Share

Bab 4 

Penulis: AnindYa
Samuel, Monica, dan Maxwell pulang setelah makan malam di luar. Keisha tidak terbiasa makan sendirian. Jadi, dia mengajak Rita makan bersamanya.

Samuel menyadari perban di tangannya dan bertanya, "Tanganmu kenapa?"

"Digigit Maxwell tadi."

Keisha merasa hal seperti ini tidak perlu disembunyikan. Perilaku anak yang tidak dididik dengan baik merupakan kesalahan orang tuanya. Sebagai ayah kandung Maxwell, Samuel memiliki tanggung jawab untuk mendidik anaknya.

"Sam, Max biasanya nggak seperti ini," kata Monica. Kemudian, dia mendorong Maxwell ke depan dan berujar, "Cepat minta maaf pada Bibi Keisha."

Maxwell memeluk kaki Monica sambil berteriak, "Bibi Keisha membuang pistol airku, juga memukulku. Aku takut, makanya aku menggigitnya."

"Diam! Ini rumah Bibi Keisha. Kamu harus patuhi ucapan Bibi Keisha. Kalau nggak, hati-hati kamu diusir sama dia!"

Makna tersirat dalam ucapan Monica sudah sangat jelas. Setelah lima tahun tidak bertemu, Monica masih belum berubah sedikit pun.

Keisha diam-diam memutar matanya.

"Dia cuma seorang anak kecil. Jangan menakut-nakutinya."

Kemudian, Samuel menatap Keisha dengan tatapan memohon. "Keisha, gimanapun, Max itu anakku. Dia nakal karena mewarisi genku. Aku harap kamu bisa lebih sabar dalam menghadapinya."

Monica menimpali, "Keisha, aku gantikan Max minta maaf padamu. Maaf."

Siapa pun yang melihat ketiga orang ini pasti mengira bahwa mereka adalah keluarga, pikir Keisha.

Sebagai orang tua, Samuel dan Monica tidak berniat untuk mendisiplinkan anak mereka yang nakal. Berhubung begitu, Keisha juga tidak perlu menimbulkan masalah untuk dirinya sendiri. Namun, dia tidak akan mengakhiri masalah Maxwell yang menggigitnya dengan semudah itu.

"Nggak apa-apa. Suamiku akan beri aku ganti rugi." Keisha melepas perban dari tangannya dan menunjukkan lukanya kepada Samuel. "Nih, lihat sendiri."

Samuel mengerutkan kening dan wajahnya seketika menjadi muram. Dia mengira gigitan seorang anak berusia empat atau lima tahun tidak akan sakit. Namun, luka di tangan Keisha cukup parah dan bahkan berdarah.

Dua baris bekas gigitan berwarna gelap itu terlihat jelas di kulit Keisha yang putih. Semua orang yang melihat luka itu pasti bisa membayangkan rasa sakitnya.

"Kamu mau ganti rugi apa? Katakan saja."

"Sebuah rumah."

Ini adalah pertama kalinya Keisha berinisiatif meminta sesuatu kepada Samuel. Dia tidak memiliki rumah sendiri. Ketika dia masih kecil, kerabatnya sudah menipunya menjual vila yang diwariskan orang tuanya. Uang itu juga tidak pernah sampai ke tangannya.

"Oke. Kamu pilih saja sendiri."

Samuel setuju tanpa ragu. Keisha telah diperlakukan dengan tidak adil. Menghadiahkan rumah untuk menghiburnya adalah hal yang seharusnya dilakukannya.

Sedikit rasa kesal melintas di mata Monica, tetapi senyumnya tetap tidak berubah. "Sam baik banget ke Keisha."

Keisha terkekeh. "Gimanapun, kami berdua sama-sama dibesarkan Nenek, juga sudah menikah selama lima tahun. Kami itu orang yang paling dekat di dunia."

Ketika mengucapkan kata-kata itu, Keisha sendiri bahkan tidak yakin.

Orang tua Samuel dan Keisha meninggal dalam kecelakaan pesawat yang sama. Pada saat itu, dia berusia delapan tahun, sedangkan Samuel berusia 11 tahun. Berhubung mengalami hal yang sama dan bisa memahami perasaan satu sama lain, Samuel sangat memperhatikannya.

