Chapter: Akhir Kisah"A-aku, titip anak kita." Jawab Xena dengan suara lirih dan juga pelan setelah itu yang langsung menutup muka Dua matanya secara perlahan.Sungguh. Perkataan itu benar-benar membuat Xavier langsung syok. Tiba-tiba saja istrinya mengatakan kalimat itu yang membuatnya semakin merasa takut dan juga cemas.Dengan cepat, dia mengecupi beberapa kali tangan serta kepala sang istri dan terus berusaha mencoba membangunkan istrinya tersebut."Xena ... Sayang ... Kamu dengar saya. Sayang ... Bangun sayang.""Xena ... Kamu tidak perlu bercanda. Sayang. Xena ...""Xena ... Jangan seperti ini, jangan membuatku khawatir."Berkali-kali, Xavier memanggil-manggil nama sang istri dan juga mengusap seluruh wajahnya, namun tetap saja wanita cantik itu tidak membuka kedua matanya bahkan tidak merespon dirinya sama sekali hingga hal itu pun benar-benar membuat Xavier menangis Ia pun langsung memanggil sang dokter."Dokter ... Dok! Dokter .... Tolong istri saya Dok." Teriam Xavier.Sang Dokter dan beberapa s
Last Updated: 2025-01-31
Chapter: Xena melahirkanTiba-tiba, saja. Salah satu polisi itu ada yang mendekatinya dan berdiri tepat di dekatnya.Sontak, ia pun langsung melihat kearah polisi itu."Pak Xavier, anda harus kami."Xavier langsung bangkit dari posisinya."Ada apa Pak? Apa terjadi sesuatu pada istri dan juga anakku?" Tanyanya yang cemas."Sebaiknya anda ikut kami sekarang dan akan mengetahui jika anda sudah berada di tempat yang akan kami tuju nanti."Xavier mengangguk. Mereka pun segera pergi dari tempat itu dan menaiki mobil kantor polisi selama di perjalanan pikiran Soviet pun tidak karuan ia selalu memikirkan keadaan istrinya dan takut terjadi sesuatu pada sang istri dan juga bayi yang dalam kandungannya.Tak butuh, waktu lama. Mereka pun telah sampai di rumah sakit Sentosa. Pikirannya teringat kembali akan papanya pada waktu itu yang berada di rumah sakit itu namun meninggal dunia.'Tidak, semoga tidak terjadi apa-apa dengan istriku dan juga bayi yang dikandungnya.' batinnya.Xavier dan juga para polisi itu pun berjalan me
Last Updated: 2025-01-30
Chapter: Xena Merindukan Xavier"Pah ... Bangun Pah. Maafkan semua kesalahan Xavier." Lirihnya.Sang istri, yang selalu setia berada di sampingnya pun terus mengusap pundak sang suami ia menguatkan suaminya tersebut walaupun sebenarnya ia tahu itu sangatlah sakit karena dirinya pun mengalami hal tersebut bahkan jauh sejak ia masih kecil."Maaf, jenazah akan segera dimandikan." Ucap salah satu suster di sana."Kita harus ikut, pemakaman papah." Ucap Xena dengan lembut.Xavier mengangguk kecil. sejujurnya hatinya masih sangat teriris melihat keadaan yang terjadi pada dirinya saat ini namun sekuat tenaga ia berusaha untuk bangkit dan kuat apalagi ada istrinya yang selalu setia menemani Sampai detik ini.Beberapa jam kemudian pemakaman jam 10.00 telah usai Xavier dan Sena yang masih berada di pemakaman tersebut pun akhirnya ikut meninggalkan pemakaman itu."Ayo, Pak Xavier anda kembali lagi ke kantor polisi." Ucap salah satu polisi yang mengawal dirinya."Sebentar, Pak. Saya ingin berbicara dulu Dengan istriku.""Silahk
Last Updated: 2025-01-29
Chapter: James pergi SelamanyaBeberapa hari kemudian, Xena menjenguk papa mertuanya di rumah sakit ia pun berbicara kepadanya bahwa safir telah ditangkap oleh Polisi."Jadi bagaimana perkembangan Papah?" Tanya Xena dengan nada lembut.James yang kini sudah bisa duduk, berbicara pada menantunya itu dengan nada lembut dan juga ramah."Syukurlah, sekarang papa sudah jauh menjadi lebih baik. Oh ya, bagaimana dengan Soviet pukas berkata bahwa dia sudah di ..."ucapan James berhenti sejenak namun dengan cepat China pun langsung melanjutkan ucapan tersebut dengan mendahuluinya melakukan kepalanya."Iya Pah. Dia sudah dibawa oleh kantor polisi beberapa hari yang lalu." Sambungnya.James memanganguk. Ia tahu bahwa menantunya ini begitu merasakan perasaan yang sangat sempurna di satu sisi dia sangat mencintai suaminya tersebut tapi di sisi lain ia harus melepaskannya Karena di balik pembantaian tersebut adalah suaminya sendiri."Papah tau, apa yang kamu rasakan saat ini bahkan papa pun begitu merasakannya. papa merasa kecew
