Share

Bab 124 Lumpuh Total

Penulis: Dama Mei
last update Tanggal publikasi: 2026-04-09 14:59:06

Tangan Aira yang memegang pulpen emas itu bergetar hebat, ujung matanya yang tajam menatap garis tanda tangan yang seolah-olah menjadi jurang pemisah antara dirinya dan Adriel. Ruangan itu begitu hening, hingga suara detak jam dinding terdengar seperti dentuman palu yang menghakimi. Guntur menatapnya dengan binar kemenangan yang hampir meledak.

Tiba-tiba, Aira melepaskan genggamannya. Pulpen emas itu terjatuh, menghantam lantai marmer dengan denting nyaring yang memecah kesunyian, lalu menggeli
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Halidah 1994
aku mau lihat kelanjutannya thor bilik Regantara down dan adreil berhasil biar semangat baca kelanjutannya
goodnovel comment avatar
Jina Jijian
Rasain kamu Aira. sok²an mau cari tahu masa lalu yg sdh mengkhianati ibumu. . masa depanmu sudah tdk ada lagi bersama Adriel. terkurunglah selamanya nona pencari identitas dalam keluarga purba..
goodnovel comment avatar
Citra Andini
semangatt thor!!!dtunggu bab berikut nyaaaa..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 424 Selalu Mendukung

    Di balik kaca pembatas anti-peluru, Dimitri menunduk, membiarkan air mata membasahi wajahnya yang tirus dan kasar. Kedua bahunya berguncang teramat hebat. Rantai borgol di pergelangan tangannya bergemerincing nyaring setiap kali ia menarik napas."Mama," isak Dimitri. "Maafkan aku. Maafkan aku."Wanita berwajah kaukasia itu, Helena, menempelkan kedua telapak tangannya yang keriput di atas permukaan kaca."Tidak, tidak ada yang perlu dimaafkan," tangis Helena. Ia menatap wajah putranya dengan kepedihan. "Mama yang salah. Mama yang seharusnya meminta maaf padamu, Dimitri. Mama tidak bisa melindungimu. Mama membiarkanmu menanggung dendam yang bukan milikmu."Dimitri menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Ia mendongak, menatap ibunya dengan mata merah."Aku meninggalkan Mama," racau Dimitri di sela isak tangisnya. "Aku mengabaikan panggilan telepon Mama. Aku nekad datang ke Jakarta demi mengejar pengakuan dari seorang kakek yang bahkan tidak pernah tahu aku hidup. Aku sangat bodoh. Aku mengor

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 423 Sangat Lelah

    Bibir Dimitri yang kering bergetar pelan, sebelum akhirnya sebuah tawa penuh kepahitan meledak. Rantai borgol di pergelangan tangannya bergemerincing sewaktu bahunya berguncang."Halo?" kekeh Dimitri dengan suara serak yang memuakkan, menatap Aira dengan kebencian. "Hanya itu? Setelah semua yang kamu dan suami iblismu itu lakukan padaku, kamu datang hanya untuk berbasa-basi?"Aira tidak terpancing. Ia duduk tenang. "Aku datang untuk melihat keadaanmu, Dimitri. Dan untuk menyelesaikan satu urusan terakhir yang masih mengikat kita berdua.""Menyelesaikan urusan?" potong Dimitri cepat. Matanya berkilat beringas. "Apalagi yang mau kamu selesaikan, Aira?! Apalagi yang mau kamu ambil dariku?! Rumah Menteng sudah jatuh ke tangan pesuruh itu! Seluruh harta Guntur sudah masuk ke kantongmu! Rekeningku dibekukan! Aku sudah membusuk di tempat jahanam ini! Apalagi yang kamu inginkan?!""Aku tidak pernah berniat mengambil apa pun yang bukan hakku. Semua yang terjadi padamu saat ini adalah hasil dar

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 422 Sangat Familier

    Pagi yang cerah di awal bulan Desember terasa begitu hangat, setelah tiga bulan berlalu sejak badai besar mereda."EJ! Sayang, pelan-pelan larinya! Nanti kamu menabrak meja, Nak!" seru Aira, setengah berlari menyusuri lorong berlantai marmer.Si kecil EJ kini sudah genap berusia satu tahun. Ia tampak berlari lincah dengan kaki-kaki mungilnya. Balita cantik yang mengenakan gaun katun bermotif bunga matahari itu tertawa kegirangan, menoleh ke belakang untuk melihat ibunya yang kewalahan mengejar."Nona EJ! Ya ampun!" seru Nora yang ikut berlari kecil dari arah berlawanan, mencoba mencegat laju si balita.EJ memekik girang. Ia tiba-tiba berbelok tajam ke arah pintu kamar utama yang terbuka separuh, mencoba menghindari hadangan Nora.Namun, sebelum tubuh mungil itu berhasil menerobos masuk, Adriel sudah lebih dulu menangkapnya dari ambang pintu. Adriel mengangkat tubuh putrinya tinggi-tinggi ke udara, membuat EJ kembali tertawa yang nyaring."Mau lari ke mana jagoan kecil Papa, hm?" goda