Meskipun tidak memiliki hubungan darah, Samuel adalah kakak yang sangat baik. Namun, sebagai suami, terutama setelah Monica dan Maxwell muncul, dia menjadi orang yang tidak dapat membedakan mana yang benar dan salah.

Keisha mengucapkan kata-kata itu hanya untuk memprovokasi Monica.

Senyum Monica pun memudar. Dia menatap Samuel dengan ekspresi kesal. Samuel tidak menyadarinya dan mengganti topik pembicaraan.

"Keisha, pergilah ke perusahaan besok pagi. Aku sudah mengatur semuanya."

"Aku sudah dapat pekerjaan."

Samuel tersenyum tipis. "Kamu nggak perlu berpura-pura tegar di depanku. Nggak dapat pekerjaan bukan hal yang memalukan. Lagian, ada aku yang mendukungmu. Bekerjalah selama yang kamu mau. Kalau sudah nggak mau kerja, kamu bisa kembali merawat bunga di rumah."

Hati Keisha terasa dingin. Dia menjawab dengan dingin juga, "Aku akan mulai kerja besok."

Ternyata Samuel begitu yakin Keisha tidak bisa mendapatkan pekerjaan. Menggelikan sekali. Jika bukan demi merawat Samuel selama lima tahun, dia pasti sudah memiliki karier yang sukses sekarang.

Monica bertanya, "Kamu kerja di mana? Mungkin Sam kenal seseorang di sana."

Keisha merasa agak ragu. Dia sebenarnya masih meragukan kebenaran hal ini. Kira Memoria adalah sebuah perusahaan internasional yang bergengsi dan ada begitu banyak orang yang ingin bekerja di sana. Sebelumnya, pewawancara sudah menolaknya, tetapi pihak perusahaan masih mengirimkan e-mail dirinya diterima bekerja.

Keisha sudah memeriksa e-mail pengirim itu dan memastikan itu memang adalah e-mail departemen SDM Kira Memoria. Meskipun perusahaan sebesar itu tidak mungkin melakukan kesalahan, ini tetap sangat aneh. Baik diterima atau tidak, dia harus menunggu sampai besok untuk mengetahuinya.

Jika Keisha langsung mengungkap nama perusahaannya sekarang, tetapi e-mail itu ternyata hanyalah kesalahan pengiriman, itu akan sangat memalukan. Dia tidak ingin dipermalukan di depan Samuel dan Monica.

Melihat keraguan Keisha, Samuel makin yakin bahwa gadis itu berbohong. Dia sudah meminta asistennya untuk menghubungi berbagai perusahaan. Dia memang tidak dapat memakai koneksinya di beberapa perusahaan besar, tetapi Keisha bahkan tidak memenuhi syarat untuk melamar di sana.

"Kamu bahkan nggak tahu nama perusahaannya? Jangan sampai ketipu. Besok, suruh saja Paman Wisnu untuk mengantarmu ke sana. Kalau perusahaan itu nggak meyakinkan, kamu bisa pulang dan mencariku kapan pun itu."

"Terima kasih atas tawarannya, tapi nggak usah." Keisha berdiri dan meninggalkan ruang tamu yang "sesak" itu. Setiap patah kata ditujukan untuk kebaikannya, tetapi setiap tindakan itu justru menyakitinya.

Lima tahun lalu, Keisha memilih Samuel dan mencampakkan pacar pertama yang begitu dicintainya. Mungkin ini adalah balasannya.

Sebelum tidur, Samuel membuka pintu kamar. "Max bersikeras minta aku tidur dengannya."

Keisha mengiakannya dengan santai dan diam-diam merasa lega. Jika Samuel yang sudah menghabiskan malam di kamar Monica tidur di sebelahnya lagi, itu akan membuatnya merasa tidak nyaman. Saat ini, dia hanya menaruh perhatian pada pekerjaan di Kira Memoria.

Sosok yang dilihat Keisha di lift VIP terus terbayang di benaknya. Dia mungkin terlalu merindukan orang itu hingga berhalusinasi. Setelah putus, orang itu sudah kembali ke Negara Aurevia. Dia tidak mungkin muncul di ibu kota.

