Accueil / Urban / Penguasa Yang Tak Terduga / 1. Sirosis hati stadium akhir

Share

Penguasa Yang Tak Terduga
Penguasa Yang Tak Terduga
Auteur: Yully Kawasa

1. Sirosis hati stadium akhir

Auteur: Yully Kawasa
last update Dernière mise à jour: 2025-11-27 11:04:23

“Aku ingin membatalkan pernikahan kita! Aku ingin putus!”

"Putus? Membatalkan pernikahan? Tapi kenapa?” tanya Lintang menatap sang kekasih.

“Kamu memang berasal dari keluarga kaya raya, tapi aku juga wanita normal. Aku tidak ingin menikah dengan pria yang nantinya hanya akan memberikan aku penderitaan. Aku mau menjadi istri yang dilayani, bukannya pengasuh yang selalu setia dua puluh empat jam untuk pria seperti dirimu! Kamu itu membutuhkan perawat, bukan istri!” ketus sang kekasih, Stela.

“Apa kamu yakin ingin mengakhiri hubungan kita?” tanya Lintang dengan suara berat.

“Untuk apa aku berada disamping pria yang sebentar lagi bahkan tidak bisa bangun sendiri? Jangankan untuk bangun, bahkan untuk makan saja kamu nanti akan membutuhkan bantuan! Aku bukan gadis bodoh yang dibutakan oleh yang namanya cinta!”

‘Apa Stela akan melakukan hal yang sama kalau tahu penyakitku yang sebenarnya? Atau apa yang dikatakan ayah dan ibu benar, Stela akan mempercepat pernikahan itu?’ gumam Lintang.

Ya! Selama ini Lintang menyembunyikan kondisi sebenarnya dari Stela. Stela hanya tahu, kalau Lintang menderita penyakit langka. Stela sama sekali tidak tahu, kalau dia menderita sirosis hati stadium akhir.

“Apa kau sudah menemukan lelaki penggantiku? Apakah dia pria yang baik?” tanya Lintang berusaha keras menahan rasa perih di hatinya.

“Kamu tidak perlu mengkhawatirkan diriku, khawatirkan saja dirimu sendiri! Dia pria yang baik, tampan, dan mapan. Satu hal yang pasti, dia berbeda denganmu, karena dia tidak akan menjadi beban untukku kelak. Hanya saja aku masih punya rasa kemanusiaan, aku ingin mengakhiri hubungan yang lama, sebelum memulai hubungan yang baru. Aku ke sini hanya ingin resmi putus darimu, juga membatalkan pernikahan kita. Orang tuaku juga sudah tahu!”

“Kalau itu membuatmu bahagia, aku ikhlas,” jawab Lintang menatap kekasihnya dengan perasaan hancur.

Walaupun ikhlas tapi Lintang sama sekali tak membayangkan kalau rasanya akan sesakit ini.

Dilahirkan dari pasangan suami istri yang hidupnya serba berkelebihan, membuat Lintang selalu mendapatkan apa yang diinginkannya dengan uang. Namun, matanya kini terbuka lebar. Tak semua bisa diselesaikan dengan uang. Terutama nyawa seseorang.

“Seandainya umurku tinggal menghitung hari, bersediakah kau menikah denganku?” tanya Lintang.

“Kalau memang umurmu tinggal menghitung hari, maka aku bersedia menikahimu sekarang juga, agar warisan mu akan menjadi milikku seutuhnya. Sayangnya, sebelum ke sini aku telah menemui dokter terlebih dahulu. Usiamu bisa bertahan sampai enam puluh tahun dan selama itu juga kau akan di kursi roda. Bukan hanya itu, kau juga memerlukan biaya pengobatan yang tidak sedikit!” ketus Stela kesal.

“Aku tidak berbohong, Stela. Usiaku tinggal menghitung hari, aku sekarat. Apakah kau mau menemaniku sampai ajal menjemputku?” mohon Lintang.

“Aku bukan wanita bodoh, Lintang. Aku ingin melangkah di altar penikahan, aku ingin diteguhkan selayaknya pernikahan pada umumnya. Aku ingin resepsi yang megah. Bukannya menikah sambil mendorong kursi roda!” ketus Stela benar-benar marah.

Lintang memukul kepalanya pelan. Astaga … ada apa denganku? Kenapa aku bersikap egois? Bukankah ini lah yang aku inginkan? Stela bisa melupakan aku dan memulai hidup baru tanpa adanya penyesalan. Melihatmu seperti ini, maka tak ada penyesalan lagi dalam hidupku.

