공유

Bab 3971

작가: Anggur
“Ngapain kamu lihat aku begitu?”

Saat Samuel hendak menjawab, ponsel Katarina yang ada di atas meja berdering mendapat panggilan dari ibunya.

“Ma, ada apa?”

Katarina sangat sibuk sehingga biasanya dia tidak akan menerima panggilan di ponsel pribadinya ketika sedang bekerja, kecuali dari keluarga yang menandakan ada urusan penting. Jika tidak penting, orang tua Katarina tidak akan menghubunginya.

“Akhir pekan ini kamu ada waktu kosong?” tanya Pauline.

“Kenapa memangnya?”

“Jawab dulu ada waktu atau nggak. Mama mau minta tolong sama kamu.”

“Harus aku? Kalau nggak harus aku, Mama cari orang lain saja. Akhir pekan ini aku ada janji ketemu sama klien.”

“Akhir pekan kamu masih harus ketemu klien? Memangnya usaha keluarga kita seterpuruk itu sampai akhir pekan saja nggak ada waktu untuk istirahat?” ujar Pauline mengomel.

Setiap hari Katarina sudah berangkat kerja pagi-pagi sekali dan baru pulang larut malam. Bahkan kadang kala mereka yang tinggal satu atap rumah saja bisa tidak saling
이 책을.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4175

    Ivan mendengar suara langkah kaki berasal dari arah belakang. Spontan dia pun menoleh ke asal suara itu datang, dan dia dikejutkan oleh gerombolan polisi yang sudah mengepung dari dekat. “Polisi! Angkat tangan! Jangan bergerak!” Seketika Ivan menyadari kehadiran mereka, petugas yang berada di paling depan langsung berseru dan menodongkan pistolnya. Dari kakaknya Fani, pihak kepolisian mendapatkan kabar bahwa Ivan memiliki senjata tajam. Para polisi yang mengejar Ivan bersama dengan Vandi adalah polisi reserse kriminal yang diizinkan membawa senjata api. Seketika itu juga Ivan dandua adiknya tercengang. Mereka sungguh tidak menduga dengan apa yang terjadi. Otak mereka kosong dalam sekejap. Mereka masih tak habis pikir bagaimana caranya polisi bisa menyusul mereka? Mereka sudah memastikan pantai ini sangat terasing. Bahkan di siang hari saja tidak ada yang datang, apalagi malam hari. Dengan refleksnya yang cepat, Ivan segera mengambil pisau yang tertancap di tanah dan hendak menebas

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4174

    Bahkan Julio juga sempat bimbang saat melihat kakaknya berjalan memegang pisau. “Kak Ivan, apa harus sampai sejauh ini?” “Kenapa, kamu juga sama saja kayak Erwin. Masa sudah sampai sejauh ini kamu malah menyesal? Julio, kita nggak pakai topeng. Dia tahu kita pelakunya. Kalau dia sampai lepas, kita bertiga yang mati. Coba pikirkan lagi. Sejak dia balik, berapa banyak yang kita hilang. Bahkan mama kita juga mati.” Mereka bertiga bisa hidup dengan nyaman ketika Patricia masih ada. Namun tanpa Patricia, mereka bukanlah siapa-siapa. Mendengar Ivan bilang begitu, Julio segera membalas, “Kak, aku bukan menyesal. Kita bisa langsung buang saja Felicia ke laut tanpa perlu dimutilasi. Kaki tangannya sudah terikat. Dia nggak mungkin bisa bebas. Di laut ada banyak ikan, dia pasti langsung dimakan sama ikan besar. Biarin dia mati di alam lebih baik daripada kita harus memutilasi dia.” Alasan utama dari ketakutan mereka tentu saja adalah karena mereka tidak pernah membunuh orang sebelumnya. Wala

