Beranda / Romansa / Perempuan Kedua / Bab 20. Pulang

Share

Bab 20. Pulang

Penulis: Sulistiani
last update Tanggal publikasi: 2026-08-13 05:55:08

"Bagaimana cara dia menggoda mu, Mas?" tanya Yumna dengan rasa penasaran bercampur kesal.

Haikal memandang Yumna lalu berjalan mendekatinya, menggenggam lembut tangan Yumna sebelum menceritakan semuanya.

"Aku akan jujur, tapi sebelumnya kamu harus berjanji Kamu jangan terlalu memikirkan hal ini karena kamu baru saja melahirkan tidak boleh stress nanti berpengaruh pada asi yang akan kamu produksi."

Yumna mengangguk mendengar ucapan Haikal, meskipun ia tidak tahu seperti apa reaksinya nanti setel
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Perempuan Kedua   Bab 20. Pulang

    "Bagaimana cara dia menggoda mu, Mas?" tanya Yumna dengan rasa penasaran bercampur kesal.Haikal memandang Yumna lalu berjalan mendekatinya, menggenggam lembut tangan Yumna sebelum menceritakan semuanya."Aku akan jujur, tapi sebelumnya kamu harus berjanji Kamu jangan terlalu memikirkan hal ini karena kamu baru saja melahirkan tidak boleh stress nanti berpengaruh pada asi yang akan kamu produksi."Yumna mengangguk mendengar ucapan Haikal, meskipun ia tidak tahu seperti apa reaksinya nanti setelah mendengar cerita dari Haikal. Haikal menceritakan apa saja yang dilakukan Arini selama Yumna tidak ada, termasuk mengajaknya melakukan hal itu lagi selama Yumna tidak bisa melayaninya. "Benar juga kata Arini, setelah melahirkan aku tidak bisa melayani mu, Mas!""Itu bukan masalah, Sayang. Semua suami pasti mengalami hal itu ketika istrinya baru saja melahirkan, jadi aku akan bersabar seperti suami-suami lainnya yang sabar menunggu istrinya sampai siap melayani kembali," ucap Haikal menenangk

  • Perempuan Kedua   Bab 19. Masih Menggoda

    Haikal sedang duduk di depan meja makan, lelaki tampan itu hendak sarapan sebelum berangkat kerja. Akan tetapi, Arini melakukan sesuatu yang membuat Haikal terkejut."Maaf, Mas aku tidak sengaja!" ucap Arini yang menumpahkan kuah sup jagung tepat di kemeja Haikal.Wanita yang gemar memakai baju seksi itu lantas mencoba membersihkan kemeja Haikal dan mendekatkan wajahnya pada wajah Haikal."Kamu tampan sekali, Mas!" ucap Arini seraya membelai wajah tampan Haikal.Haikal langsung bangkit dari duduknya dan meninggalkan Arini di meja makan, tanpa berkata apapun lelaki tampan itu mengganti kemeja nya. Setelah selesai mengganti kemeja ia bergegas pergi ke kantor."Mas, aku minta maaf. Tadi itu benar-benar tidak sengaja!" ucap Arini saat melihat Haikal keluar dari kamar.Haikal tidak menjawab sedikitpun ucapan Arini ia terus berjalan hingga masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah yang cukup mewah tersebut. Bi Sarti yang merupakan asisten rumah tangga di rumah Yumna dan Haikal, mencebikk

  • Perempuan Kedua   Bab 18. Godaan Arini

    "Hallo, Mas kamu lagi di mana, kok telepon aku nggak diangkat-angkat dari tadi?" Yumna langsung memberondong Haikal dengan pertanyaan saat suaminya itu mengangkat panggilan telepon darinya."Aku ada di depan ruangan kamu, Sayang!" ucap Haikal seraya membuka pintu ruangan Yumna dan membuat Yumna terkejut.Wanita cantik yang baru saja melahirkan itu akhirnya mematikan sambungan telepon dan menyimpan telepon genggamnya di atas nakas."Mas, kok kamu balik lagi ke sini?" tanya Yumna yang masih terkejut.Jasmine yang tadinya sudah memejamkan mata di atas sofa akhirnya ikut membuka matanya dan terkejut melihat kehadiran sang anak."Iya, Sayang. Aku tidak bisa tidur tanpa kamu," ucap Haikal seraya berjalan mendekat ke arah Yumna.Wajah Yumna merona dan ia merasa lega karena suaminya kini ada di dekatnya, tentunya kesempatan Arini untuk menggoda suaminya pasti berkurang."Tahu kamu mau nginep di sini Mama nggak usah ke sini tadi.""Maaf Mah. Tadinya aku memang niat tidur di rumah, tapi kok mal

