FAZER LOGIN"Aldi! Istrimu itu kurang ajar banget!"
Baru saja Aldi tiba di rumah, Husna menyambutnya dengan omelan panjang mengenai kelakuan Selina hari ini."Mama jijik banget tau nggak! Seumur-umur mama nggak pernah ngurus muntah orang lain!""Tapi kan mama tahu kalau Selina sakit.. tolong maklumi saja." Sahut Aldi penat."Kalau gini terus mama nggak sanggup! Apalagi tadi mama juga bopong Selina pindah ke kursi roda. Pinggang mama sakit!""Apalagi aku yang s"Maaf soal malam ini, Selina.."Ketiganya telah tiba di depan rumah milik Selina. Rama memandang wanita ini dengan lekat. Dia paham akan perasaan Selina. Rama akui sudah bodoh karena membohonginya. Tapi.. Rama tak memiliki pilihan."Aku nggak bisa berpikir, dokter." Desah Selina pelan. Ia lalu menggendong Aulia dan keluar dari mobil Rama.Pria ini membuka sabuk pengamannya lalu turun mengejar Selina yang masuk ke pagar rumah."Selina, tunggu!" Rama memberikan dua paper bag yang berisikan mainan. "Ini ketinggalan.""Ambil saja, dokter!" Selina tak mau menoleh."Tapi ini milik Aulia."Mau tak mau Selina menerima paper bag itu dan langsung pergi tanpa mengucapkan apapun.Di tempat lain, Mala tersenyum cerah karena bertemu dengan Selina. Ia pun merasa jika Selina kelak bisa menjadi menantu idamannya."Kamu senang sekali Rama akan menikah dengan wanita itu." Gumam Taufan. Keduanya masih berdiam di ruang kelu
"Itu artinya dia adalah wanita yang menghancurkan karir Rama." Semua orang menoleh akan ucapan Nisa. Wanita ini memandang Selina dengan tajam. Rama yang tak suka juga ikut menatap Nisa dengan sengit."Aku benar kan, Rama? Kamu diberhentikan dari pendidikan, lalu izin praktekmu dicabut serta.." Nisa meneguk ludahnya. "Pernikahanmu batal juga karena wanita itu.""Jaga bicaramu, Nisa!" Bentak Rama kesal."Rama.." tegur Taufan."Aku heran kenapa papa dan mama suka sekali membela Nisa?" Rama tak habis pikir. "Biar aku jelaskan. Jika aku saat itu tidak menukar Aulia, mungkin anak kecil ini tidak akan selamat. Dia bisa mati di tangan ayahnya sendiri. Kalian tidak tahu sejahat apa mantan suami Selina! Pria itu berselingkuh dan melecehkan wanita lain saat Selina hamil. Lalu dia dan selingkuhannya mendorong Selina hingga tertabrak truk. Coba bayangkan keadaan Selina waktu itu. Dia mengalami gegar otak, kaki dan tangannya patah.. belum la
"Parsel buah?" Dahi Selina mengernyit setelah mendapatkan pesan dari anonim. Pesan itu membawa kabar jika ia ingin memesan parsel. Tapi parsel yang dia inginkan berbeda dengan parsel yang Selina jual. Yaitu, parsel buah. "Maaf, mbak. Tapi saya tidak jual parsel buah." Jawab Selina dengan emoticon meminta maaf. "Mungkin bisa langsung ke toko buah saja. Karena parsel yang saya buat itu untuk hampers acara atau hari raya." Ting. Pesan masuk lagi. Dan kali ini Selina bimbang dibuatnya. "Duh.. ditolak juga nggak enak, ya!" Bagaimana tidak? Pemesan itu menginginkan parsel buah sebanyak 7 keranjang. Katanya untuk sidang akhir skripsi. "Baiklah kalau begitu." Akhirnya Selina menerima. Rezeki pantang ditolak. "Untuk kapan mbak?" Tanyanya di chat. Ternyata pemesan itu menginginkan pesanannya ready pada hari senin. Itu artinya masih 3 hari lagi. ["Aku ambil ke
