Share

Bab 146

Penulis: Vannisa
"Malam acara tahunan itu, Aurel tak sengaja melihat Bu Maggie dan pria di sampingnya tampak begitu akrab, lalu salah paham mengira mereka menjalin hubungan yang nggak pantas." Kaeso memilih kata dengan sangat hati-hati. Setiap kalimat yang keluar sudah lebih dulu dia pikirkan matang-matang di dalam hati.

"Pria itu Bapak juga kenal, Owen dari divisi kredit Bank Maxi, atasan langsung Bu Maggie sekaligus seniornya saat kuliah. Mereka bukan seperti yang orang lain pikirkan."

Semakin lama Kaeso menje
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 599

    Maggie seketika terdiam, lalu bertanya dengan hati-hati, "Tadi kamu dengar suara nggak?"Teresa tampak kebingungan. "Suara apa?"Maggie pun merasa ragu. Barusan sepertinya dia mendengar Easton sedang memaki orang, tetapi dipikir-pikir lagi, tidak mungkin.Easton jelas-jelas pergi ke hotel resor yang disiapkan untuk klien kelas atas. Hari ini jadwalnya penuh, bagaimana mungkin dia muncul di sini?Maggie menghela napas lega, lalu memaksakan senyuman untuk menenangkan Teresa. "Mungkin aku cuma salah dengar. Nggak apa-apa, kita lanjut naik."Semakin dipikir, Teresa semakin kesal. Karena rombongan besar tidak ada di sini, dia pun meluapkan amarahnya, "Budak korporat tetap budak korporat. Bukan cuma di kantor saling sikut, naik tangga begini pun bisa-bisanya menjilat atasan. Coba lihat mereka, satu sisi menyodorkan air ke pemimpin, satu sisi lagi memuji tubuhnya kuat dan staminanya bagus.""Memang sudah takdir jadi budak korporat. Naik sampai lantai 19 bukan cuma nggak bikin mereka capek sam

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 598

    Teresa menemukan dua batang cokelat, lalu menggeleng dengan polos. "Aku juga nggak tahu. Nanti kalau sudah naik sampai atas baru tahu."Teresa tidak memelankan suaranya. Meskipun Maggie sengaja menjauhkan ponsel dari telinga, percakapan itu tetap terdengar jelas oleh orang di seberang sana.Naik? Easton mengernyit, mengangkat wajah dengan ekspresi suram ke arah papan pengumuman lift yang sedang diperbaiki.Suhu di sekitarnya seakan-akan turun drastis. Dia menarik napas dalam, menggenggam ponsel, lalu membalikkan badan. "Kamu sekarang di mana?""Hah?"Wajah Easton dingin, jelas tidak senang. "Hah apa? Aku tanya kamu di mana?"Maggie menelan ludah dengan gugup. Tidak mungkin dia bilang kalau dirinya sedang naik tangga."Kegiatan kami sebentar lagi mulai, sekarang lagi sibuk. Habis ini aku hubungi kamu ya?" sahut Maggie.Easton belum sempat membuka mulut, teleponnya sudah lebih dulu diputus. Dia mengumpat pelan, lalu langsung menelepon seseorang.Alvian sedang berada di ruang istirahat la

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 597

    Maggie bersandar pada jendela mobil, memandang pemandangan samar di kejauhan yang perlahan menjadi jelas.Mobil berhenti di pinggir jalan. Sebuah bangunan putih bergaya barat langsung terlihat mencolok di depan mata.Teresa menguap, menggosok mata yang masih setengah terpejam, lalu bergumam, "Sudah sampai?"Maggie menyimpan ponselnya dan menjawab pelan, "Ya."Di depan gedung putih itu, lautan manusia sudah berdesakan. Teresa melirik cepat. "Banyak banget fans?"Maggie tertegun mendengarnya. Mengikuti arah pandang Teresa, di bawah terik matahari Sarnya yang menyengat, para penggemar yang memegang spanduk dan poster dukungan tetap penuh semangat.Maggie melihat sekeliling dan menyadari, bukan hanya penggemar Jilly, di berbagai spanduk juga tercetak nama-nama lainnya."Memang luar biasa. Ini satu-satunya perusahaan gim dalam negeri yang sudah go public. Tim e-sports-nya bisa sepopuler ini, sampai mengalahkan artis wanita yang lagi naik daun."Teresa berdecak kagum sambil menarik Maggie ma

