Home / Romansa / Penyesalan Tuan CEO [Mantan Kekasihku] / Bab 5. Tidak Mau Kenal Lagi

Share

Bab 5. Tidak Mau Kenal Lagi

last update Last Updated: 2025-11-06 21:45:15

Mata Daffa sedikit melebar, jantungnya berdebar kencang di tulang rusuknya saat ia melirik wanita cantik di hadapannya. Itu benar-benar dia... Keisha Elara Daphne. Gadis yang pergi dan membawa serta hatinya.

Rambut hitam legamnya yang halus tergerai, jatuh di bahunya seperti air terjun dan ia mengenakan setelan jas feminin biru tua, terlihat sangat profesional. Keisha terlihat sedikit berbeda dari penampilannya di masa lalu, tetapi itu memang dia. Cinta pertama Daffa dan satu-satunya wanita yang ia inginkan.

‘Keisha adalah wanita itu? Ternyata dia pengacara ternama yang dibicarakan semua orang?’ Daffa merenung dalam hati, berusaha pulih dari keterkejutannya.

Setelah enam tahun, ia tidak menyangka mereka akan bertemu seperti ini. Daffa membayangkan reuni yang lebih sentimental di mana ia akan menarik Keisha kembali ke dalam pelukannya dan memeluk Keisha erat.

“Semuanya, keluar. Saya ingin berbicara dengan Nona Keisha berdua saja!” Titah Daffa, suaranya serak karena emosi yang meluap-luap. Ia ingin bicara dengan Keisha. Ingin menanyakan banyak pertanyaan yang berkecamuk di benaknya.

Namun, senyum sopan di bibir Keisha memudar. Sorot matanya yang dingin terpancar dari matanya saat ia memelototi Daffa sambil berkata, “Saya rasa itu tidak perlu. Anda sudah terlambat dan saya ada rapat lain yang harus dihadiri. Jangan buang waktu orang lain hanya karena Anda kaya raya. Anda yang butuh kami, bukan sebaliknya. Jadi bertindaklah sewajarnya, Tuan Daffa Satya Wicaksana!!” Ujarnya dingin dan datar.

Daffa tercengang mendengar jawaban Keisha. Meskipun wajah Keisha sama sekali tidak menunjukkan emosi, tapi ja tak bisa menahan diri untuk bertanya-tanya bagaimana kata-kata sedingin itu bisa keluar dari mulut Keisha. ‘Dia... Dia tidak mengenaliku?’

Sebuah rasa sakit menusuk hati Daffa saat memikirkan hal itu.

Mustahil Keisha akan melupakannya. Selain menjadi lebih jantan dan dominan daripada sebelumnya, Daffa tidak banyak berubah. Mustahil Keisha tidak akan mengingatnya saat mereka tumbuh bersama... kecuali jika wanita itu kehilangan ingatannya.

Tatapan kosong di mata Keisha membuat Daffa merasa tidak nyaman.

Mengapa Keisha bersikap seolah-olah mereka baru pertama kali bertemu? Daffa merasa bingung dan jantungnya berdegup kencang, mengingatkannya pada rasa sakit yang terus-menerus ia rasakan selama enam tahun terakhir.

Sementara itu, Direktur firma hukum Zenith Advocates mengerjap cepat ke arah Keisha, mencoba memperingatkannya agar tidak bersikap kasar kepada klien terhormat mereka.

Ketika Keisha mengabaikan isyaratnya, Felix Brooks mengepalkan tangannya dan berdeham. Ia melirik Daffa dan berkata dengan hormat, “Maaf, Pak Daffa. Ibu Keisha bukan orang sini, jadi dia tidak tahu siapa Anda—”

Kata-kata Felix terpotong ketika Daffa Satya Wicaksana mengangkat tangannya. Mata birunya yang sebiru langit bertatapan dengan mata hijau hazel Keisha. Keduanya tak mengalihkan pandangan.

Daffa mengamati Keisha dan kerutan kecil muncul di dahinya. Keisha seolah-olah melemparkan tatapan kebencian padanya.

