Share

Bab 115

Penulis: Nashwa Fazila
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-20 14:10:33

"Iya Tante, memang benar kalau aku yang sudah merusak selang nya. Aku memang ingin berniat untuk mencelakai Aluna, tapi aku tidak menyangka sama sekali kalau justru Aryan yang berada di dapur itu, aku sama sekali tidak berniat untuk menyakiti Aryan."

"Aku merasa iri dan cemburu pada Aluna, karena dia selalu saja berhasil mendapatkan pujian dari kalian semua terutama Aryan. Aku marah pada diriku sendiri karena tidak bisa memiliki Aryan, seharusnya aku yang bersama Aryan saat ini bukan Aluna."

"Dia tidak pantas untuk Aryan, dan aku tahu betul kalau Aryan sama sekali tidak pernah merasakan kebahagiaan dalam pernikahan nya. Karena dia tidak mencintai Aluna, dia masih sangat mencintai aku. Pernikahan nya dengan Aluna terjadi karena keadaan yang memaksanya, aku tahu itu."

"Selama ini aku memang berpura-pura bersikap baik pada Aluna, semua itu aku lakukan agar aku bisa mengambil kepercayaan Aluna dan bisa dengan mudah dekat dengan Aryan kembali, lalu setelah itu aku akan merebut Aryan dar
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pernikahan 90 Hari Gadis Desa & Tuan Presdir    Bab 126

    Pagi sekali, Nissa sudah datang berkunjung ke rumah nya Aryan. Melihat kedatangan Nissa tentu saja membuat kedua orang tua Aryan merasa senang. "Nissa, kamu sudah tumbuh dewasa ya sekarang, dulu terakhir kita bertemu kamu masih kecil dan sekarang kamu sudah menjadi gadis yang sangat cantik." Ujar Bu Rianti memuji. "Terimakasih banyak Tante, aku merasa senang sekali bisa bertemu dengan Tante dan Om lagi setelah sekian lama." "Bagaimana dengan kabar kedua orang tua kamu nak?" Tanya Pak Lukas. "Kabar Mama dan Papa baik Om, mereka juga akan datang ke Jakarta setelah urusan mereka selesai, mungkin dua hari lagi mereka akan datang. Mama dan Papa juga titip salam untuk Om dan Tante." Sahut Nissa. "Oh iya Tante, dimana Aryan?" Tanya Gadis itu. "Aryan masih di kamar nya, pasti kamu sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan Aryan ya." "Sebenarnya aku sudah bertemu dengan Aryan tadi malam, kami tidak sengaja bertemu di acara pesta teman." "Itu berarti kamu juga sudah bertemu

  • Pernikahan 90 Hari Gadis Desa & Tuan Presdir    Bab 125

    "Aryan tunggu.." panggil Nisa. "Ada apa Nis?" Tanya Aryan."Apa kau akan pulang sekarang, bolehkah aku ikut pulang bersama kalian. Aku datang kesini sendirian, dan ini juga sudah larut malam. Aku merasa takut jika harus pulang sendirian dengan menggunakan taxi, apalagi aku belum hapal situasi di Jakarta seperti apa, aku takut jika ada orang yang akan mencelakai aku." "Kamu tidak merasa keberatan kan, kalau aku minta kamu untuk mengantarkan aku ke apartemen ku." Ujar Nissa sedikit memaksa. "Tentu kami akan mengantarkan kamu pulang, benarkan Mas." Sahut Aluna. "Hhmm iya, benar sekali." "Terimakasih banyak ya Aluna, Aryan." Gadis itu pun langsung membuka pintu bagian depan, rupanya dia ingin duduk tepat di samping Aryan. "Tunggu dulu Nissa." "Iya Aryan, ada apa?" "Kamu duduk di belakang ya, karena Aluna yang akan duduk di depan." "Hhmm tapi aku tidak terbiasa duduk di belakang, aku suka merasa mual." "Benarkah? Tapi aku baru tahu kalau kamu selalu mual saat duduk di depan, tap

  • Pernikahan 90 Hari Gadis Desa & Tuan Presdir    Bab 124

    "Nissa, apa kamu datang kesini bersama keluarga kamu?" tanya Aryan. "Tidak, aku datang sendiri kali ini dan mereka akan menyusul aku nanti setelah urusan mereka selesai." sahut nisa. "Baiklah, jika kedua orang tuamu pulang tolong ajaklah mereka untuk berkunjung ke rumah kami. Mama dan Papa pasti akan merasa senang sekali bertemu dengan kalian." Nissa pun hanya menganggukkan kepala nya kecil sambil tersenyum.. "Aku baru tahu kalau kamu sudah menikah, aku pikir kamu masih lajang. Maaf sekali Aluna, aku tadi langsung memeluk suami mu begitu saja." Ujar Nissa dengan sedikit gugup. "Tidak apa-apa Nisa, aku bisa mengerti perasaan kamu. Pasti kamu sangat senang sekali saat bertemu dengan Mas Aryan setelah sekian lama, itu sangatlah wajar dan normal terjadi. Aku juga tidak merasa cemburu, karena aku sangat percaya pada suamiku." Balas Aluna dengan santai nya. "Kamu dengar apa kata istriku kan, dia sangat pengertian tapi tolong jangan sembarangan memeluk aku seperti tadi lagi, karena

