Share

Bab 202 Dalang Sebenarnya

Author: Dama Mei
last update publish date: 2026-05-08 14:02:00

Begitu jet pribadi Adriel mendarat dan ia memastikan Aira sampai di kediaman mereka dengan pengawalan ekstra ketat dari Serafina, Adriel tidak berhenti untuk melepas lelah.

Mobil Rolls-Royce hitam yang membawanya melesat menuju kediaman utama Leonidas Varmadeo. Gerbang raksasa itu terbuka perlahan, dan para penjaga di depan pintu pun tak berani menyapa.

Adriel melangkah masuk, langkah kakinya yang berat bergema di lantai marmer ruang utama. Ia langsung menuju ruang kerja pribadi ayahnya. Tanpa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 378 Kedua Cucu

    Pria sepuh itu meremas dada kirinya. Wajah keriputnya mendadak berubah pucat pasi, diiringi suara desisan napas yang putus-putus."Khh... khh..." Guntur tersengal, hampir kehilangan kesadaran akibat lonjakan tekanan darah.Melihat kondisi majikannya yang mendadak kritis, Prabu yang sejak tadi berdiri mematung seketika menerjang maju dengan kecepatan luar biasa. Tanpa ragu, tangan Prabu mencengkeram kuat kerah kemeja Dimitri. Dengan satu dorongan bertenaga besar, Prabu menghempaskan Dimitri hingga punggung pria muda itu menabrak pilar dengan dentuman keras."Argh!" Dimitri meringis pelan, matanya membelalak kaget."Jaga mulutmu dan tahu diri, Dimitri!" bentak Prabu. Tangan Prabu kian mengetat di kerah kemeja Dimitri.Valerie yang berdiri di samping mereka menjerit kecil, mundur beberapa langkah. "Apa yang kamu lakukan?! Lepaskan dia!"Dimitri berusaha mempertahankan senyum culas di bibirnya, meski napasnya sedikit tersendat akibat cengkeraman kuat di lehernya. Dimitri melirik tajam ke

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 377 Seluruh Pasukan

    Guntur Ragendra masih duduk di atas kursi rodanya di dekat jendela besar yang menghadap ke pelataran depan. Pria sepuh itu belum tertidur. Jemari tangannya mengelus kepala perak tongkat kayunya, sementara matanya menatap kosong ke arah kegelapan malam. Beban pikiran terkait ancaman yayasan, skandal Aira, serta kehadiran Dimitri yang penuh misteri berkumpul menjadi satu di dalam benaknya.Suara derit pintu depan yang terbuka memecah keheningan. Prabu melangkah masuk terlebih dahulu, disusul oleh derap sepatu hak tinggi yang nyaring.Guntur memutar kursi rodanya secara perlahan. Manik mata tuanya menyipit tajam sewaktu melihat sosok wanita yang dibawa masuk oleh Prabu."K-Kamu..." bisik Guntur.Wanita itu menghentikan langkahnya tepat di hadapan kursi roda Guntur."Selamat malam, Tuan Besar Guntur Ragendra," sapa wanita itu."Valerie Collins..." desis Guntur. "Untuk apa mantan tunangan Adriel Varmadeo datang ke rumahku tengah malam begini?!"Valerie terkekeh pelan. "Luar biasa. Daya ing

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 376 Teramat Indah

    Langkah kaki Lastri terdengar begitu pelan saat memandu Dimitri menaiki anak tangga menuju lantai dua sayap timur mansion Ragendra.Lastri berhenti tepat di depan sebuah pintu berbahan kayu mahoni yang terukir indah. Dengan jemari tangan yang agak tremor, wanita tua itu mengeluarkan kunci berlapis kuningan, memutarnya dua kali.Lastri mendorong pintu tersebut perlahan, lalu berdiri menyamping sembari menundukkan kepalanya."I-Ini kamar utama sayap timur, Tuan Muda Dimitri..." tukas Lastri. "Seluruh ruangan sudah dibersihkan, dan sistem pendingin udara serta kamar mandi dalam sudah dipastikan berfungsi."Dimitri melangkah masuk. Sepasang mata keabuan milik pria muda itu menyapu sekeliling interior kamar beratap tinggi tersebut. Kamar bekas peninggalan almarhum ayahnya, Baskara Ragendra, memang luar biasa megah.Dimitri melangkah mendekati meja kerja kayu jati di sudut ruangan, meraba permukaannya yang mengilap. Seulas senyuman puas terukir tipis di bibirnya."Lumayan..." bisik Dimitri