Rama menatap kedua wanita ini dengan tajam. Salah satu wanita yang dikenalnya tengah memberikan senyum manis, sementara yang satunya tampak kekeheran."Sstt.. Nisa!" Seru wanita berambut sebahu yang berada di sisinya. "Itu Rama, kan? Mantan pacarmu?""Iya. Dan dia sekarang adik iparku." Jawab Nisa tak lepas memandang pria di hadapannya."Berapa semuanya, mbak? Saya bayar dengan QR saja." Rama ingin buru-buru pergi setelah melihat wanita mengesalkan ini."Silahkan dibayar disini, mas." Ujar kasir tersebut.Rama memantulkan kamera ponselnya ke barcode dan mengetikan harga yang ia harus bayar. Setelah itu dia hendak pergi."Kamu mau kemana setelah ini? Gimana kalau kita pulangnya barengan aja? Kebetulan aku nggak bawa mobil." Tawar Nisa tak tahu malu.Rama menoleh sekilas. "Aku sibuk!"Rama main pergi saja setelah mengatakan itu hingga membuat teman Nisa terperangah."Ya, ampun. Rama kok ketus banget ya sa
"Aldi sedang mengejarmu!"Selina sontak menoleh ke belakang. Di area luar rumah sakit banyak orang yang lalu lalang. Tapi Selina bisa melihat mantan suaminya berlarian menuju pintu keluar. Terdengar beberapa kali pria itu menyerukan nama Selina."Cepat masuk, Selina!"Tanpa pikir panjang, Selina masuk ke mobil Rama. Pria ini melajukan mobilnya dengan kencang. Sedangkan Selina menoleh lagi ke belakang. Ternyata benar Aldi yang memang sedang mengejar.Seketika degup jantung Selina berlari kencang. Ia takut karena Aldi yang tiba-tiba mengejarnya."Dimana, Selina??" Aldi kelelahan. Ia melesatkan pandangan ke bagian kanan dan kiri jalan tapi mantan istrinya itu tak terlihat. "Aarrggh! Hari ini aku gagal lagi!"Aldi mengumpat.Sungguh beruntung dirinya karena hari ini Selina datang mengunjungi Husna. Walaupun ia datang sendirian, tapi tak menyurutkan niat Aldi untuk merayu mantannya ini lagi.Tapi sebelum itu terjadi
Apa yang dikatakan Rama tadi? Ya, ampun. Sepertinya Rama sudah mengalami gegar otak.Gara-gara emosi karena terus dijodohkan, terlebih Nisa malah ikut campur hingga membuatnya mengatakan hal yang tidak-tidak. "Dimana aku harus mencari perempuan itu?" Rama mengusap wajahnya dengan kasar. Dia jadi bingung sendiri.Sementara seluruh anggota keluarga menjadi terperangah akan ucapan Rama. Pantas saja Rama selalu menolak perjodohan ini, nyatanya ada hati yang tengah ia jaga."Sudah cukup, kan? Sekarang berhenti mencarikan wanita untuknya. Rama sudah memiliki pilihannya sendiri." Ujar Mala."Tapi..." Nisa masih ragu. "Apa mungkin dia berbohong, mas? Rama bisa saja berbohong, kan?"Rangga ikut berpikir. "Baru beberapa bulan dia berpisah dari Anggia, aku juga berpikir tidak mungkin Rama mendapatkan kekasih secepat itu.""Memangnya apa yang kalian ragukan, Rangga, Nisa?" Tanya Mala pada anak dan menantunya. "Kalau Rama punya keka
"Panggil Rama kemari!"Rahang Taufan sudah mengeras karena menahan emosi. Wajah ini merah padam karena malu akibat perbuatan anaknya.Entah anak siapa Rama ini, kenapa dia berbeda sekali dengan dirinya dan juga Rangga! Karena terlalu biasa dimanja oleh Mala membuatnya menjadi pe
"Dokter Rama.."Mata Rama membulat sempurna, namun ia mendistraksikan pandangannya pada anak perempuan yang wanita berhijab itu pegang. Anak kecil itu tampak menangis hebat dalam pelukannya."Baringkan dia. Apa yang terjadi?"Anak perempuan itu dibaringkan di atas tempa
"Gimana kalau kita kerja sama aja? Kebetulan aku lagi merambah ke bisnis skincare. Dengan basic mu sebagai seorang dokter, kita bisa membangun bisnis ini bersama-sama." Ujar Nisa tersenyum manis.Taufan melihat anak dan menantunya secara bergantian. Malam ini mereka berkumpul di ruang ke
Aldi sudah terhukum jika dia menyadarinya. Ia terpisah dari istrinya yang setia. Terpisah dari putri yang sudah membuka jendela hatinya.Aldi ingin marah, menuntut semua orang yang memisahkan dirinya dengan Selina dan Alina. Tapi apa Aldi masih memiliki hak akan itu? Sedangkan dia saja t







