แชร์

325. Dalang di balik layar

ผู้เขียน: Rendi OP
last update วันที่เผยแพร่: 2023-09-09 09:03:23
Dalang di balik serangan ini ternyata adalah seorang mastermind cyber yang dikenal sebagai "The Puppeteer". The Puppeteer adalah seorang genius teknologi yang telah lama menjadi ancaman bagi banyak organisasi, termasuk Herupa. Dia terkenal karena kemampuannya untuk meretas sistem yang paling aman sekalipun dan mengendalikan orang-orang seperti pion di permainannya.

Motivasi The Puppeteer untuk melakukan serangan ini sebenarnya adalah untuk menguji Herupa dan mencari kelemahan dalam sistem keaman
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Pengendali Sistem Terkuat   1000. KIAMAT DI DIMENSI BATAS(Season 5 end)

    Gemuruh dari runtuhnya pilar-pilar batu kuno belum sepenuhnya reda saat atmosfer di dalam Dimensi Batas Kegelapan berubah menjadi medan pembantaian energi murni. Tempat yang tadinya merupakan aula takhta Kaelen kini telah kehilangan struktur fisiknya; lantai pualam hancur melenyap, menyisakan ruang hampa berujung lautan energi yang bergolak dahsyat. Kaelen—Penguasa Besar Ranah Atas—tertawa histeris di tengah amukan angin hitam. Mahkota duri keemasannya meletupkan pecahan kristal kegelapan, sementara jubah tenun bayangannya terkoyak memancarkan Aura Keabadian Kelam. "Hahaha! Luar biasa! Penggabungan roh sistem dan Esensi Tujuh Api Suci!" Kaelen merentangkan kedua tangannya. Dari balik punggungnya, delapan lengan bayangan raksasa mencuat keluar, masing-masing memegang senjata pusaka tingkat Dewa. "Kau pikir menyatu dengan roh itu cukup untuk menjatuhkanku, Martis?! Aku telah bertakhta di Ranah Atas selama sepuluh ribu tahun!" "Sepuluh ribu tahunmu..." suara Martis bergema, bergulu

  • Pengendali Sistem Terkuat   999. PELEBURAN SANG SISTEM

    "Maafkan aku, Martis..." bisik Ririn dengan nada suara yang teramat lembut. "Aku terlampau menikmati wujud manusia ini sampai-sampai aku lupa... bahwa aku bukanlah makhluk lemah yang bisa disandera oleh serangga-serangga ini." "Apa yang kau bicarakan?!" Kaelen menyipitkan matanya, merasakan ada gejolak gelombang data dan frekuensi asing yang mendadak meletup dari dalam tubuh Ririn. Martis yang berdiri kaku mendadak tertegun. Matanya membelalak saat menyadari apa yang akan dilakukan oleh Ririn. "Ririn, jangan—!" "Terima kasih telah membawaku melihat dunia ini dengan wujud seorang manusia, Martis," pangkas Ririn seraya tersenyum paling manis yang pernah ia ukir. "Tapi tempat terbaikku... adalah di dalam dirimu." Tring! Tring! Tring! Tring! Suara lonceng mekanis bergema nyaring secara beruntun di dalam ruang jiwa semua orang di aula tersebut. Seketika itu juga, wujud fisik Ririn mulai mengabur. Daging, darah, dan pakaian tempurnya meluruh, berubah menjadi jutaan partikel cah

  • Pengendali Sistem Terkuat   998. TARUHAN DUA JIWA

    "Martis!" jerit Ririn saat dua orang kepercayaan Kaelen—prajurit berzirah baja hitam dengan topeng tanpa wajah—muncul dari balik bayangan dan menancapkan belati beracun tepat di leher Ririn dan Estias. Segel sihir merah darah langsung menyala di kening Ririn dan Estias, mengunci aliran meridian dan wadah jiwa mereka sepenuhnya. Hanya dalam hitungan detik, dua kawan terbaik Martis telah sepenuhnya berada di bawah kendali cengkeraman mati pengawal Kaelen. Martis menghentikan langkahnya. Matanya menyipit tajam, pendaran emas di dalam pupilnya membara seketika. "Kaelen... kau menggunakan cara licik ini di hadapanku?" "Licik?" Kaelen bersandar santai di takhtanya, mengamati reaksi Martis dengan tatapan puas. "Dalam perang di tingkat tertinggi, tidak ada istilah licik, Martis. Yang ada hanyalah kemenangan. Belati di leher kawan-kawanmu dilapisi oleh Ekstrak Jiwa Hampa. Satu dorongan kecil saja dari pengawalku, maka jiwa mereka berdua akan hancur menjadi debu dan tidak akan pernah bisa

