Share

Pernikahan Kontrakku Dengan CEO
Pernikahan Kontrakku Dengan CEO
Author: Noona Aurora

Bab 1 Klaim Status

Author: Noona Aurora
last update publish date: 2026-09-07 10:27:27

“Perkenalkan, ini Eleanor Montgomery, calon istriku. Wanita yang aku cintai dan akan aku nikahi.”

Mata Eleanor Montgomery membola lebar. Dia menatap panik pada atasannya– Archibald Richter(Archie), pria 31 tahun yang di usia mudanya ini sudah menjadi Presiden Direktur perusahaan Richter Company sebuah perusahaan multinasional yang begitu berpengaruh di dunia bisnis negara ini.

Apa maksud ucapan Archie? Kenapa dia memperkenalkan Eleanor sebagai calon istri?

Eleanor merasakan rematan kecil dari jari-jari Archie yang ada di pinggangnya. Eleanor mencoba mencerna apa yang terjadi, kenapa dia bisa terjebak dalam situasi ini?

Eleanor datang ke restoran ini untuk menemui tunangannya Julian Blackwood, yang ternyata malah membuat Eleanor mengetahui perselingkuhan Julian dengan Paula Hazelwood–pewaris keluarga Hazelwood. Hingga terlibat percekcokan yang berakhir dengan pemutusan sepihak pertunangan mereka yang dilakukan oleh Julian.

Baru saja meninggalkan Julian dan Paula dengan penuh marah dan kekecewaan, Eleanor tidak sengaja berpapasan dengan Archie. Dan, pria itu seketika menarik tangannya sambil berkata, “Ikut denganku.”

Eleanor belum bisa mencerna apa yang terjadi. Sampai akhirnya kini dia tahu, Archie menariknya untuk menjadikannya sebagai tameng.

Ya, Eleanor melihat wanita di hadapannya saat ini begitu marah hingga wajahnya merah padam mendengar pengakuan yang baru saja Archie ucapkan.

Archie mengakui Eleanor sebagai calon istrinya.

Atasannya ini sudah gila!

“Archie, kamu hanya bercanda, bukan?” Greta Lindemann–wanita yang dijodohkan dengan Archie, berdiri dari duduknya sambil terus menatap pada Archie.

Greta tak begitu saja mempercayai apa yang baru saja Achie katakan.

“Seperti yang kamu lihat, aku hanya akan menikah dengan Eleanor.” Suara Archie tegas dan tak terbantah.

Greta tersenyum mencibir. “Wanita ini?” Jari Greta menunjuk ke Eleanor, matanya mulai menelisik penampilan Eleanor dari ujung kaki hingga kepala.

“Jangan bercanda, Archie! Dia bahkan bukan seleramu.” Greta kembali mencibir. “Hanya aku yang pantas buatmu. Suruh wanita ini pergi, dan aku akan melupakan yang kamu katakan tadi.”

Mata Archie menyorot tajam pada Greta saat dia berkata, “Selera? Kamu tidak perlu tahu seleraku untuk menentukan siapa yang akan aku nikahi. Dan, kamu tidak berhak mengatur soal perjodohan ini.” 

Eleanor hanya diam terjebak dalam masalah yang sebenarnya tak dia ketahui.

Rematan kecil jari-jari Archie, seolah mengunci Eleanor di tempat agar tidak melarikan diri dari pusaran sandiwara ini.

Greta melipat tangan di dada, dagunya terangkat tinggi dengan tatapan yang menghunus langsung ke arah Eleanor. Dia masih tidak terima dengan penjelasan Archie.

"Archie, lihat dia." Suara Greta rendah, tapi sarat akan hinaan. "Kamu pikir aku tidak tahu tipe wanita yang mendekatimu? Lihat penampilannya, bajunya, caranya berdiri, sikapnya, dia bahkan tidak berani menatap mataku."

Eleanor mengerjapkan mata, tangannya di sisi tubuh mengepal erat mendengar Greta terus menatap remeh padanya. 

"Berapa banyak yang kamu bayar untuk membawanya ke sini?" Greta tersenyum miring, mengejek. "Taktikmu terlalu murahan, Archie. Menolak perjodohan keluarga kita dengan membawa wanita bayaran dari jalanan? Benar-benar menggelikan. Apa kamu tidak bisa mencari wanita yang lebih berkelas? Setidaknya yang lebih tinggi dariku.” Greta kembali mencemooh.

Satu sudut alis Archie tertarik ke atas, matanya menyorot tajam pada Greta.

"Wanita bayaran?" Archie mengulang kalimat itu dengan nada rendah tapi terasa lebih berbahaya daripada bentakan.

