Share

Gangguan

Author: Susi_miu
last update publish date: 2024-12-10 12:53:55

[Rasanya aku ingin membawamu ke ruang merah saat ini juga.]

Hanya sebuah notifikasi ponsel dan Moreau segera mendapati tatapan tajam ayah sambungnya di kejauhan. Sejak awal mereka memang berpencar. Dia memutuskan untuk tidak terlalu dekat setelah tiba di pesta pernikahan Froy dan Lewi. Bukan apa – apa. Setidaknya ingin sedikit kebebasan daripada terjebak di tengah pengawasan Barbara.

Sialnya Moreau tidak pernah menduga justru Abihirt-lah, yang nyaris tidak melepaskan perhatian darin
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Perjanjian Terlarang   Urusan yang Belum Selesai

    Rasanya, perhatian Moreau terlalu sering teralihkan; antara menimbang bahan – bahan adonan atau sesekali memastikan anak – anak tidak melakukan sesuatu yang berlebihan. Mereka memang sedang berada di dapur. Dia terlalu sibuk dengan pelbagai aktivitas, sementara Lore dan Arias duduk manis di meja bar, menunggu kapan mendapat giliran untuk bisa menawarkan bantuan. Moreau tersenyum ketika mendapati mereka sedang menatap dengan sangat menggemaskan ke arahnya. Anak – anak tidak cukup berani membuat kekacauan di sini, meski dia lebih yakin bahwa mereka memiliki insting jahil; mungkin sedang menunggu kapan waktu itu tiba.Tidak. Moreau akan tetap mengawasi mereka. Tepung sudah ditimbang sesuai takaran. Dia menyisihkannya terlebih dahulu, kemudian beralih ke bahan adonan lainnya.“Mommy, kenapa tepungnya sangat sedikit? Bukankah nanti hasilnya juga akan sedikit? Aku mau bolu yang banyak mommy. Kita bikin banyak – banyak.”Mata kelabu Lore melotot penuh rasa penasaran ketika

  • Perjanjian Terlarang   Big Daddy

    Beberapa situasi yang Moreau hadapi membuat rasa waspada terkumpul menjadi sesuatu yang bertingkat – tingkat. Sehingga, gerakan singkat mana pun ... dengan muda menarik perhatiannya. Dia segera bangun dan mendapati pemandangan di mana Abihirt terlihat berusaha mengumpulkan nyawa.Perhatian pria itu intens memperhatikan situasi di sekitar. Moreau tidak akan berusaha mengatakan apa pun sampai tiba – tiba wajah tampan—yang terduga masih begitu mengantuk, menoleh ke arahnya.“Pagi, Mommy.”Suara serak dan dalam Abihirt terdengar persis seseorang ... baru saja terbangun dari tidur lelap. Memang mungkin demikian yang pria itu rasakan. Obat tidur telah merangsang saraf untuk menghadapi kondisi, yang sebenarnya ... Moreau tidak setuju jika Abihirt akan terus – terusan menggantungkan hidup terhadap kapsul tersebut.“Bagaimana tidurmu semalam?”Namun, dia tidak coba membicarakan ini secara gamblang. Biarkan semua berjalan pelan – pelan. Sekarang ... Abihirt terduga mengatu

  • Perjanjian Terlarang   Mencintaimu

    Abihirt kembali ke kamar utama lebih cepat ketika biasanya ... pria itu akan menemani anak – anak lebih dulu. Membaca cerita dongeng, lalu akan meninggalkan mereka setelah tertidur. Sekarang sedikit berbeda. Moreau sendiri nyaris tidak menemukan jawaban yang tepat saat si kembar menanyakan keberadaan ayah mereka; bertanya – tanya mengapa bukan Abihirt yang seharusnya—menjadi orang terakhir yang mereka temui sebelum terlelap. Masih mengenai pembicaraan mereka di dapur.Moreau hanya tidak mengerti ... mengapa Abihirt menghindari beberapa aktivitas usai menjemput anak – anak pulang. Seolah pria itu sudah menebak apa yang akan mereka bicarakan. Padahal tidak. Moreau sudah berkata bahwa dia tidak akan memaksa Abihirt, tetapi mungkin ... menjadi salahnya tidak menjelaskan semua itu dari awal.Sekarang, perhatian yang dia berikan nyaris begitu terpaku ke arah ranjang. Suasana di kamar masih begitu benderang. Moreau tidak ingat kapan Abihirt punya kebiasaan tidur seperti ini. A

