Share

Bab 702

Author: Kael_99
"Selamat datang! Boleh saya tahu ada berapa orang, Pak? Apakah sudah melakukan reservasi?" Begitu Bradford masuk, pelayan yang sudah menunggu di sana segera menyambut dengan ramah.

"Aku bersama beberapa gadis yang tadi masuk lebih dulu," jawab Bradford sambil tersenyum.

"Baik, ruang privat 668 di lantai tiga. Silakan lewat sini, Pak!" Setelah mendengar itu, pelayan langsung menunjukkan jalan kepada Bradford. Pelayan di tangga kemudian mengantar Bradford sampai ke ruang privat milik Zafira dan ya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 898

    "Untuk pertanyaan ini, seharusnya Tuan sendiri sudah tahu jawabannya." Setelah melirik Bradford, lelaki tua berjubah abu-abu itu mengucapkan kalimat yang penuh makna."Paman Urso, di dalam mobil ini nggak ada orang luar. Kalau ada masalah, langsung saja katakan." Roberto jelas sudah terpikir akan sesuatu, nada bicaranya pun jauh lebih baik dibanding sebelumnya.Urso ini bisa dibilang adalah orang kepercayaan Roberto di Kota Kyora. Selama Roberto ditugaskan ke Provinsi Darmo, banyak urusan yang diurus oleh Urso untuknya.Mendengar ucapan Roberto, wajah Urso tampak sedikit terkejut. Awalnya dia mengira hubungan Roberto dan Bradford hanya sebatas teman biasa. Sekarang tampaknya tidak sesederhana yang dia bayangkan.Karena Roberto sudah berkata demikian, grandmaster itu pun tidak lagi menyembunyikan apa pun."Sejak Tuan pergi ke Provinsi Darmo, Tuan Renhad terus-menerus merebut kekuasaan. Orang-orang yang tadinya netral, sekarang hampir semuanya sudah berpihak padanya. Bawahan Tuan juga su

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 897

    Sebutan yang digunakan orang-orang kepada Roberto itu jelas merupakan panggilan khas untuknya di Kota Kyora.Di barisan paling depan pria-pria berbaju hitam itu, berdiri seorang lelaki tua berjubah abu-abu. Lelaki tua itu tampak hampir berusia 100 tahun, tetapi kondisi mental dan fisiknya masih sangat baik.Saat Bradford melihatnya, matanya sedikit berkilat. Hebat juga, rombongan penjemput dari keluarga Roberto ini ternyata membawa seorang grandmaster!Selain itu, di antara para pria berbaju hitam itu, setengahnya berada di tingkat master. Perlu diketahui, ini sudah bisa dianggap sebagai konfigurasi standar keluarga bangsawan kelas satu di Kota Kyora.Dari sini saja sudah terlihat, keuntungan yang diperoleh Keluarga Kasim karena kejadian di masa lalu benar-benar luar biasa!Saat menghadapi Roberto, lelaki tua berjubah abu-abu itu juga sedikit membungkuk. Di Kota Kyora, status jelas lebih penting daripada kekuatan.Tentu saja, jika seseorang memiliki kekuatan yang cukup untuk menekan se

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 896

    "Pak Bradford, maaf sudah membuatmu melihat hal yang memalukan!" Setelah Madan dan satu orang lainnya pergi, Roberto segera meminta maaf kepada Bradford."Nggak apa-apa." Sekarang Roberto sudah menjadi boneka Bradford, tentu saja Bradford tidak akan memedulikan gangguan kecil seperti itu.Tujuan utama perjalanan ini sudah tercapai, Bradford pun mulai mengatur langkah selanjutnya."Kapan kamu bisa kembali ke Kota Kyora?" Bradford lebih dulu menanyakan secara singkat kepada Roberto."Tugas yang dulu diberikan keluarga kepadaku adalah menyatukan berbagai kekuatan di Provinsi Darmo. Sebenarnya hal itu hampir selesai kulakukan.""Kali ini di pertemuan Kamar Dagang Tiga Provinsi, awalnya aku ingin melangkah lebih jauh, tapi .... Sebenarnya nggak terlalu berpengaruh juga. Sekarang aku bisa kembali kapan saja untuk melapor!" jelas Roberto dengan cepat.Setelah mendengarnya, Bradford mengangguk pelan. Dengan begitu, rencananya untuk pergi ke Kota Kyora bersama Roberto menjadi semakin mulus.Ten

