Share

Bab 109

Author: Stary Dream
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-12 20:23:29

Selina mendorong Aldi yang kesakitan hingga pria itu terjerembab ke samping. Ia lalu beringsut bangun dengan mata yang menggelepar ketakutan.

"Mas.." ucapnya pada pria yang baru saja menyelamatkannya.

"Bawa Aulia keluar. Minta tolong tetangga dan hubungi polisi." Rama memberikan perintah.

Selina mengangguk dan membawa Aulia yang menangis keluar dari kamar. Wanita ini menuju pintu depan dan berteriak meminta pertolongan.

"Inilah alasa
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Erni Apriani
disalahin lagi ga nih selina? trus pak maryono nasibnya gimana juga?
goodnovel comment avatar
Leni Syifa
gara gara si Selina ga mau menjarain si Aldi JD nya ada korban lagi
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 111

    Secepat kilat Rangga ke rumah sakit Mandala pagi ini setelah mendapat kabar jika adiknya kritis. Sesampainya disana, langkah Rangga membeku seketika. Disana tak hanya ada ibunya yang sedang menemani Rama melainkan juga ada Selina.Tiba-tiba saja Rangga malu untuk bertemu dengan adiknya. Seperti ada rasa bersalah yang menyeruak muncul.Bagaimana tidak?Beberapa tahun ke belakang kehidupan Rama dihantam ombak sana sini. Dan itu ada sangkut pautnya dengan kesalahan Rangga. Andai saja pria ini berkata jujur.. Andai saja dia berani mungkin Rama tidak akan sampai sesakit ini.Apalagi tak hanya Rama yang menjadi korban melainkan juga keluarganya."Mas mau duduk?" Tanya Selina saat melihat Rama bergerak."Iya. Tolong bantu aku."Selina mengulurkan tangan yang disambut oleh Rama. Setelah itu, ia menaikan posisi bednya."Jangan terlalu banyak bergerak, mas. Perut kamu masih sakit." Ujar Selina ngeri melihat Rama yang meri

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 110

    Selina tertunduk di depan ruang operasi sambil menangis. Berkali-kali ia menangkupkan tangan meminta maaf pada Mala dan Taufan, berulang kali ia terus menyalahkan dirinya.. Maryono yang duduk di sisi Selina segera mengambil bahu putrinya dan memeluknya erat. Sementara, Aulia sudah tertidur di pangkuannya. "Jangan menyalahkan dirimu, nak. Kejadian ini benar-benar diluar dugaan kita." Ujar Maryono. Pria ini lebih merasa bersalah karena tidak pulang tepat waktu. Andai saja, Maryono tidak bertemu temannya hingga lupa waktu.. dia pasti bisa menghalau Aldi melecehkan putrinya. Selina menggeleng. Air mata itu masih terurai di wajahnya yang sendu. "Ini semua salahku, yah. Andai saja aku nggak menarik tuntutanku pada mas Aldi. Pasti dia tidak akan melakukan ini padaku sehingga mas Rama yang menjadi korbannya." "Nak.. mau kamu menarik tuntutan atau tidak, tujuan Aldi adalah membalaskan dendam padamu." Uc

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 109

    Selina mendorong Aldi yang kesakitan hingga pria itu terjerembab ke samping. Ia lalu beringsut bangun dengan mata yang menggelepar ketakutan. "Mas.." ucapnya pada pria yang baru saja menyelamatkannya. "Bawa Aulia keluar. Minta tolong tetangga dan hubungi polisi." Rama memberikan perintah. Selina mengangguk dan membawa Aulia yang menangis keluar dari kamar. Wanita ini menuju pintu depan dan berteriak meminta pertolongan. "Inilah alasan kenapa aku tidak mengizinkan Selina menarik gugatannya. Itu karena perbuatanmu, Aldi! Kau tidah berubah!" Seloroh Rama geram. Dia harus berterima kasih pada Nisa karena sudah membuatnya kembali ke rumah Selina. Gara-gara kesal melihat wanita itu, hatinya mengajak Rama untuk mengunjungi mantan calon istrinya ini. "Kau!" Kesadaran Aldi sudah kembali. Ia lalu melotot kesal. "Brengsek!" Rama terkesiap. Mata Aldi memarah bak iblis yang tengah mencari ma

