Share

Bab 719

Author: Anggur
Olivia berkata, “Wajar sih Kak kalau sekarang nggak kepikiran. Maksudku suatu saat nanti. Kakak ‘kan masih muda. Nggak mungkin gini terus selamanya, ‘kan?”

“Memangnya kenapa? Kakak merasa sekarang enak, kok. Nggak perlu ngurusin laki-laki, nggak perlu musingin hubungan sama mertua. Mau ngapain, tinggal kerjain. Mau pakai uang gimana pun, bebas.”

Setelah mendapatkan kembali kebebasannya, barulah Odelina mengerti mengapa belakangan semakin banyak wanita yang tidak ingin menikah.

Olivia diam.

“Oliv, nggak perlu khawatirkan Kakak. Kakak begini sekarang baik-baik aja, kok. Memangnya kamu nggak merasa Kakak jadi lebih bahagia setelah cerai?”

Olivia mengangguk.

“Kamu juga pasti berharap Kakak terus bahagia kayak sekarang, ‘kan?”

“Tentu dong, Kak.” Olivia buru-buru menanggapi.

“Kalau begitu jangan bahas tentang menikah-menikah lagi sama Kakak, ya. Aku baru saja bebas dari lautan pahit pernikahan, lho. Tapi Oliv, kamu juga nggak perlu takut sama pernikahan. Pernikahanmu dan pernikahan Kakak n
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (3)
goodnovel comment avatar
Elsa muthia Handini
blm semua Stefan mengungkapkan identitasnya sebagai tuan muda
goodnovel comment avatar
Siti Mahmuddah
iklan terlalu banyak dan lama durasi...bikin males
goodnovel comment avatar
Karlida Bt Musa
Koin nya mahal tp harus beli juga tu….
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4197

    Cakra diam membisu. Dia juga tidak punya uang sebanyak itu untuk membayar pengacara. Semasa Patricia hidup, uang yang pernah Cakra pegang tidak pernah lebih dari satu juta. Cakra hidup dengan meminta uang dari anaknya secara diam-diam ketika mereka sudah dewasa dan memiliki penghasilan sendiri. Pada saat itu Cakra sempat merasakan seperti apa rasanya menjadi orang kaya. Dia hidup foya-foya, tetapi uang itu sudah habis, dan dia tidak memiliki tabungan. Sejak dulu Cakra memang terbiasa hidup boros dan tidak pernah bisa menyimpan uangnya dengan baik. Dia juga tidak memiliki aset atas namanya sendiri karena selalu dikontrol ketat oleh Patricia. Rumah yang sekarang Cakra tempati dibangun dengan uang Patricia sendiri, tetapi rumah itu dibangun bukan atas nama Cakra, tetapi atas nama ketiga anak mereka. Setelah Patricia pergi, tiga putranya yang bertugas merawat Cakra dengan memberi uang setiap bulan sebesar ratusan juta. Jika semuanya dijumlahkan, Cakra bisa menjalani masa tua yang lebih d

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4196

    Walau demikian, Felicia berbaring dan menahan rasa sakitnya. Matanya memerah dan mulai meneteskan air mata. Vandi yang baru masuk melihat Felicia menangis. Dia pun mendekat dan duduk di sampingnya. Dia juga mengambilkan selembar tisu untuk mengusap air matanya. “Air matamu nggak pantas keluar demi mereka,” kata Vandi. Felicia terduduk dan masuk ke dalam pelukan Vandi. Dia berkata, “Vandi, cuma kamu yang aku punya.” Vandi mendekap erat Felicia dan berkata padanya dengan penuh simpati, “Felicia, aku akan terus ada di sisimu selamanya. Nggak peduli apa pun yang terjadi, aku selalu siap menemani. Andaikan bumi kiamat pun, aku bakal melindungi kamu. Kalau kamu merasa sedih, nangis saja.” Biarlah Felicia menangis agar dia bisa benar-benar berdamai dengan masa lalunya. Dengan ini hubungan dia dengan keluarganya benar-benar terputus. Felicia menangis sejadi-jadinya. Ini akan menjadi yang terakhir kali. Kelak, dia dan keluarganya akan menjalani kehidupan masing-masing. Sementara itu, Cakra

