Share

53

Author: Eselitaa
last update publish date: 2026-06-19 08:44:34

"Kak Gahensa, kenapa kamu buru-buru sekali? Aku masih hidup sekarang. Artinya adalah, aku masih bisa bertarung," bisik Eryx di depan wajah Aeri.

Aeri menahan nafas dengan kedua mata terbelalak. Lagi-lagi dia gegabah. Namun jika tidak didorong, bagaimana dia akan segera mengetahui dibalik kematian Felix?

Setiap kali mengingat kematian kakaknya, ada rasa ingin mengungkap penyamarannya dan menghabisi satu -persatu anggota keluarga Leander. Aeri sungguh tidak tahan.

"...Baiklah tuan muda.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   61

    Di bawah bias cahaya fajar yang kian benderang, ketegangan di halaman belakang itu belum juga mencair. Kehadiran Tiago, para tetua, dan Regan seolah terlupakan ketika sesosok wanita dengan gaun pengantin putih yang sangat anggun melangkah anggun mendekat. Lyra Xan. Wajahnya yang cantik telah dirias sempurna, memancarkan pesona agung seorang putri mahkota dinasti Xan, meski sorot matanya masih menyimpan sisa-sisa trauma dari insiden pulau luar.Lyra berjalan mendekati Eryx, mengabaikan atmosfer intimidasi di sekeliling mereka. Dia mengulurkan tangannya yang terbalut sarung tangan brokat putih dan menyentuh lengan tuksedo Eryx dengan lembut."Eryx, acara akan segera dimulai. Para tamu dan perwakilan media sudah memenuhi aula utama. Mari kita masuk sekarang," ajak Lyra dengan nada suara yang tenang, mencoba menampilkan citra pasangan sempurna di depan para tetua Leander.Eryx menoleh perlahan ke arah Lyra, namun tangannya yang satu lagi masih menggenggam erat pergelangan tangan Aeri ya

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   60

    Raven berdiri di ruang interogasi digital bawah tanah, menatap tiga layar monitor besar yang berkedip-kedip di hadapannya. Jari-jemarinya yang kekar bergerak cepat di atas papan ketik, menembus beberapa lapisan proteksi enkripsi data domestik. Namun, ekspresi di wajah kepala pengawal pribadi Tiago Leander itu kian lama kian berkerut dalam. Ada yang tidak beres. Sebagai mantan agen intelijen militer, Raven terkenal mampu mengorek masa lalu seseorang hingga ke akar-akarnya hanya dalam hitungan jam. Namun malam ini, setiap kali dia mencoba menarik data forensik, riwayat komunikasi, atau manifes perjalanan milik Felix sebelum kematiannya, sistem digitalnya selalu membentur dinding pertahanan yang luar biasa kokoh. Pola enkripsinya sangat rapi, dingin, dan mematikan—seperti sengaja dirancang untuk menghapus eksistensi Felix dari sejarah. "Seseorang yang sangat berkuasa di daratan ini sedang menghalangi pelacakanku," gumam Raven, napasnya terdengar berat di dalam ruangan yang sun

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   59

    Suara desingan peluru dan hantaman keras pada batang pohon itu menggema membelah keheningan siang kediaman Leander. Dalam hitungan detik, sirene keamanan internal berbunyi pendek, memicu kericuhan di area paviliun belakang. Deru langkah kaki bersepatu bot militer terdengar mendekat dengan cepat dari berbagai penjuru. Orang-orang, mulai dari pasukan pengamanan, para tetua, hingga Tiago Leander sendiri, langsung bergegas menuju ke lokasi sumber ledakan. Tidak terkecuali Eryx. Sebelum Regan sempat merespons kalimat tajam Aeri atau menarik pelatuknya untuk kedua kali, sesosok tubuh tegap dengan setelan pengantin yang sangat rapi menerobos rimbunnya pepohonan. Tanpa keraguan sedikit pun, Eryx langsung melangkah maju, berdiri kokoh tepat di hadapan Gahensa, menjadikan tubuhnya sendiri sebagai perisai hidup yang menghalangi pandangan Aeri dari moncong senjata Regan. Regan tersentak kecil, lalu perlahan menurunkan senjatanya sembari menyipitkan kedua matanya yang dipenuhi kilat ketidaks