“Stela.”

Stela memutar badannya menatap Lintang dan berbicara dengan ketus, “Seberapa keras kamu memohon untuk tetap di sisimu, sekeras itu juga aku akan pergi dari hidupmu! Setidaknya sadar diri itu perlu, Lintang. Kau sama sekali tak layak untukku!”

“Selamat memulai hidup baru, semoga kau selalu bahagia. Ini hadiah untukmu, terima kasih pernah menjadi bagian dari hari-hariku,” ujar Lintang menyodorkan kotak segi empat.

Melihat kotak perhiasan, Stela langsung saja berjalan dengan cepat dan membuka isinya.

“Kalung Berlian?” Stela terkejut sambil memperhatikannya dengan teliti. Kini dia yakin itu berlian asli dengan nilai fantastis.

Lintang tersenyum bahagia melihat mantan kekasihnya kegirangan. Berlian yang seharusnya menjadi hadiah pernikahan mereka, akhirnya diberikan begitu saja oleh Lintang sebagai kado perpisahan.

“Terima kasih,” ujar Stela dan langsung meninggalkan ruangan itu.

Lintang menatap kepergian mantan kekasihnya sampai menghilang dari padangan mata. Dia tahu Stela tidak akan percaya kalau usianya tinggal menghitung hari, karena sebelumnya dia sendiri yang meminta dokter untuk merahasiakan kondisi sesungguhnya dari Stela.

Stela bukanlah orang biasa, tapi dia adalah putri bungsu dari salah satu keluarga konglomerat di kota itu.

Selang beberapa menit setelah kepergian Stela. Orangtua Lintang datang menemuinya.

“Bagaimana kondisimu, Nak? Mana yang sakit?” tanya sang ibu menatap putranya. Walaupun hatinya sakit tapi dia berusaha keras untuk tegar.

Lintang tersenyum lirih. Haruskah aku jujur, sekarang hatiku terasa sakit? Benar-benar sakit. Rasanya seperti ada pisau tajam yang baru saja dihunuskan oleh orang yang aku cintai.

“Tetaplah semangat, Nak. Ayah tidak pernah berhenti mencari pendonor untukmu, jadi jangan menyerah. Anak buah ayah bahkan mencari sampai di rumah sakit kecil,” ujar sang ayah berusaha untuk kuat.

“Aku tidak ingin di operasi, Yah, Bu,” ujar Lintang putus asa.

“Tidak! Kau harus di operasi!” tegas sang ibu berusaha keras menahan air matanya agar tidak jatuh.

“Untuk apa, Bu? Bukankah sudah jelas hidupku tidak akan lama lagi. Aku ingin ayah dan ibu menemaniku, itu saja.”

Meskipun marah dengan keputusan Lintang, tapi mengingat kondisi sang anak, wanita paruh baya itu memegang telapak tangan Lintang dan berkata dengan lembut, “Apa semua ini karena Stela? Lupakan Stela, Nak. Bertahan hidup lah demi kami, orang tuamu.”

Sesungguhnya yang Lintang lakukan semua demi orang tuanya, bukan Stela. Dia hanya tidak ingin menjadi beban bagi ayah dan ibunya.

Berat badan ayah dan ibunya yang terus menurun karena kelelahan mencari donor, membuat tubuh mereka menjadi lemah dan terlihat lebih tua dari seusianya.

Namun, Lintang sadar tak mudah membuat ayah dan ibunya menyerah dengan kondisinya.

“Lintang ingin menikah dengan gadis cantik, asal usul yang jelas, terutama bukan dari kalangan kelas bawah. Minimal gadis itu memiliki pekerjaan, seorang manager sebuah Perusahaan besar juga tidak masalah,” kata Lintang tak masuk akal.

Pasangan suami istri itu terkejut mendengar permintaan yang tidak masuk akal dari anak tunggalnya. Bagi mereka menikahkan Lintang dengan gadis cantik bukanlah hal yang sulit, karena mereka mempunyai banyak uang untuk membayar orang.

Namun, jika persyaratannya seperti itu, jelas-jelas mustahil. Tidak mungkin ada wanita yang berasal dari kalangan kelas atas yang bersedia menikahi lelaki yang hidupnya tidak jelas. Mereka tidak akan pernah mau menyandang status janda.

