Home / Romansa / Pengganti Hati Sang Mafia / Puing dan Pengkhianatan yang Manis

Share

Puing dan Pengkhianatan yang Manis

Author: Novita Ledo
last update Last Updated: 2026-01-04 19:46:14

Suara dengung helikopter di atas kepala mereka terasa seperti ribuan lebah yang mengamuk, memekakkan telinga dan mengaburkan pandangan. Leon terkapar di lumpur, darah merembes dari paha dan hidungnya yang patah, sementara Elena berdiri di atasnya dengan napas memburu. Keheningan yang sempat tercipta setelah letusan pistol Leon kini pecah oleh tawa dingin dari pria di helikopter.

"Sangat dramatis!" teriak suara dari pengeras suara itu. "Tapi kesabaran saya ada batasnya. Habisi mereka!"

Laras senapan mesin dari pintu helikopter mulai berputar. Namun, tepat sebelum maut menghujani mereka, Leon—yang seharusnya sudah tak berdaya—melakukan gerakan yang mustahil bagi pria dengan luka tembak di paha. Dengan satu sentakan tangan kirinya, ia menarik kaki Elena hingga wanita itu jatuh tersungkur di atas tubuhnya.

"Diam atau kita berdua mati!" bisik Leon di telinga Elena. Suaranya bukan lagi suara pria yang sekarat. Itu adalah suara predator yang sedang menghitung langkah.

Tratatatatata!

Rentetan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Milan dan kisahnya

    Benar saja, Elena m njalankan permintaan Leon.Malam di Laut Adriatik terasa seperti lembaran beludru hitam yang disobek perlahan oleh cahaya lampu kapal. Velikiy Nocturne meluncur anggun, terlalu mewah untuk disebut sekadar kapal pesiar. Ia lebih pantas disebut istana terapung—dingin, sunyi, dan penuh rahasia yang tidak pernah mengapung ke permukaan.Elena berdiri di depan cermin kamar suite yang disediakan khusus untuknya. Gaun hitam itu menempel di tubuhnya dengan cara yang membuatnya merasa telanjang dan bersenjata sekaligus. Punggung terbuka, belahan rendah, sederhana namun berbahaya. Leon memilihkannya tanpa banyak komentar, hanya satu kalimat singkat yang masih terngiang di kepalanya.Romanov menyukai sesuatu yang tampak rapuh, tapi jelas tahu cara melukai.Elena menghela napas pelan. Tangannya dingin. Bukan karena udara laut, melainkan karena fakta bahwa pria yang akan ia temui malam ini sudah pernah menatapnya… dan mengingatnya.Kafe kecil di Milan itu kembali muncul di benak

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Mendekati musuh dengan hati

    "A-ku pikir kamu...."Sosok itu mendekat dan itu adalah Leon.Dengan senyum tipis dan sedikit sinis ia kemudian berkata," Mati."Elena terdiam. Apalagi kegelapan di dalam apartemen itu terasa mencekik, lebih pekat daripada malam di pinggiran Milan. Elena tidak menurunkan senjatanya. Moncong pistol itu tetap lurus mengarah ke dada Leon, tepat di mana jantung pria itu seharusnya berdetak—jika ia memang masih memiliki satu.Leon tidak bergerak. Ia berdiri dengan bahu yang lebar, mengisi ruang kosong di antara jendela dan meja kayu dengan aura dominasi yang menyesakkan. Bau asap tembakau dan aroma hutan basah yang melekat pada mantelnya perlahan menguasai penciuman Elena, memicu memori-memori traumatis sekaligus adiktif dari masa lalu."Turunkan senjatamu, Elena. Kita berdua tahu kamu tidak akan menekannya," suara Leon sedingin es yang retak."Kamu sudah mati," bisik Elena, suaranya parau. "Aku melihat gudang itu meledak. Aku mendengar tembakannya. Kamu seharusnya menjadi abu!"Leon melan

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Apakah dia masih hidup?

