Short
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

By:  CocojamCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapters
46views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Adikku mengidap autisme. Para dokter menyebutnya "kelebihan rangsangan sensorik yang parah". Aturannya sederhana. Tidak boleh ada suara yang tiba tiba. Sama sekali tidak boleh. Jadi, sepanjang hidupku harus dijalani dalam keheningan. Aku tidak pernah memakai sepatu hak tinggi. Aku tidak pernah meninggikan suara. Aku bahkan tidak diizinkan tertawa. Semua itu demi mencegah adikku mengalami krisis emosi. Ayahku, Victor, kepala Keluarga Chaniago, sering menggenggam bahuku. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah saat berkata, "Sera, kamu anak baik Ayah. Melindungi adikmu adalah tanggung jawab kita. Kamu sehat dan kuat. Kamu pasti bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?" Hari itu, aku berada di teras lantai dua dan tanpa sengaja menjatuhkan pot berisi mawar putih. Suara pot yang pecah membuat adikku yang sedang berjemur di taman di bawah, langsung mengalami krisis emosi. Untuk pertama kalinya, Victor menatapku seolah aku adalah musuh. Dia berteriak, "Kamu nggak bisa diam? Mau buat dia jadi gila?" Adikku mundur ketakutan hingga menabrak meja kaca, lalu menjerit melengking. Victor menerobos melewatiku dengan amarah dan kepanikan. Saat aku berlari menuruni tangga untuk menolongnya, dia menghantam tubuhku. Aku kehilangan keseimbangan dan dadaku menghantam sudut tajam tiang pegangan tangga besi. Rasa sakit meledak di dadaku. Aku membuka mulut untuk menjerit, tetapi tidak ada suara yang keluar. Seluruh keluargaku mengerumuni adikku yang terus menjerit. Tidak seorang pun bahkan melirik ke arahku. Paru-paruku dipenuhi darah. Aku tenggelam dalam genangan darahku sendiri di lantai. Mereka semua mengira adikku yang mengidap autisme adalah orang yang membutuhkan perhatian dan penghiburan keluarga. Mereka mengira aku hanya terjatuh dan aku bisa menunggu. Mereka salah.

View More

Chapter 1

Bab 1

Setiap tarikan napas terasa seperti pecahan kaca yang menggores tenggorokanku. Tulang rusukku patah. Darah keluar dari bibirku, menodai lantai marmer putih menjadi merah.

"Kamu nggak bisa diam, ya? Mau buat dia jadi gila?" teriak ayahku dengan begitu keras hingga seluruh rumah itu seolah bergetar.

Aku ingin mengatakan bahwa itu hanya kecelakaan, tetapi tenggorokanku dipenuhi darah. Aku tidak bisa mengeluarkan suara.

Di dekat meja kaca yang hancur, adikku, Chloe, meringkukkan badanya. Kedua tangannya menutupi telinga sambil menjerit melengking. "Dia sengaja! Dia mau membunuhku! Jauhkan dia dariku! Jauhkan dia!"

Ibuku, Elena, berlutut di hadapannya. Dia merawat luka gores kecil di lengan Chloe sambil membujuknya.

"Nggak apa apa, Sayang. Nggak apa apa. Ibu di sini. Dia nggak akan mengganggumu lagi."

Aku berusaha mengangkat tangan, meminta pertolongan.

Namun, yang keluar dari bibirku hanya buih bercampur darah. Kegelapan perlahan menyelimutiku.

"Ayah ... Ibu ...." Suaraku nyaris tak terdengar.

Tidak seorang pun menoleh.

Pandanganku mulai kabur. Dunia mereka telah menyusut hingga hanya menyisakan adikku yang gemetar di samping meja yang pecah.

Pikiranku kembali pada sore yang mengubah segalanya. Aku berlari pulang sambil menggenggam surat penerimaan dari program penari utama.

"Ibu, aku diterima di Perusahaan Royal Ballet!" seruku sambil menerobos masuk.

Elena merampas surat itu dari tanganku. Di depan mataku, dia merobeknya menjadi serpihan kecil.

"Kamu sudah gila, Sera?" desisnya sambil melirik ke lantai atas dengan cemas. "Suara sepatu balet akan membuat Chloe sakit!"

Aku hanya berdiri terpaku, senyum di wajahku perlahan menghilang.

"Tapi, Bu, itu Royal Ballet! Hanya ada tiga kursi untuk seluruh New York!" seruku dengan suara bergetar. "Pelatihku bilang aku seorang genius ...."

"Kamu anak yang baik." Elena mengusap rambutku dengan sorot mata penuh rasa iba. "Seluruh keluarga harus melindungi adikmu. Kamu sehat. Kamu bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?"

Aku mengangguk. Di dalam kamarku, aku mengubur mimpiku dalam-dalam.

Genangan darah di lantai semakin melebar. Napasku menjadi pendek dan cepat. Pandanganku mulai dipenuhi bintik-bintik hitam.

"Ibu, sakit ...." Aku berusaha mengulurkan tangan.

Elena melirik sekilas ke arahku dengan wajah penuh kejengkelan. "Sera, nggak usah lebay. Apa kamu nggak lihat Chloe sedang nggak baik-baik saja? Nanti kami urus kamu."

Jeritan adikku semakin histeris.

"Keluarkan dia! Usir dia dari rumah ini!"

Dia meraih vas marmer besar di atas sebuah penyangga di dekatnya, lalu membantingnya ke lantai hingga pecah berkeping-keping. Victor buru- buru menghampirinya dan memeluknya dengan erat.

"Nggak apa-apa, Chloe. Ayah di sini. Kamu aman," ujar Victor dengan suara lembut. "Ayah sudah menghukum kakakmu yang ceroboh itu. Nggak akan ada lagi yang menyakitimu, bidadari kecil Ayah."

Jari-jariku menggesek pagar besi. Salah satu kukuku patah, meninggalkan noda darah tipis di permukaan logam.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status