مشاركة

02

مؤلف: Eselitaa
last update تاريخ النشر: 2026-04-23 19:32:02

Enam bulan kemudian, Aeri masuk ke akademi keamanan elite dengan nama palsu dan identitas palsu yaitu Gahensa Xan. Selama enam bulan itu, dia berlatih sangat keras. Ketika kakaknya libur bekerja, dia biasanya cerita soal pekerjaannya termasuk bagaimana caranya menjadi seorang pengawal terlatih. Dan Aeri mengingat kembali pelajaran dari kakaknya dan menerapkannya.

Aeri duduk di antara pria-pria lain yang meremehkannya, meremehkan "calon bodyguard muda" yang terlihat terlalu kurus dan kecil untuk pekerjaan ini.

Namun selama pelatihan, para pria itu dibuat terkejut oleh Aeri. Aeri adalah yang terbaik. Tidak hanya secara fisik, tapi juga secara strategis.

Dalam simulasi pertarungan, dia mengalahkan peserta lain tanpa terlihat seperti dia benar-benar berusaha keras. Dia membaca gerakan mereka, mengantisipasi langkah berikutnya, dan mengatur mereka jatuh dengan presisi yang terlihat seperti keberuntungan tapi sebenarnya adalah perhitungan.

Dalam kelas tentang manajemen klien, dia adalah yang paling memperhatikan. Ketika instruktur berbicara tentang bagaimana menangani klien yang arogan, dia mencatat setiap detail. Ketika berbicara tentang cara mendeteksi ancaman tersembunyi, dia mendengarkan setiap kata.

Dia lulus pelatihan dengan skor tertinggi.

Hari kelulusan, Darius, sang pelatih, mendekati Aeri dengan sesuatu yang terlihat seperti penghormatan di matanya.

"Gahensa," katanya, "aku tidak pernah melihat seseorang seperti dirimu sebelumnya. Kamu tidak hanya terlatih dengan baik. Kamu juga berjauh-jauh untuk datang ke sini. Ada sesuatu di balikmu yang gelap, aku bisa merasakannya. Dan itu membuatmu menjadi bodyguard yang sempurna."

Aeri tidak tersenyum. "Terima kasih, Sir."

"Jangan ucapkan terima kasih," kata Darius. "Hanya... berhati-hatilah. Orang-orang seperti kamu, yang memiliki sesuatu untuk dibuktikan, mereka cenderung melakukan hal-hal yang tidak bisa mereka kembalikan."

Aeri memandang Darius, bertanya-tanya apakah dia benar-benar tahu, atau hanya berpikir dia tahu.

"Saya akan berhati-hati, Sir," jawab Aeri, dan itu adalah kebohongan terindah yang pernah dia ucapkan.

Sementara itu di sebuah ruangan mewah, Eryx Leander dikawal oleh sekretaris ayahnya.

Eryx saat ini tengah menjadi perbincangan hangat di internet. Dia tidak boleh keluar sembarangan makanya akhir-akhir ini dia berpakaian tidak mencolok. Biasanya, keluarga Leander mengenakan pakaian yang menunjukkan aura dingin, Eryx sebaliknya. Memang masih kasual tetapi tidak menunjukkan kesan dingin. Dia memang sangat berbeda dengan anggota keluarga yang lain.

Eryx menolak dengan tegas mengambil bodyguard baru tetapi kepala keluarga alias ayahnya sudah memerintahkan dia. Jadi mau tidak mau dia harus mengambil bodyguard baru.

Eryx harus melalui proses yang paling membosankan dalam hidupnya—wawancara dengan lima puluh bodyguard potensial.

Mereka semua terlihat sama. Terlihat kuat. Terlihat serius.

Eryx membuat semuanya sulit.

Dengan yang pertama, dia bertanya, "Jika aku memerintahkanmu untuk membunuh seseorang, apakah kamu akan melakukannya?"

Bodyguard pertama (bernama Grant) menjawab dengan benar, "Tidak, Sir. Itu melawan hukum."

Eryx mengeluarkan dia dari daftar. "Aku butuh seseorang yang bisa berpikir out of the box, bukan seseorang yang peduli dengan hukum."

Dengan yang kedua, dia bertanya tentang kehidupan pribadi mereka. Bodyguard kedua bernama Sax menjawab dengan datar, "Saya tidak memiliki kehidupan pribadi, Sir. Saya hanya ada untuk pekerjaan."

