Share

Bab 4

Author: Katerina
Adrian menatap pesan itu selama beberapa detik sebelum telepon aku, tetapi panggilannya langsung tersambung ke pesan suara otomatis.

“Nomor yang Anda tuju sudah tidak aktif.”

Keningnya berkerut dan dia coba telepon sekali lagi, tetapi hanya dengar pesan yang sama. Saat itu, suasana ruangan sudah berubah sunyi.

Lukas turunkan gelasnya.

“Dia ganti nomor?”

Adrian nggak jawab. Dia telepon untuk ketiga kalinya, dan ketika nggak ada yang berubah, dia raih kunci mobil dari atas meja.

Mia berdiri.

“Adri
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pernikahan yang Aku Batalkan   Bab 10

    Cuaca di Somala begitu indah pada hari pernikahan kita. Upacara pernikahan digelar di teras lantai paling atas sebuah hotel yang menghadap ke teluk. Bunga-bunga putih berjajar di sepanjang lorong, sementara angin yang berembus dari arah laut angkat ujung kerudung pengantinku.Ibuku jalan bersamaku menuju pintu masuk. Justin sudah tunggu aku di ujung sana. Sejak pertama kali lihat aku muncul, dia nggak pernah alihkan pandangannya. Begitu aku sampai di hadapannya, dia genggam tanganku. Telapak tangannya hangat. Justin ucapkan janji pernikahannya dengan sederhana.“Claire, aku nggak akan pernah buat kamu menebak-nebak seperti apa posisimu di sisiku.”“Kalau kamu merasa nggak yakin, tanya saja ke aku. Kalau aku sakitin kamu, kasih tahu aku.”Jemarinya genggam tanganku sedikit lebih erat.“Kamu nggak perlu buktikan kalau dirimu layak dicintai dengan lihat seberapa banyak kamu mampu bertahan.”Untuk sesaat, seluruh teras jadi sunyi. Mataku terasa panas. Adrian telah habiskan bertahun-tahun u

  • Pernikahan yang Aku Batalkan   Bab 9

    Enam bulan berikutnya berlalu. Seminggu sebelum pernikahan, aku ada di studio desainer untuk lakukan pengepasan terakhir gaunku. Sang desainer sedang rapikan lapisan terakhir kerudung pengantinku ketika HP-ku berdering.Lukas.Aku menatap nama itu selama beberapa detik sebelum akhirnya angkat telepon.“Claire.”Suaranya terdengar tegang.“Adrian tahu kamu akan nikah.”Aku menatap bayanganku di cermin.“Oh.”Lukas jelas nggak nyangka itu akan jadi satu-satunya reaksiku.“Tadi malam ada orang yang kasih kabar tentang kamu dan Justin. Adrian lihat itu dan benar-benar hilang kendali.”Jadi, begitu caranya dia tahu.Keluarga Justin telah umumkan pernikahan kita beberapa hari sebelumnya. Kabar itu dengan cepat dimuat oleh salah satu kolom sosialita Somala dan beberapa akun yang bergerak di industri desain.Lukas lanjutkan, “Dia kembali ke penthouse Tribeca dan hancurkan separuh ruang tamu. Hampir semua barang yang dulu Mia pilih, sudah dia hancurkan.”“Sekarang dia duduk di dekat pintu depan

  • Pernikahan yang Aku Batalkan   Bab 8

    Tiga bulan kemudian, hujan deras mengguyur Somala. Konferensi desain baru saja berakhir, dan aku sedang tinggalkan hotel bersama beberapa rekan kerja ketika seorang pria tiba-tiba menerobos hujan dan jalan ke arahku. Petugas keamanan hentikan dia sebelum dia mencapai anak tangga.Aku hentikan langkahku. Itu Adrian. Mantel hitamnya basah kuyup, rambut gelapnya menempel di dahinya. Dia sama sekali nggak terlihat seperti ketua mafia Keluarga Murwadi yang aku ingat, pria yang selalu tenang dan selalu pegang kendali.“Claire.” Suaranya serak.Aku nggak gerak. Adrian menatapku lama. Lalu dia lepaskan diri dari petugas keamanan dan hilangkan sisa jarak di antara kita. Detik berikutnya, dia berlutut. Semua orang di sekitar kita terdiam.“Aku salah.”Air hujan mengalir basahi wajahnya.“Mia sudah nggak kerja untuk Keluarga Murwadi lagi. Apa pun yang telah dia lakukan, para pengacara sedang urus itu.”“Aku juga sudah ganti kunci penthouse di Tribeca.”Matanya sudah memerah ketika dia mendongak m

