แชร์

Bab 55

ผู้เขียน: Vannisa
Itu adalah rekaman video kamera pengawas di dalam ruang privat hotel. Rekamannya tidak begitu jelas. Biarpun wajah semua orang diburamkan, Maggie tetap bisa mengenali Easton di antara orang-orang itu.

Maggie memutar video itu. Suara latar belakang yang bising bercampur dengan suara beberapa orang yang bicara. Suara semua orang sudah diedit.

Maggie menonton video itu berulang-ulang. Saat kukunya menusuk telapak tangannya, Maggie baru tersadar karena rasa sakit.

Sebagai berita sosial, komentar di
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 629

    Wajah Maggie sepucat kertas. Setelah ketakutan besar itu, mentalnya runtuh, tubuhnya lemas tak bertenaga.Sekelompok orang berkerumun mengelilingi Easton. Perhatian dan kepedulian mengalir seperti air pasang.Barulah Maggie mendapat kesempatan untuk mundur. Dia berjalan di atas pasir lembut dengan langkah goyah, seakan-akan detik berikutnya dia bisa saja terjatuh."Pak Easton dan Pak Owen punya masalah apa? Rasanya bukan seperti main gim ... tapi lebih seperti balas dendam.""Pak Easton ternyata sudah nikah? Bukankah harapan Selina untuk naik kelas jadi pupus?""Kalian nggak lihat cincin berlian merah muda di jari manis tangan kiri Pak Easton? Sejak hari pertama di Sarnya, aku sudah melihatnya. Entah wanita beruntung mana yang mendapat pria sekelas berlian seperti ini.""Sekalipun Pak Easton masih lajang, rasanya dia nggak akan melirik Selina. Orang kaya nggak bodoh, mereka juga nggak buta.""Kecilkan suaramu, nggak takut didengar Selina? Nanti dia sengaja kasih nilai C waktu evaluasi.

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 628

    "Entah jujur atau tantangan, itu hanya permainan terselubung. Pada akhirnya tetap mengikuti kata hati. Karena aku sudah ikut bermain, tentu aku nggak akan curang. Nggak seperti seseorang yang nggak sanggup bermain."Easton berbicara santai, tetapi sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman penuh sindiran, menusuk hati dan mata Owen.Owen menggertakkan giginya, menenangkan diri, lalu ekspresinya kembali seperti semula. "Oke. Kalau begitu, Pak Easton pilih jujur atau tantangan?""Kalau jujur gimana, kalau tantangan gimana?""Kalau jujur, aku ingin bertanya, apakah di hati Pak Easton masih ada tempat untuk cinta pertama? Tujuh tahun hubungan, apakah Pak Easton benar-benar bisa melepaskannya begitu saja?"Easton tersenyum tipis, wajahnya tetap tenang. "Pak Owen benar-benar mengenalku. Kalau aku memilih tantangan, tugas apa yang akan kamu berikan?""Silakan Pak Easton telanjang dan lompat ke laut."Begitu kata-kata itu keluar, semua orang tersentak dan menarik napas tajam.Kamil memasang w

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 627

    "Sebenarnya kemungkinan terpilih itu kecil sekali. Di sini ada 30 sampai 40 orang. Sedikit saja sudut kemiringan botol berubah, nggak mungkin mengarah padamu."Selina hanya ingin membuat Easton sedikit berpartisipasi supaya bisa memanfaatkan kesempatan untuk cepat akrab dengannya. Sebagai orang yang lihai membaca situasi, tentu dia tahu dengan status dan kedudukannya, pria seperti Easton pasti meremehkan permainan tak penting dan kekanak-kanakan seperti ini bersama mereka yang bukan siapa-siapa.Semua yang perlu dikatakan sudah dia katakan, orang-orang di sekitar hanya bisa tersenyum canggung.Maggie sedikit bangkit, menggenggam botol, lalu memutarnya dengan cepat. Semua orang menjadi tegang. Puluhan pasang mata menatap botol yang berputar di atas meja. Bayangannya perlahan melambat ....Ujung botol menunjuk ke sudut yang cukup rumit. Semua orang mengikuti arah mulut botol dan mendapati itu tepat mengarah ke celah kosong kecil di antara kursi."Jadi ronde ini tetap dihitung?""Atau kit