Lintang tertawa pelan, “Bukankah ayah dan ibu tidak yakin bisa mendapatkan wanita seperti itu? Jadi lupakan saja, Yah, Bu. Ikhlaskan aku jika kelak pergi.”

Perkataan Lintang seperti pisau tajam yang menancap tepat mengenai jantung sang ibu, hingga mengeluarkan darah tak terlihat.

Kamu bertanya adakah yang bersedia mengorbankan nyawa untuk kelangsungan hidupmu? Ada. Kami orang tuamu, Lintang. Tapi apa yang bisa kami lakukan ketika hasil tes justru menyatakan kalau ayah dan ibu sama-sama tidak bisa menjadi pendonor untukmu?

“Kenapa diam? Bukankah ibu sendiri tidak bisa memberikan jawaban?” ujar Lintang memejamkan mata.

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Latest chapter

  • Penguasa Yang Tak Terduga   77. Sebuah pesan

    Lintang terdiam, dia bingung harus menjawab apa, karena dia sendiri bingung dengan identitas aslinya.Aurelia menarik krah kemeja Lintang.“Jawab aku! Siapa kamu sebenarnya? Kenapa kamu bisa memegang kartu hitam ekslusif, ha? Kenapa kamu bisa masuk ke Nusakambangan begitu mudahnya? Bahkan kamu disambut selayaknya orang besar!” suara Aurelia meninggi.“Maafkan aku, Aurel. Secara tidak langsung aku membawamu ke dalam bahaya,” kata Lintang hampir tidak terdengar.“Bukan jawaban itu yang ingin ku dengar! Aku mau kepastian, siapa kamu sebenarnya?” tegas Aurel.“Aku sendiri tidak tahu identitas asliku.”“Jangan bercanda, Brengsek! Aku bukan orang bodoh!” bentak Aurel kesal.“Itulah kenyataannya, aku sendiri tidak tahu siapa aku sebenarnya!” jawab Lintang lemas.Melihat kesungguhan di wajah sang suami, membuat Aurelia yakin kalau suaminya sedang berbicara serius.“Kamu terlibat ke dalam masalah serius, jadi sebagai istri tidak menutup kemungkinan aku juga akan ditemukan. Sebelum semuanya tah

  • Penguasa Yang Tak Terduga   76. Siapa kamu sebenarnya, Lintang?

    “Temanilah keponakanmu, dia pasti terkejut meyaksikan ini. Apalagi kejadian tadi tepat didepan matanya. Kalau dia seorang polwan, maka itu bukan hal baru baginya. Masalahnya dia hanya warga sipil biasa. Jadikan ini Pelajaran, lain kali jangan membawa warga sipil untuk menginap di dalam sini, tempat ini menyeramkan bagi mereka. Walaupun itu keluarga kita sendiri. Paham?”“Baik, Pak. Setelah keponakanku tenang, aku akan membawanya keluar dari sini.”“Pastikan dia merasa aman, baru antar dia pulang. Jangan biarkan dia trauma akan kejadian tadi.”“Bai, Pak,” jawab paman Aurelia tegas.Polisi yang memiliki jabatan lebih tinggi dari paman Auelia itu, langsung saja meninggalkan mereka dan menuju tahanan lainnya yang juga ketakutan.Polisi itu mengambil ponsel dan mengirim pesan.[Semua berjalan sesuai rencana, Bos. Selin Widyawati sudah tewas tertembak. Jadi masa lalu keluarga Lee juga akan terkubur bersamanya. Tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan.]***“Apa? Tidak, Aurel! Paman tidak aka

  • Penguasa Yang Tak Terduga   75. Tembak menembak

    “Sel pria semua sudah keluar, bagaimana dengan sel wanita?” teriak paman Aurel kepada rekan kerjanya.“Semua sudah,” terdengar suara teriakan balasan.Semua polisi langsung saja keluar dan menuju tempat terbuka, sedangkan bagian teknisi memeriksa apakah ada kerusakan Listrik di tempat lain, setelah dapur dinyatakan aman.Walau dalam keadaan darurat, tapi pihak kepolisian tidak mau kecolongan. Mereka tetap waspada. Mereka tidak ingin sampai terjadi kebakaran dan masih ada tahanan yang berada di dalam sel.“Gawat, ada satu tahanan yang tidak ada,” teriak salah satu polisi, panik.“Apa? Siapa?”“Selin Widyawati, wanita bisu.”Tanpa menunggu, paman Aurelia langsung saja berlari masuk ke dalam. Sang paman tidak dapat melarang keponakannya untuk ikut, dia tahu sekarang bukan waktunya berdebat. Itu karena dia tahu persis watak sang keponakan yang keras kepala.“Paman, apa dia meninggal?” tanya Aurel panik ketika melihat Selin tergeletak di lantai.Ya! Polisi memang telah membuka sel tahanan

