Home / Urban / Penguasa Yang Tak Terduga / 32. Kita cerai saja

Share

32. Kita cerai saja

Author: Yully Kawasa
last update Last Updated: 2025-12-29 17:45:48

Dokter memeriksa kondisi Lintang dan berguman, ‘ Sepertinya Lintang sembuh lebih cepat dari dugaan. Kondisinya saat ini sebenanya memungkinkan dia untuk rawat jalan.’

Namun demikian dokter Vikram memilih menahannya di rumah sakit untuk memantau perkembangannya secara langsung.

“Kenapa kalian menatapku seperti itu? Apa yang terjadi?” kening Lintang penuh kerutan-kerutan.

“Tadi kamu …”

“Tadi kamu pingsang, jadi wajar kalau istrimu khawatir,” dokter Vikram langsung memotong pembicaraan Aurelia.

Mendapatkan gelengan kepala dari sang dokter, Aurelia memilih diam dan hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju.

Dokter Vikram langsung meninggalkan pasangan suami istri itu sendirian.

“Kenapa kamu ke sini? Bukankah kamu tidak mau melihatku?” tanya Lintang membelakangi Aurelia.

“Aku hanya tidak ingin di cap sebagai istri yang tidak bertanggung jawab. Istri yang meninggalkan suaminya disaat kritis. Lagipula aku tidak mau merusak nama baik keluarga Chan,” kata Aurelia kesal.

“Mau bagaimana
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Penguasa Yang Tak Terduga   57. Tantangan kerjasama Perusahaan NN

    “Setuju atau tidak, tapi untuk menentukan siapa yang asli diantara mereka berdua, tentu saja sulit. Berani melangkah sejauh ini, itu artinya semua juga telah diperhitungkan. Jadi saya rasa memilih salah satu dari mereka untuk menduduki posisi CEO sementara adalah langkah yang bagus. Tapi jabatan itu hanya sementara sampai benar-benar ditemukan siapa sebenarnya cucu asli Stiven lee!” kata seorang pria yang mengenakan jas hitam pekat.Ruangan yang semula berisik langsung sunyi mencekam, ketika pria itu berbicara.“Siapa lelaki itu, Bos?” bisik Lintang.“Dia adalah salah satu pengacara kepercayaan ayahku,” James balik berbisik.Pengacara kepercayaan kakek? Apa kakek menggunakan orang ketiga untuk menyelamatkan Kenangga Group dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab? Sepertinya lelaki paruh baya itu bukan pengacara biasa. Buktinya? Semua sangat hormat dan segan pada beliau. Apa mungkin kakek yang ku temui bukanlah pemilik Kenangga Group? Pertanyaan demi pertanyaan muncul dalam benak Li

  • Penguasa Yang Tak Terduga   57. Ketika ada dua yang mengaku cucu Stiven Lee.

    Takut yang bersangkutan berubah pikiran, James langsung saja membuat surat perjanjian hitam di atas putih dan meminta Lintang menandatanganinya.Sejenak Lintang membaca surat perjanjian itu dengan teliti.“Jadi selama saya memegang status sebagai cucu pengganti, maka saya bisa melakukan apapun?” tanya Lintang memastikan.“Tentu saja. Bukankah lucu kalau seorang cucu yang merupakan pewaris sah Kenangga Group tapi tidak bisa mengambil keputusan sendiri? Selama menjabat sebagai cucu pengganti kamu bisa bertindak seenaknya, tapi satu hal yang pasti dalam urusan memecat karyawan, harus persetujuanku. Paham?”“Bagaimana kalau sampai ketahuan? Bukankah mereka akan meminta test untuk membuktikan kalau aku asli atau bukan?” tanya Lintang penasaran.“Kau tenang saja, serahkan semuanya padaku. Aku akan memuluskan semua jalan untukmu. Oh Ya … ingat satu hal, kamu sama sekali tidak bisa memerintahku, tapi aku bisa memerintahmu. Paham?”“Paham, Tuan,” jawab Lintang dan langsung menandatangi surat p