“Ya, tentu saja. Aku tidak akan pernah percaya kalau dia adalah wanita yang kamu sukai? Ini mustahil.” Greta masih tersenyum remeh sambil menggeleng pelan.

Mata Archie berkilat. Dia memutar tubuhnya sedikit, kini sepenuhnya menghadap Eleanor. Sepasang mata tajamnya yang biasanya sedingin es, mendadak melembut dengan binar yang sulit diartikan. 

Tangan Archie bergerak naik dari pinggang Eleanor, jemarinya yang panjang merayap perlahan ke atas, berhenti di tengkuk Eleanor dan menyusup ke sela-sela rambutnya.

Eleanor menahan napas. Sentuhan itu hangat, tapi tak memberi ruang untuk protes.

"Aku tidak perlu membayar wanita yang memegang penuh kendali atas hatiku, Greta.” Nada suara Archie lembut sampai matanya terkunci pada bibir Eleanor yang sedikit terbuka karena terkejut.

Sebelum Eleanor sempat memahami kebingungannya, Eleanor dibuat syok saat Archie menautkan bibir mereka.

Waktu seperti melambat. Eleanor bisa melihat bulu mata Archie yang rapat saat pria ini memejamkan mata, sebelum akhirnya merasakan tekanan lembut tapi tegas di bibirnya. Sentuhan itu tidak tergesa-gesa, melainkan sebuah klaim yang penuh kepastian.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Pernikahan Kontrakku Dengan CEO   Bab 8 Kecanggungan

    Eleanor meremat jari-jarinya di atas pangkuan sambil menahan rasa malu yang luar biasa. Bahkan tatapannya menunduk, tak berani menatap pada Archie yang ada di hadapannya."Maaf, Pak Archie. Saya bersumpah, saya benar-benar tidak sadar saat memeluk Anda." Suara Eleanor begitu pelan, nyaris tenggelam oleh degup jantungnya sendiri.Archie menatap Eleanor dalam diam. Sampai akhirnya dia bangun dari posisinya dan segera mengangsurkan kaki ke lantaiArchie berdiri, lalu dia berkata, "Segeralah bersihkan dirimu.” Archie tak menoleh pada Eleanor saat dia kembali berkata, "Ibu pasti sudah menunggu kita di ruang makan. Saya tidak suka membuat beliau menunggu terlalu lama."Eleanor mengangguk-angguk pelan dengan masih tak berano menatap pada Archir.Sampai Eleanor melihat bayangan Archie yang meninggalkan ranjang, lalu terdengar suara pintu kamar mandi tertutup.Eleanor mengembuskan napas pelan. Dia lega Archie tidak marah atas kelancangannya. Sepertinya Eleanor harus lebih berhati-hati lagi ag

  • Pernikahan Kontrakku Dengan CEO   Bab 7 Mendadak Menegangkan

    Eleanor menggeleng cepat, sebuah senyum dipaksakan terbit di bibirnya untuk menutupi kegugupan yang dirasakannya. "Tidak ada apa-apa, Pak Archie. Saya hanya sedikit lelah."Archie tidak memastikan lebih jauh. Dia mengulurkan map yang tadi diambilnya dari atas nakas."Ini draft kontrak pernikahan kita." Suara Archie pelan tapi terdengar tegas. "Bacalah dengan teliti."Eleanor menerima map tersebut dengan jemari yang sedikit dingin. Dia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan debaran jantungnya yang belum juga reda. Perlahan Eleanor membuka lembar demi lembar dengan perlahan. Alih-alih panik atau bimbang, mata Eleanor bergerak dengan begitu tenang menyusuri setiap bait kalimat dan poin-poin yang telah disusun oleh pria di sampingnya. Sifat perfeksionis Archie tercermin jelas di atas kertas ini, tidak ada satu poin pun yang merugikan posisi Eleanor sebagai pihak yang terseret. Semuanya tertulis adil untuk Eleanor."Bagaimana?" tanya Archie sembari membolak-balik halaman dokumen

  • Pernikahan Kontrakku Dengan CEO   Bab 6 Harus Sekamar?

