Share

Bab 110

Penulis: Elyssa
Beberapa hari ini, Darlene benar-benar sibuk sampai nyaris tidak punya waktu bernapas. Bukan bolak-balik ke rumah sakit, dia juga mondar-mandir antara kantor polisi dan pengadilan.

Sebagai pihak yang melakukan kekerasan, meskipun ada alasan yang melatarbelakanginya, faktanya dia memang melukai Fira dengan cukup parah. Fira menyewa pengacara dan menuntut Darlene untuk meminta maaf sekaligus membayar ganti rugi.

Permintaan maaf bisa dia lakukan, tetapi soal ganti rugi, Darlene menolak. Karena sejak awal, pemicu masalahnya adalah Devan yang lebih dulu melecehkannya.

Devan dan Fira memang punya sedikit pengaruh, tetapi belum sampai bisa bertindak sewenang-wenang. Dalam ranah hukum, bukti tetap menjadi penentu. Namun di dunia maya, ceritanya sama sekali berbeda.

Selama beberapa hari ini, Darlene memutus akses internet.

Dia sangat tahu bagaimana dirinya dicaci-maki di dunia maya, seberapa kejam kata-kata yang diarahkan kepadanya. Memang ada pasukan bayaran yang disewa Fira, tetapi para perun
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 164

    "Biasanya setelan kerja seperti ini 'kan dipadukan dengan rok pendek ketat, ya?"Sejak Fredric menatapnya dari atas ke bawah tadi, Darlene sudah merasa seluruh tubuhnya merinding. Namun dari luar, dia tetap terlihat tenang. "Aku sengaja ganti dengan celana khusus buat kamu. Gimana, terharu nggak?"Fredric langsung menangkap bahwa Darlene sedang menyindirnya soal kemesumannya. "Kenapa? Kamu pikir aku orang yang mesum?""Aku nggak bilang begitu."Fredric mengangkat bahu sambil tersenyum, lalu menarikkan kursi untuk Darlene dengan sikap sok gentleman. Darlene pun duduk.Pertemuan malam ini sebenarnya atas inisiatif Fredric sendiri. Dia yang menghubungi Darlene, katanya ingin membahas konsultasi soal gugatan perceraian.Darlene sangat paham bahwa niat Fredric tidak sesederhana itu. Namun, dia tetap ingin mendengar apa yang ingin disampaikan Fredric. Lagi pula, dia sendiri tidak yakin apakah setelah menang taruhan nanti, Kenward benar-benar akan menepati janjinya."Mesum itu naluri pria ...

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 163

    Darlene bukanlah tipe orang yang terlalu menaruh hati pada desain. Karena sejak awal, desain memang bukan bidang yang dia sukai. Namun sekarang, karena dia sudah memutuskan untuk mencari nafkah dari dunia desain, dia tidak lagi punya kesempatan untuk bersikap setengah hati.Di dalam kantor, Swara meletakkan secangkir kopi panas di samping tangan Darlene.Pekerjaannya di sini cukup beragam. Sehari-hari, dia memang sering membantu Darlene menyajikan kopi atau teh. Karena itu, meskipun akhir-akhir ini dia terlihat sedikit lebih rajin, hal itu tidak sampai menimbulkan kecurigaan.Dalam pandangan Swara, Darlene sama sekali tidak pantas menjadi seorang desainer.Gambar rancangan buatan Darlene selalu dibuang begitu saja di mana-mana di kantor. Jangankan orang dengan niat tersembunyi sepertinya, bahkan pegawai bank yang diam-diam masuk untuk menawarkan pembukaan kartu kredit pun bisa melihatnya dengan mudah.Jika orang yang tidak menghormati desain seperti Darlene saja bisa menjadi desainer,