  • Penguasa Yang Tak Terduga   55. Ketika rencana Lingga berhasil

    “Siapa kamu sampai berani berdebat dengan manager HR Kenangga Group?” tanya sang bos setelah menyuruh bawahannya keluar ruangan. Kini tinggal dirinya dan Lintang yang berada di sana.“Maaf, Tuan. Saya tadi terbawa emosi. Saya tidak terima ketika mereka meremehkan orang penyakitan sepertiku,” jawab Lintang menundukkan kepalanya.“Kenalkan saya James Lee, putra ke tiga almarhum Stiven Lee,” kata lelaki itu sambil mengulurkan tangannya.“Saya Lintang Wang,” Lintang menyambut uluran tangan pria itu dengan kikuk.“Kenapa sampai manager HR murka padamu?” tanya James menatap Lintang tanpa berkedip.Lintang menjelaskan secara singkat, padat, dan jelas tentang kejadian di ruangan interview.“Apa pengakuan kamu benar? Soal penyakit di masa lalumu, juga pengobatan rutin yang kamu jalani?” tanya James.“Iya.”“Di mana kamu melakukan transplantasi hati?”“Di rumah sakit Chu Yan.”James langsung meraih gagang telepon dan menelepon. Cukup lama mereka berbincang melalui telepon sampai akhirnya James

  • Penguasa Yang Tak Terduga   54. Interview

    ***Di Kenangga Group.Lintang berdiri diantara ratusan peserta yang akan ikut interview. Dari ratusan pelamar itu, hanya lima orang yang akan diterima, di sesuai bidang yang dibutuhkan.Satu persatu nama peserta dipanggil, satu persatu juga harus keluar dengan wajah lesu.Tanpa bertanya pun bisa ditebak kalau yang bersangkutan gagal seleksi.Lintang memasuki ruang interview ketika namanya dipanggil. Dia dapat bernafas lega, ketika melihat wanita yang menabraknya merupakan salah satu yang memimpin interview hari itu.Namun, dia tercengang ketika pertanyaan yang dilontarkan padanya justru bukan mengenai pekerjaan, tapi menjurus pada hal-hal pribadi.Seperti: Apakah dia anak kandung atau adopsi? Apa dia memilik penyakit turunan? dan masih banyak lagi.Meskipun demikian Lintang tetap menjawab, “Nama saya Lintang Wang. Saya bisa berada sampai sekarang, semua karena donor hati yang saya terima disaat-saat terakhirku. Saya juga merupakan anak yang dibuang karena kesalahpahaman. Tapi maaf, s

  • Penguasa Yang Tak Terduga   53. Kenangga Group?

    ***Sesuai rencana, Lintang akan ke Jakarta untuk melamar kerja di Kenangga Group. Meskipun tahu sangat sulit untuk masuk tanpa jalur koneksi, tapi dia memiliki cara agar bisa diterima kerja.Namun sebelum meninggalkan kota itu, dia ingin berpamitan secara baik-baik kepada keluarga Chan, terutama Aurelia.Namun.Lintang yang baru turun dari mobil terkejut, ketika Li Xiu tiba-tiba mencengkram krah kemejanya dan berteriak penuh amarah, “Di mana kamu sembunyikan anakku, Brengsek?”Belum selesai keterkejutan Lintang, tiba-tiba …PLAKKK!!!Auw …Lintang menjerit pelan ketika telapak tangan Longwei mendarat tepat di pipi kirinya.“Apa ini caramu membalas dendam pada kami, ha? Kenapa kamu mengatakan soal perjanjian kita?!” Longwei menatap Lintang penuh amarah.“Perjanjian?” Lintang semakin bingung.“Jangan pura-pura bodoh! Kenapa kamu melanggar janji? Kenapa Aurelia tahu soal surat perjanjian lima belas hari yang kamu tanda tangani?” teriak Li Xiu murka.“Pembelaan diri dalam bentuk apapun,

  • Penguasa Yang Tak Terduga   52. Lepaskan Brayen

    “Ayah, ibu, maafkan semua kesalahan Brayen. Maaf karena Brayen menggunakan cara yang salah untuk mendapatkan kasih sayang yang utuh dari kalian,” kata Brayen lemas.Melia yang terkejut memegang erat pergelangan tangan sang suami.“Lintang, maaf. Cemburu membuatku buta, bahkan nekat menjebakmu. Tapi kalau mau memenjarakan kamu, aku tidak sampai hati. Itulah kenapa aku meminta ayah dan ibu melepaskan kamu juga Andre. Dalam hal ini Andre sama sekali tidak bersalah, dia melakukan itu semua demi keselamatan anaknya. Jadi lepaskan dia, biarkan aku yang dipenjara,” kata Brayen menunduk dalam-dalam.Lintang menatap Brayen yang masih berlutut di lantai.Ternyata pengacara kakek tidak salah memilih orang. Brayen memang benar-benar sosok yang tepat untuk menjadi pewaris pengganti. Disaat terdesak seperti ini saja, dia mampu membalikkan keadaan. Hanya dalam hitungan detik, aku yakin Shan Yue dan Melia akan memeluknya dan justru menyalahkan diri sendiri.Dugaan Lintang tidak meleset.Shan Yue lang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status