Eryx mengeluarkan dia juga. "Terlalu boring. Aku butuh seseorang yang bisa menangani aku sebagai manusia, bukan hanya sebagai klien."

Setelah lima belas wawancara, Eryx mulai bosan. Dia berbaring di kursi kantornya, tidak mendengarkan—hanya memandangi langit-langit dan berpikir tentang betapa membosankan hidupnya.

Lalu masuklah bodyguard ke-16.

Seorang pemuda, terlihat terlalu kurus untuk pekerjaan ini, tapi ada sesuatu tentang cara dia berjalan. Ada sesuatu tentang cara dia memindai ruangan dengan mata yang tajam sebelum melangkah masuk.

Dia duduk di hadapan Eryx tanpa diundang duduk. Dia hanya duduk.

Eryx membuka satu mata untuk memandang pemuda itu, lalu menutupnya lagi dengan bosan.

"Tunggu, berapa nomor kamu?" tanya Eryx tanpa membuka mata.

"Yang ke-enam belas, tuan," jawab pemuda itu, suaranya dalam dan tenang.

Eryx membuka kedua mata sekarang, mengangkat kepalanya dari sandaran kursi. "Enam belas? Benar-benar? Aku serius, kamu semua terlihat sama—serius, membosankan, seperti kalian dikloningkan dari DNA yang sama." Dia meregangkan tubuhnya, lalu memandang Gahensa dengan ekspresi yang menggoda.

"Namamu siapa, klone nomor enam belas?"

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   12

    Aeri berdiri diam dibalik tembok. Tak jauh darinya, orang-orang dari perusahaan Leander tengah membicarakan bos mereka, Eryx Leander. "Bukankah badan Eryx semakin bagus?" "Benar. Wajahnya juga rasanya semakin hari semakin tampan. Namun sifatnya sangat disayangkan. Kupikir wanita yang paling mencintainya dengan tulus sekalipun lama kelamaan akan kerepotan dengan sifatnya. Kemungkinan besar dia akan dijodohkan. Tetapi sejauh ini, kita belum mendengar kabar soal pasangannya." "Karena dia seorang pewaris tentu saja harus memiliki keturunan untuk mewarisi kepala keluarga. Saat ini kepala keluarga adalah orang yang tidak akan membiarkan takhta itu jatuh ke tangan siapapun. Meskipun keluarga Leander begitu tenang di luar, tetapi aku yakin di dalam mereka penuh persaingan yang sangat busuk." "Dan bos kita malah semakin bermain-main seperti itu." "Kabarnya pengawalnya sekarang adalah orang yang sangat ahli bela diri. Semoga ke depannya dia tidak diserang lagi. Entah dia sudah terlu

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   11

    "Aku tidak suka makan malam keluarga," kata Eryx dengan tone yang terdengar putus asa sekaligus punya ketegasan di dalamnya yang mengartikan keinginan kuatnya. "Karena mereka selalu komplain. Tentang keputusan bisnisnya, tentang skandal, tentang apa yang aku lakukan salah. Setiap kali ada masalah, aku yang disalahkan. Setiap kali ada pertanyaan sulit, aku yang ditanya." Eryx terdengar sangat mengeluh. Berdasarkan pengakuannya, Aeri sekarang jadi bisa merasakan tekanan keluarga Leander. Keluarga ini juga dianggap misterius. Kenyataannya memang benar. "Aku terus meminta pada ayahku untuk tidak selalu mengikuti makan malam keluarga dan akhirnya dia mengizinkanku untuk tidak hadir," lanjut Eryx. "Aku biasanya menulis surat permintaan maaf dengan berbagai macam alasan. Ayahku menyetujui itu tanpa pertanyaan." Aeri merasa kecewa, tapi juga... penasaran. "Jadi kamu tidak akan hadir?" tanya Aeri. Eryx tersenyum dengan cara yang jahil—senyum yang sudah dikenali Aeri sebagai tanda

