Share

Bab 218 Lembah Mawar

Author: Dama Mei
last update publish date: 2026-05-12 17:13:20

Catarina menuntun Aira menuju sebuah ruangan privat di lantai atas hotel, jauh dari kebisingan ballroom. Tubuh Aira masih sedikit gemetar saat ia duduk di sofa beludru berwarna emas.

"Minum ini dulu, Aira," ucap Catarina, menyodorkan segelas air putih. "Ingat bayimu, tenangkan dirimu."

Baru saja Aira menyesap air itu, pintu ruangan terbuka dengan hentakan keras. Leonidas masuk dengan wajah memerah, napasnya memburu akibat amarah.

"Di mana dia? Apa dia terluka?" tanya Leonidas, matanya langsung
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 415 Tertidur Lelap

    Adriel melangkah keluar terlebih dahulu. Pria itu mengulurkan tangan ke dalam kabin mobil, menuntun Aira yang melangkah turun dengan tubuh lemas.Dua bilah pintu kayu jati raksasa lobi utama terbuka dari dalam.Nora melangkah terburu-buru menghampiri mereka dengan wajah yang dipenuhi cemas."Nyonya Aira, Tuan Adrie," sapa Nora, membungkukkan tubuhnya sedikit. "Saya dan seluruh staf mansion ikut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya Tuan Besar Guntur."Aira menatap Nora, menyunggingkan senyum tipis. "Terima kasih banyak, Nora..."Adriel melirik Nora. "Bagaimana kondisi EJ selama kami di pemakaman, Nora?""Nona kecil sangat tenang, Tuan," jawab Nora. "Setelah minum susu tadi siang, Nona EJ langsung terlelap. Sama sekali tidak rewel."Adriel mengangguk, menepuk pelan bahu Nora. "Antar Aira ke kamar EJ. Biarkan Aira memeluk anaknya sejenak.""Baik, Tuan Adriel," sahut Nora patuh, mengekor di belakang langkah Adriel yang menuntun Aira menaiki anak tangga marmer menuju lantai dua.Ai

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 414 Tidak Sendirian

    Sinar matahari pagi di kawasan tempat pemakaman umum elit Jakarta Selatan bersinar temaram, tertutup oleh hamparan awan kelabu yang menggantung rendah. Di atas lahan pemakaman keluarga Ragendra yang berumput hijau rapi, sebuah liang kubur baru telah digali.Prosesi pemakaman Guntur Ragendra berlangsung dalam suasana yang teramat khidmat, dan diliputi gelombang duka yang begitu pekat.Gundukan tanah merah yang masih basah ditutupi oleh hamparan kelopak bunga mawar merah dan melati putih. Di bagian atas gundukan tersebut, berdiri sebuah batu nisan marmer hitam berukir tinta emas bertuliskan nama lengkap sang penguasa tertinggi klan: Guntur Ragendra.Puluhan tokoh penting ibu kota—mulai dari pejabat tinggi kementerian, hingga jajaran taipan bisnis papan atas—berjejer di luar pekarangan makam dengan pakaian serba hitam. Mereka menundukkan kepala, memberikan penghormatan terakhir.Di barisan paling depan di tepi liang kubur, Aira Varmadeo berdiri mematung.Wanita muda itu mengenakan terusa

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 413 Irama Detak

    Di samping tempat tidur medis, Aira duduk dengn tangan kanannya meremas erat telapak tangan kiri Guntur yang terasa dingin. Wajah Aira pucat pasi, sementara matanya yang memerah tak henti-hentinya meneteskan air mata.Di atas brankar, Guntur terbaring tak berdaya. Sebuah masker transparan pengalir oksigen mengungkung separuh wajahnya yang dipenuhi garis keriput pucat. Selang infus dan kabel sensor detak jantung menempel di balik setelan, memperlihatkan grafik naik-turun yang amat sangat lemah pada layar indikator.Aira mendekatkan bibirnya di dekat telinga Guntur."Kakek," bisik Aira. "...ini Aira, Kakek. Aku sudah ada di samping Kakek sekarang..."Tidak ada jawaban. Hanya desis tipis mesin oksigen yang membalas.Aira meremas jemari sang kakek kian erat, mengusap telapak tangan dingin itu ke pipinya yang basah."Kakek harus bangun," ucap Aira. "Aku sudah kembali, Kakek. Aku membawa si kecil EJ. Si kecil EJ menanti Kakek di rumah. Kakek harus menimang cicit Kakek lagi."Air mata Aira m

