Share

Mengorek Informasi

Author: JolaSky
last update publish date: 2024-02-22 23:27:30

"Berita terkini. Pengusaha sekaligus investor ternama, Jhon Eneddy alias Jhony dikabarkan menghilang dari kediamannya sejak dua hari lalu. Sosok pelopor investasi itu dinyatakan hilang berdasarkan laporan pengaduan orang hilang dari keluarga Jhony."

Suara pembawa acara berita di televisi mengisi setiap sudut ruangan kerja Angga. Senyum miring terukir di wajah Angga yang terlihat puas ketika mendengar berita aktual tentang musuh sekaligus pengkhianat yang sudah membuat kehidupan pribadinya hancu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Kala Masa Depan Menjanjikan

    Denting alat masak saling beradu. Tanpa bantuan satupun asisten rumah tangga, Nova menaruh seluruh fokusnya pada kesepuluh jemari lentiknya dalam mengolah setiap bahan makanan di depan mata. Uap panas mengudara lalu menghilang ditelan cooker hood. Gerakan tangan Nova cekatan mengaduk kuah sup di dalam panci berukuran sedang. Aroma Umami menguar memenuhi setiap sudut dapur. Ditemani alunan musik jazz lembut nan samar dari pengeras suara yang tersambung dengan ponsel, Nova menggumam pelan mengikuti alunan musik. Suara mangkuk dan piring kini berdenting dengan keras saling beradu menandakan masakan yang nyaris satu jam lamanya dibuat, siap untuk disajikan. Namun, kebebasan Nova sejak tadi tak berlangsung lama. Udara yang semula hanya untuk dirinya, kini harus dibagi oleh seseorang yang melangkah mendekat ke arahnya. Sepasang tangan besar merengkuh pinggulnya erat dan posesif seakan seluruh tubuh Nova mutlak miliknya saja. “Aku menepati janjiku,” ucap sosok di balik tubuh ramping Nova

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Janji Panas

    Di balik pintu ruang kerja Angga, tanpa orang-orang itu ketahui, Nova merekam setiap kata yang terucap dari mereka dalam diam. Tubuhnya mematung kaku. Tahu bahwa semua masalah ini akan segera usai meski dengan jalan yang rumit. Tepat setelah dia memastikan obrolan Angga dan dua orang lainnya tak lagi tentang hal yang membuatnya penasaran, Nova menarik dirinya. Beranjak dari sana dengan langkah pelan tapi pasti. Kedua tangannya saling berkaitan gelisah, kepalanya seketika berisik dipenuhi oleh berbagai pertanyaan dan ketakutan. “Nyonya Nova?” panggilan itu menghentikan langkah Nova di ujung paling dasar tangga menuju kamarnya. Disusul langkah kaki segan mendekat. “Ada apa, Sus?” “Itu, Nyonya, Non Celva dari tadi nggak mau disuapi makan. Sudah saya bujuk, tapi Non Celva tetap tutup mulut,” ucap sang asisten rumah tangga. Sejak Rachel pamit dari rumah itu, Angga merekrut seorang pengasuh profesional untuk membantu Nova mengurus Celva dan Noah. Namun, sejak saat itu pula, segala dram

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Titik Balik 1

    Di atas kursi roda dengan selang infus masih menempel di tangan, Angga menghirup udara segar yang menyelimutinya sejak lima belas menit lalu. Matanya diam-diam mengintai langkah dan tawa anak kecil saling bersahutan yang mengisi telinganya. “Ini sarapanmu, Tuan.” Kursi beton di pinggiran taman tepat di samping Angga terisi. Chris datang bersama baki berisi nasi dan sup ayam dengan uap yang masih mengepul di atas mangkuk. Angga hanya menatap setiap gelagat pria itu dalam diam. Masih mencerna fakta bahwa sosok di depannya kini adalah saksi hidup yang menyimpan rekaman rahasia masa lalu perjalanan cinta dan fakta kelam keluarganya. “Tuan, kau baik-baik saja?” Chris bertanya lagi saat tidak melihat reaksi apapun dari Angga. “Berhenti memanggilku dengan sebutan menjijikan itu!” tegas Angga, kilat matanya tajam. “Mulai detik ini kau kupecat!” Keputusan itu terdengar seperti petir yang mengintai masa depan Chris. Wajah pria itu berubah kaku, bibir bawahnya bergetar kecil. Sesuatu yang m

