Share

Bab 52

Author: Stary Dream
last update publish date: 2026-03-24 07:25:46

"Apa boleh aku bertanya satu hal, mas?"

"Soal apa itu, sayang?"

"Waktu itu kamu marah sekali padaku.. kamu bilang aku bersekongkol dengan ayah dan ingin menuntut kami di pengadilan. Apa itu maksudnya?" Selina baru memiliki keberanian untuk menanyakan hal tersebut.

Aldi lalu membeku. Tangannya yang sedang mengupas apel lalu berhenti sejenak. Sedangkan Selina masih menunggu jawaban.

"Oh.. itu.. aku cuma salah paham." Jawab Aldi terbata.

"Salah paham?
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 67

    Alih alih mengintrospeksi diri, Aldi malah sibuk menyalahkan orang lain.Andai saja dia tidak berpisah dengan Selina, mungkin Husna tak akan sepuruk ini.Bagaimana tidak? Hampir 10 bulan ini Husna menderita stroke. Tak ada satupun perbaikan yang ditunjukkannya.Sudah beberapa kali Aldi mengambil perawat home care dari yayasan. Namun tak ada satupun dari mereka yang betah.Ya bagaimana bisa betah jika Aldi memperlakukan mereka secara semena-mena? Padahal tugas utama perawat tersebut untuk merawat Husna yang sakit. Tapi, si Aldi sialan ini malah menyuruh mereka mengurus rumah, mulai dari menyapu, mencuci hingga memasak. Aji mumpung katanya!Sontak saja nama Husna sudah terblack list dari yayasan tempat Aldi sering mengambil perawat. Dan sekarang pria ini seenak perutnya mengatakan jika ingin menuntut pihak yayasan karena Husna yang tak kunjung sembuh. Sial!Aldi sudah kembali ke kamar perawatan Husna. Disana mamanya sudah

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 66

    "Ada Aulia?"Selina terkejut melihat pria yang ada di hadapannya. Hampir saja ia ingin memaki karena berpikir jika Aldi yang datang berkunjung. Rupanya, ada pria lain yang berdiri tegak di depan rumah ini."Maaf saya mengganggu malam-malam." Ujar Rama tersendat. "Kedatangan saya kemari untuk memberikan ini."Rama menyerahkan sebuah paper bag. Selina pun melihat ke dalam isinya. Ternyata sebuah boneka barbie yang sempat di pegang oleh putrinya kemarin."Anggaplah itu sebagai tanda penyesalan saya karena perbuatan perempuan itu. Dia sudah merebut mainan milik Aulia.""Oh.. nggak masalah, dokter. Aulia juga sudah melupakannya. Aku malah nggak enak karena dokter sudah berlebihan menolong kami. Kemarin dokter sudah mengobati luka Aulia. Dan juga boneka ini...." Selina menatap boneka itu sekilas dengan perasaan campur aduk. "Sepertinya lebih bagus diberikan pada kekasih dokter saja. Dia pasti menginginkan ini.""Dia bukan kekasih saya.

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 65

    "Kamu memalukan, Rama! Harusnya kamu nggak perlu menyakitinya seperti itu!"Taufan sudah tak bisa menahan kemarahannya. Sejak tadi ia mendengar cerita sepihak dari Yasmine. Wanita ini mengadu jika ditinggal begitu saja oleh Rama. Pria itu juga dianggapnya sudah berbuat kasar.Tapi darimana Rama berbuat kasar? Oh, Rama sampai tak habis pikir. Kenapa para wanita suka sekali menciptakan drama?"Oleh karena papa yang ingin sekali melihat aku menikah hingga membuat papa mudah percaya dengan wanita itu! Coba papa lihat bagaimana reaksi Yasmine saat aku menceritakan semuanya? Dia hanya menggigit bibir, kan?!" Rama juga tak terima."Tapi kamu tidak perlu berbuat kasar padanya, nak.." Mala ikut berbicara."Mama ikut percaya ucapan wanita itu?" Rama menggeleng. "Kalau aku berbuat kasar, mungkin dia sudah berdarah-darah! Tapi yang dia lakukan malah mendorong anak kecil hingga terjatuh! Dan gara-gara perbuatannya aku harus membawa anak itu ke klinik