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 596

    Suasana hati Easton sedang sangat bagus. Bahkan lewat layar pun dia seperti bisa mencium bau cemburu.Dia sengaja ingin menggoda Maggie, jadi membalas satu kalimat.[ Siapa bilang cuma bisa memanjakan mata? ]Maggie mengumpatinya dalam hati. Jarinya mengetik sampai hampir keluar percikan api di layar.[ Pak Easton, harap pikir dua kali. Nyonya Devantara titip pesan, kalau Anda berani berbuat yang aneh-aneh, dia akan .... ]Rasa penasaran Easton muncul. Dia pun mengirim tanda tanya. Apa yang akan dilakukan?Maggie juga benar-benar kejam, langsung mengirim dua kata yang paling dibenci Easton dalam hidupnya.[ Minta cerai. ]Wajah Easton seketika menggelap. Dia langsung menelepon Maggie. Maggie tidak mengangkat, malah memutuskan panggilan.Easton terus menelepon lagi, jelas tidak mau menyerah. Maggie akhirnya terpaksa mengangkat telepon. Bibirnya terkatup tanpa berbicara."Pertama kali."Maggie bingung. "Hah?""Ini pertama kali. Kalau kamu berani bilang kata seperti itu lagi, sampai tiga

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 595

    Basis e-sports dibangun di pinggiran jalur luar kota, sehingga perjalanan dengan mobil pun lama. Tak lama kemudian, terdengar silih berganti napas orang-orang yang tertidur di dalam mobil.Saat membuka Instagram dengan santai, Maggie tidak sengaja mendapati kolaborasi yang disebut Jilly ternyata adalah kerja sama dengan tim e-sports Golden ME di bawah naungan Star Leap. Pihak merek sudah mulai melakukan promosi pemanasan di Instagram. Para penggemar Jilly dan para penggemar atlet e-sports profesional ikut membagikan konten terkait untuk berpartisipasi dalam undian.Karena merasa bosan, Maggie keluar dari halaman Instagram dan beralih ke halaman obrolan WhatsApp yang tenang. Setelah ragu beberapa detik, dia inisiatif mengirim pesan pada Easton.[ Maggie: Apa jadwalmu hari ini? Kantor mengatur klien level S untuk pergi ke resort, kamu ikut? ][ Maggie: Aku dengar mereka mengundang grup idola wanita dari Kortama, ada pertunjukan air juga. ]Sekitar sepuluh menit berlalu, mobil sudah tiba

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 594

    "Anemia hanya alasan? Apa maksudnya nggak boleh sembarang minum obat?" tanya Owen.Melihat reaksi Owen, Maggie langsung sadar Owen sudah salah paham. "Aku nggak sakit, tubuhku sehat. nggak boleh sembarang minum obat karena ... aku sudah hamil. Sudah periksa ke rumah sakit, baru dua bulan."Saat mengatakan itu, Maggie menyentuh perutnya dengan hati-hati. Saat menundukkan kepalanya dengan lembut, dia memancarkan naluri keibuan yang alami.Saat itu, hati Owen langsung terasa sakit dan ekspresinya juga menjadi muram. Dengan susah payah, dia pun bertanya, "Dia sudah tahu?""Ya. Anak ini bisa dibilang adalah kejutan yang membahagiakan, tapi kami sangat menghargai takdir ini. Soal aku sudah menikah dan hamil, belum ada rekan kantor yang tahu. Jadi, aku harap Kak Owen bisa merahasiakannya," kata Maggie."Aku akan merahasiakannya. Untuk urusan pekerjaan, jangan merasa tertekan. Jaga kesehatanmu baik-baik. Kalau butuh bantuan, kamu bisa mencariku," kata Owen sambil mengangkat tangan. Telapak tan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status