Share

Bab 156

Penulis: Vannisa
Lantas ... kenapa Owen tiba-tiba mengambil cuti akhir tahun tanpa pemberitahuan apa pun?

Semua rencana mendadak berantakan. Maggie terpaku sesaat, lalu dengan cepat mengambil kertas dan pena di sampingnya, menulis dengan tergesa-gesa.

[ Sudah disetujui? ]

Dengan lingkaran hitam tebal di bawah matanya, Teresa hanya bisa mengangguk lemah. "Ya, semua prosedurnya sudah disetujui secara online."

"Tahu nggak, kenapa dia begitu mendadak ambil cuti? Apa ada kejadian darurat? Rekan-rekan lain belum tahu kabar ini, tapi cepat atau lambat pasti akan tersebar. Akhir tahun ini beban kerja lagi berat, semua orang stres. Kalau sampai ...." Ucapan Teresa semakin lama semakin cepat, suaranya juga penuh emosi pribadi.

Maggie mengerti. Sebagai perusahaan swasta, Bank Maxi memang punya budaya kerja tak tertulis. Performa setiap divisi di akhir tahun akan langsung berpengaruh pada bonus tahunan mereka.

Secara sederhana, meskipun 11 bulan sebelumnya sudah bekerja keras dan hasilnya bagus, kalau performa bul
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 381

    Maggie terdiam mematung di tempat saat melihat Easton menepis tangan Jossie dengan panik. Dia refleks mundur selangkah dan ingin berbalik pergi. Dia ingin menghindari pria itu, tidak ingin mendengar penjelasan apa pun."Maggie!" Wajah Easton menjadi muram. Begitu melihat Maggie berbalik hendak mundur, dia memanggil Maggie dengan keras.Yogi yang berjongkok di sudut dinding mendongak tajam. Yang terlihat olehnya hanyalah seorang pria bertubuh tinggi, mencengkeram kuat pergelangan tangan Maggie. Keduanya terdiam dengan suasana tegang."Siapa kamu? Lepaskan dia!" Yogi tidak tahu apa yang terjadi. Dia langsung berdiri dan mengadang di depan Maggie."Minggir." Easton mengerutkan kening, melirik pria muda yang tadi dia lihat di lobi lantai satu. Suasana hatinya seketika mencelos. "Urusanku dengannya nggak ada hubungannya dengan kamu. Tahu diri sedikit, minggir.""Siapa kamu!" Yogi tidak terima. Dia melirik wajah Maggie yang pucat. "Lepaskan dia! Kalau nggak, aku nggak akan tinggal diam!""Si

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 380

    Sambil terus memberi nasihat, dokter meresepkan beberapa obat penguat kandungan. "Minum obat sebanyak apa pun nggak akan seefektif makan tepat waktu dan istirahat lebih awal. Detak jantung janin melemah, ini bukan tanda yang baik. Kondisimu juga tergolong khusus, ada riwayat ancaman keguguran. Kita observasi beberapa hari ke depan."Hati Maggie berdegup kencang. Dia membuka mulut, tetapi tak satu kata pun keluar. Saat melangkah keluar dari ruang dokter, dia melihat Yogi masih terengah-engah dan berjongkok di tepi dinding dengan wajah pucat ketakutan.Maggie mendekat dan hendak menenangkannya, ketika ponselnya tiba-tiba bergetar beberapa kali. Setelah membuka kunci layar, deretan pesan masuk bertubi-tubi.[ Jilly: Gila! Bestie! Gosip gede! Jossie yang katanya dapat jalur ordal dan lampu hijau. Dia belakangan ini nggak pernah muncul. Semua kegiatan komersial ditunda, pemotretan majalah juga diundur. ][ Jilly: Ternyata dia ke barat laut buat syuting. Masuk lokasi sejak akhir April, tapi