Last Updated: 2025-01-28
Chapter: Xavier menyerahkan diri ke polisiSatu jam telah berlalu Mereka pun telah selesai menyantap makan malam tersebut savier dan juga Xena pun masuk ke dalam kamar sedangkan arah masih berada di sana untuk membantu para pelayan itu membereskan makanan tersebut.Xavier langsung duduk di kasur, ia memerhatikan istrinya yang tengah membereskan serta menyiapkan baju tidur untuknya."Xena, aku ingin berbicara sesuatu kepadamu duduklah disampingku." Ucapnya.Wanita cantik yang tengah hamil itu pun berjalan menuju sang suami lalu duduk tepat di sampingnya dengan tahu itu wajah senyum."Apa yang akan kau bicarakan padaku?" Tanyanya.Xavier menghela napasnya sejenak. Ia memperhatikan wajah cantik sang istri serta bola matanya yang coklat itu dia mengusap beberapa kali perutnya lalu mengecup perut itu dan berbicara pada bayinya secara berbisik."Sayang ... Maafkan Papah ya." Ucapnya.Perkataan, itu jelas membuat wanita cantik itu berkerut alis dia langsung bertanya kepada suaminya Apa maksud dari perkataannya tersebut."Kenapa kamu
Last Updated: 2025-01-27
Chapter: Hukuman untuk Ardi dan TaniaSebenarnya Xena tak tega melihat Om serta tantenya bersimpuh di depan kakinya ia masih memiliki rasa Peduli dan juga perasaan baik pada mereka namun mengingat apa yang telah dilakukan mereka itu begitu kejam, hingga akhirnya wanita itu pun hanya bisa melihatnya dengan mata berkaca-kaca.Xena mengerjapkan kedua matanya ia menahan butiran bening itu yang hendak terjun bebas membasahi pipinya lalu bersikap tegas kepada kedua orang tersebut."Maaf, Tante Om. Sebelumnya Xena sangat berterima kasih kepada kalian semua karena sedari kecil setelah kepergian Papah dan mama kalianlah yang merawat aku, tapi setelah semua ini terbongkar. Aku merasa sangat kecewa kepada kalian semua."Ucapannya berhenti sejenak ia mencoba mengatur nafasnya beberapa kali dan mencoba untuk mengutarakan semua kesalahan dan kekecewaan yang ada pada dirinya."Kalian sengaja menutup berita itu karena kalian ingin mengambil hak waris dari keluargaku dan kalian sengaja mengambil aku dari panti rehabilitasi itu dan merawat
Last Updated: 2025-01-26
Chapter: Akhir Sebuah Kisah "Sudahlah, Bibi. Semua perlakuan Bibi sudah aku maafkan sejak lama. Sampai kapanpun, Bibi, Paman Vikar dan Viitania adalah keluarga satu-satunya yang aku miliki. Aku memiliki keluarga baru yaitu suamiku dan mama mertua. Mereka sama sayangnya seperti kalian menyayangi aku."Ucapan lembut dan tulus dari Violet, membuat mereka semua tersenyum. Haru biru yang dirasakan di rumah itu membuat semuanya ikut merasakanya.Violet dan Vir memaafkan perlakuan Jesslyn yang selama ini dilakukannya. Begitu pula dengan Jesslyn yang benar-benar menyesal akan semua perbuatannya dulu hingga membuat dia seperti ini.Kalau saja waktu bisa terulang kembali, maka Jeslyn tidak akan pernah mau berbuat jahat kepada keponakannya tersebut, karena itu dampaknya sangat besar sehingga membuatnya seperti ini.*****Beberapa bulan telah berlalu. Sejak kejadian itu, semuanya sudah berjalan dengan baik keluargaJesslyn yang sudah baik pada Violet.Sebulan sekali, mereka s
Last Updated: 2025-11-06