  • Pernikahan 90 Hari Gadis Desa & Tuan Presdir    Bab 123

    Aryan dan Aluna pun sampai di sebuah pesta yang di adakan oleh rekan kerja Aryan. Mereka di sambut hangat, dan Aryan pun tidak lupa memperkenalkan istrinya yang cantik itu. "Aryan, akhirnya kamu datang juga. Sejak tadi aku menunggu kedatangan mu, aku pikir kau tidak akan datang." "Tentu saja aku akan datang, ini adalah hari bahagia untuk mu bukan." "Apa dia ini istrimu Aryan?" Tanya istri rekan nya itu. "Iya kenalin ini Aluna istriku." "Haii Aluna, salam kenal. Aku Sonia, senang sekali bisa bertemu dengan kamu. Dan ternyata yang di katakan Aryan itu benar sekali, kalau kamu itu sangat cantik. Suami mu ini sering sekali memuji kamu." Mendengar hal itu, Aluna pun terlihat langsung tersipu malu. "Haii Sonia salam kenal juga, aku juga sangat senang sekali bisa bertemu dengan kalian. Aku ucapkan selamat untuk kalian berdua." Sahut Aluna. "Terimakasih banyak Aluna, kalian nikmati saja ya pesta nya." "Baiklah, kalau begitu aku permisi dulu." Sahut Aryan, lalu mengajak Alun

  • Pernikahan 90 Hari Gadis Desa & Tuan Presdir    Bab 122

    Tiba-tiba saja saat Bude Ratmi sedang beristirahat, seseorang menjenguk pintu rumah nya.."Assalamualaikum, Ratmi." "Waalaikumsalam." Bude Ratmi pun langsung membuka pintu rumah nya itu. "Bu Ina, ada apa Bu?" Tanya Bude."Ini loh saya datang kesini ingin memberikan kue ini untuk kamu, saya dengar katanya kamu sudah pulang dari Jakarta. Makanya saya langsung saja datang kemari." "Wah terimakasih banyak ya Bu, tapi dalam rangka apa Bu Ina memberikan saya kue seperti ini, apa Bu Ina sedang ada acara di rumah?" "Tidak ada, hari ini saya sedang merasa senang sekali karena menantu saya Mala sedang hamil, dan sebentar lagi saya akan segera memiliki seorang cucu. Itulah kenapa saya membagikan kue pada keluarga sebagai rasa syukur." Ungkap wanita paruh baya itu."Wah Alhamdulillah, selamat ya Bu saya ikut senang mendengar kabar bahagia ini, dan terimakasih banyak loh Bu untuk kue nya." Sahut Bude Ratmi."Sama-sama, oh iya bagaimana dengan kabar keponakan mu itu, apa dia juga sudah hamil?"

  • Pernikahan 90 Hari Gadis Desa & Tuan Presdir    Bab 121

    Mala dan Zaki pun baru saja pulang dari rumah sakit, mereka berdua terlihat begitu senang dan bahagia sekali. "Kalian sudah pulang, apa kata dokter?" Tanya Bu Ina. "Kami baru saja kembali dari Bidan Bu, katanya saat ini Mala sedang hamil." Sahut Zaki.Tentu saja setelah mendengar hal itu, membuat Bu Ina begitu merasa senang. "Mala hamil? Kamu tidak sedang bercanda atau sedang membohongi ibu kan Zaki?" "Aku serius Bu, untuk apa aku berbohong tentang masalah ini. Jika ibu tidak percaya, ibu bisa tanyakan langsung pada Mala atau perlu ibu tanyakan pada bidan desa kita." "Iya Bu, apa yang di katakan oleh Mas Zaki itu benar sekali kalau saat ini aku sedang hamil." Lanjut Mala."Jadi tadi pagi kamu muntah-muntah itu karena hamil, bukan karena masuk angin." Mala pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.Dengan perasaan senang, Bu Ina pun langsung memeluk menantu nya itu. "Selamat sayang, terimakasih banyak karena kalian akan memberikan cucu untuk Ibu, aku benar-benar sudah tidak s

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status