Share

Leon terjebak

Author: Novita Ledo
last update Last Updated: 2025-12-27 20:18:30

Asap dari kafe Mateo membubung ke langit Jakarta yang jelaga, sebuah nisan hitam yang menandai pengkhianatan Margaretha. Namun, beberapa kilometer dari sana, di sebuah gedung apartemen setengah jadi yang pembangunannya terhenti sejak krisis moneter, udara tidak berbau bensin. Udara di sana berbau debu semen, hujan yang tertahan di awan, dan aroma maskulin Leon yang memabukkan—campuran tembakau mahal dan keringat dingin.

Elena berdiri di tepi lantai tiga puluh, tanpa dinding pelindung. Hanya ada kerangka beton dan besi-besi tua yang mencuat seperti tulang belulang raksasa. Di bawahnya, lampu kota terlihat seperti berlian yang tenggelam di lumpur.

"Kamu terlambat," bisik Elena tanpa menoleh. Ia tahu Leon ada di sana. Pria itu tidak pernah datang dengan suara; ia datang seperti bayangan yang merayap.

Leon muncul dari kegelapan pilar beton. Jasnya sudah ditanggalkan, menyisakan kemeja putih yang kancing atasnya terbuka, memperlihatkan tato burung gagak yang sayapnya membentang hingga ke l
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Langkah misterius

    Ketakutan itu, ketakutan yang langka dan asing bagi Leon, menyengat. Ia tidak pernah berpikir Elena akan benar-benar meninggalkannya. Dia miliknya. Selalu begitu. Tapi Romanov… Andrian Romanov memiliki cara untuk masuk ke dalam pikiran seseorang, menawarkan hal-hal yang paling didambakan.Leon mengeluarkan ponselnya, mengetik pesan singkat dengan jari-jari yang gemetar karena amarah yang ditahan: Awasi setiap gerakannya. Jangan lengah sedikit pun.Ia menatap pintu perpustakaan itu lagi. Sebuah pertarungan telah dimulai, dan kali ini, hadiahnya adalah Elena. Dan Leon Arisano tidak pernah kalah.Di balik pintu jati yang berat itu, keheningan perpustakaan terasa seperti sebuah entitas yang hidup. Aroma kertas tua, kulit pembungkus buku, dan wangi kayu cendana yang samar menyelimuti ruangan. Elena berdiri mematung di dekat rak buku-buku hukum klasik, namun fokusnya sama sekali bukan pada judul-judul emas di hadapannya.Langkah kaki Andrian Romanov terdengar pelan, namun setiap ketukannya

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Termakan Cemburu

    Angin laut masih berdenyut di pipi Elena, namun hawa dingin yang sebenarnya berasal dari pilihan yang baru saja disodorkan Romanov. Ia berdiri di dek, menatap siluet Leon yang terpantul samar di balik kaca. Pria itu adalah jaring pengaman, sekaligus sangkar emas. Andrian, di sisinya, adalah jurang yang memanggil.“Mungkin kita harus kembali ke dalam,” suara Andrian memecah keheningan. Nadanya tenang, namun ada urgensi yang tak terucap. “Aku punya sesuatu yang ingin kutunjukkan padamu.”Elena menoleh, matanya menelisik wajah Andrian Romanov. Tidak ada senyum licik, hanya tatapan yang begitu dalam hingga seolah melihat langsung ke jiwanya. Ia mengangguk.Mereka kembali melewati lorong yang sama, denting gelas dan tawa palsu kembali menyambut. Namun, Andrian tidak membawa Elena kembali ke aula utama. Ia memimpin ke sebuah koridor tersembunyi di buritan kapal, di mana suara musik dan keramaian meredup, digantikan oleh keheningan yang lebih pribadi. Sebuah pintu kayu gelap dengan ukiran ru

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Milan dan kisahnya

    Benar saja, Elena menjalankan permintaan Leon. Malam di Laut Adriatik terasa seperti lembaran beludru hitam yang disobek perlahan oleh cahaya lampu kapal. Velikiy Nocturne meluncur anggun, terlalu mewah untuk disebut sekadar kapal pesiar. Ia lebih pantas disebut istana terapung—dingin, sunyi, dan penuh rahasia yang tidak pernah mengapung ke permukaan. Elena berdiri di depan cermin kamar suite yang disediakan khusus untuknya. Gaun hitam itu menempel di tubuhnya dengan cara yang membuatnya merasa telanjang dan bersenjata sekaligus. Punggung terbuka, belahan rendah, sederhana namun berbahaya. Leon memilihkannya tanpa banyak komentar, hanya satu kalimat singkat yang masih terngiang di kepalanya. Romanov menyukai sesuatu yang tampak rapuh, tapi jelas tahu cara melukai. Elena menghela napas pelan. Tangannya dingin. Bukan karena udara laut, melainkan karena fakta bahwa pria yang akan ia temui malam ini sudah pernah menatapnya… dan mengingatnya. Kafe kecil di Milan itu kembali muncul

