공유

Perempuan Yang Terbuang
Perempuan Yang Terbuang
작가: Zhu Phi

01. Melarikan Diri

작가: Zhu Phi
last update 최신 업데이트: 2022-12-27 03:07:32

01.MELARIKAN DIRI   

Hujan turun dengan derasnya di kota London yang membuat lalu lintas menjadi lebih padat dari biasanya.

Bunyi petir yang menggelagar memecah keheningan di tengah malam pada salah satu sudut kota London yang cukup suram ini.

Petir yang turun menyambar-nyambar menambah kesuraman malam yang sudah menginjak ke pagi dini hari ini.

Namun hujan yang deras ini tidak menghentikan aktivitas warga kota London yang sebagian hidup di malam hari, mencari sesuap nasi.

Hujan yang deras tidak menyurutkan para pedagang terutama kedai makanan yang buka 24 jam hanya demi mencari pelanggan yang kelaparan di tengah malam buta ini.

Tap ... tap ... tap ...

Terdengar suara langkah kaki berjalan di tengah derasnya hujan yang tenagh mengguyur kota ini.

Langkah kaki yang terdengar tergesa-gesa di tengah hujan yang sangat deras ini. Genangan air mulai tampak di jalan yang semula berdebu yang makin lama makin menggenagi jalan.

Hari sudah menjelang tengah malam, tapi jalanan di kota London masih tampak ramai saja, seakan tidak pernah tidur dan tidak terpengaruh sama sekali oleh larutnya malam.

Tap ... tap ... tap ...

Suara langkah kaki yang bercampur kecipak genangan air masih terdengar jelas. Makin lama terdengar makin cepat dan kencang bunyi langkah kaki ini, seakan pemilik kaki yang melangkah ini memang sangat tergesa-gesa menuju tempat tujuannya dan tidak ingin diketahui keberadaannya oleh siapapun.

Bunyi langkah yang dipercepat tapi bukan sedang berlari, menunjukkan kalau si pemilik langkah memang sangat terburu-buru menuju ke tempat tujuan.

Tapi, siapakah yang sudah pagi dini hari berjalan kaki di tengah jalanan kota yang tengah dilanda hujan angin yang cukup deras?

Tampak di kejauhan di tengah derasnya hujan, seorang wanita muda yang berpakaian seadanya membawa payung sambil mengendong anak dalam balutan kain, sementara tangan satunya lagi memegang anak gadis yang baru berumur lima tahun.

Sungguh aneh melihat pemandangan ini di pagi dini hari.

Wanita inilah yang menimbulkan langkah yang memercik di genangan air jalanan kota London ini. Wanita ini seakan tidak peduli dengan kotornya genangan air ini yang membasahi kedua kakinya.

Kakinya terus melangkah tanpa henti, walaupun kelihatan keletihan yang sangat jelas pada wajah wanita ini yang pucat pasi.

Mungkin hanya tekad yang kuat, karena tanggung jawabnya terhadap kedua anaknya yang membuat wanita ini masih kuat berjalan di tengah hujan deras dan cuaca dingin yang menusuk tulang ini.

Bahkan pakaiannya mulai basah karena hujan deras disertai angin kencang meniup air hujan yang berjatuhan dari langit ke arah dirinya dan kedua anaknya ini.

Wanita ini tampak sangat cemas dengan keadaan dirinya dan anak-anaknya. Raut wajah yang ketakutan juga makin terlihat nyata di wajahnya yang pucat pasi dan seperti sedang di bawah tekanan yang besar yang tidak sanggup ditanggungnya ini.

Tapi yang pasti, wanita muda ini tampak sangat ketakutan dan bergegas hendak bersembunyi dari derasnya hujan yang masih belum berhenti ini.

Anak gadisnya yang berumur 5 tahun tampak tegar di tengah kebingungan ibunya yang sedang mencari tempat berteduh untuk mereka.

Anak gadis ini tidak menangis sama sekali, padahal cuaca cukup dingin dengan turunnya hujan yang tiada henti ini.

Sebentar- sebentar wanita ini menoleh ke belakang dengan penuh ketakutan, dan melihat sekeliling seperti ketakutan sedang diikuti seseorang.

