Share

Bab 595

Penulis: Vannisa
Basis e-sports dibangun di pinggiran jalur luar kota, sehingga perjalanan dengan mobil pun lama. Tak lama kemudian, terdengar silih berganti napas orang-orang yang tertidur di dalam mobil.

Saat membuka Instagram dengan santai, Maggie tidak sengaja mendapati kolaborasi yang disebut Jilly ternyata adalah kerja sama dengan tim e-sports Golden ME di bawah naungan Star Leap. Pihak merek sudah mulai melakukan promosi pemanasan di Instagram. Para penggemar Jilly dan para penggemar atlet e-sports profes
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 596

    Suasana hati Easton sedang sangat bagus. Bahkan lewat layar pun dia seperti bisa mencium bau cemburu.Dia sengaja ingin menggoda Maggie, jadi membalas satu kalimat.[ Siapa bilang cuma bisa memanjakan mata? ]Maggie mengumpatinya dalam hati. Jarinya mengetik sampai hampir keluar percikan api di layar.[ Pak Easton, harap pikir dua kali. Nyonya Devantara titip pesan, kalau Anda berani berbuat yang aneh-aneh, dia akan .... ]Rasa penasaran Easton muncul. Dia pun mengirim tanda tanya. Apa yang akan dilakukan?Maggie juga benar-benar kejam, langsung mengirim dua kata yang paling dibenci Easton dalam hidupnya.[ Minta cerai. ]Wajah Easton seketika menggelap. Dia langsung menelepon Maggie. Maggie tidak mengangkat, malah memutuskan panggilan.Easton terus menelepon lagi, jelas tidak mau menyerah. Maggie akhirnya terpaksa mengangkat telepon. Bibirnya terkatup tanpa berbicara."Pertama kali."Maggie bingung. "Hah?""Ini pertama kali. Kalau kamu berani bilang kata seperti itu lagi, sampai tiga

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 595

    Basis e-sports dibangun di pinggiran jalur luar kota, sehingga perjalanan dengan mobil pun lama. Tak lama kemudian, terdengar silih berganti napas orang-orang yang tertidur di dalam mobil.Saat membuka Instagram dengan santai, Maggie tidak sengaja mendapati kolaborasi yang disebut Jilly ternyata adalah kerja sama dengan tim e-sports Golden ME di bawah naungan Star Leap. Pihak merek sudah mulai melakukan promosi pemanasan di Instagram. Para penggemar Jilly dan para penggemar atlet e-sports profesional ikut membagikan konten terkait untuk berpartisipasi dalam undian.Karena merasa bosan, Maggie keluar dari halaman Instagram dan beralih ke halaman obrolan WhatsApp yang tenang. Setelah ragu beberapa detik, dia inisiatif mengirim pesan pada Easton.[ Maggie: Apa jadwalmu hari ini? Kantor mengatur klien level S untuk pergi ke resort, kamu ikut? ][ Maggie: Aku dengar mereka mengundang grup idola wanita dari Kortama, ada pertunjukan air juga. ]Sekitar sepuluh menit berlalu, mobil sudah tiba

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 594

    "Anemia hanya alasan? Apa maksudnya nggak boleh sembarang minum obat?" tanya Owen.Melihat reaksi Owen, Maggie langsung sadar Owen sudah salah paham. "Aku nggak sakit, tubuhku sehat. nggak boleh sembarang minum obat karena ... aku sudah hamil. Sudah periksa ke rumah sakit, baru dua bulan."Saat mengatakan itu, Maggie menyentuh perutnya dengan hati-hati. Saat menundukkan kepalanya dengan lembut, dia memancarkan naluri keibuan yang alami.Saat itu, hati Owen langsung terasa sakit dan ekspresinya juga menjadi muram. Dengan susah payah, dia pun bertanya, "Dia sudah tahu?""Ya. Anak ini bisa dibilang adalah kejutan yang membahagiakan, tapi kami sangat menghargai takdir ini. Soal aku sudah menikah dan hamil, belum ada rekan kantor yang tahu. Jadi, aku harap Kak Owen bisa merahasiakannya," kata Maggie."Aku akan merahasiakannya. Untuk urusan pekerjaan, jangan merasa tertekan. Jaga kesehatanmu baik-baik. Kalau butuh bantuan, kamu bisa mencariku," kata Owen sambil mengangkat tangan. Telapak tan

