Share

Bab 71

Author: Stary Dream
last update publish date: 2026-04-12 07:01:10

"Parsel buah?"

Dahi Selina mengernyit setelah mendapatkan pesan dari anonim. Pesan itu membawa kabar jika ia ingin memesan parsel. Tapi parsel yang dia inginkan berbeda dengan parsel yang Selina jual. Yaitu, parsel buah.

"Maaf, mbak. Tapi saya tidak jual parsel buah." Jawab Selina dengan emoticon meminta maaf. "Mungkin bisa langsung ke toko buah saja. Karena parsel yang saya buat itu untuk hampers acara atau hari raya."

Ting.

Pesan m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 71

    "Parsel buah?" Dahi Selina mengernyit setelah mendapatkan pesan dari anonim. Pesan itu membawa kabar jika ia ingin memesan parsel. Tapi parsel yang dia inginkan berbeda dengan parsel yang Selina jual. Yaitu, parsel buah. "Maaf, mbak. Tapi saya tidak jual parsel buah." Jawab Selina dengan emoticon meminta maaf. "Mungkin bisa langsung ke toko buah saja. Karena parsel yang saya buat itu untuk hampers acara atau hari raya." Ting. Pesan masuk lagi. Dan kali ini Selina bimbang dibuatnya. "Duh.. ditolak juga nggak enak, ya!" Bagaimana tidak? Pemesan itu menginginkan parsel buah sebanyak 7 keranjang. Katanya untuk sidang akhir skripsi. "Baiklah kalau begitu." Akhirnya Selina menerima. Rezeki pantang ditolak. "Untuk kapan mbak?" Tanyanya di chat. Ternyata pemesan itu menginginkan pesanannya ready pada hari senin. Itu artinya masih 3 hari lagi. ["Aku ambil ke

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Part 70

    Rama menatap kedua wanita ini dengan tajam. Salah satu wanita yang dikenalnya tengah memberikan senyum manis, sementara yang satunya tampak kekeheran."Sstt.. Nisa!" Seru wanita berambut sebahu yang berada di sisinya. "Itu Rama, kan? Mantan pacarmu?""Iya. Dan dia sekarang adik iparku." Jawab Nisa tak lepas memandang pria di hadapannya."Berapa semuanya, mbak? Saya bayar dengan QR saja." Rama ingin buru-buru pergi setelah melihat wanita mengesalkan ini."Silahkan dibayar disini, mas." Ujar kasir tersebut.Rama memantulkan kamera ponselnya ke barcode dan mengetikan harga yang ia harus bayar. Setelah itu dia hendak pergi."Kamu mau kemana setelah ini? Gimana kalau kita pulangnya barengan aja? Kebetulan aku nggak bawa mobil." Tawar Nisa tak tahu malu.Rama menoleh sekilas. "Aku sibuk!"Rama main pergi saja setelah mengatakan itu hingga membuat teman Nisa terperangah."Ya, ampun. Rama kok ketus banget ya sa

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 69

    "Aldi sedang mengejarmu!"Selina sontak menoleh ke belakang. Di area luar rumah sakit banyak orang yang lalu lalang. Tapi Selina bisa melihat mantan suaminya berlarian menuju pintu keluar. Terdengar beberapa kali pria itu menyerukan nama Selina."Cepat masuk, Selina!"Tanpa pikir panjang, Selina masuk ke mobil Rama. Pria ini melajukan mobilnya dengan kencang. Sedangkan Selina menoleh lagi ke belakang. Ternyata benar Aldi yang memang sedang mengejar.Seketika degup jantung Selina berlari kencang. Ia takut karena Aldi yang tiba-tiba mengejarnya."Dimana, Selina??" Aldi kelelahan. Ia melesatkan pandangan ke bagian kanan dan kiri jalan tapi mantan istrinya itu tak terlihat. "Aarrggh! Hari ini aku gagal lagi!"Aldi mengumpat.Sungguh beruntung dirinya karena hari ini Selina datang mengunjungi Husna. Walaupun ia datang sendirian, tapi tak menyurutkan niat Aldi untuk merayu mantannya ini lagi.Tapi sebelum itu terjadi

