Share

Berlebihan

Penulis: Susi_miu
last update Tanggal publikasi: 2025-05-27 14:05:09

Perpisahan.

Itu masih sama seperti keinginan lima tahun lalu. Ada keterkejutan—hal tersebut sangat jelas, dan tubuh Abihirt kembali menunjukkan reaksi tegang.

“Ini sudah begitu lama. Kenapa kau masih menghindariku?”

Tidakkah Abihirt sadar bahwa mereka sudah memiliki hidup masing – masing?

Moreau mengepalkan tangan tanpa sadar, kemudian meneruskan, “Tidak akan pernah ada pintu maaf untukmu. Semua memang sudah berlalu. Cukup lupakan dan jangan biarkan aku mendengar sed
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Noor
Thor jgn sad ending y..pleasee.........
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Perjanjian Terlarang   Meminta Kejujuran

    Moreau segera menangkup wajah tampan itu. Memaksa Abihirt menatapnya. Percuma. Bukan suasana tak terduga seperti ini yang dia inginkan. Bukan saat mata kelabu di sana masih menolak melakukan kontak dengannya. “Aku sedang bicara serius. Jangan coba – coba menghindariku,” ucap Moreau sebagai peringatan. Karena tidak sulit menggapai Abihirt secara fisik. Namun, dia selalu dihantam kenyataan ... bahwa nyaris mustahil menyelesaikan sisanya. Menyelesaikan apa yang ada di dalam diri pria itu dan dia tidak bisa—tidak akan pernah berhenti sampai di sana.“Sekarang jawab aku. Kenapa kau lakukan ini? Kenapa kau menyakiti dirimu lagi? Bukankah kita sudah sepakat?”Sambil memberi sapuan ringan di wajah tampan di sana. Moreau harap dia akan berhasil. Sedikit. Ya. Sedikit kelegaan saat Abihirt akhirnya memutuskan untuk memberanikan diri menatapnya.Moreau tersenyum tipis. Dia hanya ingin jawaban. Bukan menghakimi. Cara terbaik adalah menunggu lebih sabar. Sampai akhirnya bibir Abi

  • Perjanjian Terlarang   Terkejut

    “Kau sangat sibuk hari ini, Mommy.”Suara serak dan dalam Abihirt benar – benar terlalu mengejutkan. Moreau tidak memiliki persiapan untuk menyambut keberadaan pria itu di dapur. Setelah sarapan bersama. Lore dan Arias menarik ayah mereka pergi; satu prospek tak terduga di mana, Moreau yakin ... Abihirt jelas—seharusnya telah menyimpan kejutan untuk mereka.Dia tidak berusaha memikirkan semua itu. Sengaja mengambil kesempatan dari kebebasan singkat sekadar menghindari Abihirt; dengan sengaja—masih melakukan apa saja di dapur; membuat bolu kesukaan anak – anak misalnya. Sudah separuh kegiatan. Moreau hanya perlu menunggu kapan adonan yang dikocok dengan alat di tangan menjadi kental berjejak. Ketika tiba – tiba ... dia harus menahan napas merasakan keberadaan Abihirt yang begitu dekat. Pria itu persis menjulang tinggi di belakang tubuhnya. Tidak tahu apa yang bisa Moreau katakan. Berpikir bahwa seharusnya Abihirt masih bersama Lore dan Arias. Sekarang di mana si kembar? Suara mereka

  • Perjanjian Terlarang   Mendengarkan?

    “Aku tidak ingin kau minum – minum seperti semalam,” Moreau menambahkan. Berharap Abihirt akan mengerti. Sudah terlalu sering memberi tahu untuk tetap menjaga kesehatannya sendiri dan hal tersebut benar – benar menjadi sesuatu yang melelahkan ketika pria tersebut sama sekali tidak berusaha memikirkan bagaimana cara agar tidak berada dalam bahaya.“Kau mendengarku bicara, Abi?”Tidak ada respons dari pembicaraan mereka di awal; mendesak sesuatu dalam diri Moreau untuk menuntut pria di hadapannya bicara. Dia tidak mengerti apa yang sedang Abihirt pikirkan, tetapi sorot kelabu itu benar – benar seperti terpaku atau barangkali ada hal serius yang perlu dipikirkan.“Abi ....”Moreau secara tentatif memberi sapuan ringan di rahang kasar itu. Ingin Abihirt secepatnya sadar dan benar ... pria tersebut sempat mengerjap. Kemudian meraih tangannya sekadar diremas singkat.“Ya, Mommy. Aku mengerti.” Sedikit senyum tipis tidak mengakhiri semuanya. Moreau mengambil kesemp