‘Kenapa Keisha memilih firma ini kalau dia sangat membenciku?!’ Gumam Daffa dalam hati.

Ketegangan di ruangan itu begitu tebal hingga bisa di potong dengan belati. Semua orang menahan napas, menunggu Daffa Satya Wicaksana menuntut pemecatan Pengacara menyebalkan ini.

Namun, Daffa tidak bereaksi terhadap kekasaran Keisha yang terlihat jelas. Jauh di lubuk hatinya, ia ingin berbicara dengan Keisha, menarik wanita itu ke dalam pelukannya. Tapi ia tidak punya pilihan. Ia hanya bisa mengikuti keinginan Keisha untuk saat ini.

“Mari kita mulai rapatnya!” Seru Daffa.

Meskipun semua orang bingung dengan reaksi tenang Daffa, mereka semua duduk mengelilingi meja dan memulai rapat.

Selama sisa rapat, Daffa tampak berkonsentrasi pada apa yang sedang dibicarakan, tetapi pikirannya tetap kacau.

Keisha kembali...

Sudah berapa lama? Enam tahun terasa seperti kemarin baginya karena ingatannya masih segar. Wanita yang selama ini dicarinya berada tepat di hadapannya, namun entah mengapa, Keisha terlihat tak ingin mengenalinya.

“Nona Keisha, ada yang ingin Anda sampaikan? Apakah Anda ingin kontrak Anda diubah? Pak Daffa bisa memberi sedikit lebih untuk layanan terbaik,” Ujar Felix, membuat Keisha sedikit mengernyit.

Keisha menggelengkan kepala dan menjawab dengan dingin, “Saya akan mendapatkan jumlah yang sesuai untuk pekerjaan saya. Mendapatkan lebih banyak berarti saya harus melakukan hal-hal ilegal yang bertentangan dengan hati nurani saya. Jika itu tipe direktur hukum yang Tuan Daffa inginkan, maka saya salah tempat. Saya tidak menerima suap!!”

Keheningan menyelimuti ruangan dan wajah Felix memerah. Ia menatap tajam karyawan barunya dan mendesisi melalui gigi yang terkatup, “Nona Keisha... Bisakah Anda bersikap—”

“Tidak apa-apa, Tuan Felix. Atasan saya juga tidak menerima suap dan jika Nona Keisha merasa tidak nyaman, kita bisa menghilangkan bonus tambahan itu. Kita hanya menambahkannya demi kenyamanan karyawan. Lagipula, pekerjaan ini melibatkan banyak hal,” sela Aaron Ramsey, asisten Daffa.

Sementara itu, Daffa memperhatikan Keisha dengan penuh minat. Ia memperhatikan betapa berbedanya Keisha dari enam tahun lalu.

Keisha lebih percaya diri dan profesional, dan berani mengungkapkan pendapatnya tanpa peduli apa yang dipikirkan orang lain. Daffa merasa versi baru Keisha ini sangat menarik. Keisha memang sudah cantik dan sempurna bertahun-tahun yang lalu, tetapi sekarang, jauh lebih baik. Keisha yang baru ini bisa menguasai ruangan dan membuat semua orang mendengarkan pandangannya, Daffa kagum dengan betapa suksesnya Keisha sekarang.

Yang memunculkan pertanyaan, di mana saja Keisha selama ini dan siapa yang membantunya?

Apa yang terjadi padanya hingga Keisha berubah menjadi pribadi yang benar-benar baru? Ada sesuatu yang hilang dari matanya—kilauan cemerlang yang dulu terpancar setiap kali tersenyum telah lenyap. Matanya dingin, hampir penuh perhitungan.

Keisha bisa merasakan tatapan mata Daffa. Tatapannya yang panas tak pernah lepas darinya selama satu jam terakhir pertemuan itu. Rasa jengkel menyelimutinya dan ia tak bisa lagi tetap tenang. Ia menatapnya tajam dan bertanya dengan nada ketus, “Apakah ada sesuatu di wajahku, Tuan Daffa? Apa yang Anda tatap?!”