  • Perjanjian Terlarang   Meminta Kejujuran

    Moreau segera menangkup wajah tampan itu. Memaksa Abihirt menatapnya. Percuma. Bukan suasana tak terduga seperti ini yang dia inginkan. Bukan saat mata kelabu di sana masih menolak melakukan kontak dengannya. “Aku sedang bicara serius. Jangan coba – coba menghindariku,” ucap Moreau sebagai peringatan. Karena tidak sulit menggapai Abihirt secara fisik. Namun, dia selalu dihantam kenyataan ... bahwa nyaris mustahil menyelesaikan sisanya. Menyelesaikan apa yang ada di dalam diri pria itu dan dia tidak bisa—tidak akan pernah berhenti sampai di sana.“Sekarang jawab aku. Kenapa kau lakukan ini? Kenapa kau menyakiti dirimu lagi? Bukankah kita sudah sepakat?”Sambil memberi sapuan ringan di wajah tampan di sana. Moreau harap dia akan berhasil. Sedikit. Ya. Sedikit kelegaan saat Abihirt akhirnya memutuskan untuk memberanikan diri menatapnya.Moreau tersenyum tipis. Dia hanya ingin jawaban. Bukan menghakimi. Cara terbaik adalah menunggu lebih sabar. Sampai akhirnya bibir Abi

  • Perjanjian Terlarang   Terkejut

    “Kau sangat sibuk hari ini, Mommy.”Suara serak dan dalam Abihirt benar – benar terlalu mengejutkan. Moreau tidak memiliki persiapan untuk menyambut keberadaan pria itu di dapur. Setelah sarapan bersama. Lore dan Arias menarik ayah mereka pergi; satu prospek tak terduga di mana, Moreau yakin ... Abihirt jelas—seharusnya telah menyimpan kejutan untuk mereka.Dia tidak berusaha memikirkan semua itu. Sengaja mengambil kesempatan dari kebebasan singkat sekadar menghindari Abihirt; dengan sengaja—masih melakukan apa saja di dapur; membuat bolu kesukaan anak – anak misalnya. Sudah separuh kegiatan. Moreau hanya perlu menunggu kapan adonan yang dikocok dengan alat di tangan menjadi kental berjejak. Ketika tiba – tiba ... dia harus menahan napas merasakan keberadaan Abihirt yang begitu dekat. Pria itu persis menjulang tinggi di belakang tubuhnya. Tidak tahu apa yang bisa Moreau katakan. Berpikir bahwa seharusnya Abihirt masih bersama Lore dan Arias. Sekarang di mana si kembar? Suara mereka

  • Perjanjian Terlarang   Mendengarkan?

    “Aku tidak ingin kau minum – minum seperti semalam,” Moreau menambahkan. Berharap Abihirt akan mengerti. Sudah terlalu sering memberi tahu untuk tetap menjaga kesehatannya sendiri dan hal tersebut benar – benar menjadi sesuatu yang melelahkan ketika pria tersebut sama sekali tidak berusaha memikirkan bagaimana cara agar tidak berada dalam bahaya.“Kau mendengarku bicara, Abi?”Tidak ada respons dari pembicaraan mereka di awal; mendesak sesuatu dalam diri Moreau untuk menuntut pria di hadapannya bicara. Dia tidak mengerti apa yang sedang Abihirt pikirkan, tetapi sorot kelabu itu benar – benar seperti terpaku atau barangkali ada hal serius yang perlu dipikirkan.“Abi ....”Moreau secara tentatif memberi sapuan ringan di rahang kasar itu. Ingin Abihirt secepatnya sadar dan benar ... pria tersebut sempat mengerjap. Kemudian meraih tangannya sekadar diremas singkat.“Ya, Mommy. Aku mengerti.” Sedikit senyum tipis tidak mengakhiri semuanya. Moreau mengambil kesemp

  • Perjanjian Terlarang   Menguping

    “Kau bisa datang ke rumahku pukul enam sore. Tapi pastikan jangan sampai membuat suamiku curiga. Dia tidak boleh tahu kalau aku mengundangmu untuk melakukan uji kebohongan kepada putriku. Anggaplah kau datang sekadar berkunjung.” “Tapi bagaimana dengan alat yang perlu kubawa?” “Serahkan

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Perjanjian Terlarang   Borgol

    Masih tentang prospek tidak adil, tetapi tumbukan di jantung Moreau seperti telah meninggalkan begitu banyak lubang. Betapa bodoh, dia bahkan tidak tahu bagaimana cara menambal jejak - jejak yang tertinggal dalam setelah jatuh begitu terjal. Dapat dipastikan rasa sakit tidak akan hilang pada

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Perjanjian Terlarang   Mungkin Salah Paham?

    Moreau dan Abihirt melakukan kontak mata. Cukup lekat, sampai kemudian iris kelabu itu memutuskan untuk mengakhiri perangkap paling berbahaya di antara mereka. Bukan. Jelas bukan karena ayah sambungnya menyerah begitu saja pada sesuatu yang tentu dapat dilanjutkan di antara mereka, tetapi sesuatu

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Perjanjian Terlarang   Pengawasan

    Tidak ada pembicaraan penting. Tidak ada yang dapat dipaksakan untuk tetap pada kebutuhan mereka. Moreau melakukan setiap apu pun hal yang dibutuhkan dengan sangat cepat. Dia tidak peduli, walau terkadang ... lebih sering merasakan betapa mata kelabu Abihirt seperti menusuk di balik bahunya, seak

    last updateLast Updated : 2026-03-27
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status