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 593

    Lobi lantai satu di Hotel Foniks.Maggie bergegas datang dengan sepatu datar, tetapi rapat pagi sudah selesai. Rekan-rekan kerjanya membawa tugas dan tanda pengenal masing-masing, lalu berbaris untuk satu per satu naik ke bus.Dengan napas terengah-engah, Maggie langsung melihat Owen yang bertubuh tinggi dan ramping di tengah kerumunan. Seolah-olah memiliki firasat, pria itu tiba-tiba menoleh ke arahnya. Dia membuka mulut saat tatapan mereka bertemu, tetapi tidak mengeluarkan suara.Owen telah mengatur proyek resor untuk klien level S, lalu kembali ke lobi dan berdiri di hadapan Maggie. Senyumnya tetap lembut seperti sebelumnya, seolah-olah tidak pernah ada jarak apa pun di antara mereka."Maaf, aku ...."Sebelum Maggie sempat meminta maaf, Owen langsung memotong ucapan Maggie, "Nggak apa-apa, waktunya pas. Teresa duduk di mobil nomor tiga, kamu bisa mencarinya."Maggie menganggukkan kepala, lalu hendak melangkah pergi.Namun, Owen tiba-tiba memanggil, "Maggie.""Apa?" tanya Maggie yan

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 592

    "Oh ya. Setelah Tahun Baru, aku kembali ke ibu kota dan kebetulan melihatmu kencan buta dengan gadis muda di sebuah kafe. Setelah itu, kamu menemaninya belanja dan membawakan tasnya dengan sopan. Pak Easton memang orang sibuk yang mudah lupa, aku bantu ingatkan catatan lama," kata Maggie.Easton tersenyum pahit, lalu menggesek batang hidung Maggie dengan jari. "Aku baru bilang satu kalimat, kamu sudah siapkan sepuluh balasan."Maggie meletakkan kuas riasnya dan menjawab serius, "Kamu yang mulai bicara nggak masuk akal lebih dulu.""Saat seniormu memberiku alat perekam itu, aku hampir saja mati karena marah besar. Kenapa kamu nggak sebut itu? Pemuda yang terus berusaha mendekatimu seperti lalat itu juga, siapa dia? Wajahnya agak familier, tapi aku benar-benar nggak ingat," kata Easton.Maggie melirik Easton dan berpikir ingatan orang ini ternyata cukup bagus, baru pernah lihat sekali pun masih ingat. "Namanya Yogi. Dua tahun yang lalu saat di barat laut, dia yang mengantarkanku ke rumah

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 591

    "Baik," jawab Easton sambil mencium pipi Maggie, lalu meletakkan tangannya di atas perut Maggie dengan hati-hati.Karena rasa hangat menyebar, Maggie menatap Easton dengan bingung. "Kamu sedang apa?""Aku sedang menyapa bayi kita."Setelah mengatakan itu, Easton menundukkan kepala dan berkata ke arah perut Maggie dengan pelan, "Nak, ini Papa. Nggak lama lagi kita akan bertemu. Di dalam perut Mama, kamu harus patuh. Jangan membuatnya terlalu lelah. Kalau kamu patuh, Papa kasih kamu hadiah. Kalau nggak patuh, Papa akan pukul pantatmu setelah kamu keluar nanti."Suara Easton makin lama makin pelan, seolah-olah sengaja agar Maggie tidak mendengarnya.Mata Maggie memerah. "Kamu sedang bisik-bisik apa sih? Dokter bilang sekarang ukurannya baru sedikit lebih besar dari blueberry dan lebih kecil dari ceri. Belum bisa dengar apa-apa.""Nggak apa-apa, kami punya telepati," kata Easton sambil mengelus perut Maggie dengan lembut, lalu menciumnya penuh kasih sayang."Kamu lebih suka anak perempuan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status