Saat semua orang menahan napas melihat keberanian Keisha, Daffa tertawa kecil. ia tertawa tipis dan menjawab, “Saya hanya terkesan, Nona Keisha.” Jawabnya tenang.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Penyesalan Tuan CEO [Mantan Kekasihku]   Bab 99. Lakukan Cara Apapun!!

    Sementara itu, di Man City, seorang pria pulang kerumahnya, namun tiba-tiba seorang wanita paruh baya berteriak padanya, “Apa saja yang kamu lakukan selama ini, hah?! Kenapa Daffa masih hidup padahal seharusnya dia sudah mati?!!”“Aku sedang berusaha, Mam. Aku tidak menyangka dia akan selamat dari kecelakaan itu,” jawab pria itu sambil menarik dasinya dengan kesal.“Berapa lama lagi kamu akan berusaha? Apa kamu akan sadar ketika kamu kehilangan segalanya?!” tanya wanita paruh baya itu lagi.“Aku tidak akan kehilangan apa pun, Mam!! Yang membuatku marah adalah aku tidak tahu dia akan menikahi Keisha! Sepertinya dia ingin mengambil semua yang seharusnya menjadi milikku!!” desis pria itu dan mengepalkan tangannya dengan kuat.Pria ini tak lain adalah Skylar Howard, direktur pelaksana dan pewaris Howard Group saat ini. Wanita paruh baya yang ia ajak bicara adalah ibunya, Eliza Howard.Eliza menyipitkan matanya ke arah Skylar dengan curiga dan bertanya, “Jangan bilang kamu benar-benar jatu

  • Penyesalan Tuan CEO [Mantan Kekasihku]   Bab 98. Menikmati

    Keisha belum pernah ke Maladewa sebelumnya, tetapi itu adalah salah satu tempat impiannya untuk berlibur. Maladewa adalah sebuah kepulauan tropis yang terkenal dengan pantai pasir putih yang indah, air jernih, dan resor mewah, juga bisa melihat matahari terbenam yang memukau.Daffa meraih tangan Keisha dan menggenggamnya. Ia mengangguk dan menjawab dengan lembut, “Ya, dan kita akan membuat kenangan berharga di sini.”“Terima kasih sudah membawaku ke sini, sayang,” Ucap Keisha sambil menatap Daffa.Seorang sopir yang telah di pesan Daffa sebelumnya menjemput mereka dan membawa mereka ke resor. Salah satu staf kemudian mengantar mereka ke vila di atas air tempat mereka akan menginap selama seminggu.Vila itu berupa pondok di atas pantai dengan pemandangan laut jernih, dengan kolam renang pribadi, teras berjemur, dan bak mandi air panas luar ruangan. Vila itu menawarkan pemandangan laut, pegunungan.“Kami menawarkan layanan tur jika Anda ingin menjelajah sekarang,” tawar staf wanita itu

  • Penyesalan Tuan CEO [Mantan Kekasihku]   Bab 97. Honeymoon

    Sementara itu...Arif Wilson terus menghela napas sepanjang resepsi pernikahan Daffa dan Keisha.Ia dan istrinya, Margaret Wilson, duduk di meja yang sama dengan Henry Wicaksana, sahabatnya, dan Isabella Jane Wicaksana, sahabat istrinya.Melihat Daffa dan istri barunya, Arif merasa sedikit sedih.Kehidupan putri satu-satunya telah hancur karena ia jatuh cinta pada pria yang salah. Namun, pria itu dengan bahagia menikah dengan wanita yang dicintainya.Arif tidak membenci Daffa, tetapi ia merasa kasihan pada putrinya. Arif juga menyalahkan dirinya sendiri karena telah mendorong putrinya untuk mengejar Daffa Satya Wicaksana.Enam tahun yang lalu, sejak Keisha pergi meninggalkan Daffa, Arif berpikir itu adalah kesempatan bagus baginya dan sahabatnya untuk menjadi besanan. Tetapi siapa yang tahu bahwa cinta Daffa pada Keisha begitu kuat sehingga Daffa menolak putrinya tanpa ampun?Arif masih ingat raut wajah putrinya ketika ia menemukan Sophia di kamar hotel setelah tanpa sengaja tidur den