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4173

    Gaya Felicia yang terkesan tidak peduli lagi dengan nasibnya justru membuat ketiga kakaknya terkejut. Ivan langsung berdiri dan membalikkan badan. Dia lalu menuju bagasi mobil dan mengambil sebilah pisau. “Kak Ivan ….” Erwin menghampiri Ivan dengan suara gemetar. Ini adalah kali pertama mereka membunuh, dan korbannya adalah adik mereka sendiri. Wajar sekali Erwin merasa takut. “Kak Ivan, a-apa kita benar-benar mau membunuh Felicia?” Ivan menatap balik Erwin sambil menghunuskan pisaunya, “Kenapa, kamu menyesal? Atau kamu takut?” “Bukan itu … Kak, ini pertama kalinya kita membunuh orang lain. Aku takut. Gimanapun juga Felicia adik kita. A-Aku nggak tega.” “Kamu menganggap dia adik, tapi dia nggak menganggap kamu sebagai kakaknya. Lihat saja apa yang dia perbuat, selalu saja membuat kita susah. Tebasan pertama memang paling susah, tapi yang kedua kalinya pasti terasa jauh lebih gampang.” Ivan lantas menyerahkan pisau itu ke Erwin dan berkata, “Nih, kamu giliran pertama. Tebas saja

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4172

    Di ujung bibir dan di bagian filtrum Felicia masih tersisa noda darah tipis. Julio dan Erwin sama-sama memapah Felicia keluar dari mobil. Ivan langsung mengikat kedua kaki Felicia, kemudian mengikat kedua tangan Felicia di punggung. “Kak Ivan, kamu mau melemparku ke laut?” Terdengar suara deru ombak dan angin laut yang bertiup. Hawa dingin membuat suara Felicia gemetaran. Felicia tidak berdiri. Dia tetap berbaring di lantai dengan posisi yang sama. Ivan menendangnya beberapa kali untuk melampiaskan kekesalannya, dan Felicia hanya menahan diri dalam diam. Setelah puas menendang adik sendiri, Ivan berjongkok dan mencengkeram dagu Felicia dengan keras. “Felicia, nggak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Jangan bilang kami jahat, kamu sendiri yang memaksa kami melakukan ini. Kamu cuma bisa menyalahkan diri sendiri. Di mana kunci dan sandi untuk buka aset pribadi Mama? Cepat kasih tahu, biar kamu nggak perlu lama-lama menderita. Kalau nggak mau kasih tahu, kita masih punya banyak waktu.

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4171

    “Nggak mungkin kita terus-terusan membiayai hidup mereka, ‘kan?” “Soal itu nggak usah buru-buru. Nanti saja kita bahas lagi. Kalau mereka berani memeras kita, kita kirim mereka ke neraka,” sahut Ivan. “Tapi mereka punya keluarga. Kalau mau membungkam mereka, berarti kita harus membantai semuanya sekalian, jadi nggak ada yang bisa lapor ke polisi. Kita harus bikin seolah kecelakaan, atau mereka pasti curiga.” Julio dan Erwin sepemikiran dengan Ivan. Jika ingin membungkam Felix dan Frederick, berarti mereka juga harus membunuh seluruh keluarganya. Felicia yang mendengar itu dalam hati berpikir sungguh kejam tiga kakak kandungnya ini. Dua kakak angkatnya berpikir mereka bisa jadi kaya melalui Ivan. Namun siapa sangka ternyata itu malah membawa petaka bagi mereka sekeluarga. Namun ada satu hal yang Ivan dan dua adiknya tidak tahu. Kedua kakak kandung Fani dipaksa untuk mengatakan itu. Mereka belum pergi, karena tidak bisa pergi. Mereka sudah ditahan oleh polisi. Polisi meminta mereka m

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4170

    Apa yang dilakukan oleh ibu orang lain, itu juga yang Patricia lakukan. Jelas-jelas Patricia menyayangi ketiga putranya, tetapi saat pembagian warisan, apa yang mereka bertiga dapatkan dijumlahkan pun masih di bawah apa yang Felicia dapat. Patricia malah memberikan lebih banyak untuk cucu-cucunya, mengingat hidup mereka masih panjang. Ivan dan kedua adiknya suka menghamburkan uang, investasi juga selalu gagal, dan selalu bermain dengan wanita simpanan. Namun terlepas dari perselingkuhan itu, Patricia tetap membela tiga putranya dengan membujuk para menantu untuk tidak bercerai. Sesungguhnya Patricia sangat membenci ketiga putranya yang mewarisi sifat suaminya, yaitu tidak bisa mengendalikan nafsu. Cakra dikontrol dengan sangat ketat sehingga dia tidak punya kesempatan untuk melampiaskan nafsunya. Namun kemudian begitu ada kesempatan, dia langsung diam-diam berselingkuh. Pada akhirnya Patricia mengusir semua wanita simpanan ketiga putranya keluar dari Cianter. Dia tidak ingin mereka

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status