แชร์

Bab 9

ผู้เขียน: Lysa
Aroma cairan disinfektan memenuhi ujung hidung Irene.

Perawat itu bergumam, "Syukurlah, akhirnya kamu sadar! Kenapa bisa sampai minum obat pemicu alergi? Dosisnya juga begitu besar, bahkan baru ketahuan setelah terlambat. Waktu dibawa ke sini, kamu sudah kritis! Kalau terlambat sedikit lagi, nyawamu mungkin tak tertolong!"

Kondisi Irene benar-benar lemah. Dia tersenyum pahit dan mengucapkan terima kasih. Tatapannya melewati bahu perawat dan tertuju pada Tristan yang baru saja masuk ke ruangan. Seketika, senyuman di wajahnya menghilang.

Tristan berhenti melangkah. Dia terdiam selama beberapa detik sebelum berkata dengan nada menyalahkan, "Kamu seharusnya langsung kasih tahu lewat telepon."

"Ini ulah Cheria." Irene menatap mata Tristan tanpa menghindar sedikit pun.

"Aku tahu." Di luar dugaan Irene, Tristan mengangguk. Namun kemudian, dia menambahkan penjelasan, "Tapi dia nggak sengaja."

"Dia lihat emosimu nggak stabil dan ingin buat kamu tenang. Niatnya baik, hanya saja dia salah ambil obat. Lagi pula, aku sudah hukum dia."

Irene tetap menatapnya. Dengan suara serak, dia bertanya, "Hukuman seperti apa?"

Alis Tristan berkerut. "Aku potong setengah hari gaji magangnya."

Irene sudah lama tahu bahwa Tristan akan membela Cheria. Namun, dia tidak pernah menyangka pria itu akan memihak Cheria sampai ke tingkat yang begitu menggelikan.

"Kamu rasa itu sudah cukup?" Irene tertawa sinis. Kulit yang terlihat di luar pakaian dipenuhi lepuhan bernanah kekuningan akibat alergi.

"Aku cuma menghindar dengan bergeser sedikit, tapi kamu maksa aku minta maaf ke dia. Sedangkan para pelayan mukuli aku atas perintah Cheria. Aku dikasih obat pemicu alergi dan hampir mati di ruang bawah tanah!"

"Dan semua itu hanya diselesaikan dengan hukuman potong gaji magang setengah hari? Tristan, coba jawab aku. Itu hukuman atau justru toleransi?!"

"Kamu yang salah duluan." Di mata Tristan hanya tersisa tatapan menilai tanpa emosi. "Cheria nggak bersalah. Kamu yang terus desak dia. Aku percaya pada Cheria. Dia begitu baik dan lembut. Mana mungkin dia sengaja celakai kamu?"

"Ini akibat dari perbuatanmu sendiri. Aku tetap akan mengatakan hal yang sama, minta maaf kepada Cheria."

Irene menolak. Karena itu, selama beberapa hari berikutnya, dia menjalani rawat inap seorang diri.

Saat dia melihat sosok Tristan lagi, itu justru melalui unggahan media sosial Cheria. Di foto itu terlihat kuku berwarna merah muda milik gadis itu sedang menggandeng lengan pria berbalut setelan jas hitam yang tegas dan elegan. Di bawahnya terdapat keterangan foto.

[ Kamu tahu aku sedih, jadi sengaja ambil cuti untuk temani aku jalan-jalan. ]

Mereka pergi melihat hamparan bunga yang luas, berjalan-jalan di bawah langit yang dipenuhi kembang api, menghadiri pesta di atas kapal pesiar, membuat harapan di bawah hujan meteor. Seperti sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta. Romantis, mewah, dan penuh kemesraan.

Saat perjalanan mereka hampir berakhir, Irene sedang berdiri di gerbang keberangkatan sambil menarik koper. Pengumuman bandara terdengar melalui pengeras suara.

Saat itu, dia menerima pesan dari Tristan.

[ Besok aku pulang. Kita bicara baik-baik. ]

Mungkin dia ingin mengalah dan berdamai. Atau mungkin mereka akan kembali bertengkar. Namun, Irene sudah tidak peduli lagi.

