' batinnya.Xavier dan juga para polisi itu pun berjalan me
Dernière mise à jour: 2025-01-30
Chapter: Xena Merindukan Xavier"Pah ... Bangun Pah. Maafkan semua kesalahan Xavier." Lirihnya.Sang istri, yang selalu setia berada di sampingnya pun terus mengusap pundak sang suami ia menguatkan suaminya tersebut walaupun sebenarnya ia tahu itu sangatlah sakit karena dirinya pun mengalami hal tersebut bahkan jauh sejak ia masih kecil."Maaf, jenazah akan segera dimandikan." Ucap salah satu suster di sana."Kita harus ikut, pemakaman papah." Ucap Xena dengan lembut.Xavier mengangguk kecil. sejujurnya hatinya masih sangat teriris melihat keadaan yang terjadi pada dirinya saat ini namun sekuat tenaga ia berusaha untuk bangkit dan kuat apalagi ada istrinya yang selalu setia menemani Sampai detik ini.Beberapa jam kemudian pemakaman jam 10.00 telah usai Xavier dan Sena yang masih berada di pemakaman tersebut pun akhirnya ikut meninggalkan pemakaman itu."Ayo, Pak Xavier anda kembali lagi ke kantor polisi." Ucap salah satu polisi yang mengawal dirinya."Sebentar, Pak. Saya ingin berbicara dulu Dengan istriku.""Silahk
Dernière mise à jour: 2025-01-29
Chapter: James pergi SelamanyaBeberapa hari kemudian, Xena menjenguk papa mertuanya di rumah sakit ia pun berbicara kepadanya bahwa safir telah ditangkap oleh Polisi."Jadi bagaimana perkembangan Papah?" Tanya Xena dengan nada lembut.James yang kini sudah bisa duduk, berbicara pada menantunya itu dengan nada lembut dan juga ramah."Syukurlah, sekarang papa sudah jauh menjadi lebih baik. Oh ya, bagaimana dengan Soviet pukas berkata bahwa dia sudah di ..."ucapan James berhenti sejenak namun dengan cepat China pun langsung melanjutkan ucapan tersebut dengan mendahuluinya melakukan kepalanya."Iya Pah. Dia sudah dibawa oleh kantor polisi beberapa hari yang lalu." Sambungnya.James memanganguk. Ia tahu bahwa menantunya ini begitu merasakan perasaan yang sangat sempurna di satu sisi dia sangat mencintai suaminya tersebut tapi di sisi lain ia harus melepaskannya Karena di balik pembantaian tersebut adalah suaminya sendiri."Papah tau, apa yang kamu rasakan saat ini bahkan papa pun begitu merasakannya. papa merasa kecew
Dernière mise à jour: 2025-01-28
Chapter: Xavier menyerahkan diri ke polisiSatu jam telah berlalu Mereka pun telah selesai menyantap makan malam tersebut savier dan juga Xena pun masuk ke dalam kamar sedangkan arah masih berada di sana untuk membantu para pelayan itu membereskan makanan tersebut.Xavier langsung duduk di kasur, ia memerhatikan istrinya yang tengah membereskan serta menyiapkan baju tidur untuknya."Xena, aku ingin berbicara sesuatu kepadamu duduklah disampingku." Ucapnya.Wanita cantik yang tengah hamil itu pun berjalan menuju sang suami lalu duduk tepat di sampingnya dengan tahu itu wajah senyum."Apa yang akan kau bicarakan padaku?" Tanyanya.Xavier menghela napasnya sejenak. Ia memperhatikan wajah cantik sang istri serta bola matanya yang coklat itu dia mengusap beberapa kali perutnya lalu mengecup perut itu dan berbicara pada bayinya secara berbisik."Sayang ... Maafkan Papah ya." Ucapnya.Perkataan, itu jelas membuat wanita cantik itu berkerut alis dia langsung bertanya kepada suaminya Apa maksud dari perkataannya tersebut."Kenapa kamu
Dernière mise à jour: 2025-01-27
Chapter: Hukuman untuk Ardi dan TaniaSebenarnya Xena tak tega melihat Om serta tantenya bersimpuh di depan kakinya ia masih memiliki rasa Peduli dan juga perasaan baik pada mereka namun mengingat apa yang telah dilakukan mereka itu begitu kejam, hingga akhirnya wanita itu pun hanya bisa melihatnya dengan mata berkaca-kaca.Xena mengerjapkan kedua matanya ia menahan butiran bening itu yang hendak terjun bebas membasahi pipinya lalu bersikap tegas kepada kedua orang tersebut."Maaf, Tante Om. Sebelumnya Xena sangat berterima kasih kepada kalian semua karena sedari kecil setelah kepergian Papah dan mama kalianlah yang merawat aku, tapi setelah semua ini terbongkar. Aku merasa sangat kecewa kepada kalian semua."Ucapannya berhenti sejenak ia mencoba mengatur nafasnya beberapa kali dan mencoba untuk mengutarakan semua kesalahan dan kekecewaan yang ada pada dirinya."Kalian sengaja menutup berita itu karena kalian ingin mengambil hak waris dari keluargaku dan kalian sengaja mengambil aku dari panti rehabilitasi itu dan merawat
Dernière mise à jour: 2025-01-26