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 375 Pasang Badan

    Mobil berhenti tepat di depan tangga marmer teras utama. Prabu turun terlebih dahulu, memutari bodi mobil, lalu membukakan pintu belakang.Dimitri melangkah keluar. Sepasang matanya yang tajam menyapu setiap sudut pelataran mansion tua tersebut. "Mari, Tuan Muda Dimitri," ajak Prabu sopan sembari merentangkan tangannya mengarah ke pintu utama yang sudah terbuka lebar.Dimitri tidak menjawab. Pria itu menyunggingkan senyuman tipis yang sinis, melangkah santai menaiki anak tangga marmer.Di dalam ruang tamu utama beratap tinggi dengan lampu gantung kristal, Guntur Ragendra sudah duduk menanti di atas kursi rodanya. Seulas senyum terukir di bibir keriputnya sewaktu menyaksikan cucu laki-lakinya melangkah masuk.Di sisi kiri kursi roda Guntur, sosok Lastri berdiri kaku.Dimitri menghentikan langkahnya tepat tiga meter di hadapan Guntur, menyilangkan kedua tangan."Selamat datang di rumahmu, Dimitri," sapa Guntur. "Kakek sangat senang akhirnya kamu mau tinggal di rumah ini."Dimitri terke

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 374 Sampai Tak Bersisa

    Adriel memijat pelipisnya pelan. Pria yang biasanya mampu membuat para pebisnis papan atas gemetar hanya dengan satu tatapan mata itu kini menatap Serafina dengan raut wajah yang sulit diartikan.Adriel memutar pandangannya secara perlahan ke arah Marcus."Kamu asistenku sekaligus kepala pengamanan Varmadeo Group," ucap Adriel. "Jawab aku dengan jujur... apakah kamu pernah ke Ngawi?"Marcus berdehem kaku. Wajahnya kembali dibuat sedatar mungkin, namun sorot matanya yang kosong."Belum pernah, Tuan Adriel," sahut Marcus jujur dan lempeng. "Dalam pemetaan rute pengawalan kita selama sepuluh tahun terakhir, nama Kabupaten Ngawi bahkan tidak pernah masuk ke dalam peta navigasi."Adriel bersandar kembali ke kursi kulitnya, mendesah berat. "Lihat, Serafina. Marcus saja tidak pernah ke sana. Bagaimana bisa kamu mengirim istri dan anakku ke tempat yang bahkan tidak ada di dalam peta operasional tim utama kita?"Serafina tidak berkedip. Wanita itu melangkah maju, meletakkan dokumen merah di at

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 373 Marcus Serafina

    BAB 373Langkah kaki Marcus berderap konstan di atas marmer teras utama mansion Varmadeo. Pria berjas gelap itu membetulkan letak jam tangan mewahnya sebelum melangkah mendekati pintu utama. Namun, pergerakannya terhenti sewaktu melihat sosok wanita jangkung sedang berdiri mematung di samping pilar besar.Serafina berdiri sangat tegak dengan kedua tangan terlipat rapi di belakang punggung. Wajah cantiknya begitu datar, dingin, dan nyaris tanpa ekspresi bagaikan patung porselen.Marcus menghentikan langkahnya tepat di samping Serafina."Kamu datang lima menit terlalu awal," ujar Marcus datar, tanpa menoleh. "Setahuku, jadwal rapat dengan Tuan Adriel baru dimulai pukul empat sore."Serafina tidak menggerakkan kepalanya sedikit pun. Pandangan matanya tetap lurus menatap taman depan."Aku datang tujuh menit lebih awal, Marcus," sahut Serafina. "Empat menit lima puluh detik lebih cepat daripada kedatanganmu. Dalam efisiensi kerja, aku unggul tiga ratus persen darimu sore ini."Marcus menai

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 185 Tidak Akan Menyerah

    Uap hangat membubung tinggi di dalam kamar mandi mewah Presidential Suite tersebut. Bathtub marmer berukuran raksasa itu telah terisi penuh dengan air hangat yang beraroma essential oil mawar dan cendana. Di luar dinding kaca, lampu-lampu Jakarta masih berkedip.Aira duduk di pangkuan Adriel, pungg

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 7 Cara Melindungi Diri

    Restoran privat itu berada di lantai paling atas, sengaja dipesan oleh Leonidas Varmadeo untuk bisa menghabiskan istirahat siang dengan makan siang bersama. Leonidas duduk di tengah, di sisi kanan ada Alexander. Sementara di sisi kiri, Catarina yang paling antusias dengan kebiasaan macam ini.“Kali

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 6 Mengizinkanmu Tinggal

    Cahaya matahari pagi menyelinap masuk lewat jendela-jendela besar mansion Varmadeo. Para staf sudah mulai bekerja sejak subuh. Namun ketika Nora hendak turun ke dapur, ia terperanjat melihat Aira ada di sana. Ia sedang mengiris bawang, lalu bergerak gesit memeriksa panci sup. Aira juga membuka ove

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 5 Mimpi Buruk Aira

    Aira mengangkat gaunnya sedikit ketika turun dari mobil. Sementara Adriel langsung berjalan tanpa melihat ke belakang.Aira mengikutinya dari jauh, takut mengganggu jarak yang entah mengapa terasa seperti batas tak tertulis. Begitu ia melangkah masuk ke foyer mansion, para staf rumah sudah berbaris

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status