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 64

    "Aulia!" Selina menjerit begitu juga dengan Aulia yang menangis kesakitan.Tubuhnya di dorong oleh wanita dewasa dengan wajah yang terbentur lantai.Selina mengangkat putri kecilnya. Terlihat noda merah yang keluar dari dalam mulutnya. Ternyata benturan keras membuat gusi anak kecil ini berdarah.Bukannya merasa bersalah, wanita ini melenggang dengan santainya. Selina yang tak terima lekas menahan lengan wanita ini."Hey, mbak!" Tegur Selina."Ada apa?" Yasmine melotot."Kamu sudah mendorong anak saya!""Aku?" Yasmine menunjuk dirinya sendiri. "Bukan aku!""Saya melihatnya. Anda merebut mainan anak saya dan mendorongnya hingga terjatuh!""Aku nggak merebut. Boneka ini milikku, dia yang berusaha merebutnya.""Anda berusaha berbohong? Kalau begitu kita lihat cctv saja untuk membuktikannya!" Ucap Selina yang membuat Yasmine terkesiap."Ada apa ini?" Rama memburu wanita barbie ya

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 63

    Selina sudah tak bisa bersabar jika berurusan dengan sikap emosional mantan suaminya. Tak hanya keras kepala, Aldi juga egois.Dia mungkin melunak, tapi itulah caranya untuk mengambil hati lawannya. Dan Selina sadar bahwa dia sedang diperdaya oleh pria kurang ajar itu. Selina sudah bertekad untuk tidak jatuh dalam lubang yang sama.Akhirnya, Selina memutuskan untuk pindah ke rumah sewa yang lain. Tempatnya sedikit terpencil, para penghuni komplek ini bahkan bisa dihitung dengan jari.Tapi kedamaian seperti inilah yang dicari oleh Selina. Tanpa gangguan dan rasa ingin tahu dari tetangga yang julid. "Kalau kamu kesulitan dan butuh bantuan, jangan segan panggil ayah." Ujar Maryono. Usia sudah memakan separuh tubuhnya tapi cinta pada anak dan cucunya menguatkan dirinya."Ayah jangan khawatir." Balas Selina tersenyum manis. "Menurut ayah apakah aku kejam memisahkan ayah dan anaknya? Mas Aldi berucap demikian, tapi aku merasa ini yang terbaik.

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 62

    "Panggil Rama kemari!"Rahang Taufan sudah mengeras karena menahan emosi. Wajah ini merah padam karena malu akibat perbuatan anaknya.Entah anak siapa Rama ini, kenapa dia berbeda sekali dengan dirinya dan juga Rangga! Karena terlalu biasa dimanja oleh Mala membuatnya menjadi pemberontak.Dan salah satu rasa malu yang diberikan oleh Rama adalah malam ini.. disaat Rama main pergi saja meninggalkan wanita yang hendak dijodohkan padanya.Rama dipanggil, pria ini duduk di sofa keluarga tanpa rasa bersalah. Ia disidang oleh Taufan dan juga Rangga."Beginikah sikapmu itu, Rama? Kenapa kamu tidak bisa menghormati tamu papa!""Apa ada yang salah? Bukannya aku sudah menyapa mereka tadi.""Jangan main-main, Rama! Berapa usiamu itu! Mau sampai kapan kami bertingkah kekanak-kanakan!" Seru Taufan kesal."Aku nggak mengerti maksud papa." Ujar Rama ikut kesal juga."Papa dan mama hendak menjodohkanmu dengan Yasmine. T

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status