FAZER LOGINBerbulan-bulan kemudian. “GOAAAALLL!” Teriak Noel ketika Jayden berhasil mencetak goal. Bocah 15 tahun itu kini masuk ke tim nasional sepak bola u-17. Noel heboh sekali. Menjadi Striker (Penyerang) dalam tim, Jayden bertugas mencetak goal di gawang lawan. “PUTRAKUUUU!” teriak Noel di bangku tribun. Leya tertawa pelan. Dengan putri mereka yang duduk diam memakan es krim. Ela menatap Daddynya yang berdiri dengan antusias. “Daddy tidak lelah?” tanyanya. Leya menggeleng. “Daddy sangat gembira.” Di sepanjang pertandingan, Noel tidak bisa duduk. Terus berdiri dengan perasaan was-was. Pertandingan ini adalah pertandingan final melawan negara tetangga. Jika menang maka akan menjadi juara. Bukan hanya membanggakan keluarga masing-masing, tapi anak-anak yang bermain juga akan membanggakan negara. Leya berdiri saling menggenggam tangan dengan Noel. Sampai detik berakhir. Tim lawan tidak bisa mencetak gol. Sehingga point tim Jayden masih unggul dan berakhir menjadi peme
Elise baru saja menyelesaikan pekerjaan tambahannya.Yaitu membersihkan penthouse mewah Donghyun.Elise mengaduk mie. Pria itu belum pulang. ya, itu memang tujuan Elise menyelesaikan tugasnya sebelum Donghyun pulang.Karena pasti kalau Donghyun melihatnya, ada saja yang disuruh.Elise melakukan semua ini demi Donghyun menerima naskahnya.Mengambil satu kaleng minuman. Ada mie yang sudah siap makan di hadapannya.Di meja depan minimarket dengan cuaca yang dingin.Elise makan dengan pelan. Sampai, ada mobil hitam yang berhenti.Satu pria keluar dengan pakaian formal.Pria itu berhenti. Menatap Elise yang masih sibuk makan.“Elise.”Elise mengernyit dan mendongak. Kemudian tersenyum miring. Mengusap bibirnya sebentar sebelum berbicara.“Oliver?” tanya Elise.Pria itu mengangguk. Oliver, pria yang sampai saat ini sepertinya tidak memiliki keberanian.Oliver menatap Elise dengan canggung. “Bagaimana kabarmu?”“Aku baik. Aku jadi diriku sendiri.” Elise tersenyum manis.Oliver terdiam sejena
“HAHAHAH!” suara Donghyun tertawa begitu puas.Setelah menunggu selesai acara jumpa penggemar itu. akhirnya Elis dan Mina bisa berbicara dengan Donghyun langsung.Di sebuah restoran yang tidak jauh dari kafe.Di sebuah ruang privat yang tidak bisa dimasuki orang sembarang.Elise menatap jengah Donghyun.“Kau benar-benar ingin aku menjadi pemeran utama cerita ini?” tanya Donghyun.Mina mengangguk antusias.Sedangkan Elise mengangguk saja.“Elise..” ucap Donghyun. Menatap lanyard yang terpasang di leher Elise. Elise, penulis naskah.“Kau ingin membuatku seperti mantan kekasihmu?” tanya Donghyun.Elise melotot. Bagaimana pria ini tahu bahwa naskah itu ia tulis berdasarkan kisahnya.“Pria yang tidak memiliki pilihan selain menerima perjodohan dari orang tuanya. Pria yang akhirnya menikah dengan anak presiden untuk kekuasaan.”“Kau pikir aku mantanmu?” tanya Donghyun.“HAHAHAH!” tertawa lagi.Elise menyesal pernah curhat pada Donghyun.Pria ini benar-benar menyebalkan. “Kalau tidak mau yas
5 tahun berlalu.Elise masih sama. Meski sedikit ada perubahan.Akhirnya lulus dan bekerja di sebuah perusahaan produksi film.Menjadi seseorang yang berada di balik layar sebuah film. Menulis script naskah dengan sepenuh hati.Mengawasi aktor dan aktris menjalankan berdialog menggunakan scriptnya.Elise yang dulu princess manja sekarang berubah menjadi perempuan yang mandiri.Terbiasa memenuhi kebutuhannya sendiri.Ya meski terkadang meminta lagi pada hot daddy-nya.Tapi ia benar-benar mengumpulkan uangnya sendiri. Akhirnya merasakan menghasilkan uang sendiri tidak mudah, Elise benar-benar menghargai uang.“Untuk film selanjutnya,” ucap kepala. “Kita harus menggunakan Donghyun sebagai pemeran utama.”Elise mengangguk.Donghyun. Kim Donghyun yang ia kenal.5 tahun berlalu, reputasi pria itu melejit.Pernah mengikuti acara dating yang begitu terkenal, sehingga popularitasnya melejit.Hampir drama yang dibintanginya sukses. Ditambah skill akting yang mumpuni.Sekarang, Donghyun berada