    Leon tidak bergeming. Di tengah kekacauan, ia tetap berdiri tegak dengan aura predator yang tak goyah, meski darah merembes dari luka di pahanya. Ia menjatuhkan senapannya dengan dentang logam yang dingin di atas lantai beton."Kamu ingin kartunya? Ada padaku," suara Leon datar, tanpa emosi, seperti seorang algojo yang sedang membacakan vonis. "Ambil, dan biarkan dia pergi. Kamu hanya menginginkan data itu, Victor. Jangan biarkan obsesimu menghambat bisnismu."Victor tertawa terbahak-bahak, sebuah suara serak yang penuh kegilaan. "Ayah memang menginginkan datanya, Leon. Tapi Ayah jauh lebih ingin melihatmu hancur berkeping-keping. Kamu adalah kegagalan terbaik yang pernah Ayah ciptakan!"Saat Victor terdistraksi oleh euforia kemarahannya, Leon melakukan gerakan yang tidak terduga. Bukan serangan langsung, melainkan sebuah manuver taktis yang sudah ia siapkan sejak menginjakkan kaki di tempat terkutuk itu. Ia melempar sebuah granat—bukan ke arah Victor, melainkan ke arah tangki gas rak

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Apakah Elena selamat?

    Layar monitor itu berkedip-kedip, menampilkan deretan koordinat GPS yang bergerak mendekat. Leon menggeram. Ia tidak punya waktu untuk drama romansa yang menyesakkan ini. Adrenalin di tubuhnya mulai menurun, dan rasa sakit di pahanya berdenyut seperti dihantam palu godam."Victor tahu tempat ini," bisik Leon, lebih kepada dirinya sendiri. Ia menatap Elena yang masih tampak terguncang. "Dia tidak akan mengirim orang bayaran biasa. Dia membawa unit nya -Antrian.""Siapa mereka?" tanya Elena, suaranya bergetar saat ia melihat Leon mulai mengisi ulang peluru ke dalam senapan serbu HK416."Psikopat berbayar yang tidak akan berhenti sebelum kepala kita ada di atas meja makan ayahnya," sahut Leon dingin. Ia melemparkan sebuah rompi taktis ke arah Elena. "Pakai ini. Jangan tanya kenapa. Dan ambil pistol ini. Jika ada yang mendekat dan dia bukan aku, tembak kepalanya."Suara mesin kendaraan berat mulai terdengar dari kejauhan, membelah kesunyian hutan jati. Bukan hanya satu, tapi setidaknya e

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Puing dan Pengkhianatan yang Manis

    Suara dengung helikopter di atas kepala mereka terasa seperti ribuan lebah yang mengamuk, memekakkan telinga dan mengaburkan pandangan. Leon terkapar di lumpur, darah merembes dari paha dan hidungnya yang patah, sementara Elena berdiri di atasnya dengan napas memburu. Keheningan yang sempat tercipta setelah letusan pistol Leon kini pecah oleh tawa dingin dari pria di helikopter."Sangat dramatis!" teriak suara dari pengeras suara itu. "Tapi kesabaran saya ada batasnya. Habisi mereka!"Laras senapan mesin dari pintu helikopter mulai berputar. Namun, tepat sebelum maut menghujani mereka, Leon—yang seharusnya sudah tak berdaya—melakukan gerakan yang mustahil bagi pria dengan luka tembak di paha. Dengan satu sentakan tangan kirinya, ia menarik kaki Elena hingga wanita itu jatuh tersungkur di atas tubuhnya."Diam atau kita berdua mati!" bisik Leon di telinga Elena. Suaranya bukan lagi suara pria yang sekarat. Itu adalah suara predator yang sedang menghitung langkah.Tratatatatata!Rentetan

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Kenapa Leon berkhianat?

    Rafe terjatuh dari lantai atas, bahunya tertembak, tapi ia masih terus menembak dengan pistol cadangannya. Rumah Padang itu mulai terbakar di bagian belakang. Api menjilat dinding-dinding kayu tua yang kering, menciptakan pemandangan yang megah sekaligus mengerikan di tengah sawah yang gelap.Leon menarik Elena menuju pintu belakang. Di luar, sawah-sawah membentang luas tanpa perlindungan. Mereka harus berlari di antara pematang dalam gelap sementara peluru-peluru terus mengejar dari belakang."Cepat!" Leon mendorong Elena agar berlari lebih dulu.Suara ledakan besar kembali terdengar dari arah rumah. Bangunan bersejarah itu kini menjadi bola api raksasa. Elena menoleh sekilas dan melihat Leon berdiri di belakangnya, membelakangi api, menembaki dua SUV yang mencoba mengejar mereka melalui jalan tanah."Leon, ayo!" Elena berteriak.Leon baru saja hendak berlari saat sebuah peluru sniper menghantam paha kanannya. Ia terjatuh di atas lumpur sawah yang dingin."Leon!" Elena berlari kembal

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status