Partager

104

Auteur: Eselitaa
last update Date de publication: 2026-07-07 19:17:32

Suasana di dalam kamar tidur utama paviliun barat itu mendadak mendingin hingga ke titik beku. Pertanyaan Eryx yang menghunjam lurus tanpa tedeng aling-aling meruntuhkan sisa-sisa ketenangan yang susah payah Aeri bangun. Nama "Callista" yang baru saja ia sebutkan memantul di dinding ruangan, terdengar sumbang dan dipenuhi kepalsuan yang telanjang di hadapan ketajaman insting seorang Eryx Leander.

Eryx melangkah maju satu kali lagi, membuat jarak di antara mereka terkikis habis. Ia menunduk sedi
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   105

    Beberapa hari berlalu.Semenjak malam konfrontasi nama palsu di kamar itu, dan rangkaian persiapan pelantikan yang kian mencekik, Aeri sama sekali tidak bersemangat. Jalur penyelidikannya macet, dan energinya terkuras habis untuk mempertahankan topeng "Gahensa" di depan publik, sementara di dalam kamar ini, dia harus menghadapi tatapan intens dari sang tiran. Dia merasa hampir putus asa.Bagaimana tidak?Aeri merasa sangat sakit hati karena Eryx tentu saja. Logikanya berteriak bahwa pria ini adalah bagian dari dinasti yang melenyapkan Felix, tetapi interaksi jarak dekat yang mereka lalui perlahan mengikis dinding pertahanannya."Aku mulai menyukainya, tetapi itu tidak sepadan dengan perasaan gelisah karena bingung apakah dia benar-benar membunuh kakakku atau tidak. Dan sekarang, aku harus menyadari bagaimana dia berperilaku terhadapku. Dia benar-benar sangat berbeda," batin Aeri pedih.Eryx yang biasanya penuh dengan sarkasme tajam atau gestur kekanakan yang menyebalkan kini berubah t

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   104

    Suasana di dalam kamar tidur utama paviliun barat itu mendadak mendingin hingga ke titik beku. Pertanyaan Eryx yang menghunjam lurus tanpa tedeng aling-aling meruntuhkan sisa-sisa ketenangan yang susah payah Aeri bangun. Nama "Callista" yang baru saja ia sebutkan memantul di dinding ruangan, terdengar sumbang dan dipenuhi kepalsuan yang telanjang di hadapan ketajaman insting seorang Eryx Leander.Eryx melangkah maju satu kali lagi, membuat jarak di antara mereka terkikis habis. Ia menunduk sedikit, menatap lurus ke dalam sepasang manik mata Aeri dengan tatapan yang begitu pekat, seolah-olah ia bisa melihat menembus tengkorak kepala wanita itu dan membaca setiap memori yang tersimpan di sana."Callista?" Eryx mengulang nama itu, lalu mendengus sinis. Sebuah tawa hambar lolos dari bibirnya. "Jangan meremehkan inteligensiku, Kak Gahensa. Atau haruskah aku memanggilmu dengan nama fiktif barumu itu? Sejak awal aku tahu kau berbohong tentang motif uang dan pengaruh, dan sekarang kau bahkan

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   103

    Aeri merasakan seluruh persendian tubuhnya membeku. Udara di dalam kamar tidur utama paviliun barat itu seolah tersedot habis, menyisakan ruang hampa yang dipenuhi oleh ketegangan yang ekstrem. Jemari dingin Eryx yang masih mengusap pipinya terasa laksana mata pisau yang siap menggores kulitnya kapan saja. Identitasnya telah dikuliti habis, dan pria di hadapannya ini adalah pemegang kendali atas hidup dan matinya malam ini. Dengan sisa-sisa keberanian yang ia kumpulkan dari dasar takdirnya, Aeri menepis pelan tangan Eryx. Aeri menatap lurus ke dalam manik mata gelap Eryx, menuntut jawaban. "Bukankah Anda sudah tahu sejak awal... kalau saya adalah seorang gadis?" Eryx tidak berpaling. Dia menurunkan tangannya perlahan, lalu menyandarkan tubuhnya pada tepi meja jati dengan gaya yang teramat santai, seolah-olah bongkar-pasang identitas ini hanyalah permainan catur yang membosankan. "Memang," jawab Eryx pendek, nadanya sangat datar. "Aku tahu sejak awal bahwa kau adalah seorang gadis

