Share

Bab 141

Author: Wardana
last update publish date: 2026-04-04 10:00:32

Kalau saja keluarga Lionel tahu bahwa kalau mereka datang beberapa menit lebih awal, mereka bisa bertemu orang yang selama ini mereka cari, kira-kira mereka bakal nyesel tidak, ya?

Tapi hidup itu tidak ada obat penyesalan. Keluarga Lionel yang melewatkan kesempatan bertemu dengan tabib hebat, Lucas, saat ini belum sadar apa yang mereka lewatkan...

Lucas mendekati Markus Anggola bukan cuma karena rasa terima kasih, tapi juga ada tujuan tertentu.

Waktu pertama kali dengar soal tabib
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Perisai Dewa Tak Tertembus   Bab 141

    Kalau saja keluarga Lionel tahu bahwa kalau mereka datang beberapa menit lebih awal, mereka bisa bertemu orang yang selama ini mereka cari, kira-kira mereka bakal nyesel tidak, ya?Tapi hidup itu tidak ada obat penyesalan. Keluarga Lionel yang melewatkan kesempatan bertemu dengan tabib hebat, Lucas, saat ini belum sadar apa yang mereka lewatkan...Lucas mendekati Markus Anggola bukan cuma karena rasa terima kasih, tapi juga ada tujuan tertentu.Waktu pertama kali dengar soal tabib hebat Koni, Lucas tidak terlalu mikirin hal itu. Tapi setelah obrolan dengan Kevin kemarin, pikirannya mulai bergerak.Bisnis produksi obat dan penjualan itu termasuk industri yang untungnya gede.Lucas sebenarnya punya banyak resep obat di tangan, tapi dia tidak punya waktu banyak buat ngurusin hal-hal itu sendirian.Lagipula, meskipun dia punya resep, kalau tidak ada partner bisnis yang cocok, susah juga buat jalanin bisnis ini sendirian.Sebenarnya, kalau ngomongin partner te

  • Perisai Dewa Tak Tertembus   Bab 142

    Sementara itu, Melly dan Rainy lagi berdiri di ujung lorong menikmati pemandangan. Pas bel tanda masuk kelas berbunyi, mereka kembali ke kelas dan mendapati Tania sudah tidak ada."Melly, Tania udah pergi," kata Rainy."Aku lihat kok... Rainy, menurut kamu, dia nyari Lucas untuk apa?"Dari tadi Melly tidak bisa berhenti mikirin hal itu."Mungkin... pinjam uang?" Rainy asal tebak."Pinjam uang?"Melly langsung melotot. Tania pinjam uang ke Lucas?"Ya, aku cuma asal ngomong aja," kata Rainy sambil nyengir jail."Dasar nyebelin!"Melly ngejitak kepala Rainy, lalu menghela napas, "Udahlah, tidak usah dipikirin lagi. Ayo kembali.""Gimana kalau pas dia kembali lagi nanti, aku tanya langsung aja? Atau aku ke kelasnya buat nyari dia?"Rainy mengedipkan mata sambil senyum usil."Tidak boleh!"Melly langsung melotot, "Rainy, kamu sengaja, ya?""Hehe..."Rainy cuma ketawa kecil tanpa ngomong apa-apa lagi.Pas istirahat kedua, Tan

  • Perisai Dewa Tak Tertembus   Bab 143

    Tania merasa kecewa sekaligus kesal. Apa Lucas sengaja mempermainkan dirinya? Padahal dia sudah janji sama ibunya buat menyerahkan resep itu hari ini, tapi seharian ini Lucas bahkan tidak kelihatan batang hidungnya. Maksudnya apa, sih?Di sisi lain, Lucas akhirnya muncul tepat ketika bel jam 1:30 siang berbunyi. Dia masuk kelas dengan santai. Rainy langsung menyikut Melly di sebelahnya."Melly, tuh si Bang Tameng sudah datang.""Oh..."Melly mendongak sebentar dan melihat Lucas. Dia sadar kalau Lucas sempat menoleh ke arah mereka, dan tanpa sadar dia buru-buru menundukkan kepala. Tapi di kepalanya, dia mulai memikirkan hubungan Lucas dan Tania."Melly, kok kamu kelihatan tidak senang gitu,ya?"Rainy bisa lihat kalau Melly kelihatan sedikit tidak bersemangat."Tidak kok, aku cuma capek aja..."Melly menggosok bahunya pelan, lalu tiba-tiba berkata santai, "Eh, Rainy, menurut kamu Lucas tadi pagi ke mana, sih?""Aku juga tidak tahu. Mau aku tanyain t