Kejadian yang aneh mengingat wanita ini membawa dua anak yang masih sangat kecil, bahkan anak satunya masih bayi dalam gendongan kain. Tidak mungkin wanita waras membawa dua anaknya di tengah hujan deras pada malam hari pula. Pasti ada sesuatu yang terjadi pada wanita ini, apalagi wanita ini terlihat cemas dan sangat ketakutan kalau dia sedang diikuti.

Tapi ini kota besar, tidak ada yang peduli kalau ada seorang wanita mengendong anak yang mungkin baru berumur tidak sampai setahun serta mengandeng anak gadis berusia lima tahun. Semuanya mungkin saja terjadi dan menjadi tanggung jawab masing-masing.

Walaupun tiap individu hidup dengan egonya masing-masing, tapi di beberapa sudut kota besar ini, masih ada beberapa individu yang peduli dengan sesama.

*****

Wanita ini berhenti sesaat di kedai makanan yang buka 24 jam. Rasa lapar menyerangnya, tapi dia tidak punya uang sama sekali untuk membeli sekedar lauk sederhana.

Wanita ini nekad masuk ke dalam kedai makanan ini, bahkan hanya untuk sekedar berteduh saja dari hujan yang makin deras.

"Kamu ... ada apa malam-malam bawa anak kecil?" tegur seorang pria yang sudah tua yang sedang menikmati kopinya di kedai makanan ini.

"Saya tersesat pak ... baru datang dari desa mencari rumah saudara saya!" kata wanita muda ini.

"Memangnya kamu tidak bawa hape? Kan bisa ditelepon saudaranya itu!" kata pria tua ini lagi.

"Hape saya mati pak, belum dicharge!" ujar wanita ini memberi alasan.

"Berapa nomor hape saudaranya, biar saya bantu meneleponnya," kata pria tua yang merupakan supir truk trailer ini menawarkan bantuan.

Belum sempat wanita ini menjawab, terdengar suara dari dalam kedai makanan ini.

"Mari Nona, masuk ke dalam sini! Tidak baik kalau malam-malam bawa bayi dan anak kecil keliaran di luaran. Ini kota besar, bahaya!" ajak wanita setengah baya pemilik kedai makanan ini.

"Terima kasih Bu ... boleh saya minta makan buat anak saya Bu? Nanti kalau sudah ketemu rumah saudara saya, akan saya bayar!" pinta wanita ini.

"Tidak perlu bayar Nona ... Eh adik kecil ini mau makan apa?" tanya pemilik kedai makanan ini dengan ramah.

"Kata mama tidak boleh terima makanan dari orang asing!" kata anak perempuan berumur lima tahun ini.

"Lucunya kamu ini. Kalau sekarang boleh ... kan mamanya yang minta makanan buat adik kecil!" kata pemilik kedai makanan ini sambil tersenyum.

"Boleh ya Ma?" tanya anak perempuan ini lagi kepada mamanya.

"Boleh sayang ... kamu makan yang diberikan ibu ini ya ..." kata wanita muda ini.

"Nona ... kenapa sampai malam begini belum ketemu rumah saudaranya?" tanya pemilik kedai makanan, yang merasa heran dengan wanita ini yang keliaran malam-malam.

Wanita muda ini yang tampak pucat pasi hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan pemilik warung makan.

"Begini saja ... kamu boleh tidur di belakang untuk malam ini! Kasihan anak-anak dibawa tidak tentu arah tujuan di tengah malam begini! Besok saya bantu cari rumah saudaramu itu!" tawar pemilik kedai makanan untuk wanita muda ini beristirahat.

"Terima kasih banyak Bu ..." kata wanita muda ini kemudian masuk ke bagian dalam kedai makanan ini.

Pemilik kedai makanan ini langsung menyediakan kasur busa yang bisa digelar di lantai untuk tempat beristirahat wanita muda ini beserta anaknya.

'Kamu sudah makan?" tanya pemilik kedai makanan ini kepada wanita muda yang pucat pasi seperti sakit ini.

Tidak ada jawaban dari wanita muda ini. Mungkin wanita ini sudah lemah atau dia tidak mau merepotkan pemilik warung makan ini lagi.

Pemilik kedai makanan ini kemudian mengambilkan makanan untuk diberikan kepada wanita muda ini.