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Batas Akhir

    Langit sudah berubah menjadi keabuan saat Angga membuka matanya perlahan. Dinding kamar serba biru, dan detak jarum jam mendominasi keheningan di ruangan itu mengajarkan ketenangan dalam diam. Bulu mata lentik Angga bergetar kecil, dadanya masih nyeri sesekali, dan kepalanya masih berdenyut. Sebelah tangan terangkat pelan, nyaris tak memiliki tenaga bahkan untuk sekedar memijat pelipis. “Angga? Kamu sudah bangun?” Seseorang di samping Angga berdiri, disusul derit kursi yang memekak telinga. Pandangan Angga teralih padanya. Wajah cantik pemilik sorot mata indah itu kini berdiri setengah menunduk demi mensejajari sudut pandang. Kulit pucat wanita itu dan rahang yang menirus, seakan memberitahu Angga banyak hal yang dititipkan di pundaknya. “Sayang…” Angga berucap lirih di balik masker oksigen yang menutupi hidungnya. Mata sesekali mengerjap mengoreksi fokus penglihatan. “Aku… kenapa?” Senyum lega di wajah Nova lepas setelah berjam-jam dikekang rasa khawatir. “Penyakit jantung kamu

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Cinta Akan Menemukan Jalannya

    Awan hitam menggantung rendah di langit pekat. Bintang-bintang yang biasanya bertabur menghias malam tak satupun menunjukkan dirinya. Gemuruh petir pelan menyambar. Bergantian dengan kilat keemasan yang muncul sepersekian detik di langit malam ini. Angga masih duduk di kursi yang sama, setelah kepergian Chris beberapa jam lalu. Dadanya nyeri tiap kali dia berusaha menyanggah kenyataan bahwa, dirinya adalah akar dari semua kekacauan yang ada. “Ini kopi hitamnya, Tuan.” Seorang pelayan menaruh cangkir kopi panas di sisi kanan meja kerjanya, lalu bergegas pamit karena tak cukup memiliki keberanian menghadapi Angga dengan segala suasana hatinya yang memburuk. Pandangan Angga bergeser pelan, pada cangkir kopi yang masih mengepulkan uap tipis ke udara. Permukaannya nampak tenang, dalam dan keruh seolah sepakat menggambarkan isi pikiran Angga selama ini. Fakta bahwa Andre memilih mengirim video perselingkuhannya dulu dengan sengaja pada Nova, adalah hal yang tidak pernah Angga sangka seb

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Kebenaran Chris

    Ruang kerja itu terasa lebih hidup. Dinding yang semula dicat dengan warna gelap, mengalami perubahan drastis di setiap permukaannya. Warna hitam kelam berganti jadi warna putih bersih yang diselingi dengan warna biru langit di beberapa sisi tertentu. Meja besar yang terlihat gagah, berdiri tegak tak jauh dari jendela besar di belakangnya. Setiap sudutnya sempurna. Di atasnya, satu laptop berdiri dengan posisi terbuka. Sinar layarnya redup karena terlalu lama diabaikan oleh sang pemilik. Di belakang meja kerja itu, ada singgasana lain yang menjelaskan kembalinya sebuah kekuasaan yang sempat hilang dari tangan seorang pria bernama Savangga. Kursi dengan punggung tinggi itu berputar pelan kala pemandangan di luar jendela tidak lagi menarik perhatiannya. “Jadi, sebenarnya siapa dirimu?” Tatapan Angga kini memaku sosok pria tinggi kurus dengan kacamata yangs etia bertengger di hidungnya. Sebuah dokumen disodorkan padanya dengan satu jari. “Apa aku harus mencari tahu sendiri kebenaranny

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Sebuah Klarifikasi

    Angin malam terasa menusuk kulit. Untuk Nova yang berdiri diantara hembusannya perlu memeluk tubuhnya sendiri demi sebuah perlindungan. Rachel menarik kursi, lalu mempersilahkannya duduk di sana. “Duduk dulu, Mbak. Supaya kita lebih nyaman ngobrolnya,” katanya sambil tersenyum hangat. “Terima kas

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Akhir Di Atas Ketidakpastian

    Bola-bola berhamburan di udara. Riak tawa anak kecil saling bersahutan mengelilingi Nova yang berdiri di ujung arena bermain papan seluncur. Di atas sana, Angga melambaikan tangannya bersama dengan Celva dalam pelukan. “Mama, kami datang!” teriaknya dari kejauhan. Sebelah tangan Nova terangkat ke

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Garis Luka Yang Jelas

    Pagi itu terasa lebih sunyi bagi Nova. Rumah ini, pernah menjadi tempatnya mengukir bahagia dengan Angga tetapi sekarang rasanya untuk menarik napas saja dia kesulitan. Nova duduk di salah satu kursi di meja makan, berseberangan dengan Rachel dan Celva. Sedangkan Angga, setia dengan tahtanya di ku

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Keyakinan Semu

    Di bawah langit malam yang gelap, Nova berlindung menutupi air matanya yang jatuh satu per satu ke pipi. Tidak peduli seberapa nyeri angin malam.menghunus kulitnya, dia tetap berdiri di sana. Halaman belakang yang dia rindukan sejak lama. Tempat di mana dulu selalu menjadi peraduannya kala gundah.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status