  • Perisai Dewa Tak Tertembus   Bab 140

    Setelah pembicaraan tadi beralih, Markus mulai berbincang dengan Lucas tentang topik-topik pengobatan tradisional. Kebetulan, ada beberapa permasalahan akademis yang selama ini membingungkan Markus. Awalnya, ia bertanya pada Lucas hanya untuk mencoba keberuntungan, tapi jawaban Lucas membuatnya benar-benar terkejut dan tercerahkan.Dalam hati, Markus menyadari bahwa dirinya seperti katak dalam tempurung. Banyak masalah yang selama ini dianggap rumit oleh Markus, Lucas tidak menjawabnya secara langsung, tetapi memberikan petunjuk yang sangat mendalam sehingga membuka wawasan Markus.Diam-diam, Markus merasa sangat bersyukur sekaligus kagum pada Lucas. Cara Lucas menjelaskan lebih seperti diskusi atau saling bertukar pikiran daripada langsung memberikan jawaban pasti. Namun, Markus tahu, Lucas sebenarnya sedang membimbingnya seperti seorang guru yang sangat perhatian, menggunakan cara-cara yang halus untuk mengarahkan dan menginspirasi muridnya.Bukan hanya membuatnya mamp

  • Perisai Dewa Tak Tertembus   Bab 138

    "Kak Roy, aku dan Pak Markus sudah pernah ketemu di Toko Buku Xoxo," Lucas tersenyum sambil menjelaskan kepada Roy. "Waktu itu kita sempat diskusi soal ilmu medis... Oh iya, waktu itu pas kembali dari tempatmu, aku lagi mikirin rencana pengobatanmu. Ada beberapa ramuan obat tradisional yang khasiat dan cara kerjanya lupa-lupa ingat. Karena buku referensiku ditinggal di kampung, aku ke toko buku buat nyari info.""Wah, ternyata kamu sudah kenal sama Kakek Markus. Bagus deh, jadi tidak perlu aku kenalin lagi."Roy merasa lega. Dengan begitu, tugasnya sebagai penghubung sudah selesai. Kalau mereka sudah saling kenal, komunikasinya pasti bakal lebih lancar.Roy sih biasa aja mendengar ucapan Lucas, tapi di telinga Markus, itu terasa mengejutkan!Awalnya, dia pikir Lucas yang masih muda ini pasti berasal dari keluarga besar yang terkenal di dunia pengobatan tradisional. Kalau begitu, wajar saja kalau dia punya resep kuno yang langka.Tapi kenyataannya, Lucas ke toko b

  • Perisai Dewa Tak Tertembus   Bab 139

    Memikirkan hal itu, Markus tanpa sadar menatap Lucas dengan lebih dalam, sambil merasa sedikit malu atas pikirannya tadi yang kurang pantas untuk orang seusianya.Namun, sebagai seorang dokter, berpikiran terbuka adalah hal yang wajar, jadi tidak ada yang aneh."Hehe, dulu sempat menjabat sebentar," Lucas mengangguk santai. "Makanya, sudah sewajarnya saya mewakili anggota tim saya untuk berterima kasih.""Kalau Tuan Lucas bicara begitu, ya sudah, saya tidak akan terlalu sungkan. Silakan ke ruang kerja saya, ada beberapa masalah medis yang selama ini saya belum temukan jawabannya. Mudah-mudahan Anda tidak keberatan membantu saya..." kata Markus."Panggil saja saya Lucas. Dengar orang manggil Tuan Lucas rasanya terlalu kaku," balas Lucas sambil tersenyum. "Soal bantu-membantu, jangan dibilang 'mengajar,' lebih tepat kalau kita bilang tukar pikiran.""Baiklah, kalau begitu saya akan panggil kamu Lucas. Tapi kamu juga jangan panggil saya Pak Markus, lebih enak k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status