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   102

    Setelah perbincangan beralih ke perihal gaji dan kecelakaan Felix, keheningan kembali menguasai kamar tidur utama paviliun barat. Aeri menekan seluruh gejolak emosinya, kembali memasang topeng "Gahensa" yang patuh, dan dengan telaten mengurus segala keperluan Eryx. Dia menyiapkan obat penenang dari tim medis, membantu membetulkan posisi perban di perut pria itu, hingga akhirnya Eryx memejamkan mata dan tertidur pulas di bawah pengaruh obat.Begitu deru napas Eryx terdengar konstan dan berat, Aeri bergerak tanpa suara. Mengambil kain lap dan beberapa peralatan pembersih, dia mulai menyeka sisa-sisa air hujan yang sempat terbawa masuk ke lantai marmer dekat balkon. Namun, itu hanyalah kedok. Sembari membersihkan tempat itu, Aeri menyelidiki setiap sudut kamar dengan jeli. Matanya menyisir sela-sela laci, kolong meja, hingga balik bingkai lukisan besar, berharap menemukan sisa-sisa rahasia yang mungkin Eryx sembunyikan—semacam kertas, dokumen, berkas Proyek Utama, atau petunjuk apa pun t

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   101

    Setelah punggung Kaeragha menghilang di balik pintu kaca lobi, suasana koridor kembali lengang. Keheningan yang tertinggal terasa pekat dan menekan, menyisakan ketegangan yang masih berdesir di udara. Eryx membalikkan tubuhnya perlahan, jubah kebesaran yang tersampir di pundaknya berdesir halus mengikuti pergerakannya. "Kau terluka lagi, Kak Gahensa," ucap Eryx tiba-tiba. Suaranya tidak lagi menggelegar penuh harga diri seperti saat menghadapi Kaeragha tadi. Nada bicaranya melunak, kembali pada intonasi rendah yang sarat akan perhatian posesif yang teramat akrab—dan teramat dibenci Aeri karena selalu berhasil menggoyahkan dinding pertahanannya. Aeri tersentak kecil di balik topeng penyamarannya. Dia buru-buru menyembunyikan telapak tangannya yang terbalut saputangan ke balik saku celana taktisnya. "Ini hanya luka kecil akibat pecahan kaca di kantor polisi kemarin, Tuan Muda. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Eryx tidak menjawab. Dia hanya menatap Aeri dengan sepasang manik ma

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   100

    Lobi Kediaman Utama Leander yang luas mendadak terasa menyempit. Aura intimidatif dari Kaeragha, berpadu dengan kekejaman laten yang menguar dari tubuh Eryx. Di antara mereka, Aeri berdiri tegak sebagai Gahensa, merasakan tatapan tajam Kaeragha seolah sedang menguliti topengnya lapis demi lapis. Pria itu belum lupa rasa sakit akibat serangan di jalan layang semalam, dan dia sepertinya sedang mencoba menyambungkan titik-titik yang meresahkan itu dengan kehadiran Aeri."Ada seseorang di balik layar, Eryx," suara Kaeragha memecah keheningan, matanya tak lepas dari wajah Aeri. "Seseorang yang cukup serius ingin mengorek kematian Felix hingga ke tulang-tulangnya. Ini bukan lagi sekadar bisingnya publik, tapi sabotase yang terencana. Kau harus lebih waspada."Eryx menanggapi dengan tawa dingin yang terdengar seperti gesekan pisau. Dia melirik Kaeragha dengan tatapan penuh penghinaan. "Kau bicara seolah kau peduli, Kaeragha. Padahal, sejak hari pertama Felix tewas, kau bahkan tidak menunjuk

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   53

    "Kak Gahensa, kenapa kamu buru-buru sekali? Aku masih hidup sekarang. Artinya adalah, aku masih bisa bertarung," bisik Eryx di depan wajah Aeri. Aeri menahan nafas dengan kedua mata terbelalak. Lagi-lagi dia gegabah. Namun jika tidak didorong, bagaimana dia akan segera mengetahui dibalik kematia

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   46

    Di daratan utama, jeritan peluru di Gudang 44 akhirnya mereda. Pasukan elite akademi yang digerakkan oleh dana taktis Eryx, berkolaborasi dengan tim taktis Tiago Leander, berhasil membalikkan keadaan. Alih-alih melakukan pembantaian, perintah mutlak dari Eryx yang diteruskan secara rahasia membu

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   34

    Pagi hari tiba membawa kabut tipis yang menyelimuti Renhill. Sesuai dengan instruksi Tiago, sebuah mobil limusin hitam mewah sudah terparkir di depan lobi utama. Tidak lama kemudian, Lyra Xan datang. Wanita itu tampak anggun sekaligus angkuh dalam balutan gaun kasual mahal, lengkap dengan kacamata

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   33

    Eryx masih terpaku. Rasa panik yang samar di matanya perlahan mengendap, digantikan oleh senyuman tipis yang dipaksakan. Dia menatap Gahensa dengan pandangan menilai. Pertanyaan tentang Kaeragha dan Felix jelas mengusik ketenangannya, namun hasrat untuk bebas dari cengkeraman ayahnya jauh lebih bes

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status