"Kamu makan dahulu biar sakitnya tidak tambah parah! Kasihan bayimu tidak bisa menyusui kalau ibunya sakit!" kata pemilik kedai makan dengan tegas kepada wanita muda ini.

Tanpa membantah, wanita muda ini berusaha makan agar bisa menghasilkan ASI untuk bayinya ini.

Anak perempuannya yang berumur 5 tahun sudah tertidur lelap setelah habis makan.

"Kasihan kamu Nak ... maafin mama ya sudah membuatmu susah begini," ujar wanita ini dalam hati sambil menyeka air matanya dengan bajunya yang masih basah kuyup.

Sambil makan, wanita muda ini terkenang pengalaman pahitnya yang membuatnya harus keluar dari rumah mertuanya di tengah malam buta, dan berjalan tidak tentu arah di tengah derasnya hujan yang mengguyur kota London.

*****

Bersambung .....

이 책을 계속 무료로 읽어보세요.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
댓글 (15)
goodnovel comment avatar
Immortal
Mantap ceritamu
goodnovel comment avatar
Pendekar Immortal
pokoknya wajib baca
goodnovel comment avatar
Titan
support author
댓글 모두 보기

최신 챕터

  • Perempuan Yang Terbuang   20. Kembali Normal

    Kematian Alice yang cukup tragis membuat semua anak buahnya ketakutan dengan kekejaman seorang William Shatner.Padajhal yang sebenarnya terjadi tidaklah demikian, tapi orang hanya inigin melihat sesuai pikirannya saja.Pemuda yang tampak diam dan tidak berbahaya ini ternyata pewaris tunggal dari Keluarga Shatner yang kelasnya berada jauh di atas Keluarga Smith.Kekejaman Keluarga Shatner dalam bisnis jauh melampaui kekejaman Keluarga Smith.Demi melindungi seorang Christine yang sedari awal sudah disukainya ini, William terpaksa meminta bantuan keluarganya untuk mengirim pasukan ke apartemnnya di Wiltshire.Hanya dalam waktu sebentar saja pasukan yang diminta oleh William tiba di apartemennya dan membantai habis sisa anak buah Alice yang masih tertinggal di sana.Christine meringkuk ketakutan melihat kehebatan seorang William Shatner yang tadinya disangkanya adalah pria brengsek yang tidak bisa apa-apa dan penyendiri saja."Jangan takut ... aku tidak seperti yang terlihat olehmu!" sa

  • Perempuan Yang Terbuang   19. Akhir Tragis

    Bagaikan cerita di film aksi, apartemen kumuh yang semula sepi dan diabaikan orang yang lalu lalang kini menjadi pusat perhatian karena adanya pengepungan yang dilakukan Alice bersama anak buahnya. Aparat setempat memilih diam terlebih dahulu karena menganggap pengepungan yang dilakukan Alice adalah perang antar geng atau klan yang hendak menguasai daerah tertentu untuk transaksi ilegal yang dilakukan mereka. Penduduk setempat juga tidak berani terlalu dekat karena Alicedan beberapa ank buahnya bersenjata otomatis yang sangat berbahaya. "Aku peringatkan untuk terakhir kalinya! Keluar dari apartemen ini dan serahkan Christine beserta kedua anaknya! Aku hanya ingin membawa pulang mereka ke keluarga Smith!" Alice kembali mengancam William yang berada di dalam apartemen, karena dia sendiri masih ragu untuk menerobs masuk. William yang pernah mendapat pelatihan militer dan menjadi andalan Keluarga Shatner ini sangat menakutkan bagi Alice walaupun dia berusaha mengatasinya. "Apa kita

  • Perempuan Yang Terbuang   18. Pertolongan William

    "Tenang saja ... aku akan mengatasi gadis pembunuh itu!" ujar William Shatner menenangkan Christine dan Abigail, setelah pria ini mulai bisa menenangkan dirinya sendiri.Alice akhirnya mengetahui tempat persembunyian Christine di apartemen kumuh William."Aku tidak ada urusan denganmu, William! Berikan apa yang kuminta maka kita akan baik-baik saja!" seru Alice."Kenapa gadis ini bisa mengenalmu, Bill?" tanya Abigail lagi, padahal sebelumnya William Shatner sudah menunjukkan kalau pria ini kenal dengan Alice."Aku juga bingung, Abs!" ujar Christine."Pulanglah, Alice! Aku tidak ingin membunuhmu!""Membunuhku? Kau terlalu percaya diri, William! Aku tidak ingin permusuhan keluarga besar kita semakin parah dengan kematianmu!" "Memangnya kamu tahu kalau ada permusuhan keluarga besar Smith dengan Shatner ini, Chris?" tanya Abigail."Aku baru saja tahu dari Alice sekarang ini! Aku juga jarang bertemu Alice!" sahut Christine."Aku kira aku kenal baik dengan Bill tapi ternyata aku salah! Aku