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 379

    Maggie digendong masuk ke ruang gawat darurat oleh trainee itu. Yogi berlari terburu-buru sambil terus berteriak meminta orang-orang menyingkir, sehingga menarik perhatian semua orang di aula rumah sakit.Seorang pria yang sedang mengantre di depan loket pendaftaran juga ikut menoleh. Begitu melihat jelas sosok yang digendong pemuda itu, wajahnya mendadak berubah.'Kenapa orang itu mirip sekali dengan Maggie? Apa mungkin ada orang yang semirip itu di dunia? Kebetulan? Atau ....'Easton mengernyit. Dia tidak bisa memahami mengapa orang yang seharusnya berada di Vila Swallow, Kota Jostam, kini muncul di rumah sakit barat laut dan digendong oleh seorang pria muda.Dia baru saja melangkah hendak mengikuti untuk memastikan kebenarannya, ketika tiba-tiba seseorang menarik ujung lengan bajunya. Saat menoleh, dia berhadapan dengan sepasang mata Jossie yang berkaca-kaca. "Easton, mau ke mana? Jangan tinggalkan aku sendirian di sini, ya?"Easton menarik napas dalam-dalam dan mendadak kembali sad

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 378

    Trainee itu berbalik ke meja resepsionis untuk mengambil pesanan makanan, lalu menyerahkan seporsi makanan ringan sehat dan potongan buah kepada Maggie. Menyadari tatapan heran Maggie, orang itu menjelaskan dengan jujur, "Aku kira di hotel nggak ada pilihan makanan yang cocok, jadi aku pesan makanan dari luar. Tapi, tadi aku sudah makan banyak daging. Kalau Kakak nggak keberatan, dimakan saja."Maggie mengangguk penuh terima kasih dan menerima makanan itu tanpa sungkan. Dia mentransfer 400 ribu kepada orang itu dengan catatan biaya makan.Si trainee terkekeh, lalu dia menggaruk kepala dengan agak malu. "Makananku sebenarnya nggak mahal, aku juga pakai kupon. Nggak perlu transfer sebanyak ini."Maggie mengatupkan bibirnya, menunduk dan mengetik di kolom pesan.[ Terima saja. ]Orang itu pun tidak sungkan lagi dan langsung menerima pembayaran. "Kalau begitu, beberapa hari ke depan aku yang akan pesan makanan untuk Kakak saja sampai uangnya habis."Maggie tak bisa menahan diri untuk melir

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 377

    Easton sudah memesan penerbangan ke barat laut. Sebelum naik pesawat, dia mengirim sebuah pesan kepada Maggie.[ Aku tinggalin satu kartu untukmu. Nggak perlu memaksakan diri bekerja terlalu keras, yang penting jaga kesehatan. Setelah proyek berjalan lancar, aku akan kembali temani kamu. ]Maggie menatap pesan di layar itu, lalu menghela napas pelan.Tak lama sebelumnya, dia baru saja menerima pemberitahuan bahwa dirinya akan ditugaskan ke barat laut untuk melakukan audit internal selama sepuluh hari. Dia membuka peramban Google dan mencari kantor cabang wilayah barat laut. Jaraknya dari lokasi proyek Easton kurang dari 100 kilometer.Pekerjaan ini tidak bisa ditolak. Namun, mengingat harus pergi jauh ke kawasan barat laut yang tandus .... Meskipun ada trainee satu departemen yang ikut untuk saling menjaga, tetap saja membuat hatinya gelisah.Baru memasuki trimester kedua kehamilan, perutnya kadang terasa mengencang, dan tubuhnya juga semakin mudah lelah. Perjalanan dinas terasa berat,

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 376

    Easton paling tidak tahan melihat Maggie menangis. Dia meraih tisu dengan panik dan membantu Maggie menyeka air mata. Namun, Maggie tetap diam dan malah menangis semakin keras. Dia mendorong Easton dengan kuat, lalu melempar kotak tisu ke arahnya.[ Bentuk tubuhku memang buruk, nggak bisa dibandingkan sama ukuran tubuh Jossie. Kamu paham sekali sama tubuhnya sampai sedetail itu! Bahkan bisa hafal ukuran tubuhnya di luar kepala! ]Tangan Easton membeku di udara, kepalanya terasa mau pecah. Ternyata Maggie menonton siaran langsung itu.Tangis Maggie semakin menjadi-jadi. Dia membenci dirinya sendiri karena tidak tegar. Akan tetapi, kadar hormon dalam tubuhnya sedang tidak stabil, emosinya naik turun, dan dia benar-benar tidak bisa mengendalikannya.Bahkan saat mendongakkan kepala, air matanya tetap tidak bisa ditahan. Dia menyingkap selimut, berniat kembali ke ruang tamu untuk menenangkan diri, tetapi pergelangan tangannya dicengkeram oleh Easton."Aku salah, ya? Jangan nangis lagi. Mata

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status