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   58

    Regan tidak menurunkan senjatanya. Moncong pistol itu tetap stabil mengarah ke dahi Aeri.Aeri, yang merasakan migrain di kepalanya semakin berdenyut hebat, tahu dia harus membalikkan keadaan. Dia tidak bisa membiarkan Regan terus memegang kendali atas percakapan ini. Sambil menatap lurus ke dalam manik mata Regan dengan tatapan yang mengintimidasi, Aeri membuka suara."Satu triliun," desis Aeri, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang dingin. "Apakah menurutmu satu triliun cukup untuk membayar media berita agar mereka menutup mulut perihal pertengkaran hebat antara Kaeragha dan Eryx? Ataukah uang sebanyak itu digunakan untuk semakin menutupi skandal kotor Kaeragha, termasuk... menutupi kematian Felix yang sebenarnya?"Mendengar nama Felix dan skandal Kaeragha disebut, rahang Regan mengetat. Dia mendengus rendah, seolah menganggap pertanyaan Aeri sebagai bentuk kepolosan yang bodoh."Kau terlalu naif, Gahensa," ucap Regan dengan nada merendahkan. "Keluarga Leander tida

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   57

    Siang semakin sore, namun badai di dalam kepala Aeri tidak kunjung reda. Langkah kakinya terasa berat saat dia berjalan menyusuri jalan setapak yang menjauh dari paviliun utama kediaman Leander. Denyut menyakitkan di pelipisnya kian menghebat, berubah menjadi migrain yang mencekat. Aeri mencengkeram kepalanya sendiri, mencoba meredam rasa sakit yang mendadak menyerang tanpa ampun.Ini aneh. Sangat aneh.Dulu, ketika dia menerima kabar bahwa Felix tewas mengenaskan, otaknya tidak pernah sampai se-pening ini. Saat itu, pikirannya begitu jernih, meskipun dipenuhi kesedian luar biasa, tetapi dia penuh dengan penyangkalan akan kematian kakaknya tetapi kenyataan menghantamnya, dingin, dan justru dipenuhi oleh satu fokus mutlak: rencana balas dendam yang taktis. Namun sekarang, semuanya terasa kacau dan berisik.Langkah Aeri terhenti di bawah naungan pohon besar yang gelap. Tatapannya kosong menatap lampu-lampu dekorasi pernikahan megah yang mulai menyala di kejauhan. Sebentar lagi, Ery

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   56

    Eryx berdiri tegak kembali di samping ranjang, menatap sosok yang masih terlelap itu dengan sepasang mata yang kini berkilat penuh kemenangan. Rasa ragu dan penasaran yang mengusiknya sejak sore tadi menguap, digantikan oleh kepuasan taktis yang luar biasa. Sebuah seringai puas dan licik terukir jelas di wajah tampan sang pewaris Leander. "Tebakanku tidak pernah salah, Jalang Kecil," batin Eryx, wajah manjanya kini sepenuhnya digantikan oleh ekspresi predator yang telah mengunci target barunya. Dia kini memegang rahasia terbesar pengawalnya. Pernikahan dengan Lyra Xan besok pagi mungkin akan tetap berjalan sebagai sandiwara politik, namun Eryx tahu, permainan yang sesungguhnya di dalam kediaman ini baru saja akan menjadi jauh lebih menarik bersama pengawal wanitanya yang misterius. Eryx berbalik dan melangkah keluar dari kamar dengan senyap, mengunci pintu kembali, meninggalkan Aeri yang tidak sadar bahwa seluruh penyamarannya telah runtuh total di tangan bosnya sendiri.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status