Share

79

Author: Eselitaa
last update publish date: 2026-06-28 21:22:16

Malam kian melarut di distrik utara. Angin malam yang dingin berembus bebas, menyapu dinding-dinding beton kaku milik Akademi Pengawal Elit. Jam malam telah diberlakukan sejak satu jam yang lalu; seluruh koridor barak telah menggelap dan para pengawal muda telah terlelap dalam istirahat total mereka setelah seharian ditempa latihan fisik yang brutal.

Aeri berjalan dengan langkah seringan kapas di atas koridor sunyi lantai dua paviliun medis. Dia baru saja memastikan bahwa Eryx telah tertidur k
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   96

    Aeri mengepalkan tangannya yang terbalut saputangan sutra milik Eryx. Pertanyaan yang meluncur dari bibir pemuda itu terasa seperti bilah belati yang diputar di dalam lukanya. Di bawah siraman lampu lobi kediaman utama yang temaram dan rintik hujan yang kian menderas, Aeri dipaksa berdiri di persimpangan yang mematikan.Jika dia menjawab dengan nada bariton pengawal yang terlalu objektif, Eryx yang jenius dan paranoid pasti akan mencium gelagat kecurigaan. Namun, jika dia berbohong terlalu manis, hatinya sendiri yang akan menolak untuk bersuara.Aeri menarik napas dalam-dalam, menekan pita suaranya ke nada rendah "Gahensa" yang tegap dan tenang. Dia menoleh, menatap lurus ke dalam manik mata gelap Eryx yang sarat akan keputusasaan obsesif."Tugas saya bukan untuk memercayai rumor atau analisis detektif sipil, Tuan Muda," jawab Aeri, suaranya terdengar datar namun mantap di antara desau angin malam. "Tugas saya adalah memastikan Anda tetap hidup sampai pelantikan besok malam, dan menyi

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   95

    Limusin hitam itu melaju membelah malam yang kian pekat. Di dalam kabin, keheningan yang tercipta terasa jauh lebih mencekam daripada badai yang baru saja meledak di kantor kepolisian. Tiago dan Selena duduk di kursi baris depan yang menghadap ke belakang, sementara Eryx dan Aeri duduk berdampingan. Tidak ada yang bersuara. Hanya deru mesin mobil dan ketukan rintik hujan pada kaca jendela yang mengisi kekosongan atmosfer di antara mereka.Aeri menatap lurus ke depan, enggan menoleh ke arah Eryx yang berada tepat di sisi kanannya. Namun, dari sudut matanya, ia bisa melihat bagaimana pria itu menyandarkan kepala pada sandaran kursi, memejamkan mata dengan gurat kelelahan yang amat sangat. Darah segar kembali merembes tipis di kemeja putih Eryx—jahitan di perutnya pasti kembali merenggang akibat ketegangan tadi.Rasa sakit hati yang mendalam membakar dada Aeri. Ucapan detektif terbaik itu terus bergaung laksana lonceng kematian di telinganya. "Seseorang yang terlatih secara militer... te

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   94

    Ruangan itu seketika menjadi begitu sunyi, hingga suara detak jam dinding kuno di sudut kantor terdengar laksana dentang lonceng kematian. Pernyataan sang detektif terbaik di negara itu meruntuhkan sisa-sisa wibawa narasi yang dibangun oleh Tiago Leander. Wajah Tiago mengeras, rahangnya mengetat hingga urat-urat di lehernya menegang. Di sampingnya, Selena tampak mematung. Senyuman penuh kemenangan yang tadi sempat bertengger di bibir tipisnya kini lenyap, digantikan oleh tatapan sedingin es yang mengarah langsung pada sang detektif. "Kau... berani sekali melayangkan tuduhan tanpa bukti di hadapanku," desis Tiago, suaranya merendah namun sarat akan otoritas yang siap menghancurkan siapa saja. Detektif terbaik itu hanya terkekeh pendek. Dia meraba saku mantel lusuhnya, mengeluarkan sebuah gawai transparan kecil lalu menekannya. Sebuah hologram diagram tiga dimensi mengenai sudut kemiringan jatuhnya tubuh Felix malam itu terpampang di udara, membelah kegelapan ruang interogasi. "Jeja

