Home / Urban / Penguasa Yang Tak Terduga / 86. Anggara Darma adalah Fandy Alfandy

Share

86. Anggara Darma adalah Fandy Alfandy

Author: Yully Kawasa
last update Last Updated: 2026-02-08 19:08:17

Laptop di atas meja langsung digunakan Selin untuk memutar isi flashdisk itu.

Semua yang berada dalam ruangan itu terkejut menyaksikan isi video itu. Di layar terpampang jelas bagaimana Stiven Lee bersama seorang wanita membakar sebuah rumah mewah yang di dalamnya berisi satu keluarga besar keluarga Ludwig.

Di sana juga terlihat dua orang wanita keluar dari kepulan asap tebal, salah satunya memegang pergelangan tangan seorang remaja berusia enam belas tahun.

Bak pahlawan kesiangan Stiven Lee l
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Penguasa Yang Tak Terduga   90. Bab Terakhir - TAMAT

    Pengacara sambung almarhumah ibu Diana Ludwig berdiri dan meraih microphone yang ada di atas meja."Selamat datang semuanya, tentunya Pak James Lee sudah memberitahukan kepada kalian tujuan diadakannya pertemuan ini. Jujur saja saya tidak tahu tentang hal ini, tapi ketika para pemegang saham secara bulat menyetujui penandatanganan berkas pengalihan saham kepada cucu kandung almarhum ibu Diana Ludwig harus melibatkan wartawan dan lainnya, maka saya menghormati keputusan bersama ini," kata sang pengacara yang kemudian mengeluarkan sejumlah berkas.Namun, ketika Lintang hendak menantangi berkas itu tiba-tiba terdengar suara tegas, "Tunggu!""A-a-ayah? Ka-ka-kamu masih hidup? Apakah aku sedang bermimpi?" tanya James pura-pura terkejut. Dia berdiri dari tempat duduknya, menatap haru sang ayah, airmata mengalir dari pelupuk mata pria munafik itu.Para pemegang saham terkejut, "Pak James masih hidup? Terus siapa yang dikuburkan waktu itu?""Saya hilang ingatan karena dia," tegas Stiven sambi

  • Penguasa Yang Tak Terduga   89. Rencana dibalik penandatanganan berkas

    "Kamu benar.""Sekarang waktunya kita memikirkan cara agar bisa mengendalikan pihak kepolisian seperti dulu," kata James."Untuk mengendalikan pihak kepolisian seperti dulu, hanya ada satu cara. Aku harus bisa menduduki posisi tertinggi di Kenangga Group yaitu CEO dan membuktikan si Brengsek itulah yang membuatku kecelakaan hingga lupa ingatan dan menjadikan James sebagai batu loncatan untuk menduduki posisi CEO Kenangga Group," kata Stiven Lee tersenyum.James langsung bertepuk tangan, "Waw ... ayah benar-benar hebat. Ibu pasti senang mendengar itu, dengan kejadian itu para pemegang saham akan berhati-hati dan meminta ayah untuk menunjuk aku sebagai penerus CEO Kenangga Group," kata James."Benar dibandingkan kakak dan adikmu, kamu satu-satunya yang memenuhi syarat untuk memegang perusahaan sebesar Kenangga Group. Ayah yakin para pemegang saham akan menentang keras keputusan ku untuk menyerahkan warisan kepada putra Chu Yan, karena itu hanya akan membuka peluang bagi penipu untuk men

  • Penguasa Yang Tak Terduga   88. Ketika Lintang bertindak

    "Bagus, mana buktinya?" tanya Lintang."Ambilkan buktinya, Fandy."Tidak butuh waktu lama kini Fandy telah kembali membawa berkas ditangannya. "Ini, Yah."Pria paruh baya itu langsung menyerahkan bukti itu ke tangan Lintang.Lintang membaca bukti-bukti itu dengan geram. Bukti itu lebih dari cukup untuk menjebloskan Stiven Lee dan istrinya ke penjara. "Benar-benar pasangan yang kejam!" geram Lintang."Ya, mereka kejam. Tapi semua orang berpengaruh di pihak kepolisian berada dalam kendali Stiven, jadi kami tidak bisa berbuat apa-apa. Karena kami juga masih menjalankan amanat almarhumah ibu Diana untuk menjaga Perusahaan NN dan memastikan semua warisan jatuh ke tangan yang tepat."Lintang hanya dapat menarik nafas panjang, kemudian mengambil ponsel dari saku jasnya dan menelepon."Halo, Pak Lintang," terdengar suara dari seberang."Apakah kamu telah menyelidikinya?" tanya Lintang."Sudah, Pak Lintang. Hampir semua polisi berada dalam kendali Stiven.""Apa kamu tahu yang harus dilakukan?