Chapter: Berkunjung ke rumah Vikar"Perkembangan janinnya semakin baik, berat badannya juga sudah mulai naik dan ini suatu perkembangan yang sangat bagus. Detak jantungnya pun normal," ucapkan dokter Seraya menunjukan di layar monitor itu yang di lihat pula oleh Violet dan Vir.Setelah selesai pemeriksaan, membuat mereka pun perlahan menuju ke arah tempat duduk kembali. Violet langsung dibantu oleh Vir turun Dari ranjang itu secara perlahan."Hati-hati, Violet," ucap Vir yang dianggukan oleh Violet dengan senyuman tipis.Mereka pun segera duduk di bangku, tepat di depan sang dokter yang memberikan arahan kepada mereka serta vitamin seperti biasa untuk kandungan Violet.Setelah selesai, mereka segera keluar dari ruangan tersebut dan hari ini Violet sudah berjanji ingin ke rumah Pamannya atas permintaannya yang waktu itu telah selesai operasi. Di dalam mobil, mereka yang duduk berdampingan, membuat Violet memperhatikan sang suami."Aku baru tau, kalau ternyata dirimu sebai
Last Updated: 2025-11-05
Chapter: Violet bisa melihat kembali Pemberitaan di media tentang Violet yang bisa melihat itu tersebar luas di seluruh penjuru negeri ini. Jelas, hal itu diketahui oleh keluarga Jesslyn yang saat ini tengah duduk menonton siaran itu di televisi.Sontak, itu membuat Vikar sangat senang karena kini keponakannya bisa melihat kembali. Seharusnya dulu saat Violet mengalami kecelakaan dan dokter memintanya untuk mengoperasi dia bisa menyanggupinya. Tetapi semua itu terhalang oleh dana yang tidak dia miliki.Kini, mendengar berita bahwa keponakannya bisa melihat itu benar-benar membuat Dia merasakan kebahagiaan tersendiri."Baru-baru ini, kabar mengejutkan dari keluarga Vedrick group yang tak lain adalah istri dari Tuan muda Vir, yang diketahui mengalami sebuah kebutaan akhirnya berhasil dioperasi dan dapat melihat kembal. Di salah satu rumah sakit milik mereka. Saat ini, sang istri sudah dipulangkan ke rumah dan masih menggunakan kacamata hitam karena belum bisa melihat cahaya yang terla
Last Updated: 2025-11-05
Chapter: Pasca operasi Violet Vir benar-benar tidak sabar untuk menantikan hal seperti. 'Aku benar-benar senang. Akhirnya Violet akan bisa melihat kembali.' batinnya yang masih terus memperhatikan sang istri karena dokter dan beberapa suster sudah berada di ruangan itu sambil persiapkan alat apa saja yang digunakan untuk membuka perban tersebut.Qiana yang berdiri tak jauh dari sang anak juga memperhatikannya dengan wajah gembira, sambil sesekali dirinya melirik ke arah Vir yang Sepertinya dia sudah tidak sabar untuk menantikan hal ini.Dia menyentuh pundak sang anak yang membuat empunya menoleh ke arah dirinya. "Kamu tidak sabar kan melihat Violet bisa melihat kita," ucapnya langsung dianggukan oleh Vir dengan sangat antusias."Sama, Mama juga begitu. Tidak sabar untuk menantikan hal ini," lanjutnya berucap.Vir tersenyum manis begitu juga dengan Qiana. Pandangan mereka tertuju kembali ke arah Violet yang saat ini tengah duduk dan sang dokter dengan beberapa suster pun sa
Last Updated: 2025-11-04
Chapter: Perusahaan Bangkrut 'Ternyata rencanaku berhasil. Semua ini membuat mereka hancur.' batinnya.Vir langsung membalas pesan dari sang asisten Lalu setelah selesai ia menaruh penselnya ke saku jas dan masuk kembali ke ruangan sang istri yang saat itu masih mengobrol bersama Mamanya."Saat ini kandunganmu sudah memasuki 20 Minggu. Semakin lama semakin besar dan berkembang baik, Violet.""Iya, Ma. Dia aktif sekali di dalam sana dan aku merasa senang."Percakapan mereka, jelas didengar oleh Vir yang baru saja menutup pintu ruangan itu. Dirinya tersenyum memperhatikan dua wanita yang sangat dia sayangi. Perlahan, ia melanjutkan langkahnya dan menghentikan tepat di samping sang Mama.Qiana menoleh. "Vir, kamu temani Violet ya. Mama akan berbicara kepada beberapa pengawal untuk membawa Ayu ke sini, mengambil beberapa baju untuk Violet," ucapnya dianggukan oleh Vir.Setelah itu, Qiana keluar untuk menghubungi Ayu dan memberikan instruksi beberapa pengawalnya.