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 162

    Dengan adanya taruhan bersama Kenward, Darlene jadi semakin bersemangat. Tema babak penyisihan Kompetisi Desain Perhiasan Bintang Baru adalah "laut".Kesan pertama yang diberikan laut adalah warna biru. Fanny dan Niken sama-sama menyarankan agar Darlene mendesain perhiasan dari safir biru atau berlian biru. Darlene bisa melihat dengan jelas bahwa sampai sekarang, mereka berdua masih terpengaruh oleh citra kalung Ocean's Heart dari film Titanic.Ocean's Heart memang sebuah karya klasik. Namun, justru karena karya itu sudah begitu sempurna dan ikonik, Darlene merasa akan sangat sulit melampauinya. Terjadi kelalaian sedikit saja, desain tersebut bisa dicap sebagai tiruan atau bahkan plagiat.Darlene memikirkannya seharian penuh, hingga akhirnya mulai menuangkan ide ke atas kertas.Saat tangannya pegal karena menggambar, dia akan merebahkan kepala di atas meja kerja untuk tidur sejenak. Proses desainnya sendiri berjalan lebih lancar dari yang dia bayangkan.Di pihak CL, setelah Gianna meng

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 161

    Mata Darlene sangat indah. Namun, tatapannya begitu rumit. Ada kemarahan, kekecewaan, dan penderitaan .... Begitu kompleks hingga sulit diungkapkan dengan kata-kata.Kenward bertanya dengan nada datar, "Kenapa, cemburu?"Darlene terdiam.Tidak ada lagi yang ingin dikatakan Kenward. Dia berbalik dan melangkah pergi. Namun, tepat saat dia hampir keluar dari kantor Darlene, tiba-tiba terdengar suara Darlene yang jelas dari belakang, "Kenward ... apa kamu benar-benar sangat ingin aku mengundurkan diri dari kompetisi?"Kenward menoleh. Dia tidak menjawab, yang berarti persetujuan."Kalau begitu, bagaimana kalau kita bertaruh?"Taruhan itu membuat mata Kenward yang selama ini dalam dan dingin, memancarkan kilatan ketertarikan untuk pertama kalinya."Bertaruh apa?"Melihat ketertarikannya sudah terpancing, Darlene lalu berkata, "Kita bertaruh tentang siapa yang akan menjadi juara dalam Kompetisi Desain Perhiasan Bintang Baru kali ini ... aku atau Gianna. Kalau aku menang, kamu harus setuju un

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 160

    Wajah Darlene terasa panas."Swara, bawa Fanny dan Niken keluar untuk riset pasar!""Oh ... baik ...."Reaksi Swara memang sedikit lambat, tetapi dia segera memahami maksud Darlene. Dia langsung mengajak Fanny dan Niken meninggalkan kantor.Kini, tidak ada orang lain di ruangan itu. Darlene tidak perlu takut hubungannya dengan Kenward terbongkar, apalagi khawatir orang lain melihat wajahnya memerah."Kenward, sebenarnya kamu datang hari ini untuk apa?" tanya Darlene dengan nada menekan."Bukannya tadi sudah kukatakan? Kamu mundur dari lomba." Nada bicara Kenward sama sekali tidak memberi ruang untuk tawar-menawar. Itu adalah perintah.Darlene merasa geli. Kesempatan besar yang begitu lama dia nantikan, masa dia harus mundur hanya karena ucapan Kenward?Di mata Darlene yang hitam dan besar, Kenward melihat perlawanan yang kuat."Mundur itu untuk menjaga harga dirimu. Karena kamu nggak akan menang."Darlene masih ingat, terakhir kali Kenward mengatakan hal serupa adalah saat Gianna juga

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 159

    AMS adalah merek fashion kelas atas. Serangkaian jam saku yang dipesan khusus untuk klien VIP ini cukup untuk menjadi batu loncatan bagi merek independen Darlene, D, untuk membuka pasar.Darlene sangat menghargai kesempatan ini. Melalui Peter, dia berhasil menghubungi pabrik inlay rahasia yang memproduksi seri piano untuk FY.Di satu sisi, AMS baru saja meloloskan sampel yang diajukan Darlene. Di sisi lain, Peter kembali membawakan kabar baik.Pihak penyelenggara LD Jewelry Fashion Week akan mengadakan kompetisi desain perhiasan pendatang baru pertama pada awal bulan depan. Pemenangnya akan mendapatkan kesempatan berpartisipasi dalam LD Jewelry Fashion Week.Tanpa menanyakan pendapat Darlene, Peter langsung mendaftarkannya. Desainer yang mendapat dukungan dari sepuluh besar merek perhiasan dunia bisa melewati seleksi awal dan langsung masuk babak penyisihan.Di telepon, Darlene berterima kasih pada Peter berulang-ulang. Pada akhirnya, mereka pun sepakat Darlene akan mentraktir Peter ma

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status