  • Penguasa Yang Tak Terduga   74. Kekacauan di Nusakambangan

    Begitu kembali ke tempat semula Aurelia langsung mendekati sang paman. “Paman, aku tadi melihat wanita yang kerjaannya hanya diam saja. Namanya, Se-se-se …” bisik Aurelia seolah-olah sedang berpikir.“Selin Widyawati? Dia narapidana paling lama dan tidak pernah bicara. Kamu lihat, dia saja bertahan dengan kondisinya. Masa kamu kalah sama dia,” kata sang paman balas berbisik.“Belum tentu paman, aku kan tidak mengenalnya. Aku itu wanita normal dan ingin hidup seperti wanita pada umumnya. Hidup bersama orang yang aku cintai dan mempunyai anak, seperti keluarga pada umumnya. Sedangkan wanita itu? Mungkin dia tidak punya tujuan hidup. Siapa tahu dia justru suka di sini, karena mendapatkan makanan gratis, dari pada kesulitan mencari makan diluar, kan? Sedangkan aku tidak pernah merasa kesusahan, sedangkan wanita itu? Belum tentu apa yang aku rasakan dia bisa kuat. Dia saja diam begitu. Bisa jadi otaknya memang bermasalah,” bisik Aurelia.“Kamu bisa memeriksanya sendiri,” bisik sang paman.

  • Penguasa Yang Tak Terduga   73. Lintang berhasil masuk Nusakambangan

    Setelah tiba di tempat tujuan, Lintang langsung memakai kacamata hitam dan kumis tipis.Dengan langkah pasti Lintang keluar dari mobil dan melempar kunci mobil kepada anak buahnya.Helikopter membawa Lintang ke Nusakambangan dalam waktu singkat.Kepolisian yang berada di sana langsung menyambut kedatangan Lintang.Ya! Lintang meretas jaringan computer dan cctv penjara nusakambangan, kemudian mendaftarkan namanya sebagai salah satu tamu terpenting yang akan bertugas di sana dalam jangka waktu yang telah ditentukan.Kalau dalam komputer dan CCTV penjara Nusakambangan akan terlihat jelas wajah palsu Lintang, namun berbeda saat berada diluar. Diluar penjara Nusakambangan nama Lintang tidak akan ditemukan oleh pihak kepolisian manapun. Begitupun dengan CCTV, wajah Lintang tidak akan terlihat.“Selamat datang, Tuan,” sambut mereka dengan ramah.“Terima kasih. Terima kasih,” jawab Lintang dengan dialek luar. Sebagai tanda dia bukan orang Indonesia, tapi bisa berbahasa Indonesia dengan fasih.

  • Penguasa Yang Tak Terduga   72. Aurel berhasil ikut sang paman ke Nusakambangan

    “Apa Aurel bisa percaya pada perkataan paman? Bukankah selama ini paman tidak pernah berbohong sama Aurel?"“Baiklah, saya akan kirim lokasinya. Tapi ingat kalau sampai ayah dan ibu tahu, paman akan menemukan saya sebagai jenazah,” ancam Aurelia.“Paman janji.”“Awas kalau ingkar.”Tut … Tut … Tut …Dengan santai Aurelia mengirim lokasinya kepada sang paman.‘Lintang akan murka kalau tahu aku nekad melakukan ini, tapi aku sudah memilih jalan ini. Aku hanya akan meninggalkan petunjuk untuknya,’ guman Aurelia.Ya! Aurelia meninggalkan pesan kepada Lintang melalui surat yang hanya dapat dipahami oleh Lintang sendiri. Seperti orang yang mengalami gangguan mental, Aurel mengacak-acak rambutnya, wajahnya lesu dengan pancaran mata yang tidak biasa.Setelah hampir satu jam menunggu tiba-tiba terdengar teriakan panik. “Astaga, Aurel. Apa yang terjadi? Kenapa kamu jadi seperti ini? Kenapa penampilanmu menjadi kacau begini?”Aurelia menatap sang paman dengan pandangan kosong. “Kenapa semua keja

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status