  • Pengendali Sistem Terkuat   997. LELEHAN EMAS KEMURKAAN

    Martis telah berada tepat di hadapan Draven. Ia tidak menggunakan senjata apa pun. Tangan kanan Martis yang diselimuti Api Suci Merah Keemasan menghantam langsung mata sabit hitam milik Draven. CRASHHH! Sabit Pemutus Jiwa yang legendaris itu—senjata yang baru saja merobek zirah batu Estias—hancur berkeping-keping menjadi ribuan serpihan logam tak berguna! "Senjataku?!" jerit Draven penuh horor. Belum sempat Draven melompat mundur, tangan kiri Martis melesat mencengkeram wajah Draven dengan cengkeraman besi yang membara. Api keemasan langsung membakar wajah dan helm zirah Draven, memicu jeritan histeris dari mulut sang panglima kegelapan. "AARRGGHHH! PANAS! AMPUNI AKU!" "Ampun?" Martis menatap Draven dengan mata emasnya yang dingin tanpa rasa kasihan sedikit pun. "Saat kau melukai Estias, kau sudah menyerahkan hakmu untuk bernapas di dunia ini." Martis menghantamkan tubuh Draven ke tanah dengan kekuatan yang sanggup meratakan gunung! BAMMM! BAMMM! BAMMM! Lantai pualam

  • Pengendali Sistem Terkuat   996. DARAH SANG PENJAGA

    Pintu kristal raksasa yang retak itu hancur berkeping-keping menjadi debu berkilauan saat Martis melangkah melewatinya. Di dalam Istana Astral, cahaya siang seketika lenyap, digantikan oleh kegelapan pekat yang membekukan darah. Bau amis kuno dan uap racun menyengat hidung, menempel pada pilar-pilar batu pualam yang menghitam akibat paparan energi gaib selama ribuan tahun. Di ujung aula raksasa yang membentang luas, berdiri sebuah altar batu hitam bercorak segel raksasa. Di atas altar itu, melayang sebuah pusaran energi berwarna merah darah yang berputar perlahan—Gerbang Batas Kegelapan. "Tempat ini... energinya terasa sangat menekan," bisik Ririn seraya merapatkan diri di samping Martis. Cahaya hijau zamrud dari energi penyembuhnya berpendar tipis di sekeliling tubuhnya untuk menghalau hawa beracun yang merayap. Estias melangkah maju, membentangkan dadanya yang tegap sambil mengayunkan tinjunya hingga udara berderum. "Jangan khawatir, Ririn. Selama aku ada di sini, tidak akan a

  • Pengendali Sistem Terkuat   995. SERBUAN KE ISTANA ASTRAL(2)

    Ririn menghela napas panjang, menatap Martis dengan tatapan pasrah. "Haruskah aku membawa Estias terbang menggunakan selendang energiku?" "Jangan!" potong Estias cepat dengan wajah agak pucat. "Selendang tipismu itu kalau menahan bebanku pasti langsung robek. Aku tidak mau mati konyol hanya karena jatuh dari langit!" Martis mendengus geli. "Tenang saja. Aku punya cara yang lebih cepat. Dan kau, Estias... kau akan menjadi peluru kita." sepuluh menit kemudian, mereka bertiga sudah berdiri di atap Kedai Bintang Perak. Martis memejamkan mata, memanggil esensi Api Suci Merah Keemasan dan Api Suci Biru Lautan. Kedua energi yang bertolak belakang itu mengalir ke telapak tangannya, membentuk sebuah piringan api raksasa menyerupai meriam peluncur gaib. "Tunggu, Martis! Jangan bilang kau mau..." Estias menatap piringan api di bawah kakinya dengan mata membelalak horor. "Pegang erat-erat, Estias," ujar Martis seraya merengkuh pinggang Ririn dengan tangan kirinya. "Ini akan sedikit berg

  • Pengendali Sistem Terkuat   409. Raja Mutan

    Seiring dengan berjalannya waktu, Dr. X semakin tampak lemah dan terdesak. Martis dengan kekuatan Elysium terus menyerang tanpa henti. Setiap serangan yang dilancarkan oleh Martis tampaknya berhasil membuat Dr. X semakin terpojok."Kali ini aku tidak akan memberimu kesempatan untuk memulihkan diri,"

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-25
  • Pengendali Sistem Terkuat   387. Efek serum

    Pria misterius itu menjelaskan, mencoba meredakan kekhawatiran yang ada. Martis dan Reka juga menambahkan, "Dia benar. Dia adalah teman kita dan dia berada di sisi kita. Kita tidak boleh membiarkan penampilan fisik mengecoh kita."Mereka semua kemudian kembali fokus pada pertempuran yang sedang berla

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-24
  • Pengendali Sistem Terkuat   342. Mencuri dua artefak

    Ketika Lena menerima informasi bahwa pasukan elite Asteria akan segera tiba untuk membantunya, dia mulai merasa gugup namun penuh semangat. Dia tahu bahwa ini adalah kesempatan terbaik mereka untuk memasuki ruang penyimpanan Elysium dan Batu Takdir, dan dia harus memastikan bahwa rencana mereka berj

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-23
  • Pengendali Sistem Terkuat   157. Bekerja sama

    Martis tadinya ingin kembali memastikan apakah harimau besar yang berhasil ia pukul tadi sudah mati atau belum. Namun ia mengurungkannya. Sebab Martis berpikir kalau saja harimau itu masih hidup, pasti akan kembali menyerang mereka berdua. Dan nyatanya harimau besar itu masih tetap terlihat dari kej

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-20
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status