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4195

    Setelah Cakra terdiam untuk beberapa saat, dia masih saja mengatakan hal yang sama, “Tapi kamu nggak mati, ‘kan? Kamu cuma terluka saja, dan lukanya juga nggak parah.” Felicia benar-benar dibuat kesal oleh ayahnya sampai dia hanya bisa tersenyum saja. Ya, dia memang tidak mati dan hanya terluka. Lantas apakah itu bisa menyangkal fakta bahwa ketiga kakaknya berusaha membunuhnya? Felicia bertanya balik, “Pa, kalau aku yang mau membunuh mereka bertiga, tapi mereka nggak mati dan cuma terluka, apa Papa juga bakal bilang begini ke mereka? Apa Papa bakal minta mereka memaafkan aku dan memohon supaya aku nggak dipenjara?” Cakra spontan berkata, “Kamu sudah berniat membunuh. Mana mungkin aku biarin kamu terus melakukan kesalahan lagi? Kamu pasti tetap harus dipenjara selama beberapa tahun …. Felicia, Papa sudah tua. Cuma mereka bertiga yang mau merawat Papa. Apa kamu mau biarin papa kamu ini jadi gelandangan?” “Aku bakal menanggung semua biaya hidup biar Papa nggak mati kelaparan. Pelayan

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4194

    Bahkan setelah ditampar pun, Vandi tidak melepaskan tangannya. Felicia tampak sedikit kesal melihat Vandi ditampar. Dia pun berkata kepada ayahnya dengan nada sinis, “Kalau Papa mau berlutut, berlutut di depan pintu masuk rumah sakit saja sana. Terus bilang sekalian aku anak yang kurang ajar. Tapi bilang juga kalau anak Papa yang lain mau membunuhku. Bilang juga Papa berlutut karena aku nggak mau memaafkan mereka. Lakukan itu, baru aku pertimbangkan untuk memaafkan mereka.” Mendengar itu, Cakra pun langsung berhenti melawan. Dia takut Felicia akan menampar balik untuk melampiaskan dendam setelah dia menampar Vandi barusan. Untung saja Felicia tidak suka melakukan kekerasan sekelas apa pun dia. Di detik itu juga Cakra melepaskan air matanya. Dia menangis sejadi-jadinya. “Felicia ….” Kemudian Cakra pindah duduk di sofa. Sembari terisak dia berkata, “Felicia, Papa sudah tua. Papa nggak punya pendapatan lagi. Mama kamu juga sudah ngga ada. Papa cuma punya tiga kakak kamu sekarang. Kal

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4193

    “Iya, dalam waktu dekat ini aku mau ke Mambera untuk lihat-lihat, sekalian menemui kakak sepupuku. Tapi aku nggak tahu kalau aku ke sana, apa aku bakal diusir nanti? Aku juga mau ketemu Pak Deddy. Oh ya, Odelina, gimana kabarnya Pak Deddy?” Deddy adalah orang paling berumur panjang yang pernah Felicia temui. Dulu ketika masih tinggal bersama orang tua angkatnya, sesepuh di desa paling tua hanya berusia 80-an tahun. Hampir tidak ada yang bisa hidup sampai di usia 90-an. Usia Deddy saat ini sudah hampir 100 tahun. Yang lebih hebatnya lagi, Deddy masih bisa berjalan sendiri tanpa dibantu orang lain, dan masih bisa berjalan cukup jauh bersama dengan saudara-saudara seperguruannya. “Dia sehat-sehat saja, kok. Tante Yuna masih menemani dia jalan-jalan setiap hari. Kalau lagi nggak keluar, biasa dia suka duduk di depan ayunan lihatin anaknya kakakku seharian,” kata Odelina. Ya begitulah kasih sayang antar generasi. Deddy melihat anaknya Aksa seperti cicitnya sendiri. Cicitnya Sofia juga ad

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4192

    Odelina sudah memberi tahu Yuna dan Olivia apa saja yang terjadi melalui telepon. Olivia merasa lega akhirnya Ivan dan dua adiknya berhasil ditangkap. Dengan begitu, dia tidak perlu lagi mengkhawatirkan kakaknya di Cianter. Olivia berkata kepada Stefan, Felicia tidak pernah mengecewakan. Stefan hanya diam saja tidak menanggapinya. Demam Felicia sudah turun, sekarang tinggal batuknya saja yang bertambah parah. Namun untuk sementara gejalanya tidak terlalu parah karena dokter baru saja mengganti obatnya. Ketika Odelina masuk, Vandi sedang membantu Felicia turun dari kasur. “Felicia, kok kamu sudah turun? Cepat balik ke kasur. Satu badan penuh luka begitu bukannya istirahat yang benar, malah ke sana kemari. Awas saja nanti lukanya terbuka lagi.” Odelina tidak menegur Vandi. Dia tahu Vandi hanya menuruti permintaan Felicia. Dia tidak bisa mengubah apa pun jika Felicia sudah menginginkan sesuatu. “Aku sudah rebahan seharian penuh sampai punggungku lecet. Lagian yang luka kan lengan, buk

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status