Dia mengirim sebuah email ke alamat kerja Tristan. Di dalam email itu terdapat seluruh hasil penyelidikannya selama beberapa hari terakhir. Tentang wajah asli Cheria yang buruk dan menjijikkan.

Setelah itu, dia mengeluarkan kartu SIM dari ponselnya, mematahkannya menjadi dua bagian, lalu membuangnya ke tempat sampah.

'Tristan, hubungan kita berakhir sampai di sini. Kita nggak akan pernah bertemu lagi.'

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Penyangkalan Menyakitkan yang Kudengar Dari Pacarku   Bab 21

    "Kamu pergi saja."Setelah waktu yang terasa sangat lama, Tristan menutup matanya dengan kuat dan berkata dengan suara tertahan kepada Irene, "Pergi sekarang juga."Irene tidak ragu sedikit pun. Dia segera bangkit dan merapikan pakaiannya, lalu berjalan menuju pintu. Atas perintah Tristan, pintu yang terkunci itu kembali dibuka. Sebelum Irene benar-benar menghilang dari pandangannya, pria itu akhirnya bertanya dengan suara lirih, "Benarkah ... kita sudah nggak punya kemungkinan lagi?"Suara seraknya yang terendam alkohol terdengar rendah dan berat, membuat dirinya tampak semakin kesepian dan menyedihkan.Irene tidak menjawab. Namun, Tristan sudah mendapatkan jawabannya. Entah itu tawa mengejek dirinya sendiri atau karena kesedihan yang telah mencapai puncaknya, dia tiba-tiba tertawa pelan.Lalu dia berteriak ke arah punggung Irene, "Irene, jangan lupakan aku ... dan jangan membenciku."Irene melangkah keluar dari hotel.Langit dipenuhi awan gelap yang pekat. Angin dingin bercampur kabu

  • Penyangkalan Menyakitkan yang Kudengar Dari Pacarku   Bab 20

    Malam pun segera tiba.Tempat yang telah disiapkan berada di dalam ruang VIP. Begitu melangkah masuk, Irene langsung terkejut melihat beberapa brankas yang terbuka di atas meja. Di dalamnya tersusun tumpukan demi tumpukan uang tunai.Jika dihitung secara kasar, jumlahnya memang mencapai 20 miliar. Namun, pemandangan itu sama sekali tidak membuat Irene senang. Sebaliknya, dia merasa semuanya sangat tidak normal. Langkahnya langsung terhenti dan secara naluriah dia berbalik hendak pergi.Akan tetapi, sudah terlambat.Pintu telah ditutup dari luar. Terdengar bunyi "klik" saat kunci diputar.Pupil mata Irene menyusut tajam. Dia segera berjalan cepat menuju pintu dan mencoba memutar gagangnya. Namun sekeras apa pun dia menekan, pintu itu tidak mau terbuka."Irene ...."Suara yang sangat familier milik Tristan terdengar dari belakangnya.Amarah Irene langsung berkobar. Dia sudah muak dengan sikap Tristan yang terus mengejarnya tanpa henti."Tristan, sebenarnya apa yang kamu inginkan?! Apa ka

  • Penyangkalan Menyakitkan yang Kudengar Dari Pacarku   Bab 19

    Dyson.Jika Tristan adalah tuan muda kalangan elite ibu kota yang membuat banyak orang iri, maka keberadaan Dyson adalah sosok bangsawan konglomerat yang sama sekali tak terjangkau.Sejak kecil dia tumbuh di luar negeri, tetapi di dalam negeri tidak pernah kekurangan cerita tentang dirinya. Atau lebih tepatnya, legenda tentang dirinya.Kecerdasan luar biasa hanyalah kelebihan paling sepele yang dimilikinya. Yang lebih mengerikan, dia sudah mendirikan perusahaannya sendiri pada usia 15 tahun dan hanya dalam waktu satu tahun berhasil menjadikannya perusahaan terkemuka di dalam maupun luar negeri.Saat ini dia masih berstatus mahasiswa, tetapi aset yang dimilikinya tak terhitung jumlahnya. Tidak diragukan lagi, dia adalah orang terkaya di dunia."Kamu pikir aku akan percaya?" balas Tristan langsung. Dia sama sekali tidak percaya Irene bisa memiliki hubungan dengan Dyson.Begitu membayangkan Irene menemukan seseorang yang seratus kali lebih unggul darinya, seseorang yang sama sekali tidak