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   10

    "Tidak apa-apa kak. Aku dikenal sebagai yang paling baik di keluarga ini jadi jika ada masalah dalam keluarga ini yang diketahui publik, biasanya aku yang disalahkan. Itu seperti...memang kinerjanya seperti itu. Jika aku berbalik menyerang, itu malah bisa menimbulkan masalah yang lebih serius, jadi lebih baik diam saja. Lagipula aku benci pertarungan dalam bentuk apapun," kata Eryx seraya menundukkan kepalanya dalam-dalam."Tcih, apakah keputusan menjadi pengawal Eryx salah? Mungkin seharusnya aku menjadi pengawal anggota keluarga Leander yang lain yang bisa memberiku lebih banyak informasi. JIka perlu, atasan Kak Felix langsung," keluh Aeri di dalam hati. "Meskipun di sisi lain aku bisa memanfaatkan Eryx tetapi tampaknya butuh waktu lama," batin Aeri. "Sayang sekali Eryx. Saya harap bisa berguna untuk membelamu," kata Aeri. "Haha kakak kamu sepertinya tertarik dengan berita itu. Padahal itu kan sudah lama. Tetapi memang dibandingkan berita soal keluarga Leander yang lain, berita t

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   09

    Untuk sesaat, Eryx tidak bergerak. Lalu ia tertawa—tawa yang ringan dan santai, seolah Aeri baru saja mengatakan sesuatu yang lucu. “Membunuh?” ulang Eryx, menatap Aeri dengan ekspresi polos. “Ya jelas lah aku tidak membunuh. Memegang senjata saja aku tidak berani." Aeri mengamati matanya. Mencari tanda. Ada sesuatu yang sempat berkilat—sangat cepat—lalu menghilang. “Tapi bagaimana dengan tuduhan itu,” kata Aeri hati-hati. “Iya, dituduh,” jawab Eryx sambil mengangkat bahu dengan santai. “Tapi ada perbedaan antara dituduh dan benar-benar melakukannya, kan? Ayahku hanya ingin aku punya pengawal karena dia terlalu protektif. Kamu tahu sendiri bagaimana orang tua—dengar gosip sedikit langsung panik.” Eryx berdiri dan berjalan ke arah jendela, menatap kota di bawah. “Lagi pula, ini topik yang membosankan,” katanya. “Bisa kita bicara hal lain? Kamu punya orang yang kamu suka atau semacamnya?” Perubahan topik yang tiba-tiba itu adalah ciri khas Eryx. Mengalihkan dengan pertanya

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   08

    Aeri semakin kesal dengan segala omong kosong ini. Tetapi demi mencapai tujuannya, mau tidak mau dia harus melayani hal-hal tidak penting ini. "Benar tuan. Saya lebih tua dari tuan. Saya berusia hampir 27 tahun sementara tuan 25 tahun," kata Aeri. Aeri pernah melihat informasi di internet bahwa usia sebenarnya anggota keluarga Leander bisa jadi tidak sama dengan yang ditampilkan ke publik. Saat pertama kali bekerja pada Eryx, dia diberikan informasi oleh salah satu pengawal bahwa Eryx berusia hampir 25 tahun. "Jadi tidak masalah jika aku memanggilmu kakak," kata Eryx lagi dengan senyum puas seperti anak kecil. Mendengar itu, Aeri menjadi merasa punya masalah. Masalah pertama adalah setiap hari di sini membuat tujuan awal Aeri semakin kabur. Masalah kedua—yang paling mengganggu—adalah kemungkinan bahwa Eryx tidak bersalah sama sekali. "Aku harus pancing dia," batin Aeri. Saat Aeri akan menggali informasi lebih jauh soal keluarga Leander terutama soal Eryx, Eryx bicara la

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   07

    Rapat berlanjut.Eryx menyetujui beberapa hal. Menolak yang lain. Membuat keputusan besar berdasarkan kriteria yang Aeri tidak sepenuhnya pahami—apakah ia tertarik, apakah ia bosan, apakah ia sedang merasa beruntung.Di tengah rapat, seorang asisten membawa makanan ringan. Eryx langsung mengambil pastry dan mulai makan dengan santai, sementara CFO sedang menjelaskan arus kas.Aeri ingin menarik rambutnya sendiri.Ketika rapat akhirnya selesai pukul sepuluh tiga puluh—tiga puluh menit lebih cepat dari jadwal karena Eryx jelas sudah bosan—Aeri merasa seperti baru menyelesaikan maraton.“Itu brutal,” kata Eryx sambil berjalan keluar dari ruang rapat, seolah itu hanya komentar santai. “Serius, kenapa mereka harus presentasi sampai membosankan begitu? Kenapa tidak langsung ke inti saja?”“Mereka berusaha menyampaikan secara menyeluruh, Tuan,” jawab Aeri kaku. “Itu bagian dari pekerjaan mereka.”“Ya, tapi ada perbedaan antara menyeluruh dan terlalu bertele-tele,” kata Eryx sambil masuk ke l

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status