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   93

    Ketegangan di dalam ruang interogasi mencapai titik didih. Eryx masih menatap detektif lokal itu dengan pandangan membunuh, sementara Aeri berdiri kaku di sampingnya, bersiap menghadapi skenario terburuk. Namun, sebelum perdebatan tentang penahanan itu berlanjut, suara langkah kaki yang berat dan teratur terdengar dari koridor luar, memecah keheningan malam di kantor kepolisian tersebut.BRAK!Pintu ruang interogasi terbuka lebar. Alih-alih Kaeragha yang datang memenuhi panggilan, yang datang malah Tiago Leander dan Selena. Kehadiran dua petinggi distrik itu seketika mengubah atmosfer ruangan menjadi sangat intimidatif. Di belakang mereka, belasan pengawal elit berbaju hitam langsung memblokir pintu, membuat para petugas kepolisian sipil di dalam ruangan mundur teratur karena ketakutan.Tiago melangkah maju dengan keangkuhan mutlak seorang kepala keluarga. Mata tuanya yang tajam langsung mengunci sosok sang detektif lokal. Tanpa basa-basi, Tiago meminta detektif itu untuk berhenti mem

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   92

    Ruang interogasi di kantor detektif lokal itu terasa pengap dan dingin. Cahaya lampu neon di langit-langit berkedip pelan, memantulkan bayangan buram pada kaca satu arah yang memisahkan mereka dari ruang pemantau. Eryx duduk dengan santai di kursi besi, melipat kedua tangannya di depan dada seolah dia sedang berada di ruang kerjanya sendiri, bukan di bawah tekanan interogasi kepolisian pusat. Di belakangnya, Aeri berdiri tegak sebagai pengawal, menyembunyikan badai emosi yang berkecamuk di dalam dadanya.Sang detektif aneh melemparkan berkas foto tempat kejadian perkara ke atas meja kayu. "Jadi, Tuan Muda Eryx, mari kita mulai dari malam itu. Felix jatuh dari balkon penthouse pribadi Anda. Apa yang Anda lakukan bersamanya malam itu?"Ketika diwawancarai soal Felix, Eryx tidak mengungkapkan kebenaran apa pun. Ekspresi wajahnya begitu datar, hampir menyerupai topeng porselen yang sempurna. Dia selalu menjawab tidak tahu. Setiap pertanyaan taktis yang dilayangkan oleh detektif itu diment

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   91

    Keputusan Tiago Leander setelah insiden penggeledahan penthouse sangat mutlak. Dinasti Leander tidak boleh terseret lebih dalam ke dalam pusaran hukum sipil, terutama tepat di ambang pelantikan akbar. Pihak kepolisian pusat dan detektif lokal yang menangani kasus Felix telah melayangkan surat panggilan resmi kepada Eryx Leander untuk dimintai keterangan sebagai saksi kunci sekaligus pemilik lokasi kejadian. Namun, Tiago bergerak lebih cepat. Di ruang keluarga utama, dengan wajah yang menggelap oleh amarah, Tiago memerintahkan Eryx untuk menolak panggilan tersebut secara sepihak. Tidak hanya itu, demi meredam gejolak publik dan menjauhkan putranya dari jangkauan kementerian, Tiago memerintahkan Eryx untuk segera pergi bersembunyi ke sebuah pulau pribadi terpencil di wilayah selatan sebelum fajar menyingsing. Eryx, yang menyadari bahwa posisi takhtanya sedang dipertaruhkan, tidak membantah. Dia pun bergegas melakukannya. Dengan dikawal oleh tim internal, Eryx bersiap menuju dermaga he

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   01

    Jasad Felix berbaring di ruang perawatan dengan pakaian formal yang terlalu rapi. Aeri Roseanne berdiri di ambang pintu, tidak bergerak, tidak menangis. Matanya—mata yang indah dengan irisan mata yang tajam—tetap terbuka mengamati wajah kakaknya yang sudah berubah menjadi sesuatu yang tidak lagi

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   53

    "Kak Gahensa, kenapa kamu buru-buru sekali? Aku masih hidup sekarang. Artinya adalah, aku masih bisa bertarung," bisik Eryx di depan wajah Aeri. Aeri menahan nafas dengan kedua mata terbelalak. Lagi-lagi dia gegabah. Namun jika tidak didorong, bagaimana dia akan segera mengetahui dibalik kematia

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   48

    Kaeragha tidak terkejut dengan serangan balik verbal dari Eryx. Pria paruh baya itu justru menaikkan sebelah alisnya, membiarkan senyum sinisnya melebar. Di bawah remang lampu ambulans dan kilatan lampu merah-biru dari mobil patroli, ketegangan di antara kedua pria dari silsilah Leander ini tera

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   46

    Di daratan utama, jeritan peluru di Gudang 44 akhirnya mereda. Pasukan elite akademi yang digerakkan oleh dana taktis Eryx, berkolaborasi dengan tim taktis Tiago Leander, berhasil membalikkan keadaan. Alih-alih melakukan pembantaian, perintah mutlak dari Eryx yang diteruskan secara rahasia membu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status