Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta

Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta

last updateLast Updated : 2026-09-10
By:  AnonaraUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
8Chapters
8views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Pernikahan yang Gyana jalani bersama Sean nyatanya tidak sesempurna yang terlihat. Sean ternyata justru mencintai Tania—putri angkat keluarga Gyana. Setelah mengetahui kenyataan itu, Gyana memilih mundur dan mengacuhkan Sean. Saat Gyana sudah tidak memperdulikan Sean, pria itu justru berusaha mendekatinya.

View More

Chapter 1

KENYATAAN PAHIT

"Nyonya yakin mau masuk? Tapi Tuan Sean bisa marah.” 

Nada kekhawatiran Fiska terdengar jelas. Namun, Gyana hanya menoleh lalu mengangguk singkat. Seolah-olah peringatan perempuan berseragam maid itu bukanlah hal yang bisa menunda keinginannya malam ini. 

Di tangannya sudah terdapat paperbag kecil dengan logo brand barang mewah. Hadiah ini adalah kado anniversary pernikahan pertama untuk Sean. Sengaja Gyana siapkan sejak tiga bulan yang lalu. 

Semesta sudah berpihak padanya dengan Sean pulang lebih cepat dari biasanya malam ini. Gyana tentu saja tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. 

Kini Gyana dan Fiska sudah berada di depan ruang pribadi Sean—suaminya. Pintu mahogany yang berdiri tegak dengan gagah di depan mereka ini menampilkan aura dominan yang sama dengan pemilik ruangan. 

“Biarkan saya sendiri kali ini. Bibi bisa langsung istirahat,” ucap Gyana, kembali fokus menatap pintu. “Terima kasih sudah memberikan kunci ruangannya, Bi.”

Seulas senyum tipis pun muncul di bibir Gyana, berusaha meyakinkan Fiska bahwa ia akan baik-baik saja. 

Fiska mengangguk pasrah. “Baiklah. Saya permisi dulu, Nyonya.” 

Setelah kepergian Fiska, Gyana menarik napas lebih dalam. Kemudian menghembuskannya perlahan. Berusaha menenangkan ritme napasnya yang berderu lebih cepat. 

“Tenang, Gya. Kamu hanya perlu meletakkan kado ini di meja lalu pergi,” ucap Gyana pelan. 

Setelah dirasa siap, perlahan Gyana menyentuh handel pintu dan mendorongnya perlahan. Kedua sudut bibir Gyana tertarik lega, pintu itu tidak terkunci. Setidaknya Gyana tidak perlu mengganggu Sean dengan suara yang ditimbulkan ketika ia memutar kunci. 

Gyana masuk dengan penuh hati-hati. Tatapan penuh waspada mulai ia layangkan. Dalam hati ia sangat berharap saat ini Sean sedang berada di kamar mandi atau tidak benar-benar di ruangan yang belum pernah Gyana masuki itu. 

Kosong. Gyana tidak menemukan Sean di hadapannya. Helaan napas lega lolos begitu saja. 

Ruangan cukup besar dengan nuansa gelap itu terasa mengintimidasi Gyana. Tidak banyak furniture di sana. Aroma maskulin khas Sean menusuk hidung Gyana. Tempat ini menggambarkan sosok pendiam suaminya. 

Pandangan Gyana tidak terlalu memperhatikan interior ruangan. Seperti niat awalnya, ia hanya perlu meletakkan hadiah Sean lalu pergi. 

Namun, belum sempat kaki Gyana melangkah lebih dekat dengan meja kerja Sean, matanya lebih dulu menangkap pemandangan yang tiba-tiba menyesakkan dada. 

Jantung Gyana bertalu lebih cepat. Napas seakan berhenti dan tangannya mulai berkeringat dingin. Beruntung ia masih bisa mengendalikan diri agar kakinya tidak langsung lemas. Bibirnya terkatup rapat, tidak sanggup mengeluarkan sepatah kata pun. 

Sebuah figura berukuran besar terpajang indah di dinding. Tampak begitu menawan dan memikat hati yang memandang. Tidak hanya ukuran bingkai foto yang indah, tetapi sosok yang berada dalam foto pun membuat mata betah memandangnya. 

Di sana, seorang gadis tersenyum dengan raut sangat bahagia. Tampak begitu serasi dengan gaun putih yang membungkus tubuhnya dengan sempurna. Di tangannya sebuah bouquet menambah kesan kebahagiaan yang tercipta. Cahaya matahari keemasan di sekitar gadis itu ikut memberi efek sorot yang natural pada sosoknya. 

Jika tidak mengenal siapa sosok di dalam foto itu, Gyana pasti menyangka bahwa gadis itu adalah pengantin sungguhan. 

Sayangnya Gyana jelas masih mengingat bahwa foto itu diambil saat Tania menjadi muse gaun pernikahan satu tahun yang lalu. 

Senyuman Tania memang terlihat menawan di foto itu. Tetapi tidak untuk Gyana. Senyuman itu seperti sedang mengejeknya dengan terang-terangan. 

‘Dibandingkan dengan foto gadis ini, mengapa tidak foto pernikahannya yang dipajang? Apakah seburuk itu dirinya sehingga sang suami harus memajang foto gadis lain di ruang pribadinya?’ 

Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di kepala Gyana. Sesak dadanya semakin membuat napas Gyana tercekat. 

Ruangan ini mendadak terasa sempit untuk Gyana. Trauma masa lalu kembali menghantui dirinya secara perlahan. Genggamannya pada tali paperbag pun semakin erat. Seolah-olah hanya itu yang bisa Gyana jadikan sebagai penopangnya saat ini. 

Tidak. Gyana tidak bisa berada di sini lebih lama. Napasnya memburu semakin cepat. Ia harus segera berbalik untuk keluar. Namun, saat Gyana berbalik dan hendak keluar, langkahnya mendadak terhenti saat mendengar suara lirih seseorang yang berasal dari sisi kiri ruangan. 

Tepat di sebuah sofa dengan penerangan temaram. Mata Gyana memicing, memastikan suara siapa yang terdengar menyedihkan itu. 

Kemudian Gyana menyadari bahwa itu adalah suaminya, Sean. 

‘Mengapa dia bisa tertidur di sini? Suaranya juga terdengar serak. Apakah dia sakit?’ 

Beragam pertanyaan mulai terpikirkan oleh Gyana. Seingatnya, Sean jarang sengaja tidur di ruangan ini. Jika diingat-ingat pun, malam ini menjadi malam terlama Sean menghabiskan waktu di sini. 

Gyana melangkah menuju ke arah Sean. Suara lirih Sean itu membuat Gyana penasaran. Meski hatinya hancur, mendengar lirih kesakitan Sean membuat Gyana khawatir. 

Kini Gyana sudah berdiri di dekat Sean. Tangannya terulur hendak menyentuh kening sang suami. Namun, belum sempat tangannya menyentuh kening Sean, sebuah nama yang sangat Gyana kenali itu keluar dari bibir suaminya. 

Nama yang menjadi jawaban akan foto yang terpajang indah di ruangan pribadi Sean. 

“Tania….” 

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status