“Cucuku!” Yerin memeluk Jayden.Jayden menarik tangan Omanya. “Adik di dalam.”“Pintarnya,” ucap Arsen pada cucunya.“Halo.” Yerin masuk ke dalam kamar.“Mom.” Leya mendekat sembari membawa Ela yang berada di dalam gendongannya.“Halo sayang.” Mengusap pipi cucunya pelan.“Mom mau menggendong Ela?”Yerin mengangguk.Akhirnya mengambil alih cucunya. Yerin tersenyum menatap cucunya yang begitu sehat.Arsen mendekat. Mengusap tangan mungil Ela dengan jarinya. “Dia menggemaskan.”“Hm.” Yerin tersenyum. “Lengkap sudah cucuku. Ada laki-laki ada perempuan.”Noel dan Leya tertawa pelan.“Sebenarnya aku ingin sepuluh lagi, Mom!”Yerin melotot. “Apa kamu bilang? Kamu ingin membuat istri kamu menderita? Bagaimana kamu tega membuat Leya mengandung dan melahirkan 10 kali lagi?” omelnya pada putranya.“Bercanda-bercanda.” Noel terkekeh pelan. “Aku juga tidak akan sanggup melihat Leya kesakitan.”“Nah suami yang baik.” Yerin memberikan jempolnya.“Pisangnya sudah berbuah lagi.” Arsen menatap cucu pe
Suara bayi yang terdengar di ruang persalinan.Tetes air mata yang keluar dari seorang pria kekar.Leya dalam setengah kesadarannya menoleh. Menatap Noel yang menangis setelah menemaninya melahirkan secara normal.“Sayang,” lirih Leya.“Iya sayang.” Noel menunduk. “Sakit?”Leya menggeleng. “Anak kita..” lirihnya.Perawat datang membawa anak mereka.Noel tersenyum. menggendong bayi mungil di tangannya. Takjub dengan bayi yang keluar dari perut istrinya.Bayi mereka yang diperjuangkan mati-matian oleh Leya.Noel menunduk. Dengan tangis haru yang tidak bisa dibendung.Leya tersenyum. ia juga menangis haru.Anak mereka lahir sehat sempurna. Dan anak mereka perempuan.“Joyce Elana Jarvis,” ucap Noel. “Selamat datang di dunia anakku.”Noel membawa anak mereka menunjuk. Leya bernapas dengan lega melihat anaknya yang bergerak.Lalu disusul dengan tangisan yang begitu menggelegar.Leya tidak lama berada di rumah sakit. Noel menyuruh agar dokter dan perawat saja yang ke mansion mereka.Tidak ma
Ting! Ting! Suara itu membangunkan Yerin. Yerin menyibak selimutnya. Mungkin paketnya datang. Ia harus segera mengambilnya. Yerin membuka pintu tanpa memastikan terlebih dahulu siapa yang datang. Yerin menyipitkan mata. dari bawah—pandangannya terlebih dahulu pada sepasang sepatu. Lalu
Beberapa menit yang lalu…. Setelah keluar dari Mansion kakek. Yerin memutuskan untuk langsung menghubungi orang tuanya. Tidak lama langsung diangkat. Mamanya. “Halo, Yerin.” “Mama..” panggil Yerin. “Jawab pertanyaan Yerin dengan jujur. Katakan sejujurnya.” “kamu baik-baik saja?” dengan
21++ “Jika anak itu benar-benar anakku, apa kamu mau merawatnya bersamaku?” tanya Arsen. “Tidak mungkin aku tega memisahkannya dengan ibu kandungnya.” Yerin menoleh. “Lebih baik kita berpisah.” “Yerin please…” Arsen mendekat. Menaruh wajahnya di ceruk leher istrinya. “Memangnya apa yang kamu
“Kalau aku melakukannya dengan benar, kalau aku memberitahu masalalu ku seperti apa. apa kamu masih mau menerimaku?” tanya Arsen. “Kamu saja marah saat aku tidak sengaja berdekatan dengan wanita lain. apalagi saat aku bilang, aku pernah punya teman ranjang, lalu ada wanita yang mengaku memiliki a