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 895

    Saat ini, hanya ada satu pikiran di benak Madan, yaitu membalas penghinaan yang dulu dia terima, sepuluh kali, bahkan seratus kali lipat!Kakak perempuan Madan bernama Marina. Dia adalah tipe wanita yang selalu membela adiknya tanpa syarat. Begitu mendengar keluhan adiknya, wanita yang menjadi selingkuhan Roberto itu langsung meledak."Roberto, hari ini kamu harus buat orang ini berlutut dan minta maaf pada adikku! Kalau nggak, jangan harap kamu bisa menyentuhku lagi!" Wanita itu menunjuk Bradford yang duduk di kursi bos, sikapnya seperti wanita kasar yang galak.Melihat hal itu, Madan langsung menunjukkan ekspresi puas. Dia tahu betapa dimanjakannya kakaknya di sisi Roberto.Awalnya dia masih memikirkan bagaimana cara membalas Bradford, tapi tak disangka hari ini malah Bradford sendiri yang datang mencari masalah. Sayangnya, kakak beradik ini hanya sibuk menekan Bradford, tanpa menyadari bahwa wajah Roberto semakin gelap.Setelah menjadi boneka Bradford, Roberto memiliki rasa hormat d

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 894

    "Pak Bradford!"Setelah Roberto berubah menjadi boneka Bradford, dia langsung berdiri dengan hormat di samping.Setelah mencoba sebentar, Bradford mengangguk puas. Dari luar, Roberto terlihat sama seperti sebelumnya. Namun kenyataannya, cukup dengan satu pikiran dari Bradford, Roberto akan menuruti tanpa syarat.Dengan begitu, Roberto pasti akan sangat berguna untuk perjalanan ke ibu kota nanti.Setelah membiarkan Roberto berdiri di samping, Bradford duduk di kursi bos dan menelepon seseorang."Sayang, aku masuk ya!"Baru saja Bradford menutup telepon, tiba-tiba terdengar suara wanita dari luar ruangan. Detik berikutnya, pintu langsung dibuka."Sayang, akhirnya kamu datang!" Roberto tersenyum dan menyambutnya.Sebelum Bradford memberi perintah, Roberto masih sepenuhnya seperti biasanya. Bahkan dirinya sendiri tidak merasakan sedikit pun bahwa dia sedang dikendalikan.Bradford duduk di kursi dengan wajah tenang. Jelas, wanita yang tiba-tiba muncul ini adalah orang yang sebelumnya ditung

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 893

    "Siapa yang berani ikut campur urusanku, aku ... eh, Kak Jazier? Kak Jazier, kenapa Kakak sempat datang ke sini hari ini?" Satpam yang tadi masih galak, seketika berubah menjadi penuh sikap menjilat.Perubahan sikap itu tentu ada alasannya.Pria di depan mereka yang mengenakan pakaian rapi itu bernama Jazier, orang kepercayaan Roberto. Diberi nyali sebesar apa pun, satpam itu tidak akan berani menyinggungnya sedikit pun!Jazier tidak menggubris satpam itu, melainkan langsung berjalan ke depan Bradford. Di hadapan tatapan kosong satpam, tubuh Jazier langsung membungkuk hingga 90 derajat."Pak Bradford, mohon maaf atas kelancangan tadi!" Sambil membungkuk, Jazier juga langsung meminta maaf."Kamu kenal aku?" tanya Bradford dengan nada tertarik."Saya sempat melihat langsung kehebatan Pak Bradford di pertemuan Kamar Dagang Tiga Provinsi!"Saat berkata demikian, hati Jazier dipenuhi rasa waswas. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa sosok menakutkan seperti Bradford tiba-tiba muncul di sin

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 460

    Namun sekarang, kedua mata Kareem memerah, seluruh wajahnya terdistorsi parah. Dari tenggorokannya terus keluar suara aneh dan penampilannya yang garang itu bahkan membuat Hayba merasa agak asing.Karena sebelumnya terus-menerus menghantam pintu, ujung jari Kareem sudah berlumuran sedikit darah.Kar

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 469

    Pria paruh baya di sebelah kiri mengenakan kaus lengan pendek bergaya kasual, dipadukan dengan celana bahan biru. Sepatu kulit cokelat di kakinya berkilau di bawah sinar matahari.Pria berkaus pendek itu memiliki wajah kotak yang sangat khas. Rambut hitamnya disisir rapi ke belakang, dan dari ujung

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 468

    Saat ini, dari diri Sissy terpancar keyakinan yang sangat kuat. Banyak warga desa di sekitarnya ikut terpengaruh dan mulai bergerak gelisah.Rasyid menatap sorot mata Sissy yang penuh tekad dan tahu bahwa wanita itu tidak mungkin mundur. Karena itu, dia menekan amarah di dalam hatinya dan sengaja me

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 431

    "Sepuluh miliar ya ... jumlah itu sebenarnya nggak terlalu besar. Hanya saja, nama di sertifikat rumah harus ditulis atas nama mereka berdua."Yehuda terdiam sejenak sebelum mengajukan syaratnya.Angka 10 miliar jelas mampu dikeluarkan oleh Keluarga Benardi, tetapi Yehuda yang jago berhitung harus m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status