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 412 Harusnya Ditangkap

    "Kenapa harus aku yang menghancurkanmu?" timpal Adriel. "Aku sudah berhasil menyembunyikan anak dan istriku tanpa ketahuan. Tidak ada yang dirugikan."Adriel menyipitkan mata, menatap lurus mata Dimitri."Valerie Collins," lanjut Adriel pelan, menyeringai. "...kamu terlalu meremehkannya."Dahi Dimitri berkerut. Pria muda itu menghentikan cemoohannya, menatap Adriel dengan keheranan."Valerie?" ulang Dimitri. "Apa hubungannya wanita bodoh yang terobsesi padamu itu dengan masalah ini? Valerie hanyalah wanita murahan yang sudah berada di bawah kendaliku!"Dimitri mendekati Adriel. "Jangan coba-coba mengalihkan pembicaraan menggunakan nama wanita itu! Valerie yang menawarkan diri untuk membantuku, aku tidak pernah memaksanya!"Adriel Varmadeo tidak langsung membalas. Pria itu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana dengan santai."Jika kamu merasa posisimu begitu aman, jangan salahkan aku jika orang yang kamu anggap bodoh, justru menjadi orang pertama yang menghancurkanmu."Adriel

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 411 Tanpa Ketahuan

    Dimitri melangkah mundur beberapa pijakan. Bibirnya yang robek bekas tinju Prabu masih menyisakan denyutan nyeri yang membakar.Dari balik pilar tempatnya bersembunyi, ia sempat menangkap dua kali isyarat tangan Adriel Varmadeo ke arah belakang."Sialan," desis Dimitri.Ia sadar betul Adriel sudah tahu. Tanpa membuang waktu, Dimitri memutar tubuh secara mendadak, secepat mungkin menuju ke arah pintu besi tebal bertuliskan Tangga Darurat di ujung lorong.Namun tepat saat ia hendak melompat masuk menuruni anak tangga, tiga orang pria bertubuh tinggi besar dengan senjata api bersilencer melangkah keluar dari balik tikungan tangga bawah. Dalam hitungan detik, tiga moncong senjata otomatis sudah terarah tepat ke arah kepala Dimitri."Berhenti di tempat!" bentak pengawal Varmadeo Group di barisan depan.Dimitri tertegun. Pupil matanya membelalak lebar sewaktu menyadari bahwa seluruh jalur pelarian ke lantai bawah telah diblokir total.Dimitri mencoba berbalik ke arah koridor utama.Namun, d

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 410 Tikus Kecil

    Roda-roda pesawat jet pribadi Varmadeo Group mencicit halus di atas landasan pacu Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.Pintu tangga hidrolik jet pribadi terdorong turun.Di luar sana, di bawah sorotan lampu landasan pacu, tiga unit mobil SUV hitam milik tim pengamanan Varmadeo Group sudah berjejer rapi dengan mesin menyala.Aira melangkah turun menaiki anak tangga pesawat dengan langkah kaki yang gemetar. Di belakangnya, Nora dan Serafina berjalan membuntuti.Namun sebelum kaki Aira sempat menyentuh pelataran, Adriel melangkah cepat memotong barikade pengawal."Aira," panggil Adriel.Aira mendongak. “Adriel?"Tanpa membuang waktu, Adriel melangkah lebih cepat, lalu merengkuh tubuh Aira ke dalam pelukannya.Aira menahan napas sejenak sewaktu mencium aroma khas suaminya yang maskulin. Aroma yang selalu menjadi tempat paling aman. Aira melingkarkan kedua tangannya di pinggang suaminya."Aku takut," bisik Aira. Isak tangis yang ditahannya sepanjang penerbangan seketika meledak di

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 4 Jika Tidak Menolak

    Aira masih duduk di kursi yang disediakan untuknya. Ia masih bisa merasakan tatapan tamu-tamu yang menertawakannya di aula tadi.“Aira, duduklah di sisi Adriel,” tukas Leonidas. Suaranya yang berat membuat Aira sedikit tersentak.Aira terbelalak kecil. Adriel menoleh sebentar, ekspresinya datar. Ta

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 3 Keluarga Varmadeo

    Pagi itu Aira dibawa Marcus ke sebuah suite megah di hotel bintang lima. Di sana, tim perias terbaik negeri ini sudah menunggu.Aira terpaku. Ia mengenali mereka. Mereka adalah perias selebritas, desainer pemenangpenghargaan, dan hairstylist yang biasa muncul di acara penghargaan besar.Seorang pr

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 2 Pilihan Sederhana

    Setelah pertemuan singkat tapi menegangkan dengan asisten Sir V, Aira pulang.Berhadapan dengan asistennya saja sudah begitu menakutkan, apalagi Sir V langsung.Aira membuka pintu ruang kerja ayahnya dan melihat Adrian duduk dengan wajah penuh tekanan. Marissa dan Bianca juga ada di sana.“Bagaiman

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 1 Lebih Berguna

    Di depan rumah, sebuah mobil hitam panjang dengan kaca gelap sudah menunggu. Marissa dan Bianca, ibu tiri dan saudari tiri Aira, memperhatikannya dari teras, seolah ini hiburan terbaik mereka dalam setahun terakhir.Sementara Aira menelan ludah, lalu membuka pintu mobil dengan tangan gemetar.“Sela

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status