  • Penyangkalan Menyakitkan yang Kudengar Dari Pacarku   Bab 18

    Album foto itu mendadak terasa dingin. Saat digenggam di telapak tangan, bahkan sudut-sudutnya terasa menusuk dan membuat sakit.Tristan menarik napas dalam-dalam, lalu melangkah maju beberapa langkah dan menarik Irene ke sisinya. Dia tahu tenaganya agak terlalu besar, tetapi itu sudah hasil dari usahanya menahan diri.Hanya Tuhan yang tahu, rasa cemburu dan keinginan untuk memiliki langsung membanjiri tubuhnya saat melihat ada pria lain muncul di samping Irene."Irene, aku punya hadiah untukmu," katanya dengan suara tertahan.Awalnya, Tristan mengira Irene pasti akan menanyakan ke mana dia pergi setelah dirinya menghilang tanpa sepatah kata selama dua hari. Namun dia sama sekali tidak menyangka, kalimat pertama yang diucapkan Irene saat melihatnya justru adalah, "Bukannya kamu sudah pergi? Kenapa masih di sini?"Begitu kata-kata itu diucapkan, Tristan hampir tidak mampu mempertahankan senyum di wajahnya. Otot-otot wajahnya menegang saat dia memaksakan tawa kaku."Istriku, mana mungkin

  • Penyangkalan Menyakitkan yang Kudengar Dari Pacarku   Bab 17

    Tristan bahkan tidak ingat bagaimana dirinya diusir oleh petugas keamanan. Sepertinya dia tidak merasa malu. Tidak juga merasa marah. Yang ada hanyalah ketidakpercayaan yang memenuhi seluruh hatinya.Irene tidak pernah mengatakan kata-kata perpisahan seperti itu kepadanya. Di hadapannya, Irene selalu lembut. Selalu penuh pengertian. Selalu memaafkan. Tristan-lah yang telah kehilangan dirinya.Namun, dia tidak rela menyerah begitu saja. Irene adalah orang yang ingin dia genggam tangannya hingga akhir hayat. Dia bersedia melakukan apa saja, asalkan Irene mau memaafkannya.Karena itu, Tristan menunggu sangat lama. Dia menunggu hingga matahari perlahan tenggelam. Barulah Irene keluar dari aula konferensi.Di sekelilingnya ada beberapa teman kuliah yang tersenyum cerah.Mereka memuji Irene dalam bahasa asing, mengatakan bahwa dia begitu luar biasa dan jumlah dana investasi yang berhasil diperoleh jauh melampaui perkiraan mereka.Namun, Irene hanya menggeleng dengan rendah hati. "Ini adalah

  • Penyangkalan Menyakitkan yang Kudengar Dari Pacarku   Bab 16

    Mungkin karena langit masih berbelaskasihan padanya. Pada akhirnya, Tristan benar-benar berhasil bertemu dengan Irene. Dia berdiri di area penonton yang remang-remang, sementara Irene berada di tengah panggung dan bersinar terang.Sorotan lampu jatuh ke tubuhnya, membalutnya dengan lingkaran cahaya yang memukau.Irene mengenakan setelan blazer dan rok pendek yang rapi serta elegan. Rambut yang disanggul semakin menonjolkan kesan tegas dan bersih, sementara beberapa helai rambut tipis di dekat dahinya membuatnya tampak lebih anggun.Setiap senyuman, setiap gerakan, dan setiap ekspresinya memancarkan kepercayaan diri.Dengan bahasa asing yang fasih dan penuh pesona, dia menjelaskan proyek startup miliknya dengan tenang dan sistematis.Irene benar-benar telah berubah ....Tristan berdiri terpaku di bawah panggung, menatapnya dengan penuh keterpesonaan.Tidak. Lebih tepatnya, Irene seolah kembali menjadi sosok yang pertama kali dia temui dahulu.Tristan masih ingat dengan jelas. Saat dia m

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status