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 626

    Dia merapatkan kedua tangan. Mata hitamnya yang dalam ikut menatap ke arah Maggie. Sama seperti semua orang, dia menunggu jawabannya dalam diam.Maggie menarik napas dalam-dalam, terpaksa menjawab meskipun terasa berat, "Bukan lajang. Saat ini sedang menjalani hubungan yang sangat stabil."Jawaban itu seperti batu kecil yang dilempar ke danau tenang, membuat semua orang terguncang.Easton pun tak menyangka dia benar-benar akan berkata jujur dan mengakuinya dengan terbuka. Meskipun mereka belum mengumumkan hubungan pernikahan mereka, ketika melihat sebagian besar pria yang hadir berubah murung, suasana hati Easton langsung membaik.Terutama pria muda yang tadi berkali-kali berusaha mendekati Maggie, jelas masih muda dan tak pandai menyembunyikan perasaan. Begitu mendengar jawaban Maggie, ekspresinya langsung berubah."Baik, pertanyaan kedua." Rekan yang bertanya tadi sempat terdiam, terlalu terkejut hingga tidak tahu harus bertanya apa selanjutnya."Menurut Bu Maggie, seperti apa Pak Al

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 625

    Angin laut berembus pelan, tetapi tidak mampu menghapus tawa riang orang-orang.Pikiran Maggie perlahan-lahan melayang jauh, tetapi rekan di sampingnya menariknya masuk ke dalam permainan. Namun, setelah dua tiga putaran, dia mulai tersisih. Dia sepertinya hanya ditarik untuk menggenapkan jumlah pemain, lalu kembali diabaikan. Dia tidak begitu peduli karena sejak awal dia memang tidak antusias menjaga relasi sosial di lingkungan kerja.Saat Maggie sedang melamun, semua orang tiba-tiba menoleh ke arah Maggie. Setelah tertegun sejenak, dia baru sadar mulut botol kosong itu berhenti tepat mengarah padanya. Dia menggigit bibirnya tanpa berkata apa-apa, merasa agak bersalah. Dia sejak awal memang tidak tertarik pada permainan itu, sehingga dia tidak mendengarkan dengan saksama saat tadi aturannya dijelaskan."Apa aturan permainannya?" tanya Maggie.Salah seseorang menjawab, "Orang yang ditunjuk botol harus memilih jujur atau tantangan. Kalau jujur, harus menjawab dua pertanyaan. Kalau tanta

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 624

    Alvian berbicara dengan tulus dan kedua tangannya menyatu, lalu digerakkan dengan pelan.Ucapan Alvian sudah sampai sejauh itu, Maggie tidak memiliki alasan untuk menolak lagi. Setelah ragu sejenak, dia berkata, "Kalau begitu, aku kembali untuk ganti baju dulu.""Nggak perlu, nggak perlu. Kamu sudah cantik seperti ini. Lihat saja rekan-rekan wanitamu, bukankah mereka juga berpakaian dengan ... sejuk? Kalau memang dingin, aku punya jaket. Kamu tinggal pakai saja," jawab Alvian yang takut Maggie kabur, sehingga terus mencegah Maggie untuk kembali ke hotel.Saat menundukkan kepala, pandangan Maggie tanpa sengaja jatuh ke sepatu kulit Alvian. Melihat bekas injakan dan debu yang jelas, dia bisa menebak bagaimana caranya Easton memaksa Alvian. Dia menganggukkan kepala, lalu mereka pun berjalan kembali menuju pesta api unggun.Easton mengenakan kemeja putih dan lengannya digulung hingga siku. Dia terlihat segar dan bersemangat, bahkan hanya sekilas saja pun terlihat beberapa tahun lebih muda.

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 25

    Maggie sontak mematung, terpaku menerima semua tatapan itu.Awalnya rombongan itu mengira Lucano hanya bercanda karena bertemu wanita cantik, tetapi siapa sangka wanita ini ada hubungannya dengan Easton yang terkenal tak dekat dengan wanita mana pun.Beberapa tatapan tajam dan penasaran menyorot ke

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 11

    Mobil melaju masuk ke rumah besar Keluarga Devantara. Perasaan Maggie sedikit campur aduk saat melihat bangunan yang familier. Baru dua hari sejak Maggie mewakili pusat kredit Bank Maxi untuk merayakan ulang tahun Hamdan.Edgar membuka pintu mobil untuk Maggie. Semua pembantu berdiri di luar untuk m

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 18

    Di Kota Jostam, mobil mewah sudah biasa terlihat, tetapi Rolls-Royce dengan pelat B 6666 A tetap cukup mencuri perhatian. Kebetulan saat itu jam pulang kerja, jadi orang-orang yang keluar masuk gedung perkantoran terus saja melirik mobil mencolok itu.Maggie pun memasukkan kaus kaki mungil warna mer

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 22

    Kisahnya begitu rumit dan penuh liku, Maggie tidak bisa mengatakannya. Yang paling penting, dulu demi menjaga nama baik, Keluarga Devantara sengaja menambahkan klausul tambahan dalam perjanjian pernikahan. Selama masa kontrak, pihak kedua tidak boleh mengungkapkan status pernikahan dan harus menyemb

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status