  • Pernikahan yang Aku Batalkan   Bab 7

    Beberapa minggu kemudian, kepala bagian keuangan Grup Murwadi bergegas masuk ke kantor Adrian.“Ada masalah dengan salah satu rekening operasional.”Adrian angkat pandangannya.“Berapa jumlahnya?”“Sekitar 28.8 miliar.”Uang itu telah disisihkan untuk pembayaran tahap berikutnya ke para kontraktor dan pemasok dalam salah satu proyek hotel mereka.“Ke mana uang itu pergi?”Ekspresi pria itu jadi tegang.“Tadi malam Mia yang lakukan transfer itu dengan gunakan akses administratifnya. Saat bank menandainya sebagai transaksi mencurigakan, uangnya sudah terpecah dan dikirim ke beberapa rekening di luar perusahaan.”Adrian ambil HP-nya dan telepon Mia. Langsung masuk ke pesan suara. Dia kirim beberapa orang ke apartemen Mia. Tempat itu sudah dikosongkan. Pakaian, dokumen, koper. Semuanya telah lenyap.Adrian menatap catatan transaksi bank yang tergeletak di atas mejanya, dan ekspresinya berubah dingin.Selama ini dia tahu Mia nikmati gaya hidup yang datang karena kedekatannya dengan Keluarga

  • Pernikahan yang Aku Batalkan   Bab 6

    Somala, jam delapan pagi.Cahaya pagi menerobos masuk melalui jendela-jendela kaca setinggi langit-langit di ruang konferensi ketika aku mengeklik halaman terakhir presentasiku.“Itu keseluruhan revisiku untuk area publik hotel.”“Makasih.”Ruangan itu hening selama dua detik sebelum tepuk tangan terdengar. Pria yang duduk di ujung meja menutup berkas di hadapannya.Justin Handoko. Pendiri sekaligus direktur desain firma arsitektur internasional itu, dan pria yang secara pribadi rekrut aku dari Nevala.“Bagus sekali.”Perhatiannya kembali tertuju pada layar.“Terutama sirkulasi di area lobi. Kamu berhasil tingkatkan daya tarik visualnya tanpa korbankan pergerakan orang-orang yang benar-benar gunakan ruang itu.”Aku letakkan remote presentasi.“Makasih.”Justin serahkan berkas itu ke manajer proyek yang duduk di sebelahnya.“Kita akan gunakan versi Claire.”Nggak seorang pun pertanyakan aku hanya karena aku masih baru. Nggak ada yang ambil hasil kerjaku, poles itu, lalu cantumkan nama o

  • Pernikahan yang Aku Batalkan   Bab 5

    Adrian menolak untuk percayai itu. Aku telah cintai dia selama lima tahun. Dulu, jika dia pulang terlambat satu jam saja, aku akan tanya dia di mana. Terkadang, ketika Adrian sengaja abaikan pesan-pesanku, aku akan tetap terjaga hingga tengah malam tungguin dia.Gimana mungkin orang seperti aku bisa pergi begitu saja tanpa tinggalkan apa pun? Dia segera suruh anak buahnya cari tahu ke mana aku pergi. Hampir satu jam kemudian, mereka berhasil pastikan kalau sore itu aku telah tinggalkan Nevala melalui bandara JAK.Kurang dari satu jam setelahnya, anak buahnya pastikan kalau sore itu aku telah naik pesawat menuju Somala. Empat kardus dari apartemen juga telah dikirim ke sana. Aku nggak pergi selama beberapa hari hanya untuk tenangkan diri. Aku benar-benar pindah.Adrian langsung setir mobil menuju firma arsitektur dan desain tempatku dulu bekerja. Saat itu hampir jam sepuluh malam, dan hanya beberapa orang yang masih ada di kantor. Salah satu partner di firma itu kenal Adrian dan tampak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status