Home / Rumah Tangga / Pernikahan Yang Tak Kupilih / Bab 133 - Dua Pikiran Yang Kacau

Share

Bab 133 - Dua Pikiran Yang Kacau

Author: Dandelion
last update Last Updated: 2025-12-30 12:26:35

Bayu terpaku dalam duduknya, tangannya bergetar membaca pesan itu. Benarkah Farel bukan anaknya? Lalu dengan siapa Amanda hamil?

Dulu saat terbangun di kamar Amanda dalam keadaan tak berbusana, Bayu tak mengingat apa pun saat melakukannya. Meski begitu ia tak mempermasalahkannya, mungkin saatbitu ia memang tidak sadar karena dalam pengaruh alkohol.

Setelah itu ia tak lagi melakukan hubungan dengan Amanda, lalu sebulan kemudian perempuan itu mengatakan bahwa ia hamil anaknya.

“Permisi, Pak. Ini Pesanannya.”

“Terima kasih.”

Bayu memandangi sepiring nasi goreng di depannya tapi tak sedikit pun rasa ingin memakan. Perut yang sedari tadi keroncongan seolah sudah penuh sepenuh pikirannya saat ini. Harusnya ia tak langsung percaya, tapi kenapa hatinya justru meyakini kebenaran dari pesan itu?

Saat dirinya masih tenggelam dalam kemelut pikirannya, Amanda tiba-tiba duduk di kursi depannya. “Gimana keadaan Farel?”

Bayu mendongak, menatap ke arah perempuan di depannya. Ingin rasanya ia lang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 143 -

    "Eyang Sukma..."Katerina tak menyangka akan bertemu Eyang Sukma di Mall ini. Setahunya beliau sudah tak suka berada di tempat yang ramai, makanya dulu lebih sering di rumah merawat kebunnya.Tapi mungkin tiga tahun ini, merubah segalanya tanpa ia ketahui.Ia kemudian bangkit dari duduknya dan memeluk perempuan yang tak lagi muda itu. Ia bisa merasakan dekapan hangat yang dulu ia rasakan."Eyang nggak nyangka akan bertemu kamu di sini, Nak. Sudah lama sekali rasanya. Kamu apa kabar?" "Kabar Katerina baik, Eyang. Eyang, apa kabar?""Kabar Eyang lagi kurang baik, Nak."Wajah Eyang Sukma berubah tidak secerah tadi. Katerina ingin bertanya tapi ia urungkan. Ia merasa tidak lagi berhak untuk bertanya. Jadi yang bisa ia lakukan adalah mempersilakannya untuk duduk."Eyang duduk dulu di sini. Mau Katerina pesankan minuman atau makanan?"Eyang Sukma tersenyum, lalu menggeleng. "Tidak usah, Nak. Eyang cuma lagi nunggu Dahlia yang sedang beli baju."Katerina tahu siapa Dahlia, perempuan itu ada

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 142 - Pertemuan

    "Papa?"Farel tampak bingung dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Bayu. Yang bocah itu tahu Papanya adalah Bayu, kenapa sekarang sang Papa justru bawa Papa baru?Sedangkan Riki yang tak tega melihat raut bingung anaknya, akhirnya berbicara. "Aku temannya Papa Bayu jadi kamu boleh panggil aku Papa juga.""Tapi Papaku cuma Papa Bayu. Om bukan Papaku."Deg!Perkataan polos Farel begitu menghujam hati Riki. Meski telah ia coba dengan cara yang halus dengan mengatakan dia adalah temannya Bayu, tetap saja Farel tak mau memanggilnya Papa.Tapi ia tahu, itu bukan salah anaknya, bukan pula salah Bayu. Karena kedua orang itu hanya korban dari keegoisan Amanda. "Papa kenapa udah nggak pulang ke rumah?"Bayu mengulas senyum seperti biasa, tapi belum ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya. Tangannya terulur mengusap pelan rambut sang anak."Papa lagi sibuk, sayang. Tapi Papa akan berusaha buat main terus sama Farel."Bayu memang sudah tidak lagi tinggal di rumah yang sama dengan Amanda d

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 141 - Pertemuan Ayah Dan Anak