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 421 Merenggut Kebahagiaan

    Aira berdiri diam bersandar pada kusen pintu kaca balkon yang terbuka separuh. Ia membiarkan angin pagi membelai helai-helai rambut hitam panjangnya yang tergerai. Ia menatap jauh ke hamparan langit. Pagi ini, langit ibu kota tampak begitu cerah dan bersih, seolah badai yang sempat mengguncang telah disapu bersih tanpa menyisakan awan sedikit pun.Aira menarik napas panjang, menghembuskannya perlahan.Klek.Suara putaran kenop pintu kamar mandi yang terbuka membuyarkan lamunan Aira. Ia memutar tubuhnya perlahan.Adriel melangkah keluar dari balik pintu kaca buram tersebut. Ia baru saja selesai mandi. Langkah kaki Adriel melambat saat matanya menangkap siluet sang istri.Aira berdiri di ambang balkon, bermandikan pendaran cahaya keemasan pagi yang membuat gaun satin gadingnya seolah bercahaya. Wajah cantik istrinya itu tampak begitu damai.Adriel mendekat tanpa bersuara.Aira tidak beranjak dari tempatnya. Ia hanya memiringkan kepala, menyunggingkan senyuman manis sewaktu melihat su

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 420 Dunia Melupakanmu

    "Apa maksudmu jadwalku dibatalkan?!" jerit Dimitri. "Minggir! Singkirkan barikade itu sekarang juga!"Marcus tidak bergeser. Pria bertubuh raksasa itu hanya melipat kedua tangannya di belakang punggung, membiarkan air hujan menetes membasahi kemejanya."Berapa Adriel membayarmu, hah?!" gertak Dimitri. "Katakan padaku! Berapa nilai kesetiaanmu pada pria sombong itu?! Sepuluh miliar?! Dua puluh miliar?! Buka jalannya sekarang juga, dan aku akan mentransfer lima puluh miliar ke rekening pribadimu! Kau bisa pensiun dan hidup seperti raja!"Marcus perlahan memiringkan kepalanya, menyunggingkan senyuman tipis yang mencemooh."Anda benar-benar tidak memahami cara kerja dunia ini, Tuan Dimitri," ucap Marcus. "Kesetiaan tidak memiliki harga. Dan terlebih lagi, dengan apa Anda akan membayar saya? Apakah dengan rekening cangkang Anda yang satu jam lalu telah dibekukan?"Dimitri tersentak. "K-Kau...""Simpan marah Anda, Tuan," potong Marcus tenang, melangkah mundur.Dari balik barikade tersebut,

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 419 Resmi Dibatalkan

    Adriel duduk di balik meja kerjanya. Matanya fokus menatap layar ponsel.Di layar tersebut, tampak wajah Notaris Hendrawan dan Prabu yang masih berada di dalam ruang kerja kediaman Menteng."Laporan diterima, Prabu," timpal Adriel. "Apakah tikus kecil itu menyerangmu saat diusir?""Dimitri sempat mengamuk, Tuan Adriel," lapor Prabu. "Namun tim keamanan telah menyeretnya keluar."Adriel menyunggingkan sebuah senyuman tipis."Kerja yang sangat luar biasa, Prabu, Bapak Hendrawan," puji Adriel. "Ini adalah kehormatan bagi saya untuk menjaga rumah almarhum Tuan Besar, Tuan Adriel," sahut Prabu. "Saya hanya berharap Nyonya Aira bisa menemukan kedamaian setelah semua badai ini berlalu.""Akan saya pastikan istri saya mendapatkan kedamaian itu, Prabu," sahut Adriel. "Marcus akan mengirimkan satu kompi tambahan dari pasukan Varmadeo untuk berjaga di sana malam ini.""Siap, Tuan Adriel. Terima kasih banyak."Layar monitor mati setelah panggilan diakhiri.Adriel menarik napas perlahan, merapika

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 185 Tidak Akan Menyerah

    Uap hangat membubung tinggi di dalam kamar mandi mewah Presidential Suite tersebut. Bathtub marmer berukuran raksasa itu telah terisi penuh dengan air hangat yang beraroma essential oil mawar dan cendana. Di luar dinding kaca, lampu-lampu Jakarta masih berkedip.Aira duduk di pangkuan Adriel, pungg

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 7 Cara Melindungi Diri

    Restoran privat itu berada di lantai paling atas, sengaja dipesan oleh Leonidas Varmadeo untuk bisa menghabiskan istirahat siang dengan makan siang bersama. Leonidas duduk di tengah, di sisi kanan ada Alexander. Sementara di sisi kiri, Catarina yang paling antusias dengan kebiasaan macam ini.“Kali

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 6 Mengizinkanmu Tinggal

    Cahaya matahari pagi menyelinap masuk lewat jendela-jendela besar mansion Varmadeo. Para staf sudah mulai bekerja sejak subuh. Namun ketika Nora hendak turun ke dapur, ia terperanjat melihat Aira ada di sana. Ia sedang mengiris bawang, lalu bergerak gesit memeriksa panci sup. Aira juga membuka ove

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 5 Mimpi Buruk Aira

    Aira mengangkat gaunnya sedikit ketika turun dari mobil. Sementara Adriel langsung berjalan tanpa melihat ke belakang.Aira mengikutinya dari jauh, takut mengganggu jarak yang entah mengapa terasa seperti batas tak tertulis. Begitu ia melangkah masuk ke foyer mansion, para staf rumah sudah berbaris

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status