Share

46. Kejutan 3.

Wajah mereka pias terlebih wajah Geya. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya wajah pucat pasi, tanpa sengaja tatapan mereka beradu. "Bagaimana bisa? Bukankah?" gumam Geya.

"Mama bicara sesuatu? Ada apa?" Federica memperhatikan wajah ibunya yang berusaha seketika.

"T– tidak, ada. Kenapa? Apa kamu memerhatikan mama? Apa kamu berfikir yang tidak-tidak tentang mama?" cecar Geya.

"Aku tidak bicara begitu, tapi kenapa mama bicara seperti itu? Atau Mama tengah memikirkan hal itu?" Federica menatap intens ibunya yang terlihat gugup. Bahkan saat kehadiran kakeknya wajah Geya pucat pasi, tidak seperti saat masuk wajahnya garang.

"Paman sejak awal aku menghargai persaudaraan antara anda dengan istri saya. Tetapi, sisi lain anda tahu sikap diam saya karena apa," Alaric menjeda ucapannya, tangannya yang terlihat ramping namun kokoh itu dengan lembut menarik pinggang Alice.

"Apa maksud kamu?" Edison, merasa jika kondisinya akan berbalik arah padanya.

"Perlu aku jelaskan d sini?"

"Jangan kuran
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status