Share

Bab 394

Auteur: Vannisa
Setelah menyelesaikan semua pemeriksaan, Maggie pergi ke mesin layanan mandiri untuk mengambil seluruh laporan hasil pemeriksaan.

Dia memindainya sekilas dengan cepat. Kalimat petunjuk USG di bagian paling atas membuat hatinya langsung terjun bebas.

[ Kehamilan intrauterin dini, embrio berhenti berkembang. ]

Maggie bahkan tidak tahu bagaimana dirinya kembali ke ruang konsultasi. Dokter membolak-balik setumpuk laporan pemeriksaan itu, seolah-olah mengonfirmasi sebuah dugaan, lalu menatapnya denga
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (3)
goodnovel comment avatar
Ati Gabe
yah udah dapatnya susah payah, kuret juga hasilnya. kalo kebanyakan ego dan kurang menenangkan diri ya begini
goodnovel comment avatar
Ikke Kodilla
akhirnya keguguran juga waktunya pergi maggie, dan semoga bisa bicara nanti akhirnya
goodnovel comment avatar
Yosi Yusmita
siapa suruh kerja terusss akhirnya keguguran kann !!!
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 584

    Teresa mengalihkan pandangannya, lalu bergumam dengan pelan, "Meskipun harus dituang semuanya, aku tetap nggak akan traktir si iblis itu minum. Buang-buang uang hasil jerih payahku saja."Maggie bingung. "Pak Jardin itu lulusan top, orangnya cukup sopan. Kita pernah kerja sama lintas departemen beberapa kali, dia cukup mudah diajak kerja sama."Mata Teresa hampir berputar sampai menatap langit, lalu mendekat ke sisi Maggie dan mulai mengeluh, "Itu di depanmu saja. Dia itu benar-benar nggak berperikemanusiaan. Aku kasih tahu kamu ya ...."Owen menyesap americano dinginnya dan merasakan rasanya yang sangat pahit. Dia bisa merasakan Maggie sengaja menjaga jarak dengannya. Tiga direktur utama dan klien kelas S berada di kelas satu, sedangkan yang lainnya dari rombongan itu berada di kelas ekonomi.Saat rombongan itu naik ke pesawat, suasana di bandara tiba-tiba riuh. Banyak orang yang mengangkat ponsel dan bergerak perlahan-lahan mengelilingi seseorang."Siapa itu?""Artis yang memerankan

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 583

    Easton tertegun sejenak, lalu terbaring lesu di kursi kayu besar. Rambutnya berantakan dan seluruh dirinya terlihat seperti kehilangan jiwa."Kalian bertengkar?" tanya Hana yang langsung menebak isi hati Easton.Easton menggelengkan kepala. "Nenek, dulu saat aku mau rujuk dengannya, dia nggak mau kembali. Mungkin apa yang dia bilang saat itu memang benar. Meskipun kami berdamai, kami hanya akan mengulang jalan lama."Hana tiba-tiba meletakkan cangkir tehnya dan menatap Easton yang sedang larut dalam kesedihan. "Kamu menyesal?""Aku nggak menyesal. Hanya saja kami sering bertengkar, perbedaan pendapat membuatku merasa sangat lelah," jawab Easton."Easton, sifatmu ini harus diubah. Kami sudah terlalu memanjakanmu, nggak semua orang harus berputar mengelilingimu. Saat dua orang saling mencintai, semuanya terasa indah. Tapi, jangan mengandalkan cinta, lalu sembarangan mengucapkan kata-kata yang menyakitkan. Perasaan yang sebaik apa pun nggak akan tahan disayat kata-kata yang setajam pisau,

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 582

    Maggie terdiam sejenak, lalu memaksakan sebuah senyuman. "Bukankah kita sudah bicarakan soal ini sebelumnya? Setelah aku pensiun nanti, aku baru jadi nyonya kaya."Bibir Easton berkedut. Dia berdiri, lalu menatap Maggie dari atas. "Mengerti. Intinya kamu memang nggak rela meninggalkan tempat bobrok itu, 'kan? Kalau begitu, nggak ada yang perlu dibicarakan lagi. Silakan terus kerja dari jam sembilan sampai jam lima. Hidup enak penuh kemewahan nggak mau, malah sengaja cari susah."Easton melangkah menuju ke arah tangga.Melihat pembicaraan kembali memanas, Maggie segera meraih ujung lengan baju Easton dan nada bicaranya berubah karena cemas. "Kita jangan bertengkar karena hal ini lagi, boleh nggak? Aku suka pekerjaanku sekarang, suka rekan-rekan yang bekerja bersamaku. Kenapa kamu selalu bersikeras mengurungku di rumah?""Nggak boleh!"Easton menatap Maggie dengan dingin, tidak ada sedikit pun kelembutan yang tersisa. "Kamu suka pekerjaanmu atau suka rekan kerjamu? Maggie, sampai hari in