  • Perjanjian Terlarang   Mengerti

    Wajah itu perlahan bergerak. Sebuah pemandangan yang sudah Moreau nantikan sejak terbangun dan masih di sini; mengamati saat Abihirt tampak mengernyit dan perlahan jemari pria itu menyentuh batang hidung sendiri. Perlu sedikit menunggu lebih sabar sampai Abihirt memperhatikan situasi di sekitar, yang membuat kernyitan di kening itu terlihat mencolok, terutama ketika menyadari keberadaannya.“Di mana aku?”Suara serak dan dalam Abihirt terdengar parau. Ntah bagaimana Moreau harus mengatakannya, tetapi dia memberikan senyum. Merasa yakin bahwa segala sesuatu di antara mereka akan berakhir dengan gamblang.“Di kamarmu,” ucapnya, hingga keterkejutan Abihirt tidak terkendali. Pria itu hampir terlonjak bangun, lalu kembali menyadari sesuatu terasa berat di sana.Dugaannya benar, mungkin. Moreau sengaja mendengkus. Tidak berusaha menunjukkan perhatian khusus kepada seseorang yang sudah dia targetkan untuk menghadapi beberapa pembicaraan.“Kau pergi ke mana setelah

  • Perjanjian Terlarang   Lembur

    Lembur ....Pria itu mengatakannya dengan cepat dan paling tidak ... membuat Moreau masih bersedia menunggu lebih lama. Dia mungkin tidak melakukan sesuatu secara signifikan. Hanya menemukan beberapa bacaan buku Abihirt dan akhirnya tenggelam terlalu lama di sini. Di atas kasur empuk sambil menyandarkan punggung di kepala ranjang. Karena sebenarnya Moreau yakin bahwa membaca bisa membuat waktu menjadi tak terasa. Bukan buku penggemar. Bukan sekadar fiksi biasa. Abihirt jelas tidak akan memiliki semua itu. Bisnis. Ya. Buku bisnis. Moreau tidak tahu mengapa tetap mempertahankan keinginan membaca saat dia merasa ini cukup membosankan. Barangkali, meyakini bahwa suatu hari dia akan berada di posisi yang sama seperti ini. Melanjutkan pendidikan saja tidak cukup. Sedikit membayangkan bagaimana mental memimpin Abihirt ada dalam dirinya. Salahkah jika berpikir pria itu bersedia memberikan tips?Pintu kamar tiba – tiba dibuka paksa. Panjang umur. Moreau tersentak mendapati Abihirt sudah menj

  • Perjanjian Terlarang   Ancamannya

    [Kau tidak menganggap ancamanku dengan serius, bukan begitu?]Kening Moreau berkerut dalam membaca pesan yang mengambang di ponsel Abihirt, ketika pemiliknya sedang berada di kamar mandi. Dia bertanya – tanya ancaman seperti apa dan tidak dianggap serius? Apa yang sebenarnya sedang Abihirt hadapi? Mengapa pria itu sama sekali tidak tidak bercerita?Satu pertanyaan lain muncul. Siapa di balik pengirim pesan dengan nomor pribadi? Moreau tidak akan memiliki akses untuk mencari tahu langsung. Tidak ada petunjuk apa pun di sini. Mungkin ... jika dia bersedia mengambil keputusan penuh tekad; mengulik jawaban langsung dari Abihirt adalah pilihan paling tepat. Masih menatap ponsel itu lamat. Perhatian Moreau segera teralihkan ketika mendengar pintu kamar mandi terbuka dan Abihirt muncul dengan pemandangan yang selalu sanggup membuatnya terdiam beberapa saat. Sedikit butuh usaha keras sekadar mengerjap. Moreau mendadak gugup karena sorot kelabu Abihirt menatapnya seolah dia baru saja melakuk

  • Perjanjian Terlarang   Pembalut

    Pintu kamar terbuka sedikit membuat Moreau tersentak saat dia sedang diliputi kesibukkan memainkan ponsel. Tidak ada peringatan dari Abihirt bahwa pria itu akan tiba – tiba melangkah masuk. Memperlihatkan ekspresi nyaris tidak terbaca. Menjulang tinggi di sana dengan penampilan yang hampir tanpa

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
  • Perjanjian Terlarang   Protes

    “Aku sudah bilang tidak mau.” Seperti ini lebih adil. Moreau menggigit bibir sendiri saat merasa cukup terhibur. Abihirt tidak menunjukkan kapan pria itu akan bertindak. Berharap tidak, maka dia dapat melanjutkan kebutuhan tertunda. Kali ini mungkin akan menargetkan dagu ayah sambungnya seba

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
  • Perjanjian Terlarang   Hotel?

    “Bukankah seharusnya kita pulang? Kenapa kau malah mengajakku ke hotel?” Sejak awal Moreau sudah merasakan sesuatu yang tidak biasa dari keputusan Abihirt. Hanya menunggu saat – saat paling tepat sekadar mengajukan pertanyaan. Paling tidak di sini, ketika mereka terjebak di satu kamar berdua

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
  • Perjanjian Terlarang   Sangkar Liontin

    “Apa itu?” tanya Moreau sambil menelan ludah kasar. Hampir benar – benar tak bisa mengalihkan perhatian di telapak tangan ayah sambungnya. Abihirt tidak langsung mengatakan sesuatu. Namun, pria itu menempatkan posisi untuk menghapus sisa jarak di antara mereka. Sekarang lebih dari cukup sekadar ber

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status