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 108

    Rama baru saja tiba di rumahnya pada malam hari, namun saat turun dari mobil.. mata Rama berpapasan dengan seorang wanita yang juga baru keluar dari rumah miliknya. Rama hanya melirik sekilas dan tak berniat menyapa. Tapi, wanita itu malah tersenyum manis padanya.. "Hai, Rama. Apa kabar?" Tanyanya ramah. "Baik." Sahut Rama tanpa menoleh. "Aku akan bercerai dengan mas Rangga." Rama menghentikan langkahnya lalu menatap Nisa. "Lalu?" Tanya Rama dingin. "Aku tidak bisa hidup dengan pria seperti itu. Kamu tahu sendiri apa yang terjadi pada mas Rangga, kan?" Rama lalu tersenyum sinis. "Tidak heran jika melihat tingkahmu di masa lalu. Kamu pasti tidak mau menjalin hubungan dengan pria yang tidak menguntungkan dirimu." "Kamu ini!" Nisa berdecak lembut. Ia menatap pria ini lekat. "Ku dengar kamu sudah berpisah dengan Selina. Aku sungguh prihatin, Rama."

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 107

    Seperti keluarga cemara.. Rama, Selina dan Aulia nampak bahagia menghabiskan waktu satu hari ini. Bermain di taman, wahana hingga danau.. lalu pada siang harinya, Rama mengajak Aulia pergi ke kebun binatang. Dan setelah itu, ia memanjakan anak ini dengan membeli beberapa cendera mata. Boneka gajah, panda hingga kelinci sudah masuk ke dalam tas belanja. Begitu juga dengan bando telinga kucing yang sangat disukai Aulia. Setelah itu, mereka makan sore bersama di restoran yang ada di kebun binatang. Sebuah restoran yang menyatu dengan alam. "Kamu seneng nggak hari ini, sayang?" Tanya Rama. "Seneng!" Jawab Aulia kegirangan. "Mau kemana lagi kita setelah ini?" Aulia nampak berpikir. Namun sebelum Aulia mengucapkan sesuatu, ibunya terlebih dahulu menyela. "Kayaknya cukup. Kamu udah capek, nak.." jawab Selina. Rama tersenyum. "Ada tempat yang ingin kamu kunjungi?"

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 106

    "Aku tidak bisa memberitahu papa, Nisa. Pahamilah posisiku.." ucap Rangga memelas pada istrinya. Setelah dari rumah Taufan, keduanya kembali ke apartement. Nisa yang tak terima jika Rangga jatuh miskin langsung mencecarnya dengan banyak pertanyaan. "Kamu itu bodoh banget, mas! Harusnya kamu jujur sama papa soal kesulitanmu. Mungkin papa bisa membantu kita!" Astaga.. Rangga sampai terperangah setelah dihina oleh istrinya sendiri. Nisa bahkan berani memanggilnya dengan sebutan itu. "Apa kamu tadi bilang?" Rangga ingin Nisa mengulangi ucapannya. "Aku bodoh?" "Terus aku harus memanggilmu apa?" Nisa mendelik kesal. "Kamu bodoh karena sudah ditipu oleh Raymond. Kamu sadar nggak sih kalau selama ini kamu dijadikan boneka sama dia??? Harusnya kamu melawan jika ditindas!" "Sudah ku katakan tidak bisa!" Bentak Rangga. "Kamu tidak tahu siapa pria itu! Jika kita berani melawannya, maka nyawaku adalah taruh

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 59

    Aldi sudah terhukum jika dia menyadarinya. Ia terpisah dari istrinya yang setia. Terpisah dari putri yang sudah membuka jendela hatinya.Aldi ingin marah, menuntut semua orang yang memisahkan dirinya dengan Selina dan Alina. Tapi apa Aldi masih memiliki hak akan itu? Sedangkan dia saja t

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 54

    "Semuanya dalam keadaan normal. Tidak ada masalah."Aldi terheran-heran akan keadaan anaknya. Padahal dia sudah terkejut setengah mati karena Alina mengalami demam. Tapi dokter Fiona bilang bahwa tak terjadi masalah pada anaknya."Tapi anak saya masih demam, dok.." ujar Aldi tak

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 51

    "Apa? Pengasuh untuk Alina?" Dahi Aldi sampai mengkerut-kerut. "Iya. Abisnya lama banget kamu nyari pengasuh untuk anakmu itu! Bisa-bisa mama kena stroke duluan!" "Siapa dia?" Tanya Aldi. Husna berdeham. "Yaya." Aldi terlonjak kaget. "Ap

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 48

    Aldi tersenyum miring setelah mendapat kabar dari pengacaranya, Sandi. Setelah itu, pria ini membuka ponselnya. Saat melihat media sosial, skandal pelanggaran rumah sakit Berlian menjadi trending nomor satu.Dua perawat sudah dipecat karena kejadian ini. Dan dokter lainnya berinisial R s

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status