  • Perempuan Yang Terbuang   17. Alice Datang Lagi!

    "Chris, lebih baik kamu tinggal untuk sementara di apartemen Albert ini dengan anak-anakmu!" ujar Abigail. "Jangan keluar dahulu dari apartemen. Aku sudah minta ijin Bill untukmu tinggal sementara di sini!" Christine tentu saja bingung dengan sikap Abigail yang misterius. Kalau dia berpikiran jelek, mungkin Abigail sedang mengusirnya secara halus dari rumah orangtuanya. "Ada apa Abs, tidak biasanya kamu begini?" tanya Christine. Abigail terdiam dengan wajah yang agak pucat dan tubuh gemetaran. "Kalau kamu tidak suka aku dan anak-anak tinggal di rumahmu, aku akan cari apartmen, Abs!" sahut Christine. "Bukan itu masalahnya, Chris!" seru Abigail. "Jadi, apa masalahnya?" tanya Christine. "Aku dengar ada gadis dari kota yang sedang mencarimu! Ternyata setelah aku memastikannya, gadis itu adalah Alicie!" sahut Abigail. "Alicie ke sini? Kenapa dia bisa tahu kalau aku ada di sini?' tanya Christine. "Mungkin dia hanya menduga-duga saja! Aku khawatir dia ke rumah dan menemukan anak-an

  • Perempuan Yang Terbuang   16. Majikan Sombong

    Pria penyendiri bernama William Shatner masih terlihat asyik dengan kesendiriannya di pojok taman depan apartemen tempat Abigail bekerja.Bahkan pria ini tampak tidak peduli saat Abigail dan Christine mendekatinya."Kamu yakin tidak salah orang, Abs?" tanya Christine."Kenapa?" tanya balik Abigail."Kelihatannya dia tidak menghiraukan kita sama sekali!' ujar Christine."Kalau kamu mau bekerja padanya, kamu harus pahami sifatnya, Chris!" seru Abigail."Bagaimana aku tahu apa yang harus dikerjakan kalau berbicara denganku saja tidak mau!" sahut Christine."Sabar, Chris! Belum bekerja padanya saja, kamu sudah bawa perasaan begini!" ujar Abigail."Aku sulit bekerja dengan majikan sombong seperti dia!" seru Christine."Tidak mau bicara dan sombong itu hal yang berbeda, Chris! Kamu mau tidak pekerjaan ini?" tanya Abigail.Christine hanya menaikkan bahunya saja.Abigail mendekati William Shatner untuk bicara dengannya."Bill ... kamu jadi tidak menyewa orang untuk bersih-bersih?" tanya Abiga

  • Perempuan Yang Terbuang   15. Tukang Bersih-Bersih Termahal

    "Apartemen tempat kerjamu tadi bagus juga ya, Abs!' ujar Christine yang sudah reda marahnya dan tampak menikmati perjalanan ke pusat kota."Apartemennya atau pria yang sedang duduk menyendiri di depan apartemen?' ledek Abigail.'Kamu gila, Abs! Aku belum cerai dari Karel!" seru Christine. "lagian siapayang bisa tertarik dengan pria yang menyebalkan seperti itu?""Tapi kan kamu ingin cerai kan?" tanya Abigail."Keluarga Smith tidak akan membiarkanku bercerai denga Karel!" ujar Christine."Jadi statusmu nanti bagaimana, Chris?" tanya Abigail lagi."Aku tidak tahu, Abs! Aku bingung! Aku akan fokus cari kerja untuk menghidupi anak-anak dahulu, urusan lain tidak penting bagiku sekarang. Tidak mungkin aku menumpang terus di rumahmu, Abs!" ujar Christine."Aku sih tidak masalah, Chris! Rumah orang tuaku cukup besar!""Aku harus mandiri, Abs! terima kasih atas tawarannya, tapi aku tidak bisa hidup menumpang terus!""Terserah kamu saja, Chris! Pintu rumahku selalu terbuka untukmu!" "Aku tahu,

  • Perempuan Yang Terbuang   14. Siapa Pria Penyendiri Itu?