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 581

    Saat hidangan terakhir disajikan, Devina dan Julian baru masuk ke dalam rumah dan bibi pengasuh pun segera mengambil tas mereka."Ayah, Ibu, kami sudah pulang."Begitu mendengar suara itu, Maggie dan Easton langsung terdiam dan saling menatap.Maggie meletakkan sumpitnya dan berdiri hendak memberi salam pada kedua orang tua itu, tetapi Devina sudah memotongnya sebelum dia sempat berbicara.Devina mengernyitkan alis dan melirik Maggie sekilas, lalu hampir secara refleks berkata, "Kenapa kamu ada di sini?"Nada bicara Devina benar-benar terdengar tidak ramah.Maggie tertegun di tempat dan wajahnya agak memerah karena merasa malu.Easton berdecak dengan tidak puas dan meletakkan sumpitnya, lalu mengeluarkan dua buku merah baru dari saku dan meletakkannya di atas meja. "Dia pulang ke rumahnya sendiri, apa masih perlu penjelasan?"Hana segera merebut dua buku merah itu, lalu bolak-balik dan terus memuji, "Fotonya bagus sekali, terlihat sangat bahagia dan bersemangat.""Tentu saja, wajah cuc

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 580

    "Anak baik, kamu pasti sangat menderita selama ini."Maggie cepat-cepat menggeleng, menenangkan Hana yang emosinya sedang meluap. "Nek, aku baik-baik saja kok."Easton menyesap teh, menyilangkan kaki panjangnya, lalu bersandar dengan santai di kursi sambil memandangi nenek dan cucu itu bernostalgia dengan emosional."Memangnya Nenek sesuka itu sama dia?"Hana mengangguk. "Ya, Nenek memang sesuka itu sama Maggie.""Untung saja jodoh kalian belum putus. Dewa memberkati." Hana menyeka air matanya, lalu berbisik kepada Maggie, "Selama kamu pergi bertahun-tahun itu, Easton seperti berubah jadi orang lain. Lebih tenang dan dewasa. Tapi kami semua merasa itu nggak baik. Dia nggak pernah tersenyum, seperti boneka tanpa jiwa.""Ibunya mengatur banyak perjodohan untuknya, tapi satu pun nggak dia datangi. Pikirannya hanya untuk kerja. Dia juga nggak menjaga kesehatannya. Dua tahun lalu saat Tahun Baru, lambungnya sampai berlubang dan harus dirawat di rumah sakit, gara-gara minum alkohol.""Dia me

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 579

    Maggie mengangkat sedikit kelopak matanya. Pupilnya menyempit. Suaranya pun agak bergetar. "Jangan sentuh, kasih ke aku."Easton meliriknya sekilas, sengaja menggoyang-goyangkan kotak itu.Jantung Maggie berdegup kencang. Seolah-olah yang digenggam Easton bukan kotak itu, melainkan hatinya."Kenapa? Barang penting apa sampai nggak boleh dilihat?"Kalau waktu bisa diputar kembali beberapa jam lalu, Maggie lebih rela benda ini tersebar dan dilihat bergiliran oleh seluruh rekan kerja di Bank Maxi, daripada memasukkannya ke tasnya.Maggie berjinjit, tetapi hanya bisa menyentuh ujung lengan bajunya. Easton sengaja memanfaatkan perbedaan tinggi badan, mengangkat kotak itu tinggi-tinggi di atas kepalanya.Sudut bibir Easton sedikit terangkat. Dia menggoyang-goyangkan kotak itu dengan santai. "Minta dulu."Maggie memberanikan diri. "Aku mohon, balikkan."Mata Easton hitam pekat dan dalam. Dengan jemarinya yang lincah, dia segera membuka pita dan membuka kotaknya.Lampu jalan remang-remang. Cah

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status