"Selamat malam, Sayang."

Samuel mengelus kepala Keisha, sedangkan Keisha langsung meringkuk di dalam selimut seolah tersengat listrik. Samuel pun tertegun dan tatapannya langsung meredup. Dia pergi dengan ekspresi muram.

...

Keesokan harinya, untuk menghindari Samuel, Keisha memilih untuk keluar lebih awal. Dia sarapan di lantai bawah Grup Kira Memoria dan menunggu lebih dari satu jam sebelum karyawan Kira Memoria mulai berdatangan untuk bekerja. Dia pergi ke departemen SDM dan menjelaskan tujuan kedatangannya.

"Pewawancara kemarin jelas sudah menolakku. Kalian nggak salah kirim e-mail, 'kan?"

Wanita berwajah bulat yang menyambut Keisha menjawab sambil tersenyum, "Bu Keisha, kami nggak akan membuat kesalahan sekecil itu. Meski pewawancara menolakmu, pimpinan perusahaan kami yang secara pribadi memutuskan untuk merekrutmu setelah meninjau CV-mu."

Keisha diam-diam terkejut. Dia tidak tahu apa yang istimewa dalam CV-nya sehingga bisa membuat pimpinan Grup Kira Memoria yang berbakat itu mempekerjakannya hanya dengan membaca CV-nya. Karyawan dari departemen SDM juga tidak mengetahui alasannya. Dia hanya mengatakan bahwa itu pasti bukan kesalahan.

Keisha menerima kartu ID karyawannya, lalu pergi ke tempat kerjanya di lantai 96. Kantor dengan tata ruang terbuka itu sangat luas.

Seorang pria berjalan menghampiri Keisha dan berkata, "Halo, aku Owen, asisten pribadi presdir."

Mata Owen berbinar dengan takjub. Orang yang dipilih oleh bosnya dengan hanya sekali lihat memang tidak sederhana.

Keisha menjabat tangan Owen dengan percaya diri dan menyahut, "Halo, Pak Owen, aku Keisha. Mohon bantuannya kelak."

Di dalam kantor, masih ada dua karyawan pria dan satu karyawan wanita yang merupakan sekretaris presdir. Mereka juga menyapa Keisha secara bergiliran.

Setelah menyapa mereka, Keisha bertanya dengan suara rendah, "Pak Owen, aku melamar posisi teknisi, yang spesialisasinya di bidang kerangka robotik cerdas. Apa ada yang salah?"

Selama lima tahun terakhir, Keisha telah meneliti hal ini agar Samuel dapat bergerak bebas suatu hari nanti.

"Pak Evan, pimpinan perusahaan yang juga merangkap sebagai presdir kita itu sudah meninjau CV-mu. Dia merasa kamu lebih cocok mengisi posisi sekretaris. Itu kantor Pak Evan. Kalau bel di mejamu bunyi, itu berarti Pak Evan mencarimu."

Owen menunjuk ke ujung kantor sekretaris yang berkonsep terbuka. Di sana, terdapat sekitar lima atau enam anak tangga kayu yang berujung pada sebuah pintu kayu ganda. Desainnya sangat elegan dan mewah.

"Baik. Terima kasih, Pak Owen."

Berhubung sudah direkrut, Keisha akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Bisa diterima untuk bekerja saja sudah termasuk keberuntungannya. Dia memutuskan untuk terlebih dahulu memantapkan posisinya di Kira Memoria, lalu baru mencari kesempatan untuk mengajukan pemindahan jabatan.

Keisha mencari informasi tentang Evan Nugraha, pendiri Grup Kira Memoria, di internet. Evan adalah orang yang sangat low-profile. Dia hanya menemukan satu foto Evan yang sedang memberikan seminar di sebuah universitas.

Keisha merasa wajah Evan terlihat sedikit familier. Dia seperti pernah melihat Evan di suatu tempat sebelumnya, tetapi tidak dapat mengingatnya sekarang.