    Christine sangat bersyukur Abigail tulus membantunya, walaupun dia sudah lama tidak berhubungan dengan sahabatnya ini."Kamu ada rencana kerja apa di Wiltshire ini, Chris?" tanya Abigail saat mereka sedang duduk di taman belakang rumah Abigail."Aku belum tahu, Abs! Ijasahku ditahan Karel, jadi aku tidak bisa kerja kantoran lagi!" ujar Christine."Bagaimana kalau aku carikan kamu pekerjaan? Tapi kamu tahu sendiri bagaimana kerja di kota kecil," ujar Abigail."Aku tidak keberatan kerja kasar, Abs! Asalkan bisa mencukupi hidupku dan kedua anakku, itu sudah anugrah bagiku!" "Kalau kamu kerja di mana, Abs?" tanya Christine."Aku hanya menjadi petugas penjaga apartemen yang berada di ujung kota ini!' jawab Abigail."Ada apartemen kosong di tempatmu bekerja, Abs? Mungkin kalau aku sudah kerja, aku pindah saja ke apartemen itu! Kan setiap hari bisa bertemu kamu, Abs!' ujar Christine."Kamu mau melihat apartemen tempatku bekerja? Anak-anak bisa kamu titipkan ke mamaku! Dia suka menjaga anak

  • Perempuan Yang Terbuang   13. Menuju Wiltshire

    13. MENUJU WILTSHIRE Bus yang ditumpangi Christine melaju dengan tenang di jalan raya.Butuh waktu sekitar jam untuk perjalanan bus dari London menuju Wiltshire.Christine merasa tenang telah berhasil lolos dari kejaran Keluarga Smith untuk sementara ini.Mengunjungi Abigail di Wiltshire merupakan pilihan terbaik bagi Christine karena Keluarga Smith tidak pernah mengetahui keberadaan Abigail yang pada saat pernikahannya tidak datang.Abigail yang merupakan sahabat terbaiknya marah besar saat Christine memutuskan meninggalkan pekerjaan dan karirnya yang sedang menanjak demi menerima lamaran Karel yang juga tidak disukai Abigail.Menurut Abigail saat itu, Karel bukanlah tipe suami yang setia dan bisa bertindak tegas karena selalu di bawah bayang-bayang ibunya, tapi Christine tidak mau mendengarkan nasehat Abigail yang membuat sahabatnya ini pergi meninggalkannya dan pulang ke kota kelahirannya di Wiltshire.Christinee tidak pernah mendengar kabar sahabatnya ini lagi sejak dia menika

  • Perempuan Yang Terbuang   12. Meloloskan Diri

    Ternyata dugaan Samantha ada benarnya.Adam menunggu di depan kedai makanan ini sambil menelepon Alice untuk memberitahukan gadis ini kalau dia sudah menemukan Christine.Sikap Samntha yang dianggap aneh oleh Adam sudah cukup baginya untuk meyakinkan dirinya kalau dia sudah menemukan Christine yang ada di dalam kedai makanan ini setelah mengunjungi beberapa kedai makanan sebelumnya.Hanya saja dia tidak bisa bertindak saat itu karena ada beberapa penegak hukum yang sedang menikmati pagi mereka di kedai makanan itu.Alice tiba tidak lama kemudian."Bagaimana? kamu melihat Christine keluar dari dalam kedai makanan ini?" tanya Alice."Aku tidak melihatnya keluar! Masih ada beberapa penegak hukum berlencana di dalam kedai makanan ini. Kalau aku membuat keributan, khawatir kejadian ini akan terekspos keluar sehingga mengacaukan segala-galanya.""Tindakanmu sudah benar, Adam! Hanya saja, seharusnya kamu segera pergi dari sini begitu kamu yakin sudah menemukan Christine!" ujar Alice."Kalau

좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status