    Katerina menghentikan langkahnya, begitu juga dengan ayahnya. Mereka berdua sama-sama terkejut dengan pertemuan ini. Bisa Katerina lihat mata ayahnya yang berkaca-kaca. Mungkin laki-laki itu menyimpan rindu untuk anak perempuannya yang sudah lama tidak ia temui.Katerina memang tak menghubungi ayahnya sama sekali sejak menikah bahkan sampai ia pergi dari negara ini pun, tak pernah sekalipun ia mencoba melakukannya.Bisa dibilang ia yang menghindari komunikasi dengan laki-laki itu bahkan saat dia belum menikah, hanya berbicara seperlunya saat mereka berada dalam satu rumah.Setiap kali melihat wajah ayahnya, ia selalu teringat dengan tangis diam-diam mendiang ibunya. Dulu sering kali ia dapati sang ibu menangis setiap kali melihat atau mendengar ayahnya bermesraan dengan selingkuhannya.Sampai sekarang pun ia masih mengingat dengan jelas, saat sang ayah marah dan menampar ibunya hanya karena menolak perempuan itu tinggal satu rumah dengan mereka. Memangnya istri mana yang akan dengan l

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 140 - Pertemuan Tak Terduga

    Setelah melewati perjalanan kurang lebih dua puluh jam, akhirnya Katerina dan Daniel tiba di Indonesia. Lama tak melakukan perjalanan jauh membuatnya kelelahan dan mengantuk berbanding terbalik dengan anaknya yang masih sangat aktif."Daniel!!!"Suara itu membuat si pemilik nama menoleh dan langsung melepaskan genggaman tangan Katerina agar bisa berlari untuk memeluk sang paman - Andrea yang sudah merentangkan tangannya."Uncle Dre!!!" Teriak balita itu sebelum akhirnya jatuh ke pelukan Andrea."Gimana? Seru nggak naik pesawat?"Daniel mengangguk senang. Meski ini adalah pertama kalinya ia menaiki pesawat, tapi menurut bocah itu rasanya menyenangkan. Apalagi bisa melihat awan dari jarak dekat."Tapi Mama ngantuk, uncle." Cicitnya yang masih bisa didengar oleh Katerina.Seketika tawa Andrea menguar begitu saja, lalu beralih menatap ke arah sang adik. "Habis ini kamu istirahat aja. Aku mau ajak Daniel main kalau sudah sampai rumah."Katerina tersenyum kecil, "Makasih, Mas." Gumamnya pel

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 139 - Kembali

    Amanda terpaku di tempatnya. Ia tak menyangka Bayu akan mengatakan perceraian. Ia tak bisa membiarkan itu terjadi. Selama ini dirinya dan keluarganya bisa hidup enak karena gaya hidup mereka ditopang oleh Bayu. Kalau ia dan laki-laki itu bercerai, maka tidak akan ada lagi yang menjadi mesin uangnya.Bagaimana ia akan menjalani hidup setelah menjanda? Ia sudah lama tidak bekerja, umurnya juga sudah tidak muda untuk bisa diterima kerja menurut standar negeri ini. Lalu bagaimana ia akan membiayai kebutuhan Farel?Maka dengan merendahkan dirinya ia bersimpuh di kaki Bayu, meminta maaf karena telah menipu laki-laki itu. Ia memohon agar tidak ada perceraian di antara mereka."Bayu, aku minta maaf. Aku nggak bermaksud menipu kamu. Karena aku juga saat itu nggak tahu anak siapa yang sedang aku kandung. Dan.." Amanda menjeda ucapan di sela isakan tangisnya."...dan aku cuma ingat tidur dengan kamu..."Bayu geram mendengar ucapan Amanda. Perempuan itu bahkan masih bisa berbohong meski sudah ter

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 138 - Terbongkar

    Bayu masih melamun di kursi tunggu yang berjejer di rumah sakit. Amplop berisi hasil tes DNA itu masih ia pegang. Rasa sesak di dadanya tak kunjung berhenti. Pikirannya melayang kembali pada masa tiga setengah tahun lalu.Betapa bodohnya ia terlena dengan kisah masa lalu yang belum usai dengan Amanda. Lalu terperdaya oleh perempuan itu yang mengaku hamil anaknya. Dan hal yang paling tidak ia lupakan adalah saat ia mengikuti saran Amanda untuk menawarkan perceraian pada Katerina.Saat itu ia pikir Katerina akan tetap bertahan dengannya karena perempuan itu tak punya apa-apa lagi ditambah ia tahu hubungan mantan istrinya dengan sang ayah tidaklah baik. Ia juga sangat yakin Katerina mencintainya, tak mungkin akan mau meninggalkannya.Namun semua pemikiran itu terpatahkan ketika Katerina mantap memilih untuk bercerai dengannya. Ia jelas masih ingat tatapan tak sudi yang perempuan itu beri padanya. Meski di akhir sidang perceraian mereka, Katerina masih mau bersalaman dengannya sebagai per

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status