Share

Pertanyaan Besar

Author: JolaSky
last update Petsa ng paglalathala: 2024-05-04 21:58:22

Wanita mana yang tak sakit hati mendengar sebuah pengakuan dari sosok di luar rumah tangganya? Terlebih lagi, pengakuan itu adalah hal yang tidak mungkin mustahil terjadi mengingat sosok itu pernah menjalin hubungan dengan suami Kania.

Baik Kania maupun Bryan terdiam. Pemandangan itu lantas membuat Amanda menyuarakan kemenangannya. Ia berjalan mendekati Bryan, meraih tangan pria itu lalu menaruh tangan Bryan di atas perutnya.

“Sayang, ini anak kita. Kamu tidak berniat menyapanya?” tanya Amanda.
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Menuntut Penjelasan

    Ruangan itu serba putih. Memancarkan ketenangan sekaligus aroma yang mencekam dari obat-obatan di lemari belakang Dokter Henry. “Silahkan duduk, Nova. Pastikan kau menemukan posisi nyaman selama sesi ini.” Suara derit kursi yang Nova tarik, memecah hening di sana. Pandangan Nova menyebar ke segala arah. Memastikan dia aman berada di sana dalam kurun waktu satu jam ke depan. Dokter Henry masih diam, tapi Nova tahu pria itu memastikan setiap gestur yang Nova tunjukkan menghasilkan catatan pemeriksaan yang akurat. Hingga hening berlalu tepat ketika Dokter Henry kembali berucap, “Jadi, apa yang bisa kamu ingat, Nova?” Keliman bibir Nova semakin dalam, pikirannya mulai dipenuhi kekacauan yang tak beraturan. “Aku tidak tahu harus memulai dari mana,” katanya dengan suara pelan dan tak yakin.Dokter Henry tersenyum lembut. “Aku tahu ini bukan hal mudah. Menarik kembali benang ingatan masa lalu yang sudah lama dipaksa redam seperti kembali mengorek luka yang nyaris mengering,” ucapnya ten

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Sekutu

    Sebuah mobil hitam pekat berlogo kuda berhenti tepat di lobi sebuah rumah sakit. Satu ajudan sudah berjaga untuk kedatangan Sang Tuan dan Nyonya besar yang baru saja kembali ke tahtanya. Dres putih polos dari salah satu desainer ternama dunia membalut tubuh Nova dengan elegan. Memeluk tubuh ramping Nova dalam kehangatan diantara syaraf-syarafnya yang menegang. Setiap langkah Nova adalah sebuah pertaruhan masa depan. Begitu juga dengan setiap kata yang akan dia sampaikan di hadapan psikiater profesional. “Kau sudah siap?” tanya Angga dan langsung mendapat anggukan mantap dari istrinya.Langkah Angga terhenti sejenak di sisi mobil. Memastikan setiap gestur tubuh Nova menegaskan sebuah pernyataan tentang kesetaraan level di antara keduanya. Sorot mata penasaran dari pasien rumah sakit menghujani kedatangan mereka, mengiringi langkah pasangan suami istri itu hingga pintu kaca lobi tertutup. Ruang praktik Dr. Henry berada di paling ujung lorong lantai dua rumah sakit ini, tetapi, salah

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Hari Baru

    Fajar menyelinap di antara celah gorden beludru abu-abu yang menjulang tinggi, membawa seberkas cahaya pucat yang membelah kegelapan kamar bernuansa hitam-putih itu. Angga sama sekali tidak memejamkan mata sepanjang malam. Matanya yang memerah menatap lurus ke arah langit-langit, sementara lengannya masih setia menjadi bantalan bagi kepala Nova. Wanita itu masih tertidur lelap, wajahnya tampak begitu damai—sebuah ironi besar jika mengingat badai darah dan air mata yang sedang mengintai di luar dinding kamar kedap suara ini.Angga perlahan menarik lengannya dengan sangat hati-hati, tidak ingin mengusik ketenangan semu yang sedang dinikmati istrinya. Ia bangkit, memungut jubah mandi sutra hitamnya yang tergeletak di lantai, lalu melangkah menuju jendela besar. Di luar sana, kota tampak begitu sibuk, bergerak tanpa peduli pada satu jiwa yang sedang berada di ambang kehancuran.Pikiran Angga melayang kembali pada tumpukan berkas yang sengaja ia kunci rapat di dalam laci meja kerjanya. Lap