  • Penyesalan Tuan CEO [Mantan Kekasihku]   Bab 96. Suami Istri

    Setelah dansa pertama pengantin baru selesai, pembawa acara kembali mengumumkan bahwa dansa dibuka dan mengundang para tamu untuk bergabung dengan pasangan tersebut di lantai dansa.Quinn, yang sedang menjaga Mayra, tetap sendirian di meja ketika Mayra dipanggil untuk berdansa dengan Daffa dan Keisha.“Butuh pasangan untuk berdansa?”Suara seorang pria terdengar di telinga Quinn saat ia memperhatikan bagaimana semua orang berdansa di lantai dansa.Sambil menoleh ke arah suara itu, mata Quinn sedikit melebar ketika ia melihat salah satu sahabat Daffa, Satria Wira Yudha.Sambil menggelengkan kepalanya, Quinn menjawab, “Tidak, terima kasih. Saya lebih suka mengamati daripada berdansa. Saya lebih suka melihat orang bersenang-senang.”Satria mengangkat alisnya. Ia menarik kursi dan duduk di sebelah Quinn, “Aku bertanya-tanya mengapa kamu terlihat begitu familiar. Tapi kemudian aku mengirimkan beberapa foto pada ibuku karena ia sedang bepergian dan tidak bisa menghadiri pernikahan. Dan dial

  • Penyesalan Tuan CEO [Mantan Kekasihku]   Bab 95. Akhirnya Bersatu

    “Selamat datang di keluarga Wicaksana, Keisha sayang...” Ucap Isabella sambil memeluk menantunya.“Terima kasih, Tante Isabella—”“Aku bukan Tantemu, Keisha!! Kamu sudah jadi menantuku, jadi panggil aku Mama!!” Potong Isabella, kesal.“Terima kasih, Ma...” Keisha mengoreksi dirinya sendiri, pipinya memerah.Saat itu sudah malam dan waktunya resepsi pernikahan. Untuk akad tadi, Keisha mengenakan gaun putri duyung satin hijau zamrud yang sangat indah. Gaun itu memiliki satu bahu terbuka dengan bagian atas yang dihiasi batu permata hijau.Gaun itu memiliki ekor yang dapat dilepas di sisi kanan dan belahan setinggi paha di sisi kiri. Keisha telah mengubah gaya rambutnya dan membiarkan rambut hitamnya terurai di bahunya dengan sisi kiri disematkan ke belakang dengan jepit rambut berlian.Sementara Daffa mengenakan setelan jas hitam yang dibuat khusus dengan rambut ditata sedikit jambul. Ia terlihat sangat tampan dan setiap langkahnya yang megah memancarkan dominasi dan kekuasaan.“Mama pun

  • Penyesalan Tuan CEO [Mantan Kekasihku]   Bab 94. Kejutan Pernikahan

    Jantung Keisha berdebar kencang. Apa ia sedang bermimpi?Keisha mencoba mencubit pahanya, tapi ternyata rasanya sakit, itu artinya ia tidak sedang bermimpi.Perasaan gugup seketika melanda hatinya saat menyadari bahwa ia baru saja memasuki pernikahannya sendiri!Sekarang ia mengerti mengapa gaun pengantin yang di pakainya itu tampak familiar. Ini adalah gaun yang ia pilih ketika Daffa meminta pendapatnya.Keisha menatap ke sekeliling ballroom itu, semuanya, mulai dari aksesori yang dikenakannya hingga tema pernikahan, sama persis dengan yang ia pilih di majalah.Matanya berkaca-kaca ketika matanya bertemu pandang dengan mata Daffa. Daffa sudah menunggunya di panggung dengan jas putih dan celana putih, mata Daffa juga tak pernah lepas menatap dirinya.Lorong itu dihiasi dengan lengkungan bunga dan karpet berwarna merah yang terbentang untuknya, persis seperti yang ia bayangkan.Sebuah lagu yang begitu romantis mulai diputar dan Mayra meraih tangan Keisha. Ia menatap Ibunya, “Mommy, Dad

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status