  • Penguasa Yang Tak Terduga   87. Kotak berisi bukti

    "Aku tahu tempat ini rahasia, jadi di mana aku bisa mengajak Fandy bertemu kalian?" tanya Widya."Di perusahaan yang baru Lintang beli. Bagaimana?" Aurelia memberi saran.Setelah mempertimbangkan dengan matang, akhirnya semua setuju mengadakan pertemuan di perusahaan milik Aurelia.***"Widya ada apa? Kenapa kamu mengajakku bertemu secara mendadak dan meminta ku menunda jadwalku? Bukan hanya itu saja, kamu bahkan meminta ayahku ikut serta begitu pun dengan pengacara sambung ibu Diana Ludwig?" tanya Anggara setelah tiba di perusahaan Aurelia."Apa terjadi sesuatu dengan Lintang? Apa James merencanakan sesuatu yang membahayakan nyawa penerus Kenangga Group?" tanya ayah Fandy, jelas sekali sinar matanya menunjukkan kekhawatiran."Ada yang ingin bertemu dengan bapak," kata Widya menunduk hormat kepada pria paruh baya yang berdiri disamping Fandy."Siapa?" Tiba-tiba Selin memasuki ruangan dan berkata tegas, "Saya."Pria paruh baya itu berbalik menatap asal suara, dia menatap wanita itu se

  • Penguasa Yang Tak Terduga   86. Anggara Darma adalah Fandy Alfandy

    Laptop di atas meja langsung digunakan Selin untuk memutar isi flashdisk itu.Semua yang berada dalam ruangan itu terkejut menyaksikan isi video itu. Di layar terpampang jelas bagaimana Stiven Lee bersama seorang wanita membakar sebuah rumah mewah yang di dalamnya berisi satu keluarga besar keluarga Ludwig.Di sana juga terlihat dua orang wanita keluar dari kepulan asap tebal, salah satunya memegang pergelangan tangan seorang remaja berusia enam belas tahun. Bak pahlawan kesiangan Stiven Lee langsung berlari dan mengambil alih tangan sang anak kemudian bertanya dengan panik, "Sayang di mana yang lainnya? Kau tidak apa-apa, kan, Nak? Aku baru pulang, tiba-tiba dari jauh aku melihat rumah kebakaran. Aku menambah kecepatan mobil ku. Aku baru saja mau berlari masuk ketika melihat kalian keluar."Wanita itu tidak menjawab, hanya airmata yang mengalir dari wajah cantiknya.Pemadam dan polisi datang hampir bersamaan, tapi terlambat. Semua telah menjadi abu, hanya tiga orang yang selamat."M

  • Penguasa Yang Tak Terduga   85. Widya adalah anak Selin

    "Aku akan tahu apa kamu berkata jujur atau tidak," kata Lintang dan meminta Aurelia untuk membawa Selin turun.Aurelia menuju lantai dua, menemui Selin Widyawati."Kenapa kamu kembali? Bukankah sudah ku katakan, aku sama sekali tidak kenal dengan Stiven Lee, apalagi keluarga Ludwig," kata Selin datar."Maaf, Bu. Saya hanya ingin membawamu menemui seseorang," kata Aurelia.Cukup lama Aurelia membujuk Selin, akhirnya wanita itu mengikuti Aurelia keluar kamar menuruni anak tangga menuju lantai satu.Begitu sampai di lantai satu Selin menatap wanita yang terikat di kursi dalam diam. Namun, detik berikutnya dia terkejut melihat kalung yang dikenakan gadis itu.Dengan cepat dia berlari mendekat dan menarik krah kemeja wanita itu, airmata mengalir dari wajah kusamnya ketika melihat tanda lahir berbentuk bulat di pundak gadis itu.Selin berlutut dan memohon kepada Lintang, "Saya mohon lepaskan anakku, aku akan menjawab semua yang ku tahu tentang Stiven Lee, juga keluarga Ludwing.""Apa? Anak?

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status