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Takut yang Tenggelam

    Lampu kamar yang temaram melukis bayangan tubuh Angga dan Nova di dinding polos berwarna putih yang mengelilingi mereka.“Ahh.. Angga… Kau… sialan!” Nova melenguh nikmat. Dagunya terangkat tinggi dengan rahang jenjangnya yang semakin tegas karena sentuhan bibir Angga di sana.“Kau … Candu, Sayang.” Angga menimpali. Suaranya berderak di telinga Nova.Di dalam kamar yang didominasi oleh perpaduan warna hitam dan putih yang tegas—mencerminkan karakter pemiliknya—Angga tidak membiarkan satu jengkal pun dari waktu yang bergulir terbuang sia-sia. Pria itu memacu gairahnya dengan kelembutan yang justru terasa begitu mematikan bagi pertahanan Nova. Setiap sentuhan, kecupan, hingga bagaimana jemari kokoh Angga menelusuri lekuk tubuhnya, terasa begitu mahir. Angga tahu persis di mana titik-titik yang bisa membuat Nova bertekuk lutut, melupakan segala batasan yang sengaja ia bangun selama ini.Sentuhan Angga malam ini bukan sekadar pemuas dahaga biologis, melainkan sebuah serangan yang perlahan

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Kala Masa Depan Menjanjikan

    Denting alat masak saling beradu. Tanpa bantuan satupun asisten rumah tangga, Nova menaruh seluruh fokusnya pada kesepuluh jemari lentiknya dalam mengolah setiap bahan makanan di depan mata. Uap panas mengudara lalu menghilang ditelan cooker hood. Gerakan tangan Nova cekatan mengaduk kuah sup di dalam panci berukuran sedang. Aroma Umami menguar memenuhi setiap sudut dapur. Ditemani alunan musik jazz lembut nan samar dari pengeras suara yang tersambung dengan ponsel, Nova menggumam pelan mengikuti alunan musik. Suara mangkuk dan piring kini berdenting dengan keras saling beradu menandakan masakan yang nyaris satu jam lamanya dibuat, siap untuk disajikan. Namun, kebebasan Nova sejak tadi tak berlangsung lama. Udara yang semula hanya untuk dirinya, kini harus dibagi oleh seseorang yang melangkah mendekat ke arahnya. Sepasang tangan besar merengkuh pinggulnya erat dan posesif seakan seluruh tubuh Nova mutlak miliknya saja. “Aku menepati janjiku,” ucap sosok di balik tubuh ramping Nova

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Janji Panas

    Di balik pintu ruang kerja Angga, tanpa orang-orang itu ketahui, Nova merekam setiap kata yang terucap dari mereka dalam diam. Tubuhnya mematung kaku. Tahu bahwa semua masalah ini akan segera usai meski dengan jalan yang rumit. Tepat setelah dia memastikan obrolan Angga dan dua orang lainnya tak lagi tentang hal yang membuatnya penasaran, Nova menarik dirinya. Beranjak dari sana dengan langkah pelan tapi pasti. Kedua tangannya saling berkaitan gelisah, kepalanya seketika berisik dipenuhi oleh berbagai pertanyaan dan ketakutan. “Nyonya Nova?” panggilan itu menghentikan langkah Nova di ujung paling dasar tangga menuju kamarnya. Disusul langkah kaki segan mendekat. “Ada apa, Sus?” “Itu, Nyonya, Non Celva dari tadi nggak mau disuapi makan. Sudah saya bujuk, tapi Non Celva tetap tutup mulut,” ucap sang asisten rumah tangga. Sejak Rachel pamit dari rumah itu, Angga merekrut seorang pengasuh profesional untuk membantu Nova mengurus Celva dan Noah. Namun, sejak saat itu pula, segala dram

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Apa Misi Sebenarnya?

    Nova tidak mengerti dengan maksud ucapan suaminya. Angga terlalu banyak menyimpan rahasia. Baru saja Nova hendak membuka mulut, dering ponsel Angga membuatnya kembali mengatupkan mulutnya. Ditambah lagi isyarat tangan Angga yang terpampang di depan wajah Nova semakin menghalau niatnya untuk bicara.

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Mood Pagi Hari

    Dinginnya ruangan memanggil seluruh kesadaran Angga untuk segera membuka mata. Suara gemericik air hujan menggoda pendengarannya. Di luar hujan masih setia membasahi bumi. Menumpaskan kesedihan dalam hati setiap orang tak terkecuali Angga.Ia belum sepenuhnya membuka mata saat merasakan kepalanya ber

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Sengketa Buah Hati

    Angga menciptakan jarak untuk dirinya dan Nova. Miliknya yang masih berada di tubuh Nova ditarik kasar, menimbulkan erangan perih dari mulut Nova. Ia memakai kembali celana piyama tidurnya. Beralih melangkah menuju jendela besar dengan pemandangan langit malam yang indah. “Bukankah kamu yang ingin m

  • Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku   Terjebak Dalam Ego

    Nova tersenyum penuh kemenangan. Wajahnya tak lagi ramah, berganti menjadi sorot licik yang mengerikan. Di mata Angga, saat ini Nova lebih mirip dengan wanita-wanita yang dulu seringkali menggodanya. Mengajak Angga untuk melakukan hubungan satu malam hanya demi kepuasan gairah yang menuntut untuk di

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status