  • Perempuan Kedua   Bab 17. Mencoba Bersabar

    "Yumna, Mas minta sebentar lagi bertahan dan bersabar, kita hadapi masalah ini bersama jangan biarkan badai menghancurkan rumah tangga kita," Haikal mencoba untuk memohon kepada sang istri."Aku tidak tahu, apa aku akan sanggup untuk bersabar. Hatiku begitu rapuh, karena aku sangat mencintaimu, Aku begitu sakit melihat wanita lain terus mendekatimu dan mencari perhatian padamu," ucap Yumna jujur dari dalam hatinya.Haikal tersenyum, lelaki tampan itu berkali-kali mencium punggung tangan sang istri karena sangat senang mendengar jika istrinya sangat mencintai dia. Haikal melakukan hal yang selalu membuat Yumna semakin mencintai suaminya itu."Aku tidak akan terpengaruh dengan apapun yang dia lakukan, aku akan selalu setia kepadamu dan juga anak kita. Yumna, kita harus bersatu dan saling percaya untuk melewati ujian pernikahan kita ini," ucap Haikal masih mencoba meyakinkan sang istri.Cukup lama Yumna terdiam, menimbang-nimbang keputusan apa yang akan ia ambil. Hingga akhirnya dia mena

  • Perempuan Kedua   Bab 16. Kejujuran Haikal

    "Kamu tahu kalau aku adalah anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah, Mas. Aku haus akan kasih sayang dan perhatian seorang lelaki, ketika aku mendapatkan itu dari kamu membuatku sangat percaya dan bergantung sepenuhnya padamu. Namun, ternyata semua itu hanyalah angan semu. Kau hancurkan semua harapan dan anganku dengan segala kebohonganmu," ucap Yumna dengan air mata yang sudah menganak sungai di pipinya.Hati Haikal terasa teriris mendengar ucapan Yumna seperti itu. Ia menggelengkan kepala karena semua kasih sayang dan perasaannya kepada Yumna tidak lah semu."Sekarang aku akan mencoba tegar menghadapi semuanya demi anakku, aku tak ingin lagi bergantung pada orang yang tak pernah jujur padaku.""Maaf jika memang selama ini aku tidak jujur padamu, Sayang. Semua itu aku sembunyikan darimu karena aku mengkhawatirkan keadaanmu dan bayi kita," Haikal mencoba menjelaskan pada Yumna agar istrinya itu tidak terus berpikir untuk pergi meninggalkannya.Yumna diam saat sang suami menga

  • Perempuan Kedua   Bab 15. Henti Nafas

    "Apa yang terjadi pada bayi saya?" tanya Haikal terlihat sangat cemas."Bayi bapak sempat berhenti bernafas," ucap Dokter.Haikal terkejut mendengar hal itu dari mulut dokter, ia langsung bergegas melihat bayinya dalam inkubator."Anak saya meninggal dokter?" tanya Haikal semakin panik ketika melihat tubuh sang anak terlihat pucat.Haidar dan Jasmine yang ada di sana dan mendengar ucapan Haikal ikut terkejut. Namun, dokter segera menjelaskan apa yang terjadi agar keluarga bayi tersebut tidak salah faham pada tim medis."Tidak, bayi bapak tidak meninggal. Ia hanya berhenti bernafas beberapa detik hal tersebut di namakan apnea prematuritas.""Apa itu, Dok?" tanya Haikal karena tidak terlalu faham dengan istilah dalam dunia medis."Bayi lupa bernapas karena sistem syaraf mereka belum matang. Situasi ini disebut apnea pusat atau apnea prematuritas karena sering terjadi pada bayi yang lahir prematur. Bayi berusaha bernapas, tetapi saluran pernapasannya sulit dilalui, sehingga udara tidak

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status