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 68

    Apa yang dikatakan Rama tadi? Ya, ampun. Sepertinya Rama sudah mengalami gegar otak.Gara-gara emosi karena terus dijodohkan, terlebih Nisa malah ikut campur hingga membuatnya mengatakan hal yang tidak-tidak. "Dimana aku harus mencari perempuan itu?" Rama mengusap wajahnya dengan kasar. Dia jadi bingung sendiri.Sementara seluruh anggota keluarga menjadi terperangah akan ucapan Rama. Pantas saja Rama selalu menolak perjodohan ini, nyatanya ada hati yang tengah ia jaga."Sudah cukup, kan? Sekarang berhenti mencarikan wanita untuknya. Rama sudah memiliki pilihannya sendiri." Ujar Mala."Tapi..." Nisa masih ragu. "Apa mungkin dia berbohong, mas? Rama bisa saja berbohong, kan?"Rangga ikut berpikir. "Baru beberapa bulan dia berpisah dari Anggia, aku juga berpikir tidak mungkin Rama mendapatkan kekasih secepat itu.""Memangnya apa yang kalian ragukan, Rangga, Nisa?" Tanya Mala pada anak dan menantunya. "Kalau Rama punya keka

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 67

    Alih alih mengintrospeksi diri, Aldi malah sibuk menyalahkan orang lain.Andai saja dia tidak berpisah dengan Selina, mungkin Husna tak akan sepuruk ini.Bagaimana tidak? Hampir 10 bulan ini Husna menderita stroke. Tak ada satupun perbaikan yang ditunjukkannya.Sudah beberapa kali Aldi mengambil perawat home care dari yayasan. Namun tak ada satupun dari mereka yang betah.Ya bagaimana bisa betah jika Aldi memperlakukan mereka secara semena-mena? Padahal tugas utama perawat tersebut untuk merawat Husna yang sakit. Tapi, si Aldi sialan ini malah menyuruh mereka mengurus rumah, mulai dari menyapu, mencuci hingga memasak. Aji mumpung katanya!Sontak saja nama Husna sudah terblack list dari yayasan tempat Aldi sering mengambil perawat. Dan sekarang pria ini seenak perutnya mengatakan jika ingin menuntut pihak yayasan karena Husna yang tak kunjung sembuh. Sial!Aldi sudah kembali ke kamar perawatan Husna. Disana mamanya sudah

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 66

    "Ada Aulia?"Selina terkejut melihat pria yang ada di hadapannya. Hampir saja ia ingin memaki karena berpikir jika Aldi yang datang berkunjung. Rupanya, ada pria lain yang berdiri tegak di depan rumah ini."Maaf saya mengganggu malam-malam." Ujar Rama tersendat. "Kedatangan saya kemari untuk memberikan ini."Rama menyerahkan sebuah paper bag. Selina pun melihat ke dalam isinya. Ternyata sebuah boneka barbie yang sempat di pegang oleh putrinya kemarin."Anggaplah itu sebagai tanda penyesalan saya karena perbuatan perempuan itu. Dia sudah merebut mainan milik Aulia.""Oh.. nggak masalah, dokter. Aulia juga sudah melupakannya. Aku malah nggak enak karena dokter sudah berlebihan menolong kami. Kemarin dokter sudah mengobati luka Aulia. Dan juga boneka ini...." Selina menatap boneka itu sekilas dengan perasaan campur aduk. "Sepertinya lebih bagus diberikan pada kekasih dokter saja. Dia pasti menginginkan ini.""Dia bukan kekasih saya.

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 13

    Adzan subuh berkumandang sudah beranjak dari dua jam yang lalu, bau masakan yang khas ini membelai indera penciuman Aldi hingga memaksanya membuka mata.Aldi bangun dengan perlahan, mengusap wajah dan memandang ke samping. Tak ada Selina. Sepertinya sudah diluar sedang memasak.Dengan sisa kantukny

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 12

    "Wanita simpanan?"Aldi berusaha mencerna ucapan istrinya dengan menunjukkan wajah polos itu."Apa maksudmu?""Aku sudah mengetahui semuanya, mas." Jawab Selina berat. "Kamu sering pulang malam, mie tumis dan juga kotak bekal berwarna ungu. Aku yakin itu bukan sebuah kebetulan, kan?""Soal mie tumi

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 10

    "Mayang!" Aldi yang cemas menggedor keras pintu rumah wanita ini.Tanpa berpikir lagi, Aldi langsung mengemudikan mobilnya dengan cepat dan sampai di depan rumah ini. Suara histeris Mayang tadi membuatnya panik bukan main.Namun, dahi Aldi mengernyit ketika melihat keadaan rumah dalam keadaan lenga

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 9

    Bak senandung yang menyambut, hubungan Aldi dan Mayang kian dekat semakin harinya.Aldi selalu mengantar adik tingkatnya pulang lepas perkuliahan, begitu juga dengan Mayang yang selalu memberikan bekal makanan sebagai imbalannya.Pria ini juga tak segan untuk selalu mampir. Meski Mayang pernah tak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status