Last Updated: 2025-11-04
Chapter: Violet di Operasi "Jesylin, katakan padaku jujur. Apa yang sebenarnya terjadi?" Pertanyaan dari sang suami mampu membuat Jeslyn, perlahan melirik kearahnya. Dengan kedua mata yang berkaca-kaca, ia berkata. "Ini semua salahku. Maafkan aku yang selama ini telah berbuat jahat pada Violet. Kalau saja waktu itu aku tidak melakukan hal tersebut, maka mungkin saat ini aku juga tidak akan mengalami seperti ini.""Maksudmu apa, Jesylin?""Ini adalah balasan yang pantas aku dapatkan, sayang," jawabnya lirih dengan beberapa tetes air mata yang mulai mengalir di kedua pipinya. Vikar masih belum mengerti maksud perkataan istrinya. Namun, dia langsung mengusap air mata tersebut dengan lembut. "Aku paham, Kenapa tuan muda Vir itu disematkan, makhluk dingin dan kejam. Tapi semua yang dilakukan itu untuk kebaikan keluarganya. Dan inilah yang aku dapatkan karena berani berbuat jahat kepada istrinya."Mendengar ucapan penjelasan Jeslyn, membuat Vikar paham, kalau ternyata istrinya yang seperti ini mengalami banyak lu
Last Updated: 2025-11-03
Chapter: 158. Pelabuhan Terakhir (Tamat)Alice mengerjapkan matanya berulang kali, mencoba memfokuskan pandangan pada angka-angka nol yang berderet di layar ponsel Evan. Cahaya biru dari ponsel itu menerangi wajah mereka berdua di kegelapan kamar."Evan... ini tidak masuk akal," bisik Alice. "Angka ini... ini lebih besar dari seluruh aset operasional Elino yang pernah aku tahu."Evan meletakkan ponselnya kembali ke nakas dengan gerakan perlahan. Ia menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang, lalu menarik napas panjang. "Ternyata Papa Elino benar-benar seorang visioner. Dia tidak hanya menyimpan aset, dia menanamnya dalam investasi jangka panjang yang tidak bisa disentuh siapa pun, termasuk Edwin, selama sepuluh tahun terakhir. Dan sekarang, semuanya jatuh ke tangan Leo.""Apa yang harus kita lakukan dengan uang sebanyak itu?" tanya Alice, suaranya sedikit bergetar. "Kita sudah punya segalanya, Evan. Aku tidak ingin kekayaan ini membawa masalah baru."Evan menggenggam tangan Alice, memberikan ras
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: 157. Hadiah Dari Masalalu Evan masih memegang ponselnya dengan dahi berkerut. Kalimat Rico di seberang telepon tadi benar-benar di luar dugaannya. Sebuah ayunan kayu raksasa? Diukir dengan nama mereka? Dan dikirim dari alamat yang "mati"?"Evan, katakan padaku. Siapa yang mengirim benda sebesar itu ke pelabuhan?" desak Alice. Ia berdiri tepat di depan Evan, mencoba mengintip layar ponsel suaminya.Evan mengembuskan napas panjang, lalu menyerahkan ponselnya kepada Alice. "Rico baru saja mengirimkan foto label pengirimannya. Lihatlah."Alice menerima ponsel itu. Matanya menelusuri baris tulisan di layar. Nama pengirimnya adalah sebuah firma hukum di Swiss, namun di bawahnya tertera nama pribadi yang sangat mereka kenal."Selena?" bisik Alice. "Selena yang dulu bekerja untuk keluarga Smith?""Benar. Dia yang menghilang tak lama setelah keruntuhan Edwin. Banyak yang mengira dia sudah mati atau bersembunyi di tempat yang tidak terjangkau," ujar Evan. Ia berjalan menuju balkon, m
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: 156. Perhiasan Terkahir Grizelle Evan menatap kotak kayu di tangannya. Teksturnya terasa halus, khas kayu jati yang telah dipoles selama puluhan tahun. Tidak ada gembok rumit, hanya sebuah pengait perak sederhana. Ia melirik Lavina yang masih berdiri di hadapannya dengan senyum lembut."Bawalah masuk. Alice harus melihatnya juga," bisik Lavina pelan. "Itu adalah barang yang sangat berharga bagi Grizelle, tapi bukan karena harganya."Evan mengangguk. Ia kembali ke dalam kamar, menutup pintu dengan perlahan agar tidak menimbulkan suara. Alice sudah terbangun, ia duduk bersandar pada kepala ranjang sambil mengusap matanya yang masih mengantuk."Evan? Ada apa? Tadi itu Nenek?" tanya Alice."Iya. Dia menemukan kotak milik Ibuku di gudang bawah tanah yang baru dibersihkan," Evan duduk di tepi ranjang dan meletakkan kotak itu di antara mereka.Alice menatap kotak itu dengan rasa ingin tahu. "Kotak Ibu Grizelle? Apa isinya?""Nenek bilang ini sesuatu yang manis. Bukan rahasia atau