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Mendekati musuh dengan hati

    "A-ku pikir kamu...."Sosok itu mendekat dan itu adalah Leon.Dengan senyum tipis dan sedikit sinis ia kemudian berkata," Mati."Elena terdiam. Apalagi kegelapan di dalam apartemen itu terasa mencekik, lebih pekat daripada malam di pinggiran Milan. Elena tidak menurunkan senjatanya. Moncong pistol itu tetap lurus mengarah ke dada Leon, tepat di mana jantung pria itu seharusnya berdetak—jika ia memang masih memiliki satu.Leon tidak bergerak. Ia berdiri dengan bahu yang lebar, mengisi ruang kosong di antara jendela dan meja kayu dengan aura dominasi yang menyesakkan. Bau asap tembakau dan aroma hutan basah yang melekat pada mantelnya perlahan menguasai penciuman Elena, memicu memori-memori traumatis sekaligus adiktif dari masa lalu."Turunkan senjatamu, Elena. Kita berdua tahu kamu tidak akan menekannya," suara Leon sedingin es yang retak."Kamu sudah mati," bisik Elena, suaranya parau. "Aku melihat gudang itu meledak. Aku mendengar tembakannya. Kamu seharusnya menjadi abu!"Leon melan

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Apakah dia masih hidup?

    Leon tidak bergeming. Di tengah kekacauan, ia tetap berdiri tegak dengan aura predator yang tak goyah, meski darah merembes dari luka di pahanya. Ia menjatuhkan senapannya dengan dentang logam yang dingin di atas lantai beton."Kamu ingin kartunya? Ada padaku," suara Leon datar, tanpa emosi, seperti seorang algojo yang sedang membacakan vonis. "Ambil, dan biarkan dia pergi. Kamu hanya menginginkan data itu, Victor. Jangan biarkan obsesimu menghambat bisnismu."Victor tertawa terbahak-bahak, sebuah suara serak yang penuh kegilaan. "Ayah memang menginginkan datanya, Leon. Tapi Ayah jauh lebih ingin melihatmu hancur berkeping-keping. Kamu adalah kegagalan terbaik yang pernah Ayah ciptakan!"Saat Victor terdistraksi oleh euforia kemarahannya, Leon melakukan gerakan yang tidak terduga. Bukan serangan langsung, melainkan sebuah manuver taktis yang sudah ia siapkan sejak menginjakkan kaki di tempat terkutuk itu. Ia melempar sebuah granat—bukan ke arah Victor, melainkan ke arah tangki gas rak

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Apakah Elena selamat?

    Layar monitor itu berkedip-kedip, menampilkan deretan koordinat GPS yang bergerak mendekat. Leon menggeram. Ia tidak punya waktu untuk drama romansa yang menyesakkan ini. Adrenalin di tubuhnya mulai menurun, dan rasa sakit di pahanya berdenyut seperti dihantam palu godam."Victor tahu tempat ini," bisik Leon, lebih kepada dirinya sendiri. Ia menatap Elena yang masih tampak terguncang. "Dia tidak akan mengirim orang bayaran biasa. Dia membawa unit nya -Antrian.""Siapa mereka?" tanya Elena, suaranya bergetar saat ia melihat Leon mulai mengisi ulang peluru ke dalam senapan serbu HK416."Psikopat berbayar yang tidak akan berhenti sebelum kepala kita ada di atas meja makan ayahnya," sahut Leon dingin. Ia melemparkan sebuah rompi taktis ke arah Elena. "Pakai ini. Jangan tanya kenapa. Dan ambil pistol ini. Jika ada yang mendekat dan dia bukan aku, tembak kepalanya."Suara mesin kendaraan berat mulai terdengar dari kejauhan, membelah kesunyian hutan jati. Bukan hanya satu, tapi setidaknya e

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status