    Archie menghentikan langkahnya tepat di ambang pintu. Pria itu membalikkan tubuh perlahan, menatap Eleanor yang masih berdiri kaku di dekat sofanya."Tentu saja." Archie membalas datar. Kedua tangannya menyusup ke dalam saku celana. "Kita harus sekamar."Eleanor tersentak, matanya melebar seketika. "Tapi, Pak Archie apa tidak sebaiknya saya di kamar tamu saja?" Eleanor bertanya dengan nada suaranya sedikit bergetar. Matanya menyorot panik bersamaan dengan jari-jemarinya saling meremas panik. Tatapan Archie tenang tak terdeskripsikan ke Eleanor."Ibu sering datang berkunjung ke area pribadi saya tanpa mengetuk pintu." Archie menyambar cepat, nadanya dingin dan tak terbantah. "Belum lagi para pelayan di rumah ini akan curiga jika melihat menantu baru tidur di kamar terpisah? Apa itu yang kamu inginkan, Eleanor?"Eleanor menggigit bibir bawahnya, tatapannya tertunduk menghindari kontak mata dengan Archie. "Saya ... saya paham. Hanya saja saya tidak menyangka kalau kita akan tinggal deng

  • Pernikahan Kontrakku Dengan CEO   Bab 5 Resmi Menikah

    Eleanor dan Archie memproses pernikahan mereka hari itu juga.Jackson benar-benar tidak peduli pada Eleanor, setelah proses mendaftar pernikahan selesai, pria itu begitu saja.Sekarang, Eleanor duduk di dalam mobil bersama Archie.Eleanor duduk diam memandang buku nikah yang baru saja didapatkan. Impian menikah dengan pesta megah dan gaun yang indah, tampaknya hanya akan tetap menjadi sebuah mimpi untuk Eleanor.Eleanor tidak ingin berharap apa pun dari pernikahan kontrak ini. Dia hanya berharap bisa bekerja dan hidup dengan tenang.“Sekarang kita temui ibu saya.”Suara Archie membuat Eleanor menoleh. Dia memandang Archie yang sedang fokus menyetir.“Apa ibu Anda tidak akan keberatan, jika kita menikah cepat seperti ini?” Eleanor memastikan. Apalagi dia tidak tahu, seperti apa ibu Archie.Galak? Atau baik?Archie tidak membalas. Tatapannya tetap lurus ke depan. Tapi gurat di wajahnya menunjukkan keraguan.Setelah beberapa saat.Mereka tiba di halaman rumah mewah keluarga Archie.Archi

  • Pernikahan Kontrakku Dengan CEO   Bab 4 Tak Diharapkan

    Eleanor terkejut mendengar ucapan ayahnya. Dia ingin membuka suara, tapi tangannya digenggam erat dengan sedikit tarikan dari Archie.Eleanor menoleh pada Archie, dia melihat tatapan Archie tertuju pada Jackson.“Tidak peduli siapa saya. Yang paling penting, saya mencintai Eleanor dengan sepenuh hati saya, dan saya akan menikahinya.” Archie bicara dengan nada tegas tak terbantah.Eleanor menatap tak percaya pada Archie. Pria ini bicara seolah-olah apa yang terjadi sekarang bukanlah sebuah sandiwara.Eleanor melihat Jackson yang ingin bicara, tapi di saat bersamaan Samantha juga membuka suara, mendahului Jackson.“Jika memang kalian saling mencintai. Kami pasti memberi restu.” Samantha bicara dengan tatapan tertuju pada Eleanor. Lalu dia menoleh pada Jackson saat berkata, “Benar ‘kan, Sayang?”Mata Eleanor menyipit. Dia yakin ucapan Samantha bukanlah sebuah keikhlasan. Pasti Samantha senang jika Eleanor cepat-cepat angkat kaki dari rumah ini.Walau, itulah yang Eleanor inginkan. Dia ju

  • Pernikahan Kontrakku Dengan CEO   Bab 3 Menikah Secepatnya

    Eleanor duduk di samping kursi kemudi. Dia menoleh pada Archie yang duduk di sampingnya.Ya, Eleanor memang menerima kontrak pernikahan yang Archie tawarkan. Tapi dia tidak menyangka jika hari ini, Archie akan langsung mengajaknya menemui keluarganya.“Apa harus secepat ini, Pak Archie?” Eleanor menoleh pada Archie yang sedang fokus menyetir.Pria ini sekarang hanya memakai kemeja hitam, setelah jasnya yang basah dilepas.“Lebih cepat lebih baik.” Archie bicara seolah tak mengenal kompromi.Eleanor meremat jari-jarinya yang ada di atas pangkuan. Dia belum tahu, bagaimana cara menjelaskan ke ayahnya soal pernikahan yang Archie tawarkan.Baru saja Eleanor memikirkan sang ayah, ponsel di dalam tasnya berdering.Eleanor mengeluarkan ponselnya, dia melihat nama sang ayah terpampang di layarEleanor tak langsung menjawab panggilan itu. Dia sedang menerka-nerka kenapa ayahnya menghubungi, sedangkan biasanya ayahnya tak pernah peduli padanya.Sepertinya Julian sudah mengadu soal pemutusan per

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status