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: 155. Damai Yang Sempurna Evan menatap layar ponselnya sekali lagi. Jari-jarinya bergerak cepat di atas permukaan kaca, menghapus pesan itu secara permanen. Ia menarik napas panjang, membiarkan udara malam yang dingin menenangkan pikirannya yang sempat bergejolak. Tidak mungkin. Semuanya sudah selesai. Edwin, Viktor, dan semua orang yang pernah mengancam hidup mereka sudah menjadi sejarah yang terkubur.Ia menyadari bahwa di dunia bisnis seperti yang dijalaninya, pesan-pesan gelap semacam itu sering kali hanyalah upaya dari pesaing bisnis rendahan yang ingin mengguncang ketenangannya."Evan? Kenapa lama sekali?" suara Alice memanggil dari dalam kamar.Evan menoleh, menyimpan ponselnya ke dalam saku, lalu melangkah masuk ke dalam kamar yang hangat. "Hanya memastikan semua pintu sudah terkunci, Sayang. Ayo tidur."Dua Bulan Kemudian.Sinar matahari pagi menyelinap masuk melalui celah gorden kamar bayi yang kini dipenuhi dengan warna-warna cerah. Leo, yang kini sudah berusia d
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: 154. Suapan Pertama Sang Pewaris Evan menatap layar interkom selama beberapa detik, lalu tangannya bergerak menekan tombol putus. Ia tidak menjawab instruksi penjaga gerbang. Ia justru berbalik dan menatap Alice yang masih berdiri di dekat balkon dengan wajah penuh tanda tanya."Evan? Kau tidak mau menerima dokumen itu?" tanya Alice.Evan berjalan mendekat, lalu menggenggam kedua tangan istrinya. "Alice, ingat apa yang kita janjikan di rumah pantai kemarin? Kita sudah selesai dengan masa lalu. Entah itu kekayaan Smith yang tertinggal, rahasia lama, atau apa pun itu... aku tidak peduli lagi.""Tapi bagaimana kalau itu penting untuk masa depan Leo?""Masa depan Leo sudah lebih dari cukup dengan apa yang kita miliki sekarang," jawab Evan mantap. "Aku tidak ingin ada satu pun kertas dari masa lalu yang masuk ke rumah ini lagi dan memicu kecemasanmu. Kita sudah menutup buku itu, Alice. Mari kita biarkan buku itu tetap tertutup."Evan mengambil ponselnya dan mengirim pesan singkat kepad
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: 153. (1) Langkah Pertama sang pewaris Evan segera menyambar ponselnya dari tangan Alice. Matanya memicing, membaca baris demi baris pesan yang masuk. Ketegangan yang sempat menyelimuti wajah Alice perlahan memudar saat melihat ekspresi Evan yang tidak menunjukkan kemarahan atau keterkejutan yang gelap. Evan justru mengembuskan napas panjang, lalu mengusap wajahnya yang masih basah."Evan? Apa itu benar? Apa yang dikatakan Departemen Kearsipan itu?" suara Alice terdengar mendesak.Evan menatap Alice, lalu menunjukkan layar ponselnya dengan lebih jelas. "Bukan Departemen Kearsipan, Alice. Ini dari 'Leo'—manajer proyek pembangunan di pelabuhan utara. Dia salah kirim pesan atau menggunakan kode proyek yang membingungkanmu."Alice membaca ulang pesan itu. Benar saja, nama pengirimnya adalah Leo, salah satu kepala teknisi kepercayaan Evan. Kalimatnya yang terpotong di notifikasi tadi memang terlihat mencurigakan, namun setelah dibuka secara lengkap, isinya adalah tentang arsip data tanah untuk pemba
Last Updated: 2026-03-31