Keisha seharusnya salah ingat. Setelah menikah, dia hampir tidak memiliki kehidupan sosial dan hanya berinteraksi dengan Dinda. Selain itu, Samuel juga tidak pernah mengajaknya ke acara sosial. Bagaimana mungkin dia pernah bertemu dengan seorang tokoh berpengaruh seperti Evan?
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Pengumuman Cintaku Membuat Mantan Suamiku Tak Lagi Lumpuh   Bab 50 

    Pintu terkunci dan pagar pembatas di sisi pengemudi sepenuhnya menjebaknya. Suara Keisha bergetar karena takut. "Aku akan beri kamu uang. Berapa banyak uang yang kamu mau? Tolong lepaskan aku ...." Tidak ada respons. Sopir itu bersikap seperti patung hingga membuat orang merinding. Mobil melaju kencang menuju pinggiran kota dan makin jauh dari kota.Menyadari bahwa tidak ada gunanya dia memohon, Keisha memaksa dirinya untuk tenang. Dia dengan cepat mencari sesuatu yang bisa dipakainya di kursi belakang, tetapi tidak menemukan apa-apa. Setelah berpikir sejenak, dia melepas sepatu hak tingginya dan memukul tepi kaca jendela dengan sekuat tenaga menggunakan tumitnya yang keras.Melihat ini melalui kaca spion, sopir itu pun menggeram, "Berhenti!" Keisha seperti tidak mendengarnya dan lanjut memukul jendela dengan sekuat tenaga. Kekuatan yang telah dikembangkan untuk merawat Samuel melalui olahraga teratur selama lima tahun di rumah, kini sepenuhnya digunakan di sini.Sebuah retakan muncu

  • Pengumuman Cintaku Membuat Mantan Suamiku Tak Lagi Lumpuh   Bab 49

    Samuel mengerutkan kening sambil menatap Keisha yang diapit oleh Geoffrey di sebelah kiri dan Frans di sebelah kanan.Geoffrey buru-buru menjelaskan, "Pak Frans orang yang kuundang. Kami punya hubungan kerja sama." Geoffrey selalu merasa Samuel menaruh permusuhan terhadap Frans, sedangkan Frans sepertinya juga tidak menyukai Samuel. Dia tidak tahu kapan kedua orang ini mulai bermusuhan. Untuk saat ini, dia hanya bisa memastikan bahwa hal itu tidak akan menimbulkan keributan."Pak Samuel, duduklah di sini." Geoffrey memberikan tempat duduknya dan Samuel duduk tanpa sungkan.Keisha yang terjebak di antara Samuel dan Frans pun merasa sangat canggung. Jika tahu mereka akan datang, dia tidak akan datang.Monica duduk di sebelah Samuel sehingga Geoffrey mau tak mau menggeser satu tempat duduk lagi."Tadi, Keisha dan Pak Frans sepertinya lagi ngobrol dengan asyik. Kalian berdua seharusnya cukup dekat, 'kan?" Keisha pura-pura tidak mendengar. Monica telah melihat lukisannya, sedangkan Frans

  • Pengumuman Cintaku Membuat Mantan Suamiku Tak Lagi Lumpuh   Bab 48 

    Malam keakraban itu diadakan di auditorium panti asuhan anak-anak penyandang disabilitas. Keisha dan Geoffrey datang lebih awal untuk melihat apakah ada yang dapat mereka bantu.Di panti asuhan, anak-anak ini dirawat dengan baik. Mereka juga ceria dan lincah. Seorang gadis yang kedua kakinya diamputasi mengenakan kaki palsu. Dia terlihat sangat bersemangat. Saat Keisha sedang merias wajahnya, dia terus mengoceh tanpa henti."Kakak, aku akan menari tarian robot malam ini! Menari dengan kaki palsu. Keren 'kan?""Tahun lalu, aku masih nggak bisa jalan, tapi tahun ini aku bisa menari! Paman Geoffrey hebat banget! Dia macam pesulap!" Kaki palsu yang dikenakan gadis ini dibuat khusus untuknya oleh Geoffrey. Melihat senyumnya yang berseri-seri, Keisha merasakan sesuatu yang aneh. Inilah makna dari pekerjaannya.Sebelum ini, tujuan Keisha hanyalah membantu Samuel berjalan normal. Seperti sinar matahari setelah kegelapan yang panjang, dia menemukan tujuan yang lebih luas dan lebih membahagiaka

  • Pengumuman Cintaku Membuat Mantan Suamiku Tak Lagi Lumpuh   Bab 47

    Keisha tetap tidak terpengaruh. Dia tidak ingin punya anak dengan Samuel, juga tidak membutuhkan perhatiannya yang datang terlambat.Samuel menunduk dan berkata dengan nada pelan, "Ada enam lepuhan. Aku akan transfer 12 miliar kepadamu. Anggap saja itu kompensasi atas rasa sakitnya. Oke?" Keisha mengangkat tangannya yang terluka dan meliriknya dengan tenang. Lepuhan dan kemerahan di tangannya terlihat sangat mengerikan, sedangkan rasa sakitnya juga belum berkurang sedikit pun."12 miliar? Pak Samuel benar-benar murah hati." Suara Keisha tidak keras, tetapi mantap dan tegas. "Aku akan terima uang itu. Gimanapun, anak kalian yang melukaiku." Samuel terlihat seperti sedang memberi kompensasi kepada Keisha, tetapi sebenarnya sedang melindungi Monica dan Maxwell. Tangannya sudah terbakar, tetapi mereka bahkan tidak perlu meminta maaf karena ada orang yang akan menangani masalah ini untuk mereka.Jika 12 miliar bisa membuat Keisha bungkam, juga menyelamatkan Monica dan Maxwell dari penderi

  • Pengumuman Cintaku Membuat Mantan Suamiku Tak Lagi Lumpuh   Bab 46

    "Kamu pergi ke mana hari ini?" Mata Samuel melembut dan nadanya mengandung keakraban yang alami. Dia mendorong kursi rodanya ke arah Keisha dan memberi isyarat agar Keisha membawanya ke ruang makan."Aku pergi bantu Dinda. Dia baru buka toko di mal," jawab Keisha sambil mendorong kursi roda. Nadanya terdengar tenang.Keisha tidak sepenuhnya berbohong. Dia benar-benar menghadiri upacara pemotongan pita sebelum pergi bekerja."Bagus juga. Kamu suka binatang. Kelak, kamu boleh lebih sering ke sana untuk bersantai." Samuel tidak curiga. Dia juga sudah mendengar tentang pembukaan toko Dinda. Dinda adalah sahabat terbaik Keisha. Keisha pasti hadir.Keisha menggumamkan "emm" dengan pelan, lalu mendorong kursi roda Samuel ke depan meja. Samuel memang seperti ini, sangat percaya diri hingga terkesan arogan. Hanya karena sudah memberi perintah pada Keisha untuk mengundurkan diri, dia berasumsi Keisha akan dengan patuh meninggalkan Kira Memoria. Sementara Samuel dan Monica sibuk bekerja dan per

  • Pengumuman Cintaku Membuat Mantan Suamiku Tak Lagi Lumpuh   Bab 45 

    Ketika melihat kesedihan di mata Keisha, hati Samuel terasa seperti tertusuk panah."Satu tahun. Kalau kamu masih ingin pergi setelah satu tahun, aku akan biarkan kamu pergi. Selama setahun itu, kamu nggak boleh ungkit tentang perceraian lagi." Samuel tidak percaya Keisha bisa meninggalkannya. Dia hanya merasa bahwa kemunculan Monica dan Maxwell sudah membuat Keisha kehilangan akal sehatnya untuk sementara. Setelah menangani urusan Monica dan Maxwell, mereka bisa kembali seperti semula, saling bergantung dan saling memiliki."Oke. Sepakat, ya." Dibandingkan dengan puluhan tahun kehidupan, satu tahun bukanlah apa-apa. Keisha setuju tanpa ragu. Selama bisa membebaskan diri dari belenggu, dia rela menunggu.Samuel menatap wajah Keisha yang cantik. Meskipun sedang membahas tentang perceraian, raut wajahnya tetap lembut dan tenang seperti biasanya. Dia tidak bisa menahan diri dan mengulurkan tangan untuk menyentuh Keisha. Namun, Keisha sudah berpaling. Langkahnya ringan dan siluetnya perl

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status