مشاركة

Bab 65. Panggilan Intim. 

مؤلف: Ucing Ucay
last update تاريخ النشر: 2026-02-13 09:07:17

​"Panggil namaku. Arka," ucapnya tegas, namun ada nada lembut yang sangat posesif di sana. "Aku ingin mendengar suaramu menyebut namaku tanpa jarak. Aku ingin namaku menjadi kata terakhir yang kau sebut sebelum kau tidur, dan kata pertama yang kau ucapkan saat kau bangun. Tanpa embel-embel, tanpa protokol."

​Lia ragu sejenak. Menyebut nama pria paling ditakuti di Jakarta itu tanpa gelar terasa seperti melompat ke dalam jurang tanpa pengaman. Namun, di bawah tekanan tatapan Arka, ia tidak punya
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 186. Strategi Sang Ratu. 

    ​Semburat fajar yang menyapu langit Jakarta dengan warna jingga keunguan seolah menjadi saksi bisu atas transformasi total yang terjadi di dalam diri Lia. Di balkon lantai dua yang menghadap langsung ke arah taman luas mansion Dirgantara, Lia masih berdiri bersandar pada pagar besi tempa, membiarkan angin pagi yang dingin menerpa wajahnya. Ia tidak lagi tampak seperti gadis yang sedang dilanda kecemasan atau asisten yang menunggu perintah. Ada ketenangan yang mematikan dalam postur tubuhnya, sebuah aura otoritas yang tumbuh dari tumpukan data hitam yang baru saja ia bedah bersama Benyamin sepanjang malam. Arka, yang berdiri di sampingnya, terus memperhatikan profil wajah Lia dari samping. Ia bisa melihat bagaimana mata jernih itu kini berkilat dengan kecerdasan yang dingin dan kalkulatif, sebuah tatapan yang biasanya hanya ia lihat pada cermin saat ia sedang merencanakan kehancuran lawan bisnisnya.​Arka meraih jemari Lia, merasakan kulit halus itu sedikit dingin namun genggamannya sa

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 185. Penipuan Berkedok Investasi. 

    ​Cahaya fajar yang mulai merayap masuk melalui celah gorden ruang kerja pribadi mansion Arka tidak menyurutkan semangat Lia Sanjaya. Sebaliknya, setiap berkas digital yang terpampang di layar monitor justru semakin mengobarkan api di matanya. Setelah menemukan jejak hitam Elena di kasino-kasino Makau, Lia merasa masih ada potongan teka-teki yang hilang. Ia bertanya-tanya dalam hati, dari mana seorang wanita yang sedang bangkrut dan diburu penagih utang bisa mendapatkan dokumen sensitif mengenai akuisisi Global Tech yang terjadi bertahun-tahun lalu? Arka adalah pria yang sangat teliti dalam menghapus jejak, dan tidak mungkin dokumen itu tertinggal di tangan seorang mantan istri yang sudah lama diusir, kecuali ada pengkhianatan dari pihak ketiga.​Lia duduk tegak kembali, jemarinya yang lentik namun kokoh kembali menari di atas papan ketik, memerintahkan Benyamin untuk melacak riwayat firma hukum yang menangani perceraian Arka dan Elena. Ia mencurigai bahwa dokumen itu bukan diberikan o

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 184. Jejak Gelap di Makau. 

    ​Lampu gantung kristal di ruang kerja pribadi mansion Arka hanya berpendar redup, menyisakan pencahayaan yang terpusat pada dua layar monitor besar yang masih menyala di tengah kegelapan malam yang pekat. Jarum jam dinding telah melewati angka tiga pagi, saat di mana sebagian besar penghuni Jakarta terlelap dalam mimpi, namun bagi Lia, malam ini adalah awal dari sebuah operasi perburuan yang sesungguhnya. Ia tidak mengganti gaun malamnya sepenuhnya, hanya melapisi tubuhnya dengan cardigan wol lembut, sementara rambutnya diikat asal-asalan ke atas untuk memudahkan fokus. Di sampingnya, Benyamin duduk dengan punggung tegak, jari-jarinya menari di atas papan ketik dengan kecepatan yang stabil, membedah lapisan-lapisan keamanan perbankan internasional yang selama ini menyembunyikan identitas asli Elena.​Lia menatap layar dengan mata yang sedikit memerah namun penuh kewaspadaan. Guncangan emosi dari pertemuan di parkiran tadi tidak membuatnya luruh; sebaliknya, itu menjadi bahan bakar yan

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 183. Ancaman Terakhir Elena. 

    ​Udara malam di luar Hotel terasa kontras dengan kehangatan aula yang baru saja ditinggalkan Arka dan Lia. Angin malam berembus tajam, membawa aroma aspal basah dan sisa-sia hujan sore tadi. Arka melangkah dengan wibawa yang tak tergoyahkan, tangannya masih melingkar protektif di pinggang Lia, sementara beberapa petugas keamanan pribadi mereka memberikan jarak yang cukup namun tetap waspada di sekitar. Suasana sunyi di area parkir VIP itu mendadak pecah oleh suara langkah kaki yang terburu-buru dan deru napas yang memburu. Langkah kaki yang tidak beraturan, beradu dengan suara hak sepatu yang menghantam beton dengan kasar.​Lia merasakan otot lengan Arka mengeras seketika. Sebelum mereka sempat mencapai pintu mobil Rolls-Royce hitam yang sudah menunggu, sebuah bayangan merah keputihan muncul dari balik pilar beton besar. Elena berdiri di sana, menghalangi jalan mereka. Penampilannya kini jauh dari kata anggun. Rambut yang tadi tertata rapi kini sedikit berantakan karena angin dan keri

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 182. Penghinaan di Depan Publik. 

    ​Aula besar Hotel Grand Astoria yang semula riuh dengan gumaman rendah para pebisnis kelas kakap mendadak diselimuti keheningan yang menyesakkan ketika Arka melangkah menjauh dari meja bar, diikuti oleh Lia Sanjaya yang melingkarkan tangannya dengan posesif di lengan pria itu. Di sana, di tengah sorot lampu kristal yang membiaskan cahaya keemasan, Elena berdiri mematung dengan gaun putih nostalgianya yang kini tampak seperti anomali di tengah kemewahan modern. Ia menyadari bahwa tatapan ratusan pasang mata kini tertuju padanya, menanti drama apa yang akan meledak di antara sang mantan istri dan penguasa baru Dirgantara Group. Elena menarik napas panjang, mencoba membusungkan dadanya dan mempertahankan sisa-sisa keanggunan yang ia miliki, meski ia tahu hatinya sedang bergetar hebat menghadapi tatapan dingin Arka yang seolah-olah sedang menguliti jiwanya.​"Arka, tunggu," suara Elena memecah keheningan, terdengar sedikit melengking di tengah ruangan yang sunyi. Ia melangkah maju, membia

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 181. Rayuan Nostalgia yang Gagal. 

    ​Malam itu, aula utama Hotel Grand Astoria disulap menjadi samudra kemewahan yang menyilaukan mata. Cahaya dari lampu kristal raksasa yang menggantung di langit-langit memantul pada lantai marmer yang dipoles hingga mengilap, menciptakan ilusi bahwa setiap tamu yang hadir sedang melangkah di atas permukaan air yang tenang. Gala dinner tahunan Dirgantara Group bukan sekadar acara makan malam biasa; ini adalah panggung kekuasaan, sebuah medan pertempuran tak kasat mata di mana kesepakatan bernilai triliunan rupiah sering kali diputuskan di sela-sela denting gelas sampanye. Harum aroma bunga lili putih dan melati menyebar di udara, bercampur dengan aroma parfum mahal yang menyesakkan indra. Di tengah hiruk-pikuk para petinggi bisnis dan pejabat pemerintahan, Arka Dirgantara berdiri sebagai pusat gravitasi. Mengenakan tuksedo hitam yang dijahit sempurna mengikuti lekuk tubuhnya yang tegap, ia tampak seperti kaisar modern yang sedang mengawasi wilayah kekuasaannya dengan tatapan yang dingi

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 84. Peringatan Terakhir. 

    ​Suasana di luar gedung hotel tempat Charity Gala berlangsung terasa jauh lebih mencekam daripada gemerlap lampu kristal di dalam ballroom. Angin malam Jakarta yang lembap membawa aroma aspal basah dan polusi yang kontras dengan parfum mahal yang masih melekat pada tubuh para tamu. Di area parkir k

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 83. Intimidasi Sang Penguasa. 

    ​Arka melangkah maju selangkah lagi, masih dengan Lia yang didekap erat dan kasar di sisinya, memaksa Adrian untuk mundur secara naluriah untuk menghindari kontak fisik langsung. Arka merunduk sedikit, menatap langsung ke dalam pupil mata Adrian dengan intensitas yang sanggup membuat nyali pria pal

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 82. Klaim Instan. 

    ​Suara retakan gelas kristal di tangan Arka tadi seolah menjadi lonceng dimulainya kiamat kecil di dalam ballroom tersebut. Getaran dari pecahnya kaca itu seakan merambat melalui lantai marmer, menjalar ke kaki-kaki para tamu, dan berakhir dengan keheningan yang menyesakkan. Arka Dirgantara tidak s

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 81. Radar Sang Predator. 

    ​Di tengah keriuhan Grand Ballroom yang penuh dengan tawa artifisial dan denting porselen mahal, Arka Dirgantara tampak seperti pusat gravitasi yang sedang menahan ledakan bintang. Meskipun tubuhnya berdiri tegak di antara para menteri dan